Abbey bisa menerima saat pihak manajemen Rico, kekasihnya yang mendadak menjadi selebgram itu meminta Rico dan Abbey merahasiakan hubungan mereka.
Segala jenis gimmick dari pihak manajemen untuk membuat nama Rico makin melambung pun bisa Abbey terima, tapi saat pihak manajemen meminta Rico untuk bergimmick menikah siri dengan Laura, yang merupakan seorang pengusaha untuk membantu Laura menutupi skandal Laura. Abbey tidak terima karena menurut Abbey pernikahan tidak untuk mainan walaupun itu hanya nikah siri.
Abbey dan Rico pun ribut besar dan akhirnya mereka pun putus karena Rico lebih memilih melanjutkan nikah siri settingannya dengan Laura.
Lima tahun berlalu, selama lima tahun ternyata Abbey menyembunyikan rahasia besar dari Rico.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Nath, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
🍁 Happy Reading 🍁
Sesampainya di kamar, Chika melihat Abbey sudah menangis sesunggukkan di atas ranjang dengan posisi telungkup. Chika pun ditepi ranjang.
"Sabar Bey. Kamu yang paling tau apa yang terjadi di balik semua ini. Jangan terprovokasi hanya karena konferensi pers tadi." ucap Chika sambil mengelus punggung Abbey.
Abbey pun membalikkan tubuhnya lalu mendudukkan badannya.
"Masalahnya tatapan A' Ico ke perempuan itu beda banget Chik, aku ngerasa kalau A' Ico nyium perempuan tadi pake perasaan." jawab Abbey.
"Itu perasaan kamu aja Bey. Udah deh jangan negatif thinking gitu. Mending kamu tanya langsung sama Rico, aku coba telepon dia lagi yah." balas Chika.
Abbey menggelengkan kepalanya.
"Gak usah Chik. Keputusan aku udah bulat sekarang. Udah gak ada lagi yang harus di pertahankan. Aku yakin kalau A' Ico emang punya perasaan sama perempuan itu makanya A' Ico kekeh mau ngelakuin settingan ini." jawab Abbey.
"Tapi Bey-"
"Tolong hargain keputusan aku Chik, kamu temen aku kan? Jadi tolong dukung aku daripada aku harus meneruskan hubungan ini tapi batin aku yang tersiksa." potong Abbey.
Chika menghela nafasnya kasar.
"Ya udah terserah kamu aja kalau gitu. Tapi kalau kamu berubah pikiran, kasih tau aku yah, aku masih siap kok jadi mediator." balas Chika.
"Ya udah aku keluar dulu yah, kamu tenangin diri kamu aja dulu." kata Chika lagi.
Chika pun berdiri dari duduknya lalu keluar dari dalam kamar.
Begitu di luar kamar, Chika mencoba menghubungi Rico lagi tapi sayangnya ponselnya tetap tidak aktif.
🍁 🍁 🍁
Hotel.
Sekarang Rico dan Laura sudah berada di kamar suite room khusus untuk Laura jika Laura menginap di hotel itu.
Sengaja mereka ke kamar itu dulu karena di bawah wartawan masih belum bubar seluruhnya.
"Akting mu totalitas sekali. Aku sampai kaget." ucap Laura sambil menuangkan sampanye ke dalam dua gelas, satu gelas untuknya dan satu gelas untuk Rico.
"Kalau bukan Pak Leo yang suruh, aku juga tidak mau." jawab Rico.
Laura tersenyum tipis mendengar jawaban Rico. Laura pun berjalan menghampiri Rico yang sedang berdiri di dekat jendela sambil membawa dua gelas sampanye di tangannya.
Sesampainya di dekat Rico, Laura pun menyodorkan satu gelas untuk Rico.
"Saya gak minum alkohol." tolak Rico.
OOO... Laura membulatkan mulutnya.
"Kenapa kamu melakukan itu?" tanya Rico.
"Melakukan apa?" tanya Laura balik.
"Foto. Bukannya saya belum kasih keputusan? Kenapa kamu malah melakukan pemotretan ijab kabul itu?" tanya Rico.
"Saya juga gak tau apa-apa soal itu. Pak Leo nelpon saya dan menyuruh saya datang ke sebuah tempat, sampai disana ternyata Pak Leo sidang menyiapkan semuanya. Yah, jadi saya tinggal ikut saja. Lagian, bukannya kamu gak punya pilihan lain selain menerima settingan ini?" jawab Laura.
"Tapi gara-gara itu hubungan saya dan pacar saya berantakan. Sekarang dia pergi meninggalkan saya." balas Rico.
"Lalu kamu mau menyalahkan saya?" tanya Laura.
Rico terdiam.
"Kalau pun ada yang harus disalahkan, itu kamu bukan saya atau Pak Leo. Kenapa? Karena kamu sudah menandatangani kontrak dengan Pak Leo dan saya hanya menawarkan kerja sama dengan kalian. Ibaratnya seperti penjual dan pembeli, kalian menjual dan saya membeli. Sebagai pembeli, jelas saya tidak mau tau apa setelah itu kalian mengalami kerugian atau tidak yang penting saya membeli sesuai harga yang kalian patokkan pada saya." balas Laura.
"Tapi harusnya kamu bisa menolak ajakan Pak Leo untuk pemotretan itu sampai menunggu keputusan dari saya, kalau begini ini sama saja kalian menjebak saya." balas Rico.
"Kalau kamu merasa terjebak kenapa malah datang ke konferensi pers tadi? Kenapa tidak buat konferensi pers sendiri dan membantah semuanya?" tanya Laura.
Rico terdiam.
Dan Laura berdecih.
"Sekarang semua sudah berjalan, tidak ada yang perlu di ributkan lagi. Jadi mulai sekarang kita lakukan peran kita dengan baik sebagai pasangan suami-istri." ucap Laura.
"Selama settingan ini kita akan tinggal di penthouse." ucap Laura.
Rico mengernyitkan keningnya.
"Jangan berpikiran terlalu jauh. Sekarang mata-mata kita bukan hanya wartawan, tapi mata-mata suruhan istrinya Dalton. Ingat, alasan saya melakukan nikah siri settingan ini agar istrinya Dalton tidak curiga dengan hubungan saya dan Dalton." kata Laura lagi.
Rico menghela nafasnya kasar.
"Tenang saja, saya akan menepati janji saya memperkenalkan kamu dengan kolega bisnis saya. Dan saya pastikan setelah settingan kita berakhir, kamu bisa menjadi pengusaha yang hebat dan tidak perlu lagi bekerja di agensi Pak Leo." ucap Laura sambil menepuk pundak Rico lalu pergi meninggalkan Rico.
🍁 🍁 🍁
Bersambung...