NovelToon NovelToon
Muhasabah (Cinta)

Muhasabah (Cinta)

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 5
Nama Author: Lili Hernawati

Muhasabah Cinta

Ini adalah kisah 3 sahabat yang berpisah untuk mengejar kebahagiaan masing-masing setengah bertemu di pondok pesantren. Mereka meyakini bahwa tidak ada yang kebetulan di dunia ini, semua yang terjadi adalah rencana Allah.

Mulai dari pertemuan pertama mereka, perpisahan mereka untuk mengejar kebahagiaan masing-masing, dan pertemuan kembali mereka di tempat maupun waktu yang tidak disangka-sangka.

Qadarullah, inilah yang terjadi. Terjebak di satu rumah dengan prahara rumah tangga masing-masing, mampukah ketiga sahabat ini melewati ujian di dalam rumah tangga masing-masing?

#Siapa bilang nikah muda itu sulit?

Buktinya, Ai, Mega, dan Asri bisa melewatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lili Hernawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Undangan Bibi Mei

Lalu dari balik pintu muncullah wajah cantik nan menggemaskan dari gadis kecil yang sebelumnya menyambut kedatangan mereka. Gadis itu menatap Ai dengan pandangan mata berbinar, berlari kecil masuk ke dalam dapur dan menyentuh tangan lembut Ai.

"Mama bilang ingin bertemu dengan Kak Aishi, jadi Shia akan menemani Kak Aishi menemuinya!"

Nama gadis imut ini adalah Shia, dia manis dan manja tapi tidak melupakan sikap sopan santunnya.

Ai merasa terhibur dengan tingkah manisnya,"Terimakasih, Shia. Kakak akan ikut bersamamu tapi sebelum itu Kakak harus menyelesaikan pekerjaan Kakak di sini."

Dia sebentar lagi akan menyelesaikan pekerjaannya-

"Urusan itu biar aku saja yang membantu Bibi Asri dan Kakak Aishi lebih baik pergi menemui Mama di taman belakang bersama Shia." Gadis itu masuk ke dalam dapur sambil menaikkan lengan bajunya.

Lalu ia berdiri di samping Asri, menyalakan air keran dan mulai membersihkan piring bersama Asri- meskipun yah, situasi terasa begitu sangat canggung di sini.

Ai merasa terbantu karena gadis itu. Ia lalu mengucapkan pamit kepada Asri dan gadis itu sebelum pergi ke taman belakang dengan Shia.

Di luar, ia bisa mendengar suara gelak tawa dari ruangan tengah tempat berkumpulnya semua orang. Mereka terlihat sangat menikmati waktu santai ini karena suaminya pernah mengatakan jika mereka jarang bisa berkumpul seperti ini.

Semua orang sangat sibuk dengan pekerjaan masing-masing, terutama kedua orang tua Ustad Vano yang bekerja sebagai dokter di rumah sakit. Mereka jarang di rumah dan lebih banyak di rumah sakit untuk menunaikan kewajiban. Terkadang kedua orang tua Ustad Vano akan tinggal di rumah sakit tanpa memiliki kesempatan untuk pulang ke rumah menyapa keluarga, ini adalah kegiatan yang menyiksa namun pada saat yang sama memiliki tugas mulia. 

Ustad Vano bersyukur bila ia selama ini tinggal di pondok pesantren sehingga ia tidak terlalu merasa kesepian karena kedua orang tuanya yang sangat sibuk bekerja.

"Kak Aishi sangat cantik." Puji Shia seraya menatap Ai dengan kedua mata berbinar.

Ai tersenyum lembut, ia mengusap puncak kepala Shia yang memiliki rambut nan panjang telah di sisir rapi.

"Shia jauh lebih cantik dari Kakak."

Kedua mata Shia semakin berbinar terang,"Benarkah?"

Ai tanpa ragu menganggukkan kepalanya meyakinkan,"Itu benar, dek. Shia jauh lebih cantik daripada Kakak." 

Mereka berbicara ringan dengan akrab, karena terlalu asik berbicara mereka tidak sadar telah sampai di tempat tujuan, taman belakang. Saat melihat taman belakang ini Ai langsung berseru takjub memuji Allah. Bagaimana tidak, tempat ini dipenuhi oleh berbagai macam bunga yang sangat indah dan menyenangkan mata.

Ai seolah kembali ke rumah, menatap bunga-bunga yang telah Bunda Safira tanam dengan susah payah.

"Mashaa Allah..." Dia gatal ingin menyentuh bunga-bunga itu.

Akan tetapi dari semua keindahan, taman belakang ini memiliki satu kekurangan, yaitu bunga mawar hitam. Bunga mawar hitam yang Bunda Safira tanam sudah sangat tinggi dan berdiri kokoh. Bunganya sangat besar-besar dan selalu ada meskipun telah memasuki musim hujan atau musim kemarau.

Memikirkannya membuat Ai memiliki keinginan untuk menanam bunga mawar hitam. Dia akan mengajak kedua sahabatnya menanam bunga mawar hitam di taman mereka nanti.

"Mama, Shia sudah bawa Kak Aishi ke sini." Lapor Shia pada wanita glamor nan anggun yang kini tengah duduk di bangku taman sambil menyesap teh di tangannya.

