Lelah menjadi budak korporat di kota besar tanpa hasil dan malah dikhianati oleh orang terdekatnya, Yao Wi memutuskan menyerah dan pulang ke kota kelahirannya yang miskin dan terbelakang. Namun, siapa sangka keputusannya untuk menyerah justru menjadi titik balik hidupnya saat sebuah sistem misterius tiba-tiba aktif di kepalanya.
Ding!
[Selamat datang, Tuan Rumah Yao Wi.]
[Sistem ini bertujuan untuk membantu Anda mengubah kota kelahiran Anda yang tertinggal menjadi kota paling makmur di bumi.]
[Aturan Utama Sistem: Tuan rumah akan menerima seratus ribu setiap hari dari setiap jiwa yang terdaftar resmi sebagai warga kota ini.]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Prang!
Sebuah gelas kristal mahal hancur berkeping-keping setelah dilempar dengan keras ke dinding pualam.
Di dalam sebuah kantor mewah di puncak menara tertinggi Provinsi Donghai, Taipan Zhao berdiri dengan napas memburu dan wajah merah padam.
Pria paruh baya dengan cerutu tebal di sela jarinya itu menatap deretan anak buahnya yang sedang menunduk ketakutan.
"Kalian bilang Bai Lu membelot dan berlutut pada bocah ingusan dari Linzhou itu?" teriak Taipan Zhao dengan urat leher menonjol.
"Wanita jalang itu membuang modal lima puluh miliarku dan sekarang menjadi anjing suruhan musuh?"
Seorang asisten bertubuh kurus melangkah maju dengan langkah gemetar untuk memberikan penjelasan.
"B-benar, Bos Zhao, intel kita di Linzhou mengkonfirmasi bahwa Bai Lu kini diangkat menjadi Kepala Divisi Intelijen Linzhou Corp."
Brak!
Taipan Zhao menggebrak meja kerjanya hingga asbak emas di atasnya melompat ke udara.
Egonya sebagai penguasa dunia malam di tiga provinsi benar-benar terluka oleh penghinaan telak ini.
"Bocah bermarga Yao itu terlalu sombong, dia pikir punya satu kasino besar sudah cukup untuk menantang kekuasaanku?" geram Taipan Zhao.
Ia menyeringai kejam, memikirkan cara paling menyakitkan untuk membunuh kerajaan bisnis baru di kota tetangga tersebut.
"Hubungi seluruh jaringan Naga Logistik sekarang juga, blokir semua akses jalan raya dan pelabuhan yang menuju ke Kota Linzhou."
"Pastikan tidak ada satu pun truk bahan makanan mewah, alat medis, atau material bangunan yang bisa masuk ke kota rongsokan itu."
Taipan Zhao tertawa serak, membayangkan kasino mewah Yao Wi akan kosong melompong tanpa pasokan sampanye dan kaviar.
"Kita akan membuat dewa uang mereka kelaparan dan memohon ampun di depan pintu kantorku dalam waktu tiga hari."
Sementara itu, di lantai puncak markas besar Linzhou Corp, suasana pagi terasa sangat tenang dan damai.
Yao Wi sedang menikmati sarapan bistik daging sapi Wagyu A5 yang dimasak langsung oleh koki pribadi hotel bintang tujuhnya.
Di sudut ruangan, Bai Lu berdiri tegap mengenakan setelan jas wanita berwarna hitam pekat, kacamata berbingkai tipis bertengger di hidung bangirnya.
Aura wanita penggoda dari malam sebelumnya telah hilang tak berbekas, digantikan oleh profesionalisme seorang kepala intelijen elit.
Ting!
Pintu lift terbuka dan Shen Yue berjalan masuk dengan langkah tergesa-gesa, wajah cantiknya memancarkan sedikit kepanikan.
"Tuan Bos, kita punya masalah besar pagi ini," lapor Shen Yue sambil membuka tabletnya.
"Seratus truk pendingin yang membawa pasokan makanan untuk Mega Kasino dan obat-obatan untuk Rumah Sakit Elit ditahan di perbatasan provinsi."
Yao Wi mengunyah dagingnya dengan santai lalu meletakkan pisau garpunya secara perlahan.
"Siapa yang berani menghalangi jalan masuk truk milik Linzhou Corp?" tanya Yao Wi tanpa nada terkejut sedikit pun.
