Temmy Lynn, seorang dokter cantik super jenius tapi sangat plenger, ceplas ceplos dan omongannya kadang sepedas seblak level 100. dia bisa menyembuhkan segala macam penyakit tanpa terkecuali. Dia hanya peduli dengan uang, baginya itu sangat realistis.
Kailendra Adyaksa, tuan muda dingin yang mengalami kelumpuhan setelah kecelakaan mobil yang dialaminya dua tahun yang lalu. Dia menolak semua pengobatan dan orang-orang yang mencoba mendekat termasuk orang tuanya. Apa yang terjadi jika kedua manusia beda karakter ini bertemu? Yuk kepoin keseruan mereka di sini guys..!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaeyunie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 20
Eland membawa teman-teman genknya untuk membantu Lynn. Dia segera memakai masker agar penyamarannya tidak diketahui. Dia belum bisa membiarkan dirinya terexpose karena aset Rahayu belum diserahkan kepadanya. Rahayu dan Sandy masih memegang saham tertinggi di perusahaan. Begitu sampai di tempat kejadian ia dan teman-temannya langsung membantu Lynn. Pertarungan pun mulai seimbang. Musuh mulai dipukul mundur dan tampak kewalahan. Walaupun jumlah mereka 3x lipat pihak Lynn tapi kemampuan bertarung mereka masih standard berbeda dengan Lynn CS.
Melihat pasukannya hampir kalah, pemimpin kelompok tersebut langsung mengeluarkan senjata api dan menjadikan Alan sebagai targetnya. Untung saja Rendra menyadarinya. Tanpa basa basi ia langsung melemparkan sebuah tongkat ke arah pemimpin kelompok, sontak saja pistol yang ada di tangannya terlepas.
"KURANG AJAR.....!! SIAPA YANG BERANI MENGHALANGIKU?" Teriaknya frustasi. Tanpa mereka sadari, seseorang mencoba membobol pintu mobil dengan program khusus. Di dalam mobil Kai sudah mulai sadar. Ia menyaksikan semuanya. Merasa tidak berguna dengan keadaan kakinya, ia berteriak frustasi. Untungnya Kai tidak nekad membuka pintu. Kai juga menyadari ada seseorang dari luar yang berusaha membuka pintu mobil. Ketika orang tersebut berhasil membukanya tiba-tiba saja seseorang menyerangnya dari belakang, dia juga kembali menutup pintu tersebut dan menguncinya kembali.
Walaupun dengan masker, Kai mengenali kalau itu adalah Elandra.
"Ada apa ini? Apa yang tidak aku ketahui? Bukannya dia sangat membenciku?" tanyanya dalam hati. Ia kembali menyaksikan Elandra bertarung dengan beberapa orang sekaligus yang mencoba membongkar kembali kunci mobil. Srettt... Tangan Elandra terkena sabetan senjata tajam. Elandra mundur sesaat tapi kemudian dia melawan lagi. Hampir satu jam akhirnya mereka berhasil memukul mundur musuh. Lynn segera mengecek keadaan Kai.
"Kau tidak apa-apa?" Kai mengangguk pelan.
"Kita pulang sekarang, lu ikut juga, luka lu musti diobati" ujar Lynn kepada Eland.
"Bayar gak? Lu kan mata duitan kak" Eland menatap curiga Lynn.
"Buat sekarang gratis, yuk cabut"
Akhirnya mereka pun meninggalkan tempat tersebut. Sepanjang jalan Kai tidak berbicara apa-apa tapi pandangannya kosong. Alan pun sama, ada banyak pertanyaan dalam benaknya. Lynn membiarkan kedua pria itu hanyut dalam fikiran mereka masing-masing.
"Kita sudah sampai" ujar Lynn. Begitu mobil berhenti paman Harun dan Bi Wati langsung menyambut mereka.
"Alhamdulillah kalian selamat, bibi dari tadi gak bisa tenang" ucapnya terharu.
"Ya udah yuk masuk, bibi udah siapin makanan. Lho den Eland terluka?" ucap bi Wati kaget.
"Gak papa bi, luka kecil ini mah" jawab Eland terkekeh.
"Halah lagak lu luka kecil, itu muka udah kek mayat, pucat banget"
"Astaghfirullah, punya calon kakak ipar mulutnya kaya gak disekolahin, berbanding terbalik sama otaknya yang jenius" rutuk Eland. Kai semakin bingung melihat interaksi meraka. "Kakak Ipar?? Apa maksudnya?" begitulah kebingungan Kai. Lynn pun menyadarinya, dia menepuk pundak Rei.
