"Satu malam untuk satu tanda tangan, apa Anda setuju, Suamiku?" Yura.
***
Kedatangan wanita separuh baya ke panti asuhan pada akhirnya membawa pernikahan kepada Yura. Irma menjodohkan Yura dengan anaknya Azka.
Selama menikah Yura dan Azka tidak pernah tinggal satu atap. Azka lebih memilih pulang ke rumah kekasihnya Agata. Setelah menjalani pernikahan tiga bulan lamanya Azka melemparkan surat perceraian dengan Yura. Namun, untuk satu tanda tangan ia harus bermalam dengan istrinya tersebut. Akankah pada akhirnya Azka akan terjebak pada pesona istrinya atau kembali ke pelukan Agata?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon violla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cinta
13
Suara gemercik air dari kamar mandi mengusik tidur Yura membuat kelopak matanya terbuka sempurna. Dia terkejut mendapati tubuhnya hanya terlindung selimut tebal sebatas dada. Yura sekilas memejamkan mata mengingat apa yang telah ia lewatkan malam tadi.
Kegiatan panas antara dirinya dan Azka memang telah terulang untuk yang kedua kali.
"Aku nggak punya muka menghadapinya lagi. Azka pasti merasa bangga karena bisa menyentuhku lagi. Dan aku mau aja disentuh padahal aku tahu Azka nggak serius dengan ucapannya itu. Mustahil Azka mau mengakhiri hubungannya sama Agata."
Yura sengaja sembunyi di bawah selimut saat pintu kamar mandi mulai terbuka. Hanya ujung rambutnya saja yang terlihat menggantung. Kali ini ia merasa seperti wanita penggoda yang berusaha merebut Azka dari Agata. Padahal, statusnya sebagai istri lebih berhak atas Azka, tapi siapapun tahu kalau Agata adalah kekasih suaminya. Baru kali ini rasanya Yura tidak bernyali berhadapan dengan pria itu.
Gerakan di bawah selimut membuat Azja tersenyun, ia menebak Yura sudah bangun. Azka mendekat dengan hanya memakai handuk sebatas pinggang. Pria itu berjalan santai sembari mengeringkan rambut yang setengah basah menggunakan handuk kecil.
"Hei, aku tahu kamu pura-pura tidur." Azka menarik ujung selimut Yura hingga melorot memperlihatkan bagian dada istrinya tersebut. Ia tersenyum puas melihat beberapa bercak merah buatannya di sebagian tubuh Yura sebelum akhirnya wanita itu berhasil menarik selimut dan menutupi keindahan yang dilihatnya tadi.
"Jangan dibuka! Cepetan pakai baju terus pergi dari sini." Dia sengaja membuang muka kesembarangan arah agar matanya tidak terfokus pada bentuk tubuh Azka. Jujur saja sebagai seorang pria Azka memang merupakan idaman wanita. Badannya sangat atletis dan Yura sudah menyentuh tubuh itu. Namun, sayangnya tubuh itu milik wanita lain.
"Hobi banget kamu ngusir aku." Azka tersenyum tipis lalu duduk di tepi tempat tidur. "Kamu tahu, aku udah memusnahkan berkas perceraian yang kamu tanda tangani. Dan itu artinya tidak akan ada perceraian di antara kita. Mulai hari ini dan seterusnya kita tinggal di bawah atap yang sama. Di mana ada kamu maka di situ ada aku."
Yura tidak berkedip melihat Azka. Antar percaya dan tidak percaya Azka bisa mengatakan apa yang selama ini ditentang pria itu.
"Kenapa tiba-tiba berubah pikiran?" Akhirnya Yura bisa mengeluarkan pertanyaan yang menggendap di kepalanya sejak malam tadi. "Apa karena kamu mau jadikan aku sebagai pelamiasan nafsumu saja?"
Azka menggeleng kecil, matanya tidak berpaling sedikit saja dari wajah Yura, bibirnya terkatup rapat. Hanya tangan pria itu saja yang terulur merapikan sebagian rambut halus Yura untuk ia selipkan di belakang telinga.
"Mandilah, nanti kita bahas lagi, aku udah siapkan air hangat untuk kamu."
"Kamu mengalihkan pembicaraan, Azka. Ya, aku tahu kamu nggak akan pernah bisa serius menghabiskan sisa hidupmu sama aku." Yura tersenyum getir. Betapa tidak tahu malunya ia berharap Azka mau meninggalkan Agata. "Aku lupa, sebelum kita menikah sudah ada wanita lain di hati kamu. Nggak apa-apa ... kita tetap pada rencama awal. Aku sudah mendapatkan apa yang aku mau darimu. Dan aku pastikan kamu juga begitu. Aku nggak mau mempersulit hidupmu lebih jauh lagi. Aku juga nggak mau membuat kamu berada di antara pilihan. Memilihku atau Agata karena aku sadar itu bukan pilihan yang tepat."
Alis Azka terangkat sebelah, ia bertanya ragu. "Jadi benar kalau selama ini kamu cuma mau tidur denganku?Apa kamu percaya kalau aku bilang aku cinta sama kamu?"
apa lagi nemenin anak liburan???
😀😀😀
lanjut donk kakak...
😍😍😍😍😘😘😘😘