NovelToon NovelToon
Ibu Pengganti Kesayangan Papa

Ibu Pengganti Kesayangan Papa

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mande Qita

Zeya diam terpaku ketika melihat suaminya sedang jalan bergandengan tangan dengan wanita yang tak Zeya kenal.
Ryan yang kebetulan juga melihat Zeya melengos tanpa mau menyapa istrinya tersebut, malah Ia bergegas meninggalkan Zeya.
Menikah dengan Ryan keputusan hidup yang Zeya sesali, manis di awal ternyata hanya kedok belaka, agar bisa menikah dengan mantan kekasihnya.
Zeya menerima perceraian itu dan melanjutkan hidupnya dengan pindah ke kota besar.
Akankan Zeya menemukan kebahagiaannya sendiri, atau Zeya terus di bayang bayangi oleh masa lalunya.
Dan bagaimana kehidupan rumah tangga Ryan setelah menikah dengan mantan kekasihnya itu?, Kenapa dia kembali mengejar cinta nya Zeya?
Pergulatan batin Zeya dimulai di saat tuan Gatra ingin menikahinya sedangkan mantan istri Gatra ingin kembali rujuk dengan Gatra, ditambah lagi dengan Ryan yang kembali membayangi hidupnya…
Akankan keputusan Zeya akan merubah semuanya..?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mande Qita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 9 Menyusun Rencana

Ryan masuk ke dalam kamar, Ia melihat Zea sudah berbaring di ranjang dan bersiap untuk tidur.

“Aku mau mandi Zea…” panggil Ryan, karena biasanya Zea akan mempersiapkan semuanya dan melayani Ryan dengan baik, tapi tidak untuk malam ini, Zea sudah memutuskan untuk tidak membantu Ryan.

“Ya sudah kalau mau mandi, tinggal mandi saja kan? kok ribet..” Zea menjawab seadanya panggilan Ryan, tidak lagi sehangat seperti kemarin.

Ryan cemberut mendengar jawaban yang nggak mengenakkan dari Zea, ingin rasanya dia memarahi Zea, tapi Ia tahu saat ini mereka sedang tidak baik baik saja kondisinya.

“Cckk semarah apapun kamu malam ini, aku masih sah jadi suami kamu Zea, kamu masih wajib untuk melayaniku dengan baik, dan aku berhak meminta bantuan padamu” tegur Ryan

“Jangan bicara hak dan kewajiban deh! sudah berakhir sejak kamu ketahuan berselingkuh”

Zea menjawab dengan entengnya teguran dari Ryan, Zea sudah siap dengan situasi apapun yang akan dihadapinya setelah pertengkaran ini.

“Jadi kasar begitu sih Ze, nggak ada sopan sopannya jadi istri!” tegur Ryan lagi, tanpa merasa bersalah sedikitpun pada Zea.

Zea tak mau membalas lagi ucapan yang Ryan keluarkan dari mulutnya, karena bagi Zea itu sudah tidak bisa memperbaiki hubungan mereka berdua.

Ryan melirik sekilas ke arah Zea dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi, Ryan segera mandi.

[Tidak ada siapapun yang harus aku pertimbangkan perasaannya, keluarga aku tidak punya, sekarang aku memperjuangkan kebahagiaan ku sendiri, tanpa perlu mengemis cinta dari Ryan, Ia sudah selingkuh berarti Ryan sudah tak menginginkan ku lagi] Gumam Zea dalam hati.

Zea sudah memutuskan untuk berpisah dan akan pergi besok pagi dari rumah ini, tidak perlu pamit pada Ryan karena nggak ada gunanya juga.

Tidak berapa lama Ryan selesai mandi dan sekarang dia sudah naik ke atas ranjang membaringkan tubuhnya di samping Zea.

“Zea, aku mau bicara! apa kamu sudah tidur?” Ryan masih penasaran dengan sikap Zea, menjadi nggak tenang dan resah sendiri, padahal dirinya yang berselingkuh tapi gelisah melihat sikap tenang Zea.

“Sudah! kalau mau bicara besok pagi saja, kita selesaikan semuanya, agar kamu dengan semua rencanamu berjalan dengan lancar tanpa ada halangan dariku, selamat malam…”

Tanpa basa basi Zea, menyuruh Ryan diam dan kalau masih ingin bicara Zea menyarankan besok pagi saja, karena Zea malas untuk bicara hal hal yang telah diketahuinya tidak akan ada titik temunya.

“Aku mau bicara sekarang Zea..” Ryan masih kekeh mau mengajak Zea bicara masalah mereka yang belum selesai tadi.

“Aku capek, aku malas dan aku muak! sekarang aku mau tidur, kalau kamu masih mau bicara silahkan hubungi kekasihmu saja Ryan, mungkin setelah bicara dengannya kamu akan mendapatkan pencerahan”

Sindir Zea, tadi Zea sempat mendengar sekilas Ryan yang sedang bicara dengan Freya, saat Zea ingin menutup pintu kamar mereka.

“Kamu lama lama bicaranya makin nggak jelas deh Ze” Ryan tiba tiba berubah lembut lagi bicaranya dengan Zea.

“Aku akan pindah ke kamar sebelah kalau kamu masih berisik seperti ini” ancam Zea, Ia benar benar sudah nggak mau bicara apapun lagi dengan Ryan.