Bai Lu melangkah maju, mengambil alih laporan tersebut dengan suara yang sangat tenang dan terukur.
"Itu adalah ulah Naga Logistik, Tuan, perusahaan ekspedisi raksasa yang dikendalikan penuh oleh mantan bos saya, Taipan Zhao."
Bai Lu menatap Yao Wi dengan penuh rasa hormat, bersiap menebus kesalahannya di masa lalu dengan informasi intelijen tingkat tinggi.
"Taipan Zhao memonopoli seluruh jalur distribusi di tiga provinsi, ia berniat mencekik ekonomi kota ini dari luar."
Shen Yue menghela napas cemas, menyadari betapa fatalnya blokade ini bagi bisnis mereka yang baru saja berkembang pesat.
"Tuan Bos, jika pasokan terhenti, kasino dan rumah sakit kita tidak akan bisa beroperasi besok pagi," ucap Shen Yue mengingatkan.
Namun, alih-alih panik, Yao Wi justru menyandarkan tubuhnya ke kursi dan tersenyum sangat lebar.
"Mencekik ekonomi? Anjing tua dari Donghai itu benar-benar tidak tahu diri sedang berhadapan dengan siapa," tawa Yao Wi pelan.
Yao Wi menatap Bai Lu yang kini menjadi senjata rahasianya.
"Bai Lu, kau sudah bekerja untuknya selama lima tahun, kau pasti tahu di mana letak urat nadi keuangannya, bukan?" pancing Yao Wi.
Mata Bai Lu berbinar tajam, ia sudah menyiapkan jawaban itu sejak malam tadi.
"Tentu saja, Tuan Bos," jawab Bai Lu seraya memunculkan sebuah grafik keuangan di layar holografik ruangan tersebut.
"Naga Logistik memang terlihat besar di luar, tapi mereka sedang menanggung hutang rahasia sebesar dua puluh miliar pada sindikat bank asing."
Bai Lu menekan sebuah tombol di tabletnya, menampilkan celah hukum yang sangat brilian.
"Jika Anda bisa melunasi hutang tersebut melalui pasar gelap pagi ini, seluruh saham mayoritas Naga Logistik akan otomatis berpindah tangan ke pihak Anda secara hukum."
Shen Yue terbelalak kagum melihat betapa berbahayanya mantan agen musuh ini ketika ia berada di pihak mereka.
"Dua puluh miliar tunai dalam waktu kurang dari satu jam? Itu jumlah likuiditas yang mustahil dikumpulkan oleh perusahaan normal mana pun," gumam Shen Yue.
Yao Wi bangkit berdiri dari kursinya dan berjalan mendekati jendela kaca raksasa yang menghadap ke arah Provinsi Donghai.
"Bagi perusahaan normal, itu memang mustahil, tapi bagi Linzhou Corp, itu hanyalah uang saku harian," ucap Yao Wi arogan.
Ding!
[Misi Darurat Terdeteksi: Patahkan blokade ekonomi dan hancurkan monopoli Taipan Zhao.]
[Sistem siap mengeksekusi pengambilalihan paksa saham mayoritas Naga Logistik melalui peretasan pasar gelap tingkat dewa.]
"Lakukan sekarang, potong dua puluh miliar dari saldo utamaku," perintah Yao Wi di dalam benaknya.
Ding!
[Transaksi berhasil. Saldo Tuan Rumah terpotong sebesar Rp. 20.000.000.000,-.]
[Selamat, Tuan Rumah kini adalah pemilik sah dan absolut dari Naga Logistik beserta seluruh armada logistik di tiga provinsi.]
Yao Wi berbalik menatap dua bawahan wanitanya dengan senyum kemenangan yang mematikan.
"Shen Yue, hubungi markas besar Naga Logistik di Provinsi Donghai sekarang juga," perintah Yao Wi memecah kesunyian.
"Katakan pada mereka bahwa direktur utama yang baru sedang memberikan perintah mutlak."
Shen Yue segera mengeluarkan ponsel satelitnya dan menyambungkannya ke pengeras suara di ruangan tersebut.
Tuut... Tuut... Klik!
"Halo? Markas Pusat Naga Logistik, dengan siapa saya bicara?" terdengar suara serak seorang manajer operasional dari seberang telepon.