Wanita glamor itu menoleh menatap Ai, ia tersenyum manis, meletakkan cangkir teh ke atas meja sebelum berdiri mendekati Ai dan Shia.

Mengusap puncak kepala Shia,"Terimakasih, sayang. Sekarang Shia boleh main sama yang lain tapi ingat, jangan terlalu nakal atau sampai mengacaukan rumah, okay?"

Shia mengangguk dengan antusias,"Okay, Ma!"

Setelah itu ia berlari kecil masuk kembali ke dalam rumah, meninggalkan wanita glamor itu dan Ai di taman belakang.

"Aishi, kemari lah." Ajak wanita glamor itu ramah seraya menarik tangan Ai duduk di bangku taman.

"Ingin minum teh?" Tawar wanita glamor itu.

Tangan rampingnya yang indah meraih teko porselen dengan satu gerakan anggun, memperlihatkan jari-jari panjang yang telah diwarnai berbagai macam aneka cat kuku.

Ai dengan sopan menolak,"Tidak Bibi, terimakasih."

Bukan hal yang mengejutkan melihat sebagian besar keluarga suaminya tidak menggunakan jilbab ataupun menggunakan pakaian-pakaian minim karena pada dasarnya keluarga suaminya bukanlah keluarga yang terlalu memperhatikan agama- bukan berarti mereka tidak beragama.

"Sayang sekali." Bibi menurunkan teko porselen itu kembali ke tempatnya.

Tangan kanannya lalu beralih mengambil cangkir tehnya, menyesap teh ringan, wanita glamor- ah, sebut saja dia Bibi Mei.

Bibi Mei terlihat sangat santai, wajah cantiknya yang terawat berpaling menatap langit dengan senyuman manis yang seringkali terbentuk di depan Ai.

"Bukankah Shia sangat menggemaskan?" Tanya Bibi Mei kini berpaling menatap Ai.

Ai mengangguk ringan,"Shia sangat imut, Bibi."

"Bukankah Alvaro juga menggemaskan?" Tanya Bibi Mei lagi.

Ah, Alvaro, laki-laki jahil ini adalah sepupu suaminya dari Bibi yang paling muda.

"Alvaro juga menggemaskan. Dia sangat cerdas di usianya yang masih muda." 

Bibi Mei sepenuhnya mengukir sebuah senyuman lebar,"Lantas, bukankah memiliki beberapa anak yang lucu dan menggemaskan itu sangat menyenangkan?"

1
Piyut Cutez Yanzir
saya suka sekali dengan cerita author
Piyut Cutez Yanzir
maaf author sebelum nya, agak melenceng dari novel ini.... Oooo
saya mau tanya ISTRI RAHASIA DOSEN KILLER knp gak di up up smpe skrng ya tor???
saya bolak balik nunggu in Lo tiap hari 🙏🙏... saya komen di sini... soalnya di apk sy di sebelah gak bisa chat 🙏🙏
Piyut Cutez Yanzir: atau apa ada judul lain gitu tor,,, mohon di sepil tor🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Rayhan
iklan lewat ../Facepalm//Facepalm/
Alyaa Qurattu
thor kapan lanjutnya aysi sama wahit
Piyut Cutez Yanzir
author maaf komen di sini,, di lapak sebelah tidak ada tempat untuk komentar.... di apk hp ku... ngomong ngomong ISTRI RAHASIA DOSEN KILLER kapan up LG... sy suka cerita Mona sama pak AL🙏🙏🙏🙏
Piyut Cutez Yanzir: terimakasih 🙏🙏🙏
total 2 replies
Alyaa Qurattu
thor kapan alsi dan walid dilanjutin ayolah thor sudah lama menantu kelanjutannya jgn ngantung cerutanya
Liana Khaerunnisa
good
Alyaa Qurattu
coba lanjut disinilah thor
angel lina
lanjutin dsini aja kak alsi walid
Alyaa Qurattu
/Drool/ alsi sama walid nya dilanjut disini aja thor plis udah penasaran sma kelanjutannya jagan digantung thor
Alyaa Qurattu
thor di novel sebelah kagak ada cerita tentang alsi
Alyaa Qurattu: kenapa alsi dan walit ngak ada thor penasaran sma kelanjutannya kasih pencerahan thor
total 1 replies
Yanti Mim01
kok cerita asri aja yg aku tunggu2 ya ,
Pratnasari Vindiatika Putri
🥹🥹🥹 kok nyesekk ... beres di aplikasi sebeleh lanjut kesini ❤️❤️❤️
Suila Cantik
kapan dilanjut? kok lama ninggunya
Aiko Daniswara
thor yang cerita dira judulnya apa ya kk author???
Aiko Daniswara: makasih kakak...disini apa disebelah kakak author
total 2 replies
Hennyy Heny
bagus
SUPRI YATMI
kayaknya walid jg menyimpan perasaan sm kayak alsi,...owalahh dunia sdh kebalik, di besarkan sama2 seperti adek dan kakak ternyata saling cinta,... parahhh...
Biva Nurhuda
bibit pelakor selalu ada
Biva Nurhuda
menyimak
El Dzaky
thor kangen/Sob//Sob/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!