Kisah seorang gadis bernama Yasmin Anindiya Febriana yang jatuh cinta pada Evan Kane Wijaya sejak ia masih kecil. Seiring berjalanya waktu cunta Yasmin kepada Evan semakin tumbuh.
Dia selalu bermimpi suatu hari bisa menjadi kekasihnya. Dan siapa sangka mimpinya itu menjadi kenyataan. Orang tua mereka ternyata sudah menjodohkan keduanya.
Yasmin sangat bahagia, tapi tidak dengan Evan. Evan menolak perjodohan itu, karena dia mencintai gadis lain. Tapi karena keluarganya memaksa, Evan akhirnya setuju.
Pernikahan itu pun terjadi, setelah sebelumnya Evan dan Yasmin menandatangani surat perjanjian.
Yasmin berjanji dalam hatinya akan berusaha menaklukan hati Evan.
Bagaimana cerita selanjutnya?. Apa Yasmin berhasil merebut hati Evan?
Yuk simak kisah selanjutnya!!
Jangan lupa untuk meninggalkan jejaknya ya dears😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mom's chaby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan Helen
"Bikin aja sama bi Anah." Jawab Yasmin yang langsung melangkahkan kaki menuju ke kamarnya. Senyum Evan terukir mendengar jawaban Yasmin.
Saat Yasmin membuka pintu kamar, dan hendak masuk, Evan menyusulnya, dan tanpa permisi dia masuk mendahului sang pemilik kamar, membuat Yasmin terkejut dan langsung menatap ke arahnya dengan tatapan curiga. "Kak Evan!! Ngapain masuk?."Tanya Yasmin waspada.
"Lohh bukannya kita mau bikin anak?."Jawab Evan dengan senyum nakalnya.
Yasmin membelalakan mata mendengar jawaban Evan."Jangan becanda kak!! Gak lucu!! Sana, cepet keluar, aku mau istirahat."Titah Yasmin.
"Tadi kan kamu bilang sendiri kalau kakekku dan ibu kamu pengen anak dari kita. Ya udah, ayo kita bikin anak buat mereka." Sahut Evan, membuat Yasmin kesal. Matanya nyalang menatap Evan, karena tidak suka mendengar ucapannya.
"Enak aja, kakak fikir aku mesin pencetak anak?. Udah sana cepat keluar!! Yasmin mendorong tubuh Evan sekuat tenaganya, tapi Evan dengan sengaja malah menarik tubuh Yasmin ke arahnya, hingga tubuh keduanya saling menempel satu sama lain. Yasmin yang tersentak refleks menatap ke arah Evan yang juga sedang menatap kepadanya.
Mereka saling beradu pandang beberapa detik. Untuk pertama kalinya Evan menatap wajah Yasmin dari jarak sedekat ini, dan dia tidak sedang tidur. Dia tersenyum padanya. Wajah putih Yasmin berubah merah, seiring irama jantungnya terdengar seperti genderang yang ditabuh berulang-ulang melihat, tatapan dan senyum Evan yang aneh kali ini.
Entah dia sadar atau tidak, Evan semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Yasmin, bahkan Yasmin bisa merasakan hembusan nafas Evan yang berada sangat dekat denganya, membuat irama jantung Yasmin terdengar tak karuan, dan sedikit gugup, tapi sekaligus menyadarkanya. Kak Evan mau ngapain? Jangan-jangan dia mau nyium aku!! Enggak, enak aja. Dia fikir aku cewek apaan. Tidak semudah itu Miskah!!.
Yasmin mendorong tubuh Evan sekuat tenaganya agar menjauh dari tubuhnya, dan dia berhasil. "Jangan macam-macam kak!! kakak harus ingat, kita sudah sepakat tidak akan pernah melakukan apa yang dilakukan oleh pasangan suami istri pada umumnya. Kakak tidak akan pernah menyentuhku, jadi cepat keluar sekarang juga." Ujar Yasmin mengingatkan.
