Dewo ceo berumur dua puluh sembilan tahun belum menikah sikapnya yang dingin di jodohkan dengan Ema wanita bar bar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa sangat cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memangnya Semut Bisa Menelpon
Diran yang masih memegang handphone di tangannya dengan cepat tangannya mengetikkan nama Ane istrinya di kontak setelah menemukan kontak istrinya dengan gerakan cepat Diran menelpon istrinya sambungan telpon terhubung namun tidak di angkat lalu Diran menelpon nomor istrinya lagi dan pada panggilan kedua telpon dari Diran di angkat oleh Ane sebenarnya Ane juga terpaksa mengangkat telpon Diran karena dirinya yang akan berganti pakaian malah mendengarkan bunyi telpon yang menggema di handphone miliknya sehingga dirinya mengangkat telpon tersebut
Ane
"Ada apa nelpon mama pah ?" tanya Ane dengan nada yang terdengar agak ketus sedangkan Diran bernafas lega karena panggilan telpon darinya di angkat oleh istrinya namun dirinya bingung harus bicara apa ke istrinya
Diran
"Mama sedang apa sekarang ?" tanya Diran dengan lembut sementara Ane langsung melototkan kedua matanya begitu mendengar pertanyaan yang terlontar dari Diran
Ane
"Papa menelpon mama cuma menanyakan mama sedang apa ? kalau cuma bertanya kayak gitu mending ngga usah telpon mah" ketus Ane ingin sekali dirinya menyemburkan Diran ke pohon maksudnya menyeburkan Diran ke tengah lautan tapi Ane takut dengan ketinggian gelombang lautan kalau menyeburkan dari tepi lautan bukan dari tengah lautan takutnya Diran bisa ke tepi lautan lagi sementara Diran tersenyum kikuk sambil berpikir kata apa yang tepat untuk bertanya ke istrinya
Diran
"Papa sebenarnya bukan cuma mau menanyakan itu doang mah papa mau menanyakan kenapa tadi mama langsung mematikan sambungan telpon dari papa soalnya papa kan masih pengin mendengar suara merdu mama" jelas Diran menanyakan apa yang ingin di tanyakan sedangkan Ane hanya tersenyum tipis
Ane
"Suara mama itu sudah merdu dari sebelum lahir pah makanya banyak pria yang cuma dengar suara mama langsung jatuh cinta ke mama kalau papa mau bertanya masalah itu harusnya papa menanyakan saat di rumah ngapain pakai telpon segala" jawab Ane sambil berjalan ke arah almari pakaian untuk memilih celana yang akan di pakai ke supermarket karena kalau celana biasanya Ane bisa memilih sendiri tapi kalau pakaian yang akan di pakai wajib Ane bertanya pakaian mana yang cocok di pakai oleh dirinya sedangkan Diran langsung membulatkan kedua matanya dirinya paham bahwa dahulu banyak pria yang mencintai Ane dan tergila gila sama Ane namun Diran mendapatkan keberuntungan dari Tuhan dan Diran seperti mendapatkan durian runtuh bisa menikahi Ane wanita yang sangat di cintai dan banyak di cintai pria apa karena Diran menggunakan jurus ampuh sehingga Ane mau menikah dengan dirinya
Diran
"Iya papa percaya mah kalau suara mama sudah merdu dari sebelum lahir bahkan papa termasuk pria yang cuma mendengar suara mama langsung jatuh cinta soalnya papa sudah ngga sabar pengin mendengar suara merdu mama lagi kalau papa nanya pas di rumah nanti kelamaan dong" jelas Diran sambil tersenyum lebar sementara Ane juga tersenyum lebar namun bukan karena mendengar rayuan maut dari Diran namun karena Ane telah menemukan celana yang akan di gunakan oleh dirinya untuk ke supermarket setelah tadi Ane membuka pintu almari pakaian miliknya
Ane