"Aku obatin si kunyuk dulu, sekalian yang lain istirahat, Nanti kita jelaskan semuanya" ujar Lynn. Mau tidak mau Kai pun menurutinya.
"Aw sakit kak, pelan dikit kenapa sih? Lu kalau ngobatin orang masa kaya gini juga?"
"Ah manja banget lu dasar bawel, gue suntik mati mau?" Eland sontak menggelengkan kepalanya. Kedua manusia itu tampak seperti kucing dan anjing, selalu berdebat.
Setelah hampir satu jam akhirnya Kai pun bertanya kepada mereka yang
"Jelaska sebenarnya apa ini? kenapa dia juga ada di sini?" Kai melirik ke Arah Eland. Lynn menghela nafas panjang.
"Jadi saya ke sini tuh sebenernya dikirim sama orang tua tuan muda juga adik tuan muda ini, buat ngobatin tuan muda sekaligus jadi bodyguardnya anda" Kai membuka mulut tapi Lynn langsung mengangkat tangannya.
"Stop jangan dulu komen ya biar beres dulu" Akhirnya Kai pun mengurungkan niatnya.
"Jadi sebenarnya orang tua dan adik anda yang durjana ini sengaja menciptakan kesan kalau mereka membenci anda" Kai tertawa sinis.
"Hahaha.. Itu memang kenyataannya mereka membenciku dan sangat ingin melenyapkanku, dari dulu mereka selalu menindasku, orang yang aku fikir peri pelindungku pun tak lain hanya iblis, apalagi mereka"
"Makanya ada pepatah bilang don't judge the book by its cover, jelasin Land" perintah Lynn.
"Kak demi Allah gue, nyokap sama bokap gak pernah benci sama lu, kita terpaksa kak"
"Jangan melucu di sini Eland, apa kau lupa dari kecil kau selalu membullyku? Membuang makananku dan hanya memberikanku makanan sisamu? Aku sering dikurung di gudang, kau juga selalu merebut perempuan yang berada di sisiku apaa kau lupa? sampai puncaknya kalian semua mengusirku" teriak Kai dengan air mata yang tak bisa ia tahan. Eland pun hanya tertunduk lemas dan sama seperti Kai, dia tidak bisa menahan tangisnya.
"Maafkan aku kak, Kenapa aku selalu membuang makananmu dulu, karena makanan itu beracun. Nenek tua itu sering menyuruh pelayan untuk meracunimu, makanan yang aku kasih ke kamu itu bukan sisa, semuanya aku bagi dua kak, kakak pasti tahu aku tidak pernah memberikanmu bagian yang sudah aku makan" ujar Eland menjeda ucapannya.
"Kalau kakak yang dikurung di dalam gudang, itu aku juga yang merencanakannya karena mereka sengaja akan menjebak kakak seolah kakak bersalah dan menghukum kakak dengan tidak memberikan kakak makan. Kakak tau kenapa di gudang ada kamar rahasia lengkap dengan tempat tidur, lampu dan makanannya? Itu semua aku dan mama yang mengaturnya. Sebelum ada kamar tersebut, sering ada yang melempar makanan saat kakak dikurung di gudang kan? Itu aku"
Kai masih tidak bisa mencerna semua yang dikatakan Eland. Suasana di ruangan itu senyap tak ada yang berbicara sedikitpun.
"Mama sengaja berperan sebagai ibu tiri jahat sampai mengusir kakak dari rumah, karena Sandy bencana ingin membunuh kakak dengan pembunuh bayaran can dibikin seperti perampokan biasa dengan kakak sebagai korban. Di luar mama sudah mengatur orang untuk melindungi kakak dan kakak tidak kekurangan uang. Kakak pasti tau kan om Satria? Itu adalah teman mama dan orang yang mama kirim buat kakak"
Kai flashback ke masa masa ketika dia hidup di luar keluarga. Dia ingat om Satria, orang yang selalu melindunginya, ia tidak percaya perkataan Eland tapi kenapa harinya menolak.
"Masalah aku selalu merebut pasangan kakak karena mereka gak pantas kak, mereka tak lebih dari seorang pelacur, di belakang kakak mereka tidur dengan para pengusaha tua. Kalau yang sekarang aku gak berani macam-macam." Eland melihat ke arah Lynn.
Tiba tiba dari depan terdengar ada yang datang.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" ucap mereka semua langsung menoleh ke arah sumber suara.