"Tapi aku sudah menyentuhmu kan?." Goda Evan sambil tersenyum.
"Enak saja!! Kapan kakak menyentuhku?."Tanya Yasmin tak terima.
"Dari tadi aku sudah menyentuh kamu, bahkan kamu sendiri memelukku tadi." Jawab Evan.
"Apaa?? Sembarangan ya kalau ngomong. Siapa juga yang meluk?. Enak aja."Jawab Yasmin tak terima, Evan mengatakan kalau Yasmin sudah memeluknya tadi, padahal jelas-jelas Evan yang melakukanya.
"Kamu gak perlu malu Yas. Aku tahu kok, dalam hati sebenarnya kamu seneng kan?." Tanya Evan, seraya berlalu dari kamar Yasmin sambil tersenyum karena merasa senang sudah menggoda istrinya itu.
Yasmin yang kesal langsung menutup pintu dan menguncinya. Iya benar, dia memang senang saat Evan memeluk dan menatapnya seperti tadi, tapi Yasmin tahu Evan melakukannya bukan karena dia mencintainya, Yasmin merasa Evan hanya menggoda dan ingin mengambil keuntungan darinya.
Tidak, walaupun Yasmin akui tidak mudah menghapus rasa cintanya pada Evan, dia tidak akan bertindak bodoh, menyerahkan dirinya begitu saja pada Evan, apalagi hanya karena desakan mama dan kakek mertuanya yang menginginkan anak dari mereka. Dia tidak ingin anaknya lahir dari hubungan tanpa cinta. Itulah yang difikirkan Yasmin.
Sementara disana, Evan sedang tersenyum sendiri mengingat kejadian yang baru saja dia alami bersama Yasmin. Entah kenapa hatinya bisa merasa sangat bahagia setelah menggoda Yasmin seperti tadi. Rona merah alami dipipi Yasmin membuat dia terlihat semakin cantik dan menggemaskan dimata Evan, apalagi saat dia terlihat gugup dan salah tingkah seperti tadi.
🌄🌄🌄
Paginya seperti biasa Evan dan Yasmin sarapan bersama. Evan terus memperhatikan Yasmin dan sesekali menggodanya, dengan ajakan dia tentang membuat anak tadi malam. "Paan sih senyum-senyum gak jelas kayak gitu?." Tanya Yasmin, saat melihat Evan terus menatap ke arahnya dengan senyum nakalnya.
"Kamu bikinin aku kopi tiap hari aja gak keberatan, terus kenapa kamu keberatan aku ajak kerjasama bikin anak?."Jawab sekaligus tanya Evan. Yasmin hanya memutar bola matanya, malas menanggapi candaan Evan
"Maaf mengganggu den!! Ucap bi Anah tiba-tiba.
"Ada apa bi?." Sahut Evan.
"Ada tamu yang nyariin aden?." Terang bi Anah.
"Tamu?. Siapa?." Tanya Evan.
"Katanya dia teman dekat aden, namanya nona Helen." Jawab bi Anah.
Evan sangat terkejut mendengar apa kata bi Anah, begitu juga dengan Yasmin yang sama terkejutnya. Namun sedetik kemudian, Yasmin menatap sedikit tajam ke arah Evan, karena merasa tidak suka mendengar kalau Helen datang ke rumah itu. Walau memang rumah itu adalah rumah pribadi Evan, tapi Evan sudah berjanji tidak akan pernah membawa Helen ke rumah itu. Yasmin merasa Evan telah melanggar perjanjian yang mereka sepakati.
Evan sepertinya mengerti arti tatapan Yasmin. Dia ingin menjelaskan, tapi Yasmin segera membuang muka, dan beranjak pergi dari sana sambil berkata: "Cepat temui dia, dan segera bawa pergi dari sini. Kalau tidak, aku akan adukan ini ke om Heru dan kakek Imam." Ucap Yasmin mengancam Evan, lalu pergi ke dapur.