"Pah mama sedang sibuk banget kalau papa mau mendengar suara merdu mama papa lebih baik pulang ke rumah sekarang biar ngga kelamaan" jawab Ane lalu tanpa permisi langsung menutup panggilan telpon dari Diran sehingga saat Diran akan membuka mulutnya menjawab perkataan Ane dirinya buru buru menelan kembali kata kata yang telah di siapkan karena panggilan telpon sudah di matikan oleh istrinya
Argo masih memegang handphone di tangannya sambil menatap ke arah layar yang hanya diam dirinya masih heran kenapa Diran sang sahabat mematikan sambungan telponnya apakah Diran langsung menyusul istrinya ? atau Diran langsung menemui istrinya secara langsung ? memikirkan semua hal itu membuat Argo lapar sehingga dirinya memesan makanan lewat grab food tangganya di gunakan untuk memilih menu makanan yang akan di makan oleh dirinya setelah dirinya masuk ke aplikasi grab food yang ada di handphone miliknya setelah dirinya menemukan makanan yang akan di santap tanpa ragu Argo memesan makanan itu lalu Argo meletakkan handphone miliknya ke atas meja yang ada di hadapannya
"Gue heran kenapa Diran mematikan sambungan telponnya ? apa Diran akan menyusul istrinya ke supermarket ? terus kalau ternyata istrinya tadi mematikan sambungan telpon bukan karena ingin ke supermarket seperti istri aku tapi istrinya Diran ingin pergi memanjat pohon mangga apa Diran akan memanjat pohon mangga juga ? apa malah Diran memanjat pohon jambu memangnya bisa ketemu kalau istrinya Diran memanjat pohon mangga lalu Diran memanjat pohon jambu ? Diran ada ada saja pakai menyusul segala bucin banget sama Ane gue saja yang di tinggal istri dan anak gue ke supermarket ngga keberatan tapi kenapa istri gue ngga ngajak gue ke supermarket sekalian sama anak gue ? apa jangan jangan istri gue pengin tebar pesona ke banyak pria ? lebih baik gue telpon istri gue saja supaya tahu sekarang ada dimana gue jadi lapar gara gara mikirin Diran beruntung gue sudah memesan makanan lewat grab food sehingga gue tinggal tunggu makanan datang doang" batin Argo sambil mengambil handphone yang di letakkan di atas meja
Setelah Argo mendapatkan telpon dan menggenggam telpon lalu tanpa menunggu lama Argo langsung mencari kontak Aya sang istri setelah Argo menemukan kontak istrinya tanpa di komando Argo langsung menelpon istrinya membuat Aya yang sedang bergandengan tangan dengan Ema menuju ke parkiran langsung menghentikan langkahnya lalu mengambil handphone yang tergeletak di dalam tasnya sementara Ema juga ikut menghentikan langkah kakinya lalu menatap Aya dengan tatapan penuh tanya siapa sebenarnya yang menelpon apa yang menelpon supir taksi ? tapi Aya tidak memesan taksi atau yang menelpon Aya itu semut tapi memangnya semut bisa menggunakan telpon dan bisa menelpon ? tangan Aya langsung mengambil handphone yang ada di tasnya lalu meneliti siapa yang menelpon dirinya lalu Aya mengukir senyum lebar setelah mendapatkan nama yang termpampang di handphone miliknya membuat Ema menatap curiga ke Aya apakah yang menelpon Aya adalah selingkuhan Aya ? kenapa sampai senyum lebar apa yang menelpon Aya adalah pria yang akan menjadi selingkuhan Aya ? saat Aya akan mengangkat telpon dari Argo dirinya menatap ke Ema saat Ema menanyakan siapa yang menelpon
"Siapa yang telpon mah ?" tanya Ema sambil memicingkan satu mata ke Aya saat Aya akan menjawab Ema langsung meloncatkan pertanyaan lagi
"Mah tuh orang yang menelpon ganggu saja kita berdua mau ke parkiran dan mau pulang ke rumah supaya bisa cepat rebahan di rumah" jelas Ema dengan nada ketus saat Aya akan menjawab tiba tiba Ema langsung bersuara lagi
"Apa itu sopir taksi mama kan pulangnya sama aku jadi nggak bakalan pesan taksi" Ema menatap ke arah Aya membuat Aya tersenyum kecut
"Bukan supir taksi tapi" perkataan Aya belum selesai sudah terpotong lagi oleh Ema
"Kalau bukan supir taksi yang telpon terus siapa mah ? memangnya semut bisa menelpon ? atau pria selingkuhan mama ? tapi katanya mama ngga punya selingkuhan terus telpon dari siapa dong mah ?" cerca Ema bertubi tubi saat akan menjawab perkataan Ema mata Aya menangkap bahwa sambungan telpon telah terputus mungkin karena Aya dari tadi belum sempat menjawab panggilan telpon dari Argo karena mendengarkan omongan Ema sehingga telpon dari Argo terputus dengan sendirinya
"Yah mati" celetuk Aya sambil menatap layar handphone yang ada di tangannya sementara Ema langsung melongo
"Siapa yang mati mah ? mama masih hidup apa orang yang telpon mama sudah mati ? tapi kenapa orang tersebut bisa menelpon mama memangnya orang sudah mati bisa nelpon orang ?" tebak Ema sambil menatap Aya dengan tatapan di selimuti tanda tanya sedangkan Aya menghela nafas sebentar lalu menjawab
"Ema tadi telpon dari papa bukan dari supir taksi dan semut apalagi dari selingkuhan mama soalnya mama ngga punya selingkuhan" jelas Aya dengan sangat cepat supaya kalimatnya tidak di potong oleh Ema sementara Ema langsung membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga refleks Ema menutup mulutnya dengan kedua tangannya
"Jadi yang tadi menelpon papa itu mama ?" tanya Ema sambil menatap wajah Aya sedangkan Aya menganggukkan kepalanya mantap
"Iya Ema tadi papa yang menelpon mama makanya kalau tadi kamu ngga nyerocos terus mama pasti angkat telpon dari papa" jawab Aya lalu meletakkan telpon ke dalam tasnya sementara Ema tercengang memangnya tadi dirinya secerewet itu ? memangnya tadi Ema bawel banget sampai membuat Aya tidak bisa mengangkat telpon dari Argo
"Ya sudah lebih baik mama telpon papa saja" saran Ema dengan lembut sementara Aya menggelengkan kepalanya samar
"Ema mama mau pulang ke rumah biarin saja nanti kalau papa niat juga pasti nelpon mama lagi ayo Ema kita berdua pulang sekarang" jelas Aya sambil menatap Ema sekilas sementara Ema mengangguk anggukkan kepala
"Iya mah benar juga aku jamin paling papa juga sebentar lagi nelpon mama lagi soalnya dia bucin akut sama mama ayo mah pulang ke rumah sekarang" canda Ema sambil terkekeh kecil sementara Aya hanya tersenyum tipis lalu kakinya Aya melangkah sambil tangannya Aya setia menggandeng tangan Ema membuat kaki Ema ikutan bergerak untuk maju ke depan melanjutkan langkahnya menuju ke parkiran
Dewo telah sampai di parkiran dan sekarang dirinya sedang ada di sebelah mobil lalu tangannya Dewo membuka pintu mobilnya setelah itu tanpa di komando badan Dewo, anggota tubuh Dewo dan kaki Dewo masuk ke dalam mobil setelah itu Dewo menutup pintu mobilnya lalu Dewo memasang sabuk pengaman setelah semua siap Dewo menjalankan mobilnya menuju ke rumahnya
"Sebenarnya papa kenapa minta gue pulang cepat ? apa papa mau mengajak gue jalan jalan tapi gue kan sudah besar dan sudah bisa jalan sendiri ngga bakalan nyasar gue jadi curiga jangan jangan papa gue mau nyuruh gue buat membelikan obat pil KB buat mama gue kerjain saja gue bakalan beli obat penyubur buat mama supaya mama hamil lagi dan papa bakalan puasa karena ngga bakalan dapat jatah ranjang dari mama" kata Dewo sambil tersenyum menyeringai dengan tetap menjalankan mobilnya