Apa jadinya jika dua orang yang tidak saling mencintai justru harus hidup dan tinggal dibawah satu atap yang sama sebagai suami istri?!
Celine tak pernah menyangka jika hidupnya akan berakhir dengan sangat menyedihkan. Menikah dengan laki-laki yang sama sekali tak dia cintai, hidup satu atap sebagai pasangan suami-istri.
Setiap hari Celine selalu makan hati karena suaminya selalu membawa pulang wanita lain ke rumah mereka. Apakah Celine cemburu? Apakah Celine sakit hati? Maka jawabannya adalah tidak, bahkan dia tak peduli sama sekali.
Lalu langkah apa yang akan Celine ambil pada akhirnya? Tetap mempertahankan pernikahannya, atau justru mengakhirinya?! Hanya waktu yang bisa menjawabnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lusica Jung 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kapal Pesiar
Bunyi ombak malam ini terdengar begitu lembut. Halus, mendesir di telinga. Semilir angin malam terasa sejuk menyentuh permukaan kulit yang terbuka. Diatas sana, Bulan terlihat melingkar sempurna. Begitu elok dan anggun bertahta di singgasananya.
Di sebuah kapal pesiar yang sedang mengarungi samudera tampak seperti Kilauan bintang dari kejauhan.
Menyusuri lautan bukanlah pertama kali di lakukan oleh Aiden. Pria itu sudah sering mengunjungi berbagai negara menggunakan pesawat, dan ini juga bukan pertama kalinya dia menjelajah sebagai wisatawan asing di lautan. Kapal yang luas, orang yang berlalu lalang pemandangan yang tidak asing lagi baginya.
Berbeda dengan Aiden, mengarungi samudra luas dengan sebuah pesiar mewah menjadi pengalaman pertama bagi Celine.
Sepanjang hidupnya, belum pernah terpikirkan olehnya jika dia bisa berdiri di sebuah pesiar mewah sebagai tamu VIP.
Wanita itu tak meluputkan sedikitpun pandangannya dari lautan luas yang tampak berkilauan oleh pantulan bulan purnama yang berpendar di atas sana. Angin malam terus memainkan rambut panjangnya yang terurai , menghantarkan hawa dingin namun terasa sejuk di permukaan kulitnya yang terbuka.
Celine merasa takjub, berada di sebuah pesiar mewah ternyata rasanya begitu luar biasa. Dan tak hanya dirinya saja yang menikmati perjalanan mewah ini, tetapi penumpang lain juga, terlebih lagi mereka yang berada di kelas VIP sama seperti dirinya.
"Mama,"
Perhatiannya teralihkan oleh panggilan seorang gadis kecil dari arah belakang. Sontak Celine menoleh dan mendapati Putri kecilnya tengah melambaikan tangan padanya, Hanna berada di gendongan Aiden. Mereka berdua menghampirinya.
"Kalian berdua dari mana saja, kenapa jalan-jalan tidak mengajak, Mama?" Celine menatap suami dan Putri kecilnya bergantian.
Dia sempat mencari mereka berdua, tetapi tak ketemu. Dan karena ditinggal sendirian yang menjadi alasan Celine berada di dek untuk melihat lautan dengan berpayungkan langit malam bertabur bintang.
"Salah sendiri Mama tidur. Papa jadi tidak tega untuk membangunkan, Mama." jawab Hanna menimpali.
Karena ini pertama kalinya berada di lautan, Celine mengalami hal yang sangat memalukan. Dia mabuk laut, dan itulah yang menjadi alasan kenapa Celine tidur tadi. Bahkan dia sampai melewatkan makan malamnya.
Rencana makan malam di luar ternyata jauh dari ekspektasi Celine. Dia pikir Aiden akan membawanya dan Hana makan malam di restoran mewah atau hotel bintang lima. Tapi ternyata Aiden malah membawa mereka berdua untuk berlayar dengan menggunakan pesiar mewah. Dan rencananya mereka akan melakukan perjalanan selama 7 hari 7 malam.
Aiden sampai mengosongkan jadwalnya sampai tujuh hari ke depan. Alasannya adalah supaya dia memiliki lebih banyak waktu bersama Hanna dan Celine. Menebus enam tahun yang ia lewatkan bersama keluarga kecilnya.
"Aku lapar. Bisakah kalian berdua menemani Mama makan malam?" Celine menata Putri dan suaminya bergantian.
Hanna menganggukkan kepala. "Tentu, Ma. Dengan senang hati Hanna akan menemani Mama makan malam," ucapnya dengan ceria.
Aiden tak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum, saat melihat senyum ceria di wajah Putri kecilnya. Dan penyesalan terbesar Aiden adalah, melewatkan masa-masa keemasan Hanna.
Andaikan saja kecelakaan itu tidak pernah terjadi dan dia tidak terbaring koma selama enam tahun. Pasti Aiden bisa menyaksikan kelahiran dan pertumbuhan Hanna. Dan sayangnya dia melewatkan semua itu.
"Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Celine melihat kediaman suaminya.
Aiden menatap Celine dan menggelengkan kepala. "Tidak ada," jawabnya singkat. "Ayo, katanya kau lapar. Aku sudah meminta koki untuk menyiapkan makan malam untukmu." Ketiganya lalu meninggalkan dek dan pergi
untuk makan malam.
.
.
Di sebuah cafe, terlihat tiga pemuda yang tengah asik menggoda para gadis yang duduk tak jauh dari meja mereka.
