NovelToon NovelToon
Rahim Penebus Hutang

Rahim Penebus Hutang

Status: tamat
Genre:CEO / Pengganti / Angst / Tamat
Popularitas:762k
Nilai: 5
Nama Author: Rya Kurniawan

Stop Tuan! Aku mohon jangan masukkan Ibuku ke dalam penjara. Aku bersedia menebus hutang dengan menjual rahimku, asalkan hutang keluargaku lunas.

Demi melunasi hutang keluarganya, membuat Dinda terpaksa melepaskan keperawanannya dengan pria beristri dan menjual rahimnya itu kepadanya.

Akan tetapi karena hubungan terlarang yang mereka lakukan itu membuat keduanya mejadi dilema.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rya Kurniawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tugas Baru

Di saat itu, ternyata Lily melihat apa yang sedang terjadi di depan mata kepalanya sendiri. Tak terelakkan jika ia merasakan cemburu meskipun terhadap Naya sahabatnya sendiri, karena sudah lama ia menaruh hati kepada Gio tetapi yang ia lihat Gio malah menyukai Dinda yang baru dikenalnya, padahal ia juga sudah lama mengenalnya terlebih dahulu bahkan memberikan perhatian-perhatian kepada Gio. Gio yang sama sekali tidak pernah menyadarinya itu pun tidak sengaja telah menyakiti hatinya. Ingin rasanya Lili marah, berteriak, tapi ia tidak bisa melakukannya karena Dinda adalah sahabat baiknya. Ia yang selama ini paling anti untuk berteman dekat dan tidak bisa percaya begitu saja dengan orang lain, tetapi dengan Dinda ia langsung saja percaya kepadanya, ia juga bisa melihat jika Dinda adalah wanita yang baik dan sangat pantas dijadikan sahabatnya. Begitu juga dengan Dinda yang sangat senang bersahabat dengan Lily, karena Dinda sendiri saat di Jakarta hanya mempunyai satu sahabat yaitu Jeny.

"Lily … !" Panggil Gio hingga membuyarkan lamunan Lily. Ia tidak menyadari jika Gio melihatnya yang saat ini sedang berdiri tidak jauh dari mereka.

Lily pun segera saja menghampiri Gio dan Dinda.

"Iya Kak Gio, ada apa?" Tanya Lily. Padahal ia tahu jika sedang terjadi sesuatu dengan Dinda, tetapi karena Gio yang sudah terlebih dahulu mendekati Dinda sehingga Lily pun memilih untuk diam pura-pura tidak tahu dan hanya memperhatikan mereka berdua.

"Ini Dinda lagi kurang enak badan, sebaiknya kamu antar aja ya Dinda beristirahat. Biar aku yang melanjutkan membereskan ini," kata Gio meminta tolong.

"Baik kak, aku akan bawa Dinda. Yuk Din," ajak Lily.

"Nggak usah Ly, Kak, aku baik-baik aja kok," tolak Dinda.

"Dinda, menurut aja ya. Kalau terjadi apa-apa sama kamu kita juga yang repot," Gio terpaksa berbicara seperti itu agar Dinda menurutinya.

"Ya Kak, makasih ya Kak Gio," ucap Dinda yang tak lagi menolaknya.

Lalu Lily pun memapah Dinda membantunya untuk menuju ke ruang istirahat.

"Dinda, wajah kamu pucat sekali. Kamu kenapa bisa seperti ini?" Tanya Lily.

"Aku nggak apa-apa kok Ly, mungkin aku hanya kecapean aja. Terus tadi pagi aku juga lupa sarapan," kata Dinda.

"Beneran sepertinya itu?" Tanya Lily yang terlihat begitu sangat khawatir.

"Iya beneran Ly, i'm okey," ucap Dinda.

"Ya sudah, kalau gitu kamu tunggu di sini ya, biar aku ambilkan kamu sarapan sekaligus obat," kata Lily.

"Nggak usah Ly, biar aku aja yang ambil sendiri," tolak Dinda.

"Sudah Dinda, kamu itu nurut aja deh. Kamu tunggu aja ya di sini," kata Lily.

Akhirnya Dinda hanya mengikuti saja apa kata sahabatnya itu.

Tidak lama kemudian, Lily pun kembali dengan membawa sarapan dan juga obat untuk Dinda.

"Din, kamu sarapan dulu dan diminum obatnya, terus kamu istirahat ya. Kalau sudah agak baikan, kamu pulang aja. Hari ini kamu izin aja deh nggak usah lanjut kerja," kata Lily.

"Aku nggak apa-apa kok Ly, setelah sarapan dan minum obat pasti aku udah baikan. Jadi aku bisa lanjutin kerja lagi," kata Dinda.

"Kamu itu memang bandel banget ya kalau diomongin. Ya sudah kalau gitu aku mau lanjut kerja lagi ya, nggak apa-apa kan aku tinggalin kamu sendirian," kata Lily.

"Iya, nggak apa-apa kok Ly. Makasih ya, maaf kerjaan kamu jadi terganggu gara-gara aku," ucap Dinda.

"Dinda kamu ngomong apa sih, sama sekali nggak kok. Ya sudah kamu istirahat ya," kata Lily.

"Iya, sekali lagi makasih ya," ucap Dinda.

"Sama-sama," jawab Lily lalu ia pun segera pergi meninggalkan Dinda.

*****

"Ada apa lagi Pak Tua memanggilku, apa dia tidak bosan memarahiku terus," gerutu Nathan yang saat ini sedang melangkahkan kakinya menuju ke ruang direktur untuk menemui ayahnya.

Setelah tiba, Nathan langsung saja membuka pintu lalu masuk menghampiri Frans.