Evan pun melangkahkan kakinya menuju ruang tamu. Ternyata benar, yang datang pagi itu benar-benar Helen. Evan tidak tahu kenapa Helen datang ke rumahnya sepagi ini.
"Hay!! Sapa Helen.
"Ngapain kamu datang kesini?. Bukanya kamu sendiri yang bilang padaku, kalau aku jangan pernah menemui kamu selama aku masih menjadi suami orang?. Lalu kenapa sekarang kamu sendiri yang datang menemuiku?."Tanya Evan.
"Iya, aku memang pernah mengatakan hal itu. Tapi aku tidak pernah mengatakan kalau aku tidak boleh menemui kamu kan?." Sahut Helen sambil tersenyum. "Aku rindu kamu Van. Dan aku juga tahu, kamu pasti juga merindukanku kan?." Bisik Helen ditelinga Evan.
"Katakan saja apa maksud kedatangan kamu ke rumah ini?. Tidak perlu merayuku." Tegas Evan.
"Oke, baiklah aku akan mengatakanya. Dengar sayang, kedatanganku kesini karena aku ingin kamu melarang istri kamu menerima tawaran kontrak ftv yang ditawarkan padanya." Jelas Helen.
"Apa maksud kamu?. Kenapa aku harus melakukan hal itu?." Tanya Evan.
"Dengar Van, asal kamu tahu, selama ini istri kamu diam-diam berhubungan dengan aktor yang akan jadi pasanganya di ftv itu." Bohong Helen.
"Gak mungkin, aku gak percaya. "Sahut Evan.
"Kalau kamu gak percaya tanyakan saja sama orang-orang di lokasi." Ujar Helen mencoba meyakinkan. "Aku tahu kamu gak cinta sama dia dan aku tahu, kamu juga nggak peduli dia berhubungan dengan siapapun. Tapi bagaimana kalau sampai keluargamu tahu tentang ini?. Kamu nggak mau kan kelurga kamu dipermalukan oleh istri kamu itu?."Imbuhnya.
"Terima kasih karena kamu sudah peduli dan memikirkan keluargaku." Sahut Evan. Helen tersenyum. "Tentu saja. Aku nggak mau kamu dibodohi istri kamu Van. Jadi kamu mau kan ngelarang dia supaya nggak terima kontrak itu?. Atau kalau bisa kamu suruh berhenti aja dia dari dunia entertaint."Ujar Helen.
Evan menoleh dan menatapnya. "Apa kamu yakin kamu benar-benar peduli padaku dan keluargaku?."Tanya Evan.
"Tentu saja aku peduli. Aku mencintai kamu Van."Jawab Helen.
"Kamu yakin?." Tanya Evan lagi.
"Tentu saja sayang, aku sangat mencintai kamu." Jawab Helen.
"Ehmmmm....." Suara deheman Yasmin membuat kedua orang yang ada diruang tamu menoleh ke arahnya. "Maaf!! Aku ganggu kalian ya?." Tanyanya. Tidak ada yang menjawab pertanyaan itu. Mereka hanya menatap Yasmin yang saat ini sepertinya akan pergi.
.
.
Bersambung❤️
kan bikin senyum senyum sendiri 🤭
haduuuh manten yang satu ini beneran bikin gemeeees aja sih
sengaja banget ya Evan bawa baju kurang bahan 🤭🤭🤭🤭
biar bisa ngurung Yasmin di kamar
biar Evan juga tahu lah rasanya seperti apa yang Yasmin rasakan dulu
kalau hadir nya Anak itu baru bukan urusan kita
setelah banyak drama dan salah paham akhirnya kalian bisa menikmati dan merasakan yang namanya suami istri yang sesungguhnya semoga saja kecebong nya cepat tumbuh ya Van agar istrimu bisa hamil
baru juga sudah baikan sekarang di hantam berita yang tidak mengenakkan semoga kakek baik baik saja