NovelToon NovelToon
Pacarku Ternyata Adikku

Pacarku Ternyata Adikku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Teen School/College / Cinta Terlarang
Popularitas:2.2M
Nilai: 5
Nama Author: Noya Clarissa

Namaku Yuta Mayasaki, aku mempunyai seorang pacar bernama Giza, gadis cantik yang merupakan madona sekolah SMA Jayakarta.

Suatu hari saat aku pulang sekolah, Ayahku yang seorang duda membawa pacarnya dan juga seorang gadis yang merupakan anak dari pacarnya.

Namun saat aku melihat penampilannya... ya, benar sekali, anak dari pacar ayahku itu adalah Giza.

Bagaimana hubunganku dengan Giza seterusnya? Apakah masih boleh kita berpacaran walaupun kita kakak adik? Bukankah ini cinta terlarang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noya Clarissa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 26 Es Krim

Kalimat itu masih terngiang-ngiang di kepalaku.

"Bagaimana kalau aku yang merebutmu dari Giza? Karena dia mencintaimu, bukan?"

Begitulah katanya. Tapi... Maksudnya apa woy?!

Akh! Ini sungguh membingungkan! Aku sampai tidak sadar sudah mengacak-ngacak rambutku sendiri sampai berantakan.

Masalahnya, hal ini harus cepat diselesaikan. Karena kalau tidak... Aku gak yakin kalau Zea akan kembali bersekolah.

Maksudku, aku juga orang yang naif. Aku masih percaya bahwa Zea tidak mungkin melakukan hal seperti itu.

Astaga... Semakin dipikirin, semakin-

"Yuta~"

"Uwahhh?!"

Aku terjatuh dari tempat tidurku karena terkejut mendengar suara pacar manisku itu.

"E-eh?! Yuta! Kamu kenapa?!"

"Sudah jelas, bukan?"

Giza, kamu sudah melihat pacarmu tersungkur di lantai dan kamu masih tanya kenapa?! Tidak, aku tidak kesal. Menurutku itu terkesan imut.

"Ya ampun...."

Giza mendekatiku dan mulai membantuku untuk bangun. Ngomong-ngomong ini bau apa, ya?

"Baunya enak."

"Oh, ini aku habis buatin kamu mie instan. Niatku ingin makan bersama di kamarmu... Gak boleh?"

Sudah jelas boleh, dong?!

"A-ah... Maafkan aku, boleh kok. Makasih sudah membantuku bangun."

Terjatuh dari kasur itu ternyata sakit juga, woi?!

"Ngomong-ngomong, kamu kenapa bisa kaget banget begitu sampe terjatuh?"

Aku baru duduk loh, sayang?

"Y-yah... Anu... Itu mah...."

"Ah, aku paham," Giza mengangguk-anggukan kepalanya.

"H-Huh? Paham apa maksud kamu?"

"Kamu sedang melakukan 'itu', kan?"

Itu? Apa maksud pacar manisku ini?

"Jujur, aku gak paham."

"I-itu loh, Yuta...."

Oi! Kenapa kamu tiba-tiba nge-blush gitu?!

Tunggu... Ah, maksud dia-

"B-Bukanlah! Mana mungkin aku melakukan hal seperti itu?!"

"Tidak, anu... Maksudku gapapa, kok? Lagian kamu juga seorang lelaki, aku sadar akan hal itu."

Jangan membicarakan hal seperti ini dengan muka polosmu itu! Rasanya aku ingin mencubit pipinya, tentu saja dalam artian gemas.

"Begini ya, Giza... Aku hanya sedang fokus memikirkan sesuatu, jadi aku tidak sedang melakukan hal-hal yang kamu pikirkan itu."

"O-Oh... Begitu, kah?"

Giza mulai menyeruput mie instan yang dibuatnya. Tidak, rasa aku ingin menjahilinya tiba-tiba muncul!

"Lagipula," aku mendekatkan wajahku ke hadapan Giza.

"Aku hanya akan melakukan hal seperti itu bersama denganmu, Giza."

Aku menyentuh hidungnya menggunakan jari telunjukku.

"Kyah!"