"Ada apa lagi Pa? Kan aku sudah bilang kalau aku akan segera menyelesaikan masalah ini. Tapi kalau Papa terus aja memarahi dan menggangguku, aku tidak bisa berkonsentrasi Pa," protes Nathan.

"Tutup mulutmu itu! Kau hanya bisa beralasan saja. Sekarang juga kau harus pergi ke Bandung untuk memeriksa proyek kita yang ada di sana, mungkin ini satu-satunya harapan, karena jika proyek itu berhasil maka Pak Alex yang mempunyai perusahaan terbesar di kota Bandung akan bekerja sama dengan kita. Beliau ingin melihat dulu hasil yang telah kita kerjakan," kata Frans.

"Apa? Ke Bandung? Aku tidak mau Pa. Kenapa aku harus pergi ke sana? Kenapa tidak Papa saja yang ke sana dengan asisten Papa," Nathan menolaknya mentah-mentah.

Ia sudah mempunyai rencana hari ini akan berkeliling kota Jakarta lagi untuk mencari Dinda dan keluarganya. Tetapi orang tuanya itu malah menyuruhnya untuk pergi jauh dari kota Jakarta, jelas saja Nathan menolaknya.

"Kau ini bicara apa Nathan. Ini adalah kesempatanmu, kalau kau tidak mau sekarang juga kau boleh keluar dari perusahaan ini," ancam Frans.

"Papa selalu saja mengancam, ya sudah aku akan pergi besok," kata Nathan.

"Sekarang! Hari ini juga kau harus pergi ke sana, bukan besok," kata Frans.

"Kenapa buru-buru sekali Pa?" Tanya Nathan.

"Karena kau harus segera memberi laporannya hari ini juga. Papa tidak mau tahu kau harus pergi sekarang juga," kata Frans.

Sebenarnya Frans bisa saja menanyakan langsung dengan anak buahnya yang mengurus proyek tersebut, tetapi ia ingin Nathan mempertanggungjawabkan suatu pekerjaan karena dia telah membuat kesalahan besar.

"Iya, iya. Ya sudah aku akan pulang ke rumah dulu sebentar menyiapkan pakaianku lalu aku akan pergi," kata Nathan.

"Itu lebih baik," ujar Frans.

"Tapi aku boleh membawa Dimas kan?" Tanya Nathan.

"Ya tentu saja, Papa juga tidak tahu apa yang akan kau lakukan di sana tanpa asistenmu," cibir Frans.

"Heh, Papa selalu saja meremehkanku. Aku akan membuktikannya kepada Papa kalau aku akan bisa bekerjasama dengan Pak Alex," Kata Nathan dengan yakin.

"Kau buktikan saja, tidak perlu bicara omong kosong," kata Frans.

Nathan yang sangat kesal itupun tanpa permisi ia langsung pergi keluar dari ruangan direktur. Ia segera mencari Dimas untuk memberitahu tentang perintah ayahnya itu.

"Apa ke Bandung?" Sama dengan Nathan, Dimas pun ikut terkejut mendengarnya .

"Iya, tapi kenapa sepertinya kau terkejut. Bukankah sudah biasa pergi kemana-mana," kata Nathan.

"Iya aku tahu, tapi biasanya Tuan selalu memberitahuku dari jauh hari tidak mendadak seperti ini," kata Dimas.

"Tidak perlu banyak bicara, aku juga baru diperintahkan oleh Papa dan ini juga mendadak, asal kau tahu itu," kata Nathan sehingga mulut asistennya itu bungkam.

Lalu Dimas dan Nathan bersama-sama pulang ke rumah masing-masing untuk menyiapkan barang bawaan mereka. Setelah itu mereka akan langsung pergi ke Bandung menggunakan kendaraan pribadi.

...……… Bersambung ………...

Visual Lily dan Gio.

1
Saya Sayekti
aku kecewa ..
Saya Sayekti
lelaki ini bodohnya kebangetan.ceo tp pea alasan cinta nalar g ada.mati aja udah
Rya Kurniawan
itu kan ecek-eceknya sudah beberapa tahun kemudian loh kakakku sayang. kan bab terakhir
vanilla althea smith
bodoh atau gimana yah udah sampe anak nya gede belum juga ketauwan
vanilla althea smith
cinthia
vanilla althea smith
naya atau dinda tor
Rya Kurniawan: maaf kak keliru.. 🤣
total 1 replies
falea sezi
saudara apanya lu itu anak jalang emaknya. jalang aneh bgt
falea sezi
buang aja kenan anak gk jelas
falea sezi
kpan kebongkar kebusukan nya
fhira"vhiyol3t
lagi" aku kayak orang nangis dinda
fhira"vhiyol3t
setuju banget klo dinda pergi
fhira"vhiyol3t
yaallah kok aku yang sakit thor 🥺🥺🥺 sakit tak berdarah thor
fhira"vhiyol3t
Nathan pasti candu sm dinda
fhira"vhiyol3t
sudah saya duga pasti ini jawaban dinda
fhira"vhiyol3t
ok lanjut
Danel Ain Vita
iya jadi kedua anak itu.anak haram thor.
Rita Riau
Alhamdulillah,,,, akhirnya ending bahagia,,,,yg kasihan Kenzie sampai tamat tetap jomblo hehehe,,, tega kamu Thor😬😬🥰🥰🥰🥰🥰
Rya Kurniawan: siapa tahu berkenan mampir
total 2 replies
Rita Riau
kode ya Thor hehehe,,,,,
panaaasss 😬😬👍🏻👍🏻🥰🥰
Rya Kurniawan: iya kak.
🤣😅
total 1 replies
Diana Susanti
Alhamdulillah akhirnya happy ending
Rya Kurniawan: iya kak, terimakasih ya udah setia ikutin kak.. 🥰
total 1 replies
sella surya amanda
next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!