Geraldine, seorang wanita yang mendapatkan julukan Pretty Devil dari pria bernama Roxy. Bukan tanpa alasan gelar itu disematkan, sebab sifatnya seperti iblis tapi wajahnya cantik, tega mencampakkan Roxy begitu saja setelah bercinta.
Namun, sekeras apa pun Geraldine melakukan usaha untuk menjauh dari Roxy, pada akhirnya ada saja cara mereka terikat dalam suatu situasi. Dan Roxy memanfaatkan moment tersebut untuk membalaskan dendam rasa sakit hatinya, dengan cara membuat Geraldine jatuh cinta, lalu balik mencampakkan wanita itu.
Tapi, mampukah Roxy membalaskan dendam tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NuKha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 28
Geraldine menceritakan alasan dibalik ia menolak terus ajakan Roxy untuk menikah. Juga ingin menjauh dari pria itu. Tidak ada yang ditutupi sedikit pun pada Mommy serta Daddynya. Sebab, percaya kalau kedua orang tuanya bisa menjaga rahasia serta akan mendukung setiap keputusannya asalkan masih dalam jalan yang masuk akal.
Jadi, kini yang mengetahui tentang alasan tersebut bukan Geraldine seorang, Tuan dan Nyonya Girogio pun sekarang mulai memahami jalan pikiran satu-satunya putri mereka yang masih lajang sampai sekarang.
“Apa kau tidak mencintainya?” tanya Mommy Gabby setelah Geraldine mengakhiri cerita.
“Aku mencintainya,” jawab Geraldine. Tentu saja, siapa yang tak akan membawa sampai ke hati kalau selama dua tahun sering bertemu dan sangat intens.
Daddy George mengangguk, sekarang dia tak akan meminta Geraldine untuk menikah dengan Roxy karena alasan putrinya cukup meyakinkan. “Aku akan membantumu. Tapi, jika Roxy mengetahui sendiri keberadaanmu, aku tak ikut campur lagi. Selesaikan tanpa melukai perasaan satu sama lain.”
“Tenang, Dad. Aku hanya ingin rencana ini berjalan dengan lancar saja.” Geraldine lega karena keluarga sependapat. Jadi, tidak perlu pusing untuk mencari tempat persembunyian.
“Kapan kau akan mulai pergi?” tanya Mommy Gabby.
“Besok, bisa?”
“Lantas, siapa yang akan menghandle pekerjaan kantor?” Daddy George ikut menimpali.
“Ada Marvel, juga Daddy. Aku akan memantau dari jauh saja, tapi pekerjaan lapang kalian yang lakukan. Hanya untuk sementara, tak selamanya.”
“Ya, oke.” Enak sekali jadi Geraldine, langsung diiyakan oleh Daddy George.
“Satu lagi.” Geraldine mengeluarkan sebuah kertas kecil yang dikeluarkan oleh rumah sakit swasta tempatnya periksa. Menyodorkan itu ke arah orang tuanya.
Tuan dan Nyonya Giorgio pun mengerutkan kening secara bersamaan. “Kau hamil?”
“Ya, anak Roxy, sudah lima minggu.” Geraldine tampak santai meskipun tahu kalau sedang mengandung. Tidak terlihat terbebani sedikit pun. Mungkin karena terbiasa bertemu dan bermain bersama keponakannya yang masih kecil. Jadi, hamil bukanlah sesuatu yang memberatkan baginya.
“Kau sudah tahu hamil anak Roxy tapi masih nekat mau menjauh darinya?” Daddy George yang berbicara.
“Ya, itu adalah yang terbaik dan tak membuat harga diriku sangat rendah.”
“Kau yakin bisa menjalani masa kehamilan sendiri? Mengandung sembilan bulan itu tak mudah, Geraldine. Butuh dukungan juga dari lingkungan, apa lagi Daddy dari anakmu.” Ada sedikit keraguan di wajah Mommy Gabby. Dia sudah pernah dua kali hamil, jadi tahu bagaimana sulit dan tersiksanya jika tidak ada yang memberikan support.
“Aku yakin kalau Mommy dan Daddy tak akan membiarkanku sendirian terus. Pasti kalian berniat menemaniku nantinya.” Namanya juga anak terakhir, pasti tahu kalau orang tuanya tak mungkin melepas begitu saja dalam kondisi ada janin yang sedang tumbuh di dalam rahim.
“Namanya juga keturunan Giorgio, semua keras kepala.” Pada akhirnya, Daddy George tetap akan mengikuti rencana Geraldine.
“Aku tak ingin terbang menggunakan pesawat komersil, pasti Roxy akan cepat tahu. Dia tak akan menyangka jika aku mau naik transportasi udara milik keluarga karena yang Roxy tahu aku lebih senang naik yang umum. Apa lagi data juga sudah pasti lebih aman. Jadi, akan semakin sulit kalau pria itu melacakku.” Sudah minta bantuan, banyak sekali permintaan Geraldine.
“Gunakan milik Unclemu supaya lebih memusingkan lagi untuk Roxy mencari,” tambah Mommy Gabby memberikan ide.
“Setuju, nanti aku akan menghubungi Uncle Davis.”
...*****...
...Bestie ... siapa tahu kalian berkenan baca karya temen aku. Judulnya Mahligai Asmara oleh author Novi wu. Bisa langsung kepoin yuk ke lapaknya. Tampilannya seperti ini ya...
Blurb:
Soraya Foster seorang guru yang mencintai muridnya sendiri bernama Ryan Mattiew. Kisah mereka semakin rumit ketika Soraya tiba-tiba hamil anak Ryan.
Hal itu membuat Ryan dikirim oleh kedua orang tuanya ke luar negeri agar berpisah dari Soraya.
Lima tahun kemudian Ryan kembali, dia sudah melupakan masa lalunya dengan Soraya dan sudah memiliki tunangan.
Saat ia kembali ke negaranya di situlah Ryan bertemu kembali dengan Soraya guru yang dulu adalah cinta monyetnya, dan dia menyadari ada anak kecil yang tumbuh bersama Soraya.
Akankah Ryan bisa kembali mendapatkan hati Soraya dan anaknya?