Ghea Aurora Argawinata
Wanita berusia 27 tahun itu masih bertahan dengan kesendiriannya.
Bukan tanpa alasan Ghea lebih memilih sendiri, Ia sudah cukup lelah dipermainkan oleh pria yang hanya ingin mengambil keuntungan darinya.
Ghea lebih memilih sibuk di dua perusahaan yang saat ini Ghea kelola.
Satu perusahaan miliknya yang Ghea bangun dari 0.
Dan Satu lagi milik Kakek nya. Kakek Roby Argawinata.
Kehidupan Ghea jungkir balik saat dirinya bertemu lagi dengan mantan kekasihnya saat remaja ,tapi sayangnya sang mantan kekasih Ghea yang bernama Keenan itu sudah memiliki istri .
Penasaran? yuk cekidot langsung favorit ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zeezaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28. Ken Marah
Dan Foto terakhir Ghea dan Daniel yang dikirim orangnya Kakek adalah saat Ghea sedang tertidur di sofa dan kepala Ghea berada di pangkuan Daniel .
Foto itu pun membuat rahang Ken mengeras. Ken cemburu, Ken kesal. Bagaimana bisa wanitanya disentuh oleh laki-laki lain.
Iya itu memang masa lalu Ghea. Tapi Ken merasa tidak terima.
" Aku bisa jelasin " Kali ini Ghea gugup karena khawatir Ken marah .
" Iya " hanya satu kata yang keluar dari mulut Ken.
" Itu gak seperti yang kamu bayangin Ken. Aku gak berbuat lebih , hanya yang seperti di foto saja " Jelas Ghea sedikit takut, takut kehilangan Ken lagi .
Ken menghela nafasnya berat.
" Diluar negeri bebas kan mau ngapain aja " Kesal Ken , tapi ia berusaha untuk tidak mengeluarkan emosinya di depan Ghea.
" Tergantung diri kita masing-masing Ken . Aku gak seperti orang-orang bebas diluar sana " Jelas Ghea. Ia pasrah saja jika Ken memang marah. Tapi Ghea akan berusaha menjelaskan sampai Ken mengerti dan tidak marah.
" Iya " satu kata lagi yang keluar dari mulut Ken membuat Ghea malah bingung harus apa.
" Ken ... " Rengek Ghea.
" Hmm " Sahut Ken yang menjadi dingin .
" Jangan marah .. " Ghea memakai mode rengekan agar Ken luluh.
" Nggak marah, kamu lihat aku marah-marah ? " jawab Ken sambil mamakan sesuatu di depannya.
" Ngga sih tapi kamu diam aja " Ghea masih mencoba meminta Ken agar tidak marah.
" Aku harus apa? guling-guling ? " Ken masih dengan nada dinginnya.
" Ya nggak tapi jangan gini. Kamu beda " Ghea masih berusaha .
" Kamu atau aku yang beda ? " Ken kini menatap Ghea. tapi tak ingin segera luluh Ken mengalihkan pandangannya lagi.
" Ken ." Rengek Ghea lagi sambil memegang lengan kekasihnya itu.
" Iya " Sahut Ken masih mode datar tanpa melihat ke arah Ghea kali ini.
" Jangan diem aja Ken... " Ujar Ghea yang sudah bingung harus bagaimana.
" Itu aku jawab " Ken mengatakan tetap tanpa melihat ke arah Ghea ,entah apa yang ada di dalam pikiran Ken.
Sedang di meja ujung para sahabat mereka melihat interaksi Ghea dan Ken langsung berkomentar.
" Fix Ken marah " celetuk Niko.
" Lagian pas banget lagi tuh foto ke geser " Rinda menyahuti omongan Niko.
" Lo sih segala ngumpet-ngumpet pacaran " Sean menyalahkan Theo dan Rinda yang ada di depan nya.
Rinda dan Theo hanya diam saja , tapi ya namanya apa yang terjadi terjadilah. Mau di bilang apa .
" Ken berapa lama ya marahnya ? " Tanya Rinda mengalihkan pembicaraan.
" Harusnya sih sebentar " Sahut Niko.
" Gue rasa lama deh " Sean mengomentari .
" Pulang juga baikan nih " Theo pun ikut memprediksi tentang ujung dari cemburu Ken.
Kembali ke meja Ken, Ken terus menjawab Ghea hanya dengan deheman atau hanya satu kata yaitu iya dan tidak saja.
" Ken aku bingung kalau kamu marah " Ghea masih mode rengekan dan Ken masih mode diam.
" Ya udah mau pulang aja deh Ken. Gak enak disini kalau kamu nya begitu " Ujar Ghea.
Ken langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Theo. Mengabarkan kalau ia dan Ghea akan pulang duluan dan pembayaran nya ditransfer nanti.