Mereka mencoba untuk berkenalan dengan gadis-gadis itu, tapi sayangnya mereka bertiga malah diabaikan. gadis-gadis itu tak menghiraukan rayuan mereka bertiga.
siapa lagi mereka bertiga jika bukan Carlos, Neo dan Ren. Ren dan Carlos yang awalnya sangat polos kini telah terkontaminasi oleh sifat playboy Neo yang sudah mencapai level 10.
Mereka berdua yang awalnya tidak tahu bagaimana cara merayu lawan jenisnya, sekarang menjadi begitu mahir dan jago. Bahkan tak kalah dari Neo yang memang sudah berpengalaman.
"Nona-Nona, bolehkan kami meminta nomor ponsel kalian? Hitung-hitung untuk menambah teman." Ucap Carlos sambil mendekati salah satu dari gadis-gadis itu.
Bukannya memberikan nomor ponselnya, mereka malah mengabaikan Carlos dan tetap asik mengobrol. Gadis-gadis itu benar-benar mengabaikan ketiga pemuda tampan itu. Padahal pengunjung lain tak jarang mencuri pandang pada mereka, tapi gadis-gadis cantik itu malah acuh dan abai.
"Cih, cantik-cantik tapi sombong." Ucap Ren mencibir. Dan lagi-lagi tak dihiraukan oleh mereka berlima. Sampai salah satu dari kelima perempuan itu tiba-tiba berdiri dan menghampiri meja Ren cs. "Tersinggung ya, Nona."
Tanpa bicara apa-apa, wanita itu menunjukkan sebuah foto pada mereka bertiga. Membuat mereka bertiga terkejut dan membulatkan matanya. "Kalian sudah menikah dan bersuami?!" kaget Neo dengan suara meninggi. Pantas saja mereka tidak merespon, karena ternyata perempuan-perempuan itu sudah menikah dan berkeluarga.
"Makanya lain kali jangan asal menggoda wanita hanya karena mereka terlihat cantik. Tanya dulu, mereka masih singel atau telah berpasangan. Kalian anak kemarin sore saja kebanyakan bertingkah." Ucap wanita itu lalu meninggalkan meja mereka bertiga.
Dan Neo cs hanya bisa tertunduk malu setelah mendengar ucapan wanita itu. Sepertinya mereka bertiga baru saja mendapatkan karma karena matanya yang terus jelalatan.
Carlos pun segera berdiri dan meminta maaf pada mereka berlima. Dia benar-benar menyesal karena sudah melakukan sikap yang tidak pantas pada mereka. Dan untung saja mereka memaafkan. Apa yang terjadi hari ini bisa menjadi pelajaran bagi mereka supaya tidak sembarangan lagi.
"Lain kali jangan sembarangan lagi. Kalian kami maafkan." Ucap salah satu dari kelima perempuan itu mewakili yang lain.
"Sekali lagi kami minta maaf, Nona." Ucap Carlos. Kemudian mereka bertiga meninggalkan cafe.
.
.
Sepasang tangan yang memeluknya dari belakang membuat Celine tersentak kaget. Sontak dia menoleh dan bibirnya langsung disambut oleh sebuah ciuman dari orang yang memeluknya tersebut. Yang tak lain dan tak bukan adalah Aiden.
"Aiden, apa yang kau lakukan? Kau mengejutkanku?" ucap Celine setelah dia berhadapan dengan sang suami.
Aiden tersenyum. Diusapnya pipi Celine dengan penuh kelembutan. "Bibirmu masih tetap semanis dulu, kau benar-benar tak pernah berubah, Sayang. Selain semakin dewasa, kau juga manjadi semakin cantik. Aku semakin mencintaimu, Nyonya." Bisiknya lalu mengigit pelan telinga Celine.
"Uhh, Aiden. Apa yang kau lakukan? Kau ingin membuatku basah lagi ya?" keluh wanita itu yang mulai kehilangan kendali atas dirinya sendiri.
"Aku menginginkanmu, Nyonya. Bagaimana jika malam ini kita bercocok tanam?" usul Aiden lalu mengecup singkat bibir Celine.
"Lalu bagaimana dengan, Hanna? Bagaimana jika dia tiba-tiba bangun dan melihat kita sedang bermain kuda-kudaan?" Celine menatap Aiden dengan cemas.
"Kau tenang saja, dia sudah tertidur pulas. Kau hanya perlu mengatakan iya atau tidak. Jangan membuatku kecewa, Sayangku." ucapnya parau, Aiden benar-benar sedang menahan hasratnya.
Celine menatap suaminya lalu mengangguk setuju. "Baiklah, ayo kita lakukan. Aku juga ingin kau berada di dalam diriku!!"
Aiden tersenyum. "Baiklah, dengan senang hati, Sayangku. Malam ini aku milikmu!!"
.
.
Bersambung.
*mereka melaknat aiden yang bersandiwara membawa wanita lain tapi mereka membela dan membenarkan celine yang selingkuh, bermesraaan, bercumbu dengan lelaki lain
fakta
novel menunjukkan karakter authornya dan koment menunjukan karakter readernya
dia selingkuh dan beemesraan dengan lelaki lain baru dia heran bingung kenapa suaminya mengdarinya
beginilah kelakuan wanita egois, munafik dan tidak punya perasaan sama sekali
dia melakukan hal paling menjijikan, selingkuh dan bermesaan dengan lelaki lain tapi tidak sadar dia melakukan kesalahan
jujur pemikiran celine sangat menjijikan
othornya ini plin plan amat...MENJENGKELKAN
Hanna sama yg lainnya
lanjut💪