NovelToon NovelToon
Pernikahan Terpaksa Tamara

Pernikahan Terpaksa Tamara

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:228k
Nilai: 4.9
Nama Author: Raf Sinary

Tamara mendapat hukuman dari ayahnya untuk pindah sekolah dan dimasukkan ke pesantren. Namun, siapa sangka justru di pondok itu ia bertemu dengan cinta pertamanya dan berlanjut hingga bertunangan tetapi dia harus LDR selama empat tahun untuk menyelesaikan kuliahnya setelah itu baru diberikan restu untuk menikah.

Ketika waktu pernikahan tiba, tunangannya yang bernama Reza menghilang entah kemana. Dia hanya memberikan kabar kalau tidak bisa menikah dengan Tamara.

Ayahnya yang sudah menyebarkan undangan kepada semua rekan kerjanya tentu sangat malu.

Pada saat yang bersamaan Tamara mendapat lamaran dari guru ngajinya. Kemudian ayahnya memaksa dia untuk menerima lamaran ustad tersebut.


Bagaimana perasaan Tamara menerima nasibnya?
IG author @_mukamalah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raf Sinary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

“Sayang, maafkan kedua orang tuaku.”

“Tidak apa-apa, Mas. Memang aku yang salah.

Ziddan membawa istrinya ke dalam pelukan hangat. Kemeja berwarna perpaduan hitam dan putih itu basah karena tumpahan air mata wanita yang sangat ia cintai sejak dulu. Mungkin sejak Reza belum menyatakan perasaannya kepada Tamara. Ziddan pernah mendekati ketika ia baru saja di nyatakan lulus. Tetapi langkahnya kaku, terhenti, dan tidak jadi ia lanjutkan. Guru ngaji yang kini beralih profesi menjadi seorang direktur itu tidak punya keberanian seperti Reza untuk menyatakan perasaan.

 

 “Sudah ya, jangan menangis. Aku sayang kamu, hatiku sakit melihat air matamu tumpah. Aku ingin menjadi sumber kebahagiaanmu.” Ziddan mencium kening Tamara dengan lembut. Membenarkan jilbab abu-abu yang dengan indah menghiasi wajah cantiknya.

“Kamu sangat cantik, sayang. Kamu pantas bahagia.” Pria berwajah manis itu menyeka air mata istrinya. Terlihat matanya sembab, dan kantung matanya membesar akibat tangisan yang tak henti sejak seharian ini. Seharusnya di hari libur Ziddan ini, ia berniat membahagiakan istrinya. Namun keadaan ternyata berbalik arah.

 

Keadaan yang tak pernah ia sangka malah terjadi. Kesedihan bertubi-tubi jatuh pada hari yang sama.

“Sayang, ini sudah malam. Sekarang kamu istirahat ya. Aku antar kamu ke kamar.”

“Bukankah terbalik. Kaki kamu sedang sakit. Badanmu penuh luka. Tentu aku yang akan mengantarmu ke kamar kita.”

“Kamar kita?” Ziddan membuka matanya lebar-lebar tanpa berkedip. Seperti mendengar sesuatu yang membuatnya sangat bahagia.

Tamara mengangguk dan tersenyum dengan seluruh kecantikannya.

“Aku akan segera membereskan kamar kita. Barang-barangku akan aku pindah sekarang juga,” ucapnya tegar.

“Aku bantu.”

“Bagaimana caranya kamu membantuku?”

“Aku bantu pijitin kaki kamu.”

Tamara melirik suaminya dengan terkekeh.

“Boleh boleh...”

“Jangan semua langsung dipindah malam ini, sayang. Nanti kamu kelelahan. Seharian ini kamu sudah dipenuhi cobaan. Jadi kamu ambil barang yang ringan-ringan dulu. Besok kalau aku sudah lebih baik, aku akan pindahkan semuanya.”

“Yasudah aku nurut saja apa katamu.”

“Sembari menungguku beberes kamar, kamu mau rehat dimana biar aku antar?”

“Di kamar sekalian saja. Kasihan kamu nanti bolak balik memapahku.”

“Oke. Mari ku antar. Pegangan kuat pundakku.”

Ziddan melakukan perintah istrinya, sesekali matanya mencuri pandang. Pemandangan indah yang selalu ia mimpikan sekarang sudah ada di depan mata. Ingin rasanya ia mengecup pipi cantik Tamara. Tapi ia masih sungkan. Takut Tamara akan marah dan malah menjauh. Dia selalu bersabar menunggu cinta Tamara datang secara murni bukan pemaksaan.

“Huff... Akhirnya sampai juga,” hela Tamara seraya mengelap keringat di keningnya.

“Capek ya, maaf.”

“Makanya semangat buat sembuh biar gak ngerepotin aku terus,” ledeknya.

“Astagfirullah. Kamu belum minum obat ya mas? Aku lupa.” Tamara menepuk dahinya keras. Ziddan tak sempat menjawab. Istrinya itu sudah bangkit dari duduknya lalu berlari ke dapur mengambil sepiring makan malam, tak lupa air putih untuk meminum obat.