"Ups! Hampir aja."

Aku menangkap cup mie instan yang terlepas dari genggamannya Giza. Untung aku punya reaction time yang bagus.

"Yuta curang!"

"Eh? Apanya yang curang~?

"...."

"A-anu...."

Kenapa dia jadi ngambek beneran?!

"M-Maaf kalau aku berlebihan, Giza. Aku tadi hanya bermaksud untuk menjahilimu, jadi-"

"...mu mau."

"Umm? Kenapa Giza?

Suaranya terlalu kecil sampai akupun tidak mendengarnya.

"Maksudku, boleh aja kalau kamu mau..."

Tidak, ini sudah jauh dari rencanaku dan ini tidak boleh berlanjut.

"Giza, makan mie instannya, yuk?"

"Ah, oke."

...----------------...

"Jadi, ada apa?"

"Umm...."

Yang ada dihadapanku sekarang ini adalah cewe dingin yang bermasalah itu, Zea.

Iya, memang aku yang mengundangnya untuk berbicara di restoran kecil ini. Tapi, aku gak menyangka kalau aku bakal segugup ini.

"Kalau tidak ada apa-apa, lebih baik aku pulang."

"Eh, tunggu dulu!"

Tanpa sadar aku langsung menggenggam tangan Zea yang hendak pergi itu.

"Lepasin."

"Oh, iya, maaf. T-Tapi, ayo duduk dulu, ya?"

Seram, oi?!

Aku langsung melepaskan genggamanku dan membiarkan Zea perlahan kembali ke tempat duduknya.

"B-Bagaimana kalau kita pesan minum dulu? Maksudku, biar nanti enak ngobrolnya, gitu? Aku yang bayarin."

"B-Beneran? Kamu yang bayarin?"

"I-Iya?"

Aku merasa ada yang aneh. Matanya Zea... Terlihat berbinar-binar. Tidak, apa itu hanya perasaanku?

"Permisi," Zea mengangkat tangannya, memanggil salah satu pelayan wanita yang berada di dekat kami.

"Iya, ada yang bisa dibantu?"

Pelayan itu langsung mengeluarkan buku kecil dan juga pulpennya, bersedia untuk mencatat pesanan kami. Menurutku, diingat saja juga bisa, kok? Toh paling kami hanya akan memesan minu-

"Parfait deluxe satu, kentang goreng jumbo satu, pancake satu, sama air putihnya satu."

Hah?!

Kakiku tanpa sengaja menendang meja kami hingga bergoyang karena terkejut mendengar pesanan gadis dingin itu.

"Ada apa? Yuta?"

Muka kau itu jangan sok polos, Zea?!

"T-Tidak apa-apa, ngomong-ngomong itu kamu sudah pesan untuk kami berdua ya? Kalau gitu, aku tidak perlu-"

"Hah? Aku hanya memesan untuk diriku sendiri, kok?"

Gadis ini benar-benar.

"Oh... Ahaha... K-Kalau gitu, aku pesan es teh saja, mbak."

"Baik, apa ada tambahan?"

"Cukup, mbak."

"Baik, ditunggu pesanannya ya," pelayan itu tersenyum ke arah kami sebelum akhirnya pergi untuk memproses pesanan kami.

"Yuta."

"E-Eh? Iya, kenapa?"

"Kamu yang bayarin, kan?"

"Anu...."

"Iya, kan?"

"Iya, Zea...."

Mana mungkin aku bisa menolak gadis yang menatapku seperti ingin membunuhku, kan? Aku sendiripun takut.

Aku tidak sepenuhnya menyesali perkataanku, tapi kuharap aku mendapatkan informasi yang bagus hari ini karena aku sudah mengorbankan dompetku.

Aku benar-benar berharap.

...----------------...

"Uwah~ Enak banget~!"

Wajah Zea terlihat bersinar terang layaknya seorang karakter Anime yang sedang merasakan kenikmatan. Tidak, itu hanya perasaanku.

"A-Apa itu enak?" Aku menunjuk ke arah parfait deluxe yang sedang disantap oleh Zea.

"Hum?"