Theo mengangguk dan memberikan tanda jempol ke arah Ken . Ken pun mengajak Ghea pulang.
" Ayo pulang " ajak Ken sambil berdiri.
Ghea pun menurut saja .
" Aku pamit dulu sama Rinda, ada yang mau aku bilang soal pekerjaan di kantor " Ujar Ghea.
" Iya " Ken masih mode dingin.
Ghea pun ke meja yang ada Rinda dan pamit.
" Nda , jangan lupa proposal tadi kirim malam ini sama gue balik duluan ya. " Lirih Ghea.
" Masih marah ? " Tanya Rinda care ke Ghea.
" Huum ,udah dulu ya. nanti kelamaan gue dtinggal hehe. bye sampai besok ya " ujar Ghea pamit ke teman-temannya.
***
Di jalan pulang.
Ken masih terdiam seribu bahasa dan Ghea pun sama kali ini .Ghea tidak memulai pembicaraan sama sekali. Ia masih bingung harus bagaimana . Karena baru saja membaik hubungannya sudah ada foto yang membuat Ken marah .
" Antar aku ke apartemen Ken " Ghea tidak sabar ingin berbicara dengan Ken lagi.
" Hmm " Hanya itu jawaban Ken. Ken tak perlu menanyakan dimana apartemen Ghea ,karena Ghea pernah memberitahunya .
Mobil pun melaju ke apartemen Ghea di daerah selatan ibu kota.
Ken memarkirkan mobilnya.
" Aku turun Ken, kamu hati-hati. kalau udah gak marah kabarin ya kalau udah sampai dirumah " Ghea pamit turun dari mobil.
Ken ikut turun. Walau ia marah tetap ia harus mengantar Ghea ke unit apartemennya hingga masuk agar Tidak terjadi apa-apa .
Ghea melihat gerakan Ken yang ingin mengantarnya tersenyum dalam hati.
Marah sih, tapi tetap care sama aku.
Tanpa suara dan bicara Ken mengantarkan Ghea hingga depan pintu .
" Makasih Ken hati-hati ya " ujar Ghea melihat Ken .
" Hmm " Ken lalu pergi dan Ghea hanya menatap punggung nya saja.
" Ham Hem ham Hem aja . Dulu aja Kalau aku salah ,dia yang minta maaf . sekarang lagi gak salah malah gitu . huh dasar bapak-bapak " Gerutu Ghea dengan berbicara sendiri .
Tapi kemudian Ghea berpikir. " Eh tapi aku salah gak sih ya ? harusnya sih nggak. Ya gak sih kakak reder ? " Ghea bertanya-tanya sendiri .
Ghea pun membersihkan dirinya dengan berendam di dalam bathub . Setengah jam ia berendam dengan air hangat dan langsung menyelesaikan aktivitasnya itu ketika ada bunyi pesan masuk ke ponselnya.
Ghea melihat pesan dari Ken tapi hanya sebuah foto. Foto di dalam kamar Tania yang menandakan kalau Ken sudah sampai rumah .
" Huh segitu gak mau ngomong sama akunya " Ghea menggerutu kesal. Tapi ia masih senang Ken mengabarinya .
Malam itu Ghea lewatkan tanpa berkirim pesan dengan Ken. Ia pun tidak membalas pesan foto yang Ken kirimkan. Ghea lelah dan tertidur lelap.
Sedang di kediaman Ken, Ken menunggu balasan pesan dari Ghea. Tapi tidak ada notifikasi apapun dari Ghea.
Hanya notifikasi dari beberapa grup saja di ponsel Ken.
Salah satunya grup yang beranggotakan Sean dan Niko juga Theo.
Disitu membahas perihal Ken marah. Tapi Ken tidak menanggapinya. Akhirnya obrolan pun tentang besok pergi ke wahana bermain.
" Besok baikan Ken. Masa Tania harus lihat Lo dan Ghea diem-dieman gitu "
Pesan dari Theo menggelitik hati Ken.
..." Iya " ...
Hanya satu kata balasan dari Ken .
***
Pagi hari Ghea sudah bersiap dengan membawa satu tas kecil berisi pakaian santai dirinya, Ken dan juga Tania yang ia pernah beli.
Ghea mengirim pesan ke Ken .
^^^" Kamu Sama Tania gak usah bawa baju ganti , aku sudah bawakan " ^^^
Ken membalas dengan emoticon sticker bertuliskan kata OK.
***
Masih edisi lebaran. Othor masih keliling rumah sodara. Update 1 bab dulu ya .
Jangan lupa like nya ya 😘
udh lama gk up² niee , baca novel nya nunggu up'an novel drimu doank ini ..