"Saya Shen Yue, CEO Linzhou Corp, dan saya berbicara atas nama pemilik baru kalian, Tuan Yao Wi," ucap Shen Yue dengan nada dingin.
Terdengar suara tawa meremehkan dari seberang saluran telepon tersebut.
"Pemilik baru? Nona, Anda pasti salah minum obat pagi ini, Naga Logistik adalah milik mutlak Taipan Zhao!" ejek manajer itu kasar.
"Coba kau periksa sistem kepemilikan saham di layar komputermu sekarang juga, lalu ulangi ucapanmu barusan," sela Yao Wi dengan suara rendah yang mengintimidasi.
Hening sejenak.
Terdengar suara ketikan keyboard yang tergesa-gesa dari seberang sana, disusul oleh suara napas yang tiba-tiba tercekat.
"A-apa-apaan ini?! S-saham utama baru saja berpindah tangan lima menit yang lalu? B-bagaimana mungkin?!" jerit manajer itu panik.
"Dengarkan baik-baik, tikus kecil," ancam Yao Wi tanpa belas kasihan.
"Mulai detik ini, aku memecat seluruh manajer yang setia pada Taipan Zhao tanpa pesangon sepeser pun."
"Buka seluruh blokade jalan raya menuju Kota Linzhou, dan alihkan seluruh truk pasokan pribadi milik Taipan Zhao ke markas kasinoku hari ini juga."
Manajer di seberang sana gemetar hebat, ia sadar bahwa sistem hukum perusahaannya telah diretas atau dibeli secara sah dari pusat.
"S-siap laksanakan, Tuan Yao! S-saya akan segera mencabut blokadenya!" jawab manajer itu terbata-bata sebelum memutus panggilan karena ketakutan.
Yao Wi menatap Bai Lu yang kini tersenyum puas melihat mantan bosnya dihancurkan dengan begitu mudah.
"Intelijen yang bagus, Bai Lu, kau baru saja membuktikan nilai dirimu di kerajaan ini," puji Yao Wi tulus.
Bai Lu membungkuk sangat rendah, dadanya berdesir hangat menerima pujian dari pria yang telah menaklukkan jiwa dan raganya tersebut.
"Ini baru permulaan, Tuan Bos, saya akan memastikan tidak ada satu pun rahasia musuh yang bisa bersembunyi dari mata Linzhou Corp," janji Bai Lu mantap.
Di saat yang bersamaan, di kantor puncak menara Provinsi Donghai.
Kring! Kring! Kring!
Ponsel pribadi Taipan Zhao berdering tanpa henti layaknya alarm kebakaran darurat.
Taipan Zhao menyambar ponsel itu dengan kasar dan menempelkannya ke telinga.
"Ada apa?! Apakah bocah Linzhou itu sudah mulai menangis kelaparan?" bentak Taipan Zhao arogan.
Namun suara yang menjawab dari seberang telepon bukanlah suara kemenangan yang ia harapkan.
"Bos Zhao! Gawat! Seluruh armada Naga Logistik baru saja berpindah kepemilikan secara paksa dari bank pusat!"
Mata Taipan Zhao seketika melotot, cerutu mahal di bibirnya jatuh membakar karpet persia di bawah kakinya.
"Apa maksudmu berpindah kepemilikan?! Siapa yang berani membeli hutang dua puluh miliar itu dalam hitungan menit?!" raung Taipan Zhao histeris.
"L-Linzhou Corp, Bos... dan mereka baru saja memutar balik seluruh truk makanan mewah milik Anda ke kota mereka!"
Bruk!
Kaki Taipan Zhao seketika lemas, tubuh besarnya ambruk menimpa kursi kerjanya hingga berderit keras.
Jantungnya seolah berhenti berdetak menyadari kebenaran yang sangat mengerikan ini.
Ia bermaksud mencekik ekonomi Yao Wi, namun pemuda monster itu justru merobek urat nadi keuangannya dengan segepok uang tunai bernilai fantastis.
Perang belum benar-benar dimulai, namun sang penguasa Donghai sudah kehilangan pedang terkuatnya.
Yao Wi telah membuktikan bahwa di bawah langit ini, tidak ada tembok blokade yang tidak bisa diruntuhkan oleh tumpukan uangnya.