NovelToon NovelToon
TERJEBAK PERMAINAN HOT MAFIA

TERJEBAK PERMAINAN HOT MAFIA

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Teen Angst / Romansa / Tamat
Popularitas:121.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: Sindya

Demi membalas sakit hatinya pada cowok yang selalu menolaknya membuat Keysa memilih untuk mengerjai cowok impiannya itu dengan mencetak undangan palsu.




Tidak tanggung-tanggung ia memasang foto dan nama jelas seorang CEO tampan yang memiliki perusahaan dengan nama brand mobil terkenal itu menjadi calon suaminya. Ia juga memasang kartu undangan pernikahan itu di sosmed pribadi miliknya membuat kejahilannya menjadi viral.



"Bos. Apakah anda ingin menikah bulan depan?" Tanya Revo pada tuan Stainer.


"Menikah? Siapa yang menyebarkan kebohongan itu?"


"Di medsos ada nama tuan dan gadis itu," ucap Revo seraya menyerahkan ponselnya untuk memperlihatkan undangan pernikahan itu dan Stainer melihat gadis muda itu yang terbilang sangat cantik nekat mencantumkan nama dan fotonya sebagai sampul undangan itu.


"Cari tahu identitas gadis ini dan bawa ke hadapanku!" titah tuan Stainer yang ingin mengerjai balik Keysa yang sudah menjual namanya di media.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sindya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Semangat Stainer

Revo menyebutkan satu nama yang membuat Stainer marah besar. Betapa tidak, Edward adalah teman kuliahnya yang selalu mengambil apa yang menjadi milik Stainer. Walaupun pada akhirnya mereka tetap berteman baik karena keuntungan bisnis bukan urusan hati.

"Dia adalah tuan Edward Gibson," sahut Revo membuat wajah Stainer mengeras hingga tidak sadar meremas ponsel pipih itu seakan itu adalah tubuh Edward.

"Langsung ke bandara sekarang!" titah Stainer tidak ingin menunda waktu lagi begitu mengetahui istrinya bersama siapa.

"Siap Tuan!" Revo kembali memutar mobilnya balik arah menuju bandara di mana pesawat jet pribadi suami Keysha ini siap mengantarkan si bos ke tempat tujuan. Apalagi menjemput istrinya sendiri yang saat ini di klaim sedang hamil bayinya.

Antara senang dan cemburu melebur jadi satu mengendap di dalam dadanya saat ini. Rasanya ia ingin mempunyai ilmu sihir yang hanya mengeluarkan tongkat sakti agar bisa meminta untuk segera berada di Paris saat ini juga dengan mengedipkan mata.

Dalam waktu satu jam mereka sudah ada di bandara dan Stainer bersama Revo langsung menaiki tangga pesawat yang disambut oleh dua orang pramugari yang sangat cantik. Wajah datar Stainer tidak mampu ditaklukkan oleh kecantikan pramugari yang tidak berani menatap mata elang itu karena mereka tahu Stainer tidak mudah tergoda dengan wanita cantik selain Keysha.

"Apakah ada orang kita di sana yang bisa kita suruh untuk memantau Keysha?" tanya Stainer saat pesawat menuju landasan pacu siap untuk take-off.

"Sudah saya urus Tuan tanpa ijin tuan agar kita bisa mengetahui di mana nona Keysha menetap saat ini," sahut Revo.

"Bayar dia berapapun untuk melindungi istriku agar Edward tidak mengambil keuntungan dari situasi di mana istriku saat ini sedang mengandung anak kami!" titah Stainer penuh penekanannya.

" Tuan." Revo segera mengirim pesan kepada orang kepercayaannya di Paris sana melalui email.

Untuk melalui waktu agar tidak merasa jenuh, Stainer menyelesaikan tugasnya cepat waktu. Begitu pula Revo. Itu sudah kebiasaan kedua pria tampan ini untuk menyelesaikan pekerjaan mereka di atas udara dengan besi terbang itu sebelum tiba di tempat tujuan.

Sekitar 15 jam lebih menempuh perjalanan, pesawat mereka tiba juga di bandara setempat. Stainer sudah turun buru-buru saat mengetahui informasi terakhir yang didapatnya bahwa istrinya sedang dirawat di rumah sakit internasional.

Entah mengapa air mata Stainer tiba-tiba mengucur deras mengingat sebentar lagi ia akan bertemu dengan istrinya setelah tiga bulan tidak bertemu..

"Baby. Aku datang sayang untuk menjemputmu," girang Stainer yang sudah sabar lagi ingin melihat wajah cantik istrinya.

Stainer tersenyum dan bergumam sendiri seperti orang pertama kali jatuh cinta. Dadanya ikut mengembang bak kuncup bunga mawar yang baru mekar di pagi hari menyambut mentari pagi walaupun saat ini sedang memasuki musim dingin bahkan akan turun salju sebentar lagi.

Mobil mewah itu memasuki gerbang rumah sakit berhenti tepat di depan lobi rumah sakit dan Stainer segera menghampiri bagian resepsionis untuk menanyakan nama istrinya yang terdaftar sebagai pasien di rumah sakit tersebut.

"Permisi nona! apakah saya bisa periksa nama istri saya Keysha di rawat di ruang apa dan lantai berapa?" tanya Stainer.

"Sebentar tuan! saya periksa dulu," ucap resepsionis itu sambil mencari nama Keysha di deretan nama pasien rawat inap.

"Tuan. Pasien Keysha baru saja meninggalkan rumah sakit," ucap resepsionis itu membuat Stainer terlihat geram.