“Oke kita akan bicara besok pagi lagi…” sahut Ryan dengan cepat

Setelah mendengar apa yang Ryan katakan, Zea langsung menarik nafas lega dia ingin segera tidur dan beristirahat, karena tenaga dan pikirannya cukup terkuras oleh peristiwa tadi siang di pusat perbelanjaan itu.

Tengah malam Zea terbangun dari tidurnya, Ia melirik Ryan sekilas yang sedang tidur dengan lelap, Zea segera mengambil ponselnya dan turun dari atas ranjangnya, berjalan ke arah kamar mandi.

“Tari ini aku…” Zea bicara sambil berbisik agar Ryan tidak mendengar apa yang dibicarakannya dengan Tari.

“Halo Ze, tumben menghubungi ku tengah malam begini, untung aku belum tidur…” sapa Tari ketika melihat nama Zea yang menghubunginya tengah malam begini.

“Lagi ngapain sih, tengah malam masih belum tidur” seloroh Zea

“Biasa Ze, jomblo kalau tengah malam ini kan sibuk scroll sosial media, nah kamu ada apa?” sahut Tari

“Aku mau ke Jakarta, Ryan selingkuh sama mantan kekasihnya dulu, ceritanya panjang!” Zea tanpa banyak cerita langsung menyampaikan maksud dia menghubungi Tari tengah malam begini.

“Astaga Ryan! kurang ajar banget jadi laki, dia lupa bagaimana dulu mengejar cintamu Ze, nggak ada terima kasihnya” umpat Tari

“Nanti saja marah marah nya, aku sedang di kamar mandi, nanti Ryan bangun!” balas Zea

“Oke Ze, kebetulan di tempat kakak iparku ada lowongan kerja, kamu datang saja, kabari aku kalau sudah mau berangkat ke Jakarta, langsung ke kosan ku saja!”

Tari yang jengkel mendengar perselingkuhan Ryan, tanpa banyak tanya lagi langsung menyuruh sahabatnya itu untuk pergi meninggalkan Ryan.

“Siap Tari, aku tutup dulu ya teleponnya..” Zea sangat lega ketika mendengar kalau ada pekerjaan untuknya, dan Zea sudah bertekad untuk mengakhiri semuanya.

“Oke Ze, hati hati ya” pesan Tari ketika akan menutup sambungan telepon mereka berdua.

“Siap, terima kasih cantik..” setelah mengatakan itu Zea menutup sambungan telepon dengan Tari

*

Sarapan pagi….

“Kok kamu nggak bangunin aku tidur sih Ze?” Ryan yang baru datang ke ruang makan, protes pada istrinya itu karena tidak membangunkannya.

Diam hanya melirik sekilas Ryan yang datang sudah berpakaian rapi untuk berangkat ke kantor.

[Masih belum sadar ya nih orang, sudah membuat kesalahan yang cukup serius, malah sekarang meminta aku melayaninya seperti biasa, nggak ada perasaan sama sekali!]

[Bukannya kemarin malam dia hendak menceraikan ku, dan mengatakan kalau dia malu mempunyai istri kampungan seperti ku, aneh banget nih orang]

Umpat Zea dalam hati, tidak habis pikir dengan apa yang Ryan pikirkan, padahal kemarin malam Ryan berniat untuk menceraikannya, setelah mereka bertengkar jadi ragu ragu sendiri.

“Aku minta talak darimu Ryan! tidak ada yang perlu dipertahankan di dalam pernikahan kita ini” tanpa ragu Zea meminta talak dari Ryan.

Ryan yang sedang mengambil sarapan paginya langsung berhenti dan menatap tajam ke arah Zea, yang saat ini juga sedang menatap ke arah Ryan dengan tenang, seolah apa yang dimintanya tadi adalah hal yang biasa saja.

“Kamu ada apa sih! dari semalam ngotot banget untuk cerai” tegur Ryan

“Loh bukannya kamu yang sangat ingin bercerai! buktinya kamu baru pulang kencan dengan selingkuhanmu langsung bicara ingin pisah, terus kenapa malah menuduhku yang ngotot untuk berpisah!”

“Bagiku pribadi, sekali suamiku mengatakan ingin berpisah! itu tanda kalau dia sudah tak menginginkan aku lagi untuk jadi istrinya, lalu salahku dimana kalau aku meminta talak padamu sekarang” Jelas Zea

“Aku berubah pikiran, maafkan aku Ze, aku memang salah sudah menyakitimu tapi aku juga nggak bisa hidup tanpamu, please mengertilah posisiku Zea” rayu Ryan dengan wajah memelas.

Zea menghembuskan nafasnya dengan kasar, Ia tahu kalau terus meminta talak pada Ryan, takutnya Ryan malah mempersulit dirinya untuk kabur hari ini atau besok.

[Aku harus pura pura mengalah untuk sekarang! setelah Ryan berangkat ke kantor aku akan segera pergi dari rumah ini, sepertinya itu jalan yang terbaik untuk saat ini]

Zea diam tidak menjawab apa yang Ryan katakan tadi, Zea meneruskan sarapannya, melihat Zea diam Ryan merasa lega, karena rayuannya bisa membuat Zea melunak.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!