“Sebelum minum obat kamu makan dulu. Aku suapi atau mau makan sendiri?”

“Aku makan sendiri saja. Kamu masih ada pekerjaan selanjutnya kan?”

“Iya.”

“Ya sudah aku ke kamar tamu dulu, mengambil beberapa barangku untuk aku angkut kesini.”

Ziddan tersenyum kecil menandakan setuju dengan ucapan istrinya.

Tamara menunjuk satu persatu obat itu sambil memberi penjelasan

“Habis itu minum obatnya. Yang ini satu kali hanya malam saja. Yang ini tiga kali, yang ini satu kali hanya pagi, yang ini dua kali, dan...”

“Iya sayang..... baiklah aku bisa minum sendiri. Terima kasih.”

“Sama-sama. Aku tinggal dulu.”

“Heem.”

Tamara berlalu menuju kamar tamu. Saat ia membereskan beberapa bajunya dari benda tinggi tempat penyimpanan pakaian itu, ia menemukan setangkai mawar putih yang benar-benar sudah mengering tersimpan rapi dalam plastik pipih.

“Bunga dari Reza, hampir empat tahun aku menyimpannya,” gumam Tamara.

Maaf Za, kini seakan aku yang mengkhianatimu. Aku harus segera menghapus perasaan untukmu yang telah lama melekat di hati.

Melupakan cinta pertama bukanlah hal yang mudah. Cinta yang selama ini kita arungi bersama ternyata berbuah luka. Aku dan kamu sama-sama terluka. Kita berlabuh di tempat yang berbeda....

 

Setetes air mata turun menyusuri pipi. Tapi kemudian ia tepis dan mencoba untuk menikmati nafas perihnya tanpa aliran air mata.

Tamara mengayunkan langkah berat tertuju pada benda berwarna oren, membuang bunga yang merapuh seperti hatinya itu bersama tumpukan kertas tak terpakai.

Bersambung....

Terimakasih sudah setia membaca novel ini..

Jangan lupa terus dukung dengan cara like, komentar, dan tekan favorit yaa.... 🥰🥰🥰🥰🥰😘😘😘

1
Novalia Meha
👌
Riaaimutt
situ kan cantik pinter kaya.. cari yg single donk.. masa mau bekasan orang... malu laa...
Riaaimutt
ya gitu deh nasib orang bego.
dikasi yg berkelas milih yg murahan kotor, banyak lalat, maklum bau sampah..
Rifqhi alqadri
Luar biasa
Riandy
sangat bagus cerita nya
Mala Mukamalah: terima kasih kak 🥰
total 1 replies
Tiwik Firdaus
itu labih bagus gadis umur 20 udah liar mau jadi pelakor
Tiwik Firdaus
gadis pelacur baru 20 udah mau jadi pelakor
Tiwik Firdaus
sukurin karma langsung
Tiwik Firdaus
aq setuju penjsrskan saja udah selingkub kdrt lagi kalau nisa sekalian perempuan lakbatnitu juga dipenjara bisr tau rasa
Mala Mukamalah
Baca karya baruku "PELAKOR PILIHAN MAMA MERTUA" yuk
Mala Mukamalah
Baca karya baruku "PELAKOR PILIHAN MAMA MERTUA" yuk 🥰
Mala Mukamalah
Hai readers kesayanganku, mmpir yuk ke karya keduaku judulnya Mr H tampan tapi PHP
Mala Mukamalah
Halu semuanya, mampir di karya keduaku yuk, judulnya Mr. H Tampan Tapi PHP 😍😍😍 pasti baper dehhh
Mala Mukamalah
Halo semuanya, mampir di karya keduaku yuk, judulnya Mr. H Tampan Tapi PHP 😍😍😍 pasti baper dehhh
Mala Mukamalah
Hallo semuanya, mampir di karya keduaku yuk, judulnya Mr. H Tampan Tapi PHP 😍😍😍 pasti baper dehhh
Mala Mukamalah: JANGAN LUPA FOLLOW IG @_MUKAMALAH (RAF SINARY) YAAAAA 😍😍😍😍😍😍
total 1 replies
Julidawati Syakur
kaya nya seru nich cerita nya thoor.
semoga sucses thoor dgn karya nya.
semangat 💪💪💪💪💪 terus thoor, salken thoor.
Mala Mukamalah: Hai kak, terimakasih ya sudah mampir.. cek karya baruku judulnya Mr. H tampan tapi PHP yah 🥰😍
total 1 replies
Kampili Sariayu
akhirnya....kisah pernikahan terpaksa Tamara berakhir dengan kebahagiaan tiada tara ....senang hati....aku Baca sampai akhirrrrr....
sitimusthoharoh
kok dah tamat sih thor????
kn ortunya si ziddan lom baean bener m si tamara!!!!
sitimusthoharoh
lanjut
sitimusthoharoh
moga ortunya ziddan balik baek lagi m tamara y thor.ap lagi dah mo punya cu2.
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!