"Sialan kau Edward! Awas saja kalau kamu berani membawa kabur istriku dan mencelakai calon bayiku!" ancam Stainer.

"Tuan. Apakah kita ke apartemennya nona Keysha atau kediamannya tuan Edward?" tanya Revo yang takut salah langkah.

"Tanyakan kepada orang kepercayaanmu! bukankah aku memintamu untuk melindungi istriku dari tangan bajingan itu?" bentak Stainer dengan wajah kelam.

"Baik tuan. Maafkan saya! saya sampai lupa orang suruhan kita," gugup Revo yang langsung menghubungi orang suruhannya.

"Di mana posisimu?" tanya Revo.

"Tuan Revo. Saat ini saya sedang mengikuti mobil tuan Edward membawa nona Keysha ke luar kota arah rumah perkebunan keluarganya," ungkap Jerry.

"Ikuti dia terus dan jangan sampai lengah! apa lagi kehilangan jejaknya," pinta Revo makin frustasi.

"Sialan..! kenapa sudah tiba di sini malah dipersulit pertemuannya. Bos pasti sangat kecewa mendengar ini," sesal Revo tidak tega menyampaikan berita ini pada Stainer.

Revo menghampiri Stainer yang sedari tadi bolak-balik ke sana kemari seperti gosokan rusak. Ia terus saja terlihat gelisah dengan air mata menggenang sambil meremas rambutnya dalam keadaan gusar.

"Tuan. Ada kabar buruk. Tuan Edward membawa kabur nona Keysha ke luar kota arah rumah perkebunan milik keluarganya," ucap Revo.

"Sial...! Hubungi helikopter menjemput kita di sini! Kita akan ikuti mobil orang suruhan kita melalui GPS mobilnya," ucap Stainer.

"Baik Tuan." Revo tersenyum. Jika saja dari awal mereka tiba di bandara langsung naik helikopter menuju ke rumah sakit ini, pasti mereka tidak akan kehilangan Keysha. Itu yang baru terpikirkan oleh Revo.

Revo memberikan alamat rumah sakit kepada co-pilot atas perintah Stainer. Seperti biasa, co-pilot langsung menyambut perintah itu tanpa menolak sang bos.

Tidak berapa lama, Stainer Revo sudah berada di atas atap rumah sakit tersebut setelah minta ijin pada pemilik rumah sakit untuk menggunakan landasan pacu agar bisa melakukan pendaratan di tempat tersebut.

Sementara itu di perjalanan, Keysha yang baru mengerjapkan matanya yang sedari tadi tidur sepanjang jalan setelah meminum obat pasca pulang dari rumah sakit melihat sekitarnya yang ternyata bukan arah pulang ke apartemen miliknya.

"Edward...! kita mau ke mana?" tanya Keysha mulai curiga pada Edward.

"Kamu sedang hamil muda. Tempat istirahat yang paling cocok untuk seorang ibu hamil adalah rumah perkebunan. Keluarga ada banyak di sana. Mereka akan mengurusmu, Keysha," ucap Edward.

"Tidak. Itu tidak perlu dilakukan. Aku ingin kembali ke Indonesia. Aku akan minta suamiku menjemputku di sini. Tolong kita kembali ke kota!" pinta Keysha.

"Tidak. Aku tidak akan membiarkan kamu kembali ke negaramu. Apalagi kembali ke suamimu. Kamu milikku Keysha. Akan menjadi milikku selamanya!" bentak Edward dengan wajah kelam.

"Jangan gila kamu Edward! aku adalah istri seseorang. Kamu bisa dijerat dengan hukuman berat karena membawa kabur istri orang," omel Keysha.

"Aku tidak peduli! Aku terlalu mencintaimu. Aku sudah jatuh cinta padamu saat pertama kali melihat wajahmu diponsel milikmu yang jatuh tidak sengaja depan restoran saat kamu menabrak ku," ucap Edward.

"Astaga! ternyata kamu mengidap sakit jiwa juga Edward. Kamu tidak mencintaiku tapi kamu hanya obsesi padaku saja," bantah Keysha sengit.

"Ya aku memang gila. Aku hampir gila karena dirimu Keyshaa!" teriak Edward tidak fokus melihat jalanan hingga akhirnya mereka salah masuk jalur dengan arah berlawanan.

"Edwardddddd....awasss!" pekik Keysha saat mobil di depan mereka tidak bisa mengendalikan mobilnya.

Aaaaaaaaaa....

1
Puput Regina Putri
akhirnya....
Puput Regina Putri
Luar biasa
Puput Regina Putri
huuuff...bisa gtu yah 🙄
Puput Regina Putri
nah loh .... mulai ada titik terang nih
Puput Regina Putri
bibit pelakor
Puput Regina Putri
mulai.. posesif nya 😂
Puput Regina Putri
waw amazing 🤗
Sri Utami
🥰🥰👍👍🤣
Dede Suryani
7 turunan 11 tanjakn mtap
Robiyana Syamsulbahri
👍
Anik
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
ayri hasbi
bagus.....
Crystal
Rania apa Tania sih. Perasaan bab pertama nama istrinya Deni, Rania deh
Che Putri Badar
mmmh .......!!sudah mulai bermunculan tuh hama rumah tangga ..
Widya wati
awalnya aja uda mengesankan, lanjut Thor..
reanny oesin
asiiik bangeeet cerita ya thorrrrr
Nenik Marhaeni
bagus
Nenik Marhaeni
wah pagi siang malam cetak gawang terus biar langsung brojol 4🤣🤣🤣🤣
yuviSmit
Biasa
Suharlina
seneng aku baca ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!