NovelToon NovelToon
Cinta Dari Negeri Sakura

Cinta Dari Negeri Sakura

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:49.3k
Nilai: 4.7
Nama Author: Ariyanti Zahra

(17+)
Mengenal seorang laki-laki bernama Dika, dia adalah teman sepupuku, kakak kelasku waktu SMP, dia itu anak yang usil sekali dan suka menggodaku, lulus SMP Dika meninggalkan kota ini dan melanjutkan sekolah di ibukota bersama kepindahan keluarganya, disaat Dika jauh, Vania merasa kehilangan dan merasa mencintai Dika.

Vania... gadis tomboi yang pintar dan banyak prestasi menunggu kabar dari Dika tak juga kunjung ada, kemudian saat di SMK Vania bertemu dengan Arman, laki-laki yang selalu mengisi hari-harinya dan akhirnya Vania melupakan cinta pertamanya dan mulai mencintai Arman.

Tapi... di saat Dika bekerja di Negeri Jepang dan mulai mapan, Dika menghubungi Vania, dan menginginkan menjadi istrinya.

Simak kisah selanjutnya, apakah Vania memilih Dika sebagai cinta pertamanya? atau Arman yang selalu ada untuk Vania, atau memilih laki-laki lainnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariyanti Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cerita Kami

Pagi hari mentari bersinar dengan cerah, sinar matahari menerobos masuk ke dalam kamar ini.

Aku membuka mataku karena silau dengan cahaya matahari, aku lihat jam dipergelangan tanganku sudah jam sepuluh siang.

Badanku rasanya pegal sekali, aku bangun dari tempat tidur Fani dan membuka pintu kamar, di luar tampak sepi, kemana semuanya, batinku.

Aku masih menguap dan berjalan ke ruang keluarga duduk di kursi kemudian aku rebahkan tubuhku di sana dan aku tertidur kembali.

"Vania, kenapa tidur di sini" kata Arman membangunkanku.

"Jam berapa sekarang?" tanyaku.

"Jam dua belas Vania" jawab Arman.

"Aku tadi jam sepuluh sudah bangun terus tidur lagi di sini, di kamar Fani panas kena cahaya matahari" kataku.

"Ayo makan Vania!" ajak Arman.

Aku mengikuti Arman dan duduk di meja makan mengambil nasi, sayur dan lauk kemudian makan.

"Arman, Tante Tina kemana?" tanyaku.

"Ada di depan" jawab Arman.

"Man, kamu sudah mandi?" tanyaku kembali.

"Sudah, kamu yang belum" jawab Arman.

"He he he, setelah ini, tapi aku gak ada baju ganti" kataku sambil tertawa.

"Baju Fani jelas kamu kekecilan ya" kata Arman.

"Aku mandi dulu saja" kataku kemudian meninggalkan Arman yang masih belum selesai makan.

Aku masuk ke kamar mandi untuk mandi, kemudian keluar lagi, baju yang aku pakai ini benar-benar sudah bau sekali, batinku saat aku mencium bau bajuku.

"Vania, ini ada baju tante dulu saat muda, bisa kamu coba" kata Tante Tina.

"Tante kok tau Vania butuh baju?" tanyaku heran.

"Arman tadi yang cerita" kata Tante Tina.

"Iya Tante, Vania coba" kataku sambil membawa baju kurung punya Tante Tina.

Aku masuk ke kamar Fani, melepas bajuku dan mengganti dengan bajunya Tante Tina, untung masih ada pakaian dalam bersih yang tersisa.

Baju kurung dari Tante Tina panjangnya di atas dengkulku, lumayan gak pendek juga, batinku.

Setelah aku berganti baju, aku menyisir rambutku dan keluar kamar.

Arman dan Tante Tina sedang duduk di ruang tamu.

"Vania, jadi ingat mudanya Tante" kata Tante Tina ketika melihatku.

"Hei... kelihatan cewek banget kamu Vania" kata Arman

"Eh, kamu kira aku cewek jadi-jadian gitu?" tanyaku.

"He he he" tawa Arman.

"Aku tinggal ke pasar dulu, kalian teruskan bertengkarnya ya?" kata Tante Tina.

Tak lama kemudian Tante Tina keluar rumah mengendarai sepeda motor.

"Man, waktu ke Arjuna kemarin kamu gak menjumpai hal-hal ganjil?" tanyaku serius.

"Hei, bukanya menjawab malah memandangku begini, ada yang aneh?" tanyaku lagi.

"Vania, kamu cantik sekali" jawab Arman.

"Sudah tau aku cantik masih juga ngomong, jawab dulu pertanyaanku" kataku.

"Maksudmu hal-hal ganjil bagaimana?" tanya Arman.

"Aku malam di tenda itu mendengar ada laki-laki memanggilku, aku gak berani keluar, suaranya juga bukan suaramu atau teman-teman" kataku.

"Yang bener saja Vania?" tanya Arman.

"Iya bener Man, anehnya lagi Mbak Dyah tidak mendengarnya" jawabku.

"Jangan nakuti aku Vania" kata Arman

"Iya beneran aku gak nakuti, tanya saja sama Mbak Dyah" kataku.

"Terus kamu di dalam tenda kenapa?" tanya Arman.

"Mau tau aku kenapa? Aku masuk ke dalam sleeping bag dengan ketakutan bersama Mbak Dyah" jawabku.

"Takut juga kamu ya?" tanya Arman.

"Iya lah Man, iya kalau makhluk kasat mata ditendang bisa, lah ini berhubungan dengan makhluk tak kasat mata" jawabku.

"Kamu lihat apa di hutan Lali Jiwo?" tanya Arman.

"Aku tidak melihat apa-apa, tapi waktu pulang merinding sekali bulu kudukku ini, aku terus berdoa dalam hati Man" jawabku.

"Kamu lihat apa Man?" tanyaku.

"Di hutan itu aku melihat sekelebat orang memakai baju putih, aku tidak tau itu manusia atau makhluk tak kasat mata" jawab Arman.

"Gunung tempat tinggal makhluk ghaib ya Man, kalau kita niat baik dan kita tidak mengganggunya sepertinya mereka juga tidak akan mengganggu kita" kataku.

"Vania, kamu jadi ikut extra pecinta alam?" tanya Arman.

"Enggak sepertinya Man, kelas dua ini kan kita ada acara magang" jawabku.

"Disamping itu aku gak begitu suka dengan sikap Kak Toni" kataku.

"Aku juga begitu Vania, sepertinya dia suka sama kamu" kata Arman.

"Mungkin, tapi aku gak suka" kataku.

"Baju begini dudukku jadi gak nyaman ya" kataku mengalihkan pembicaraan.

"Ha ha ha, tapi aku suka kamu pakai baju begitu Vania" kata Arman.

"Tunggu aku kalau sudah jadi ibu-ibu" kataku.

"Berapa tahun lagi itu Vania?" tanya Arman.

"Ya Gak tau Man, tergantung kapan aku dinikahi laki-laki" jawabku.

Arman terdiam sepertinya ada yang dia pikirkan dari omonganku tadi.

"Ada apa Man? ada yang mengganggu pikiranmu?" tanyaku pelan.

"Vania, aku tidak tau kapan bisa menikahimu, kalau kamu sabar menunggu, tunggulah aku sampai siap menikahimu, jika nanti kamu ada laki-laki lain yang siap menikahimu dan kamu suka maka nikahilah" jawaban Arman begitu dalam.

"Maaf Man atas perkataanku tadi, aku juga belum siap untuk menikah dalam waktu dekat, setelah ini aku ingin kuliah ingin bekerja Man" kataku dan menghela nafas panjang.

"Masih panjang jalan hidupku Man, terima kasih telah mewarnai hari-hariku sudah hampir satu tahun kita bersama" kataku kembali.

Arman memandangku.

"Vania, aku juga terima kasih sekali kamu mau menemaniku, mau bersamaku selama satu tahun ini" kata Armsn.

"Oh iya Vania, kamu mau pulang atau ke kost? dua hari lagi kita masuk" tanya Arman.

"Aku pulang dulu Man, ada beberapa buku dan baju seragam ada di rumah" jawabku.

"Besok pagi aku antar pulang, kita jalan-jalan dulu ya Vania" kata Arman.

"Mau kemana Man?" tanyaku.

"Ke waduk mau?" tanya Arman.

"Waduk mana?" tanyaku.

"Waduk peninggalan jaman Belanda, aku tau jalanya kok" kata Arman.

"Iya Man, nanti tolong aku kamu antar ke kost ya" kataku.

"Sekarang?" tanya Arman.

"Nanti sore saja Man" jawabku.

"Bajumu gak kamu cuci Vania?" tanya Arman.

"Oh iya Man, aku nyuci bajuku ya?" kataku kemudian berlalu meninggalkan Arman.

"Vania, boleh aku nitip nyuci bajuku?" tanya Arman.

"Nyuci bareng saja" jawabku.

Kami masuk ke dalam rumah, aku mengambil tas yang aku pakai untuk muncak kemarin, kemudian menuju tempat untuk mencuci membuka tas dan memasukkan baju ke dalam bak.

"Man, sabun cucinya mana?" tanyaku.

"Itu Van" kata Arman sambil menunjuk ke arah sabun cuci.

Aku mengambil sabun cuci.

Saat kembali ke tempat cucian.

"Man, bajumu kok kamu taruh di bak ku sih" kataku.

"Sekalian Van, nyuci bareng" kata Arman.

"Aku malu juga Man, disitu kan sudah ada pakaian dalamku" kataku.

"Gak aku lihat kamu nyuci itu" kata Arman.

"Awas loh" kataku lagi.

Kami mencuci bersama dalam satu bak, sambil ngobrol dan bercanda.

Selesai mencuci baju, Arman mengangkat bak cucian ke tempat jemuran.

Aku mulai menjemur pakaianku.

"Arman..." teriakku.

"Apa Vania?" tanya Arman.

"Ini, kamu jemur sendiri" kataku sambil menunjukkan celana dalamnya Arman.

"Ha ha ha kamu kok fobia sama beginian sih?" tanya Arman dan tertawa.

"Bukan fobia tapi... ah sudahlah kamu jemur sendiri" jawabku dan berlalu meninggalkan Arman.

1
arfan
up
Mishbah Ando Ibang
ditunggu kelanjutanya
SAKABIYA🌻
Halo vania vano, ketemu disini ☺☺☺🤭
Dora Febby: lanjut thor
total 4 replies
W.Willyandarin
di tunggu karya selanjutnya kak 😍
Yanti Nayaka
yang mau lihat kelanjutan Vania dan Vito ada di platform kuning ya
Zamsy
aq suka ceritanya kak bagus 👍👍👍 tp kenapa harus pindah? aq msh penasaran dengan kelanjutannya 😢😢😢
Cucu Siti Hodijah: platvorm kuning itu namanya apa?
total 3 replies
Fatma Pakaya
next up
Yanti Nayaka: sudah tamat kak
total 1 replies
Fatma Pakaya
hadiir..next up
W.Willyandarin
next up kak
Anissa Magfirah
seru juga ni kaya nya ceritanya
Yanti Nayaka: terima kasih 😘
total 1 replies
Erlina Khopiani
jejak..
semangat kak😍
W.Willyandarin
Suka ❤❤❤
W.Willyandarin
like kak
W.Willyandarin
Seru kak
W.Willyandarin
semangat kak
W.Willyandarin
lanjut baca
W.Willyandarin
aku mampir kak
Yusriani Yusuf
Sangat disayangkan kalau mereka putus
Yanti Nayaka: terima kasih kak setia membaca karya saya, ditunggu kisah selanjutnya
total 1 replies
Dora Febby
lanjut thor
Yanti Nayaka: terima kasih kak
total 1 replies
Syifa Suayank Ayahbundha
lanjut
Yanti Nayaka: oke kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!