Coklat, vanilla, dan stroberi... Pasti rasanya sangat lezat.

"Kamu mau?" Zea menyodorkan sendok berisi es krim coklat ke arahku.

Sadarlah, Zea!

Kamu baru saja melakukan adegan yang sering terjadi di manga ketika karakter utamanya sedang berada di sebuah restoran bersama heroine-nya!

Tapi, aku ingin mencicipinya... Ah!

"Permisi," Aku mengangkat tanganku, memanggil salah satu pelayan wanita yang kebetulan sedang lewat di dekatku.

Pelayan itu langsung menghampiriku.

"Iya, ada yang bisa dibantu?"

"Anu... Apa aku boleh meminta satu sendok makan lagi?"

"Oh, bisa. Saya ambil dulu, ya," pelayan itu bergegas mengambil sendok yang aku minta dan kembali hanya dalam waktu 10 detik.

"Ini sendoknya."

"Terimakasih banyak."

Pelayan itu tersenyum ke arahku sebelum akhirnya pergi. Itu terkesan familiar?

"Kenapa kamu minta sendok baru?"

"E-Eh? Ada apa, Zea?"

"Apa kamu tidak mendengarku? Aku bilang, kenapa kamu minta sendok yang baru?"

Dan kamu kenapa mempermasalahkan hal itu, Zea?! Dan tolong jangan pasang ekspresi mengerikan itu lagi.

"Oh, karena hal itu ya...."

Zea mendekatkan sendok—berisi es krim coklat yang tadi hendak diberikan kepadaku—itu ke arah mulutnya dengan cara yang cukup bergairah.

"Kamu pasti berfikir... Kalau itu ciuman tidak langsung, ya?"

Tahan, Yuta. Tahan... Kamu punya pacar yang cantik dan imut menunggumu di rumah.

"Anak kecil," Zea tertawa kecil sebelum akhirnya memasukkan sendok berisi es krim coklat itu ke dalam mulutnya.

1
kazuha
bags
Noya Clarissa: makasih udah baca~! /Smile/
total 1 replies
s e n j a✨
mampir di karyaku dong kakak....
diriku adalah masa depanku
setetes air diujung ranting
terjebak dalam masa lalu

happy Reading ❤️
Nurnazeerah: sanja menypa
total 1 replies
𝐈𝐜𝐡𝐢𝐧𝐨𝐬𝐞
ada ga sih novel kek gini, percintaan kakak dan adik
Nurnazeerah: YUNICHl
total 3 replies
@suara-pemimpi
cerita nya mirip banget sama anime "mamaha no tsurego ga moto kano" iya, gak si?
Rizki Amelia: aku tau apa
total 1 replies
ALBEDO
Hmm
lia: /Smile//Smile//Shame//Casual//Shhh//Shhh//Shhh//Shhh/e1
wq
eq
.
total 1 replies
ALBEDO
Menarik
Rizki Amelia: ajar dia utk dapat
total 1 replies
ALBEDO
Mantap
dewi ayu 12
kenapa adiknya sendiri aja gk tau
Ririn Danayanti
gak masalah bukan adek kandung
Keho
menjengkelkan gk pernah up lebih dari 6 bulan
Egib: rekomendasi cerita lain kak, Widan Den - Janji Musisi
total 1 replies
nurvaizatul karimah
😄😄😄
Hendra Hendra kepingoi
masa takut SM kecoak 🤣
Rizki Amelia: emang gak sempurna
total 1 replies
Hendra Hendra kepingoi
hehehe😇
Rizki Amelia: korang dengar
total 1 replies
Hendra Hendra kepingoi
sblm knl knpa TDK bertanya asal ny .
kn kasian pacarin adik sendiri🥹
sweet❤️
Semangat thor
Noya Clarissa: Makasih~ tungguin terus update-nya yah :p
total 1 replies
aylyn
kok ngak disambung lagi sih
Noya Clarissa: sudah dilanjut ya~
total 1 replies
X_xlynn
bagus
CRYING_BOY
up dong thor
Asthrophile
up lagi dong thorr..
Bintang Ladys
hal yu takutkan, ialah bad/sad ending
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!