Haruskah aku percaya?
Bahwa diriku ini bukanlah orang Indonesia!
Melainkan orang Andalusia!
Aku lahir dari sebuah Kerajaan yang sangat indah dan tak pernah kuduga sebelumnya.
Aku kira aku lahir dari keluarga yang berkecukupan dan harmonis di Indonesia.
Kini kehancuran mulai mendatangi Kerajaan yang dikatakan milik orang tua asliku.
Dan aku adalah kunci dari semua permasalahan ini.
Apakah aku sanggup?
Entahlah!
Yang jelas aku akan berusaha!
Aku adalah putri Hamra yang memiliki nama samaran Aisyah, wajahku telah diubah demi keselamatan ku bahkan ingatanku saja telah dihapus oleh keluarga asliku.
Semua semakin terasa aneh saat aku mendapatkan sebuah cincin merah yang tiba - tiba saja melekat di jari manis ku.
Cincin yang membuatku jadi lebih kuat karna kekuatan yang ada didalamnya.
Cincin yang membuatku semakin bingung tentang asal usulnya, tapi karnanya lah aku jadi tertolong dari serangan pasukan para penjajah yang mengincar nyawaku.
Hidupku semakin hari terasa semakin suram. harapan hampir saja terasa pupus, tapi dengan mengumpulkan segenap keberanian aku kembali bangkit bersama teman - temanku.
kami berkelana menuju ke hutan untuk mencari sebuah ramuan agar aku dapat mengingat kembali segalanya, hingga mudah melakukan serangan karna kekuatanku hanya bisa datang padaku saat usiaku sudah menginjak 15 tahun dengan syarat aku harus menggunakan wajah asliku kembali.
Semua semakin rumit! ketika aku harus memilih percaya atau tidak dengan Misteri di dibalik cincin yang kupakai ini.
konon katanya Cincin ini untuk menemukan Cinta sejati!
Namun apa jadinya jika Misteri itu hanyalah sebuah kebohongan?
Aku harus tetap melangkah pada pria yang menggunakan cincin hijau sebagai pasangan sejatiku atau berpaling kepada orang yang tak memiliki hubungan sama sekali denganku?
Beginilah aku! ibarat langit yang dikelilingi awan hitam, berharap sang mentari datang untuk mengusirnya hingga cahaya keindahan kembali terpancar dengan penuh ketenangan.
MAU TAU GIMANA AKHIR PERJUANGANKU?
ANTARA SEDIH DAN BAHAGIA!
MANAKAH JAWABAN YANG BENAR?
( Peringatan ⚠️ )
"Saya harap kalian tidak akan pernah
menjiplak cerita saya."
"Bagi siapa yang suka menjiplak coba
kalian pikirkan perasaan korban."
"Coba bayangkan jika kalian diposisi dia,
saya yakin pasti kalian juga tidak rela."
"Menjiplak tidak akan ada untungnya
bagi kalian, karna suatu hari pasti akan
terbongkar juga dengan sendirinya."
"Yakinlah jika kalian itu bisa mengarang
cerita sendiri, walau pun sangat sulit
bagi pemula."
"Disini kita sama - sama belajar dan saling
menerima komentar satu sama lain
untuk kebaikan masing - masing."
"Belajarlah untuk menghargai
kenampuan kita dengan cara menghargai
karya kita sendiri."
"Jangan menyerah ya! 😉 karena usaha
tidak akan pernah mengecewakan hasil."
"Saya akan memberikan kepercayaan bagi
siapa yang membaca cerita saya, saya
harap kalian tidak akan mengecewakan
kepercayaan saya."
"Belajarlah untuk menghargai karya orang
lain 😊 dengan cara tidak menghinanya,
maka karyamu juga nanti akan dihargai
oleh orang lain."
"Yang paling penting semangat 😀 dan
percaya diri ya." 😎
"Selamat membaca bagi kalian yang
penasaran dengan cerita saya."
Atas perhatiannya, 😄 saya ucapkan
Terima kasih. 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lovestar2003, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 28
Cahaya matahari sudah bersinar dengan sangat terang, jam telah menunjukkan pukul 08.00 WIB. Setelah selesai dengan urusan kami diwaktu subuh, lalu mengisi sedikit perut agar tak terasa lapar kami pun langsung berkumpul kembali dan masuk kedalam mobil.
Ada yang ikut dengan Rendi menggunakan mobil Aira dan ada juga yang ikut dengan Brago. Hanya aku dan Aira yang menaiki mobil Brago, sedangkan yang lain memilih dengan ketua mereka.
Sesampai disana kami langsung masuk kekantor polisi secara bersamaan. Brago dan Aira juga sedang menyerahkan diri bersama, tapi kami semua memohon agar Brago dan Aira tidak dipenjara karna kami semua telah memaafkan kedua pelaku tersebut.
Setelah berpikir sebentar akhirnya kami dapat bernafas lega karna polisi telah mengizinkannya, ini memang sebuah keajaiban karna Allah telah menolong kami. Polisi setuju karna kami memang sudah ikhlas dengan apa yang diperbuat oleh dua pelaku tadi hingga kami mampu memaafkan mereka.
Kini para polisi mulai menganggap bahwa sanya masalah ini sudah selesai, mereka pun mulai kerumah orang tua tersangka satu persatu menggunakan dua buah mobil polisi.
"Dengan mobil inilah polisi mengantarkan teman Rendi." 😊
Teman – teman Rendi pun pamit terlebih dahulu kepada kami untuk dibawa kerumah mereka dengan mobil polisi agar orang tua mereka percaya dan mau mendengarkan penjelasannya dengan baik nanti.
Polisi pun mulai mengikuti mobil Brago dan Rendi dari belakang untuk menuju kerumah Rendi terlebih dahulu sebelum ke rumah yang lain, sedangkan aku dan Alika kini bersama dengan Aira didalam mobilnya.
Orang tua mereka merasa sangat menyesal karna telah tidak percaya kepada anaknya sendiri apa lagi ibu Rendi, ibu Rendi memang sering menangis karna telah mