NovelToon NovelToon
Godaan Sang Mantan

Godaan Sang Mantan

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Selingkuh / Dokter Genius / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:409.8k
Nilai: 5
Nama Author: iska w

Memang sakit rasanya, saat dulu kita sedekat Nadi, namun kini akhirnya harus sejauh Matahari, bahkan Matahari yang sudah tenggelam tergantikan dengan terangnya sinar Rembulan malam.

Sebagian orang bilang, sangat menyakitkan ketika menunggu seseorang, namun sebagian lagi bilang, menyakitkan itu ketika kita harus melupakan, tapi yang paling sakit sebenarnya adalah ketika kau tidak tahu, apakah harus menunggu atau melupakan.

"Niar... kamu tahu kan kalau seorang dokter itu paling ahli masalah suntik menyuntik, jika biasanya suntikan itu menyembuhkan penyakit pasien, tapi suntikan dariku, pasti akan menorehkan luka dalam hubungan kalian, cukup sekian dan terima kasih sudah menjadikan aku sang mantan, walau tidak kamu akui."

Walau pedih namun dokter Marvin harus bisa menerima kenyataan, bahwa dirinya tidak menjadi pilihan dari seorang Niar, dia tetap saja menerima lamaran dari Dito kekasih hatinya yang memang sudah berhubungan bertahun-tah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iska w, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28.Part Loro

...Happy Reading...

Sebuah penyesalan memang tidak pernah datang diawal, apalagi jika godaan setan dan godaan sang Mantan bersatu padu untuk meruntuhkan iman seorang Daniar Wening.

Jeritan-jeritan kecil masih terus keluar dari mulut Niar, berganti dengan suara desisan dari mulut Marvin yang seolah sedang mengarungi samudra kenik matan yang tidak pernah dia bayangkan akan datang seawal ini.

"Dokter, udahan kenapa? jarum dokter besar sekali, sakit ini Dok!" Umpat Niar yang tadi terkena bujuk rayu setan yang katanya hanya sakit diawal, namun kenyataannya masih perih dalam beberapa kali tanjakan.

"Kalau kecil nanti nggak kerasa, sabar sayang, sakitnya tidak akan lama." Marvin masih mencoba melebarkan jalan disana, agar bisa berpacu dengan nyaman dan damai.

"Udah Dokter, sakit ish!" Bahkan sprei kasur itu sudah tertarik keatas karena cengkraman tangan Niar.

"Niar, sebenarnya kamu sayang nggak sih sama aku, coba sini bisik-bisik dikit?" Marvin sengaja mengalihkan perhatian Niar namun tidak menghentikan pacuan kudanya.

"Nggak!"

"Bohong, padahal aku sudah jujur sama kamu, kalau aku cinta sama kamu, bahkan berkali-kali lipat loh?"Ucap Marvin sambil menegaskan kembali.

"Nggak Dokter, aduh... udahin aja deh Dokter!" Tapi Niar merasa tidak nyaman diarea intinya.

"Kalau kamu bicara bohong, sakitnya akan lama, bahkan sampai di akhir, mau kamu?" Marvin bahkan sengaja berkata bohong.

"Kok gitu sih?" Tanya Umpat Niar yang tidak lagi bisa berpikir dengan cerdas.

"Buktiin aja kalau nggak percaya, bahkan sampai berdar*h-dar*h kamu nantinya!" Marvin semakin menakut-nakutinya.

"Hah?"

"Ayo jujur, atau kamu akan semakin kesakitan?" Desak Marvin kembali dengan goyangan yang masih perlahan.

"Iya."

Dan bodohnya Niar percaya begitu saja.

"Iya apa?"

"Sayang."

"Sayang sama siapa?"

"Sama Dokter, ish!"

"Yang komplit Niar, biar nggak sakit lagi!"

"Aku sayang dokter, sayang banget, puas!"

"Hehe... Banget, nah gitu dong, yok dilanjut!"

Saat Marvin mendapatkan pengakuan cinta dari Niar, dia semakin semangat memacu pinggulnya, bahkan kasur itu pun ikut membantunya naik turun seirama dan sekata. Hingga akhirnya jeritan Niar berubah menjadi sebuah de sahan yang tanpa henti.

Apa ini, kenapa aku seperti berada di awang-awang?

Sedari awal, ini memang hanya sebuah dendam yang ingin Niar lakukan, namun melalukan dendam yang luar biasa dengan orang yang sebenarnya sudah menguasai hatinya memang lain rasanya, dan itu sulit diungkapkan dengan sebuah kata.

Marvin pun sampai menengadahkan kepalanya keatas dengan cucuran keringat yang membanjiri aksi terlarang itu, hingga akhirnya Niar sampai kejang-kejang tanpa kata, bukan karena penyakit, namun karena dia sudah sampai duluan.

"Niar, kamu sudah keluar?" Tanya Marvin yang sengaja memberikan jeda untuk melihat reaksi Niar.

"Keluar kemana, aku.. eurrr.. @$&#$%!" Dan Niar langsung kembali tergeletak lemas.

"Sekarang giliran aku!"

Marvin merasa bangga, jika bisa mengantarkan wanita idamannya mencicipi indahnya surga dunia, hingga akhirnya dia kembali memasukkan si Bambang ke sangkarnya dan kembali mengobrak-abrik isi didalamnya.

Sorong kesana.. Sorong kesini.. Tralalala.. Lala.. Lala...

Hingga akhirnya tubuh Marvin ikut terkulai lemas diatas tubuh Niar, bahkan Niar mengusap kepala Marvin dengan penuh kasih sayang, sambil mengatur deru nafas mereka yang masih memburu.

"Dokter?"

"Kenapa sayang?"

Namanya juga pria, kalau sudah lengkap sesajinya sudah pasti hanya ada kata sayang.

"Dokter berat!" Jawab Niar dengan jujur.

"Hehe.."

Plup!

Akhirnya si Bambang bisa kembali menghirup udara bebas, tak lupa Marvin mengintip sprai dibawah tubuh mereka yang ternyata kedua matanya menangkap sebercak darah yang tercampur dengan cendol dawet seger.

"Hiks.. Hiks!"

Entah mengapa saat Niar mengamati tubuhnya dan tubuh Marvin polos tanpa apapun disana, tangisannya tiba-tiba pecah seketika.

"Hei... kamu kenapa Niar, apa masih sakit?" Marvin yang sedang memejamkan matanya menikmati sisa-sisa keindahan yang tercipta, tiba-tiba panik dan mendekat kearah Niar.

"Kenapa aku melakukannya dengan Dokter?"

"Cih... apa kamu baru sadar? jangan bilang kamu tadi membayangkan wajahku dengan wajah suami gilamu itu, owh.. aku tidak sudi!" Umpat Marvin yang langsung terlihat kesal.

"Ini kan malam pertamaku Dokter?" Rengek Niar kembali.

"LALU?" Marvin langsung memelototkan kedua matanya.

"Harusnya aku tidak begini dengan dokter kan, aku kan menikah dengan mas Dito?"

"Niar, perlu kamu ingat, bahwa yang mengajak aku melakukan hal ini adalah kamu.. not me, right?"

"Tapi kan dokter seharusnya menolak saja?"

"Bagaimana aku bisa menolak, kamu yang menerjangku duluan, dan kamu tahu pasti aku sangat mencintaimu dan menginginkan semua darimu, mana mungkin aku menolaknya!" Jawab Marvin tulis dari dalam hati, karena memang semua benar adanya.

"Hiks... Hiks... Gimana ini dokter, kalau ayah dan ibuku tahu, habislah aku!" Akhirnya kata sesal itu datang setelah kata ahh.

"Aku mau bertanggung jawab walau ini awalnya kemauan kamu, karena aku memang ingin menikahimu sejak awal bukan?" Marvin mengusap rambut Niar dan meninggalkan satu kecvpan disana.

"Iya, tapi ini salah dokter?"

"Apa kamu menyesalinya karena memberikan keperawananmu denganku?"

"Bukan itu yang aku sesalkan, tapi... Eh?" Niar kembali merutuki kebodohannya.

"Berarti kamu tidak menyesal memberikan yang pertama ini untukku? ih... jadi makin sayang kan aku sama kamu!" Marvin langsung menghujani kecvpan diwajah Niar bertubi-tubi.

"Dokter, setelah ini lupakan kejadian ini ya?"

"Apa kamu bilang? Lupakan? Hei... Kamu gila ya Niar?" Marvin tersentak mendengarnya, sudah pasti dia tidak terima.

"Dokter, aku minta maaf, ini memang salahku."

"Niar, mungkin ini memang jalan untuk kita bersatu, lepaskan suamimu itu Niar, dia itu pembohong, untuk apa kamu ingin mempertahankan hubungan dengan dia? Kenapa tidak denganku saja yang jelas-jelas menyayangi kamu dari awal dan tidak pernah berkhianat, catat itu!" Umapt Marvin dengan tegas.

"Tapi ini salah Dokter, seharusnya aku tidak melakukan hal ini."

"Hei Niar, kamu sudah merenggut keperjakaanku, lalu kamu mau mencampakkan aku begitu sajakah?"

"Kalau keperjakaan seorang laki-laki kan tidak kelihatan, kalau mau menghitung untung rugi sudah pasti aku yang rugi dokter, karena aku sudah tidak virgin lagi dan itu semua pria pasti bisa merasakannya!" Ada saja perkataan dari Niar yang terus menyulut emosi Marvin.

"Enak saja semua pria, kamu hanya milikku dan jika ada wanita yang pernah berhubungan denganku, sampai ke ujung dunia pun kamu tetap akan menjadi milikku seorang, mengerti kamu Niar!"

Marvin seolah mendapatkan suntikan jamu penambah stamina dari ucapan Niar, hingga si Bambang kembali tegak berdiri dibawah sana.

"Dokter, kamu mau ngapain?" Niar langsung beringsut mundur saat Marvin kembali mengungkung tubuhnya.

"Aku tidak akan melepasmu semudah itu, aku tidak perduli, mau kamu istri orang atau apapun itu, kamu tetap hanya milikku seorang!"

Emosi Marvin seolah memuncak, dia sungguh tidak rela jika Niar akan tetap kembali dengan suaminya setelah mereka melakukan hubungan layaknya suami istri itu.

"Dokter, sakit!" Niar langsung memukul lengan Marvin saat dia kembali memaksakan si Bambang masuk ke rumah yang sebenarnya haram baginya.

"Ini milikku!" Marvin menggigit ujung gunung semeru Niar dengan gemas. "Dan yang ini hanya punyaku yang boleh memasukinya!"

Slep!

Marvin kembali memaksakan Si Bambamg masuk tanpa pemanasan, sehingga membuat Niar merintih kesakitan.

"Dokter!"

"Apa, aku tidak perduli!" Marvin seperti orang kesetanan.

"Pelan-pelan saja, nikmati alurnya!" Ucap Niar kembali yang membuat Marvin terpaku sejenak dan melongo.

"Hah?"

"Malam ini aku milikmu!" Niar menangkupkan kedua tangannya ke wajah tampan Marvin.

"Niar?" Marvin seolah tidak percaya dengan reaksi Niar.

"Sesungguhnya aku tidak pernah menyesal menyerahkan keperawananku untuk dokter, karena aku sudah memberikannya kepada orang yang tepat menurutku, tapi tolong beri aku waktu untuk bernafas, aku masih lemah dokter?"

"Astaga sayang?" Akhirnya Marvin bisa bernafas dengan lega.

"Lapar dokter? tenagaku sudah habis buat men desah tadi?" Niar mengusap perut ratanya.

"Pffftthh... Adohai sayangku, kenapa kamu menggemaskan sekali, kalau begitu kita cari makan dulu, nanti lanjut ronda sampai pagi, muehehe!"

Akhirnya emosi Marvin lumer seketika, dia bahkan membantu Niar memakaikan bajunya kembali, satu persatu dengan senyuman yang tidak pernah padam.

Asyek-asyek joss!

Wes... Budal.. Budal Bestie, malam Jemuah masih lama😄

Dinanti dukungan apapun dari kalian, yang penting jempolnya, terima kasih semua.

1
Asngadah Baruharjo
luar biasa
Rustan Sarny Apul Sinaga
aku wong mbatak thor
masih anak aayam aja dah digoreng, sudah menetas dimasukkan kurungan, eh udah besar dipotong

jadi jgn terlalu ngeluh sama hidupmu
penderitaanmu gak ada apa²nya sana deritanya ayam
Rustan Sarny Apul Sinaga
nasib thor bukan nasip, cobaa buka kamus...he he he
As3
suka
Abimanyu Rara Mpuzz
seaat🤣🤣🤣
Abimanyu Rara Mpuzz
gak mau rugi🤣
Irni Yusnita
👍
Sugianto
selalu suka karyamu
pdm
a
pdm
aku suka karya thor. dan maaf di karya ini aku sengaja nunggu end dl baru baca, biar maraton bacanya dan ga bosan nunggu up nya lg
Noeyfen Chabhy
Alhamdulillah aku nunggu2 eh tau tau udah beres aja ni kisah Niar sama Marvin makasih Thor
Sugianto
karma terbalas dengan cara yg berbeda..suka kalimatnya
Rita Prastuti
👍👍..kasih jempol dua..
cerita Nya bagus thor
Juli_etz
aduh mommy...kok ya...gimana ya..

sdh mengiris kalbu rasane....
Diank
Otw meluncurrrt 👌
alexa
gassssasss
ria sufi
aduh blm baca udh ngeri2 sedap
jova jovi
gaskeuuun👍👍...paporiiittt pokoke
Anik Trisubekti
oteweh sat set langsung favorit😍
Yuen
Keluarga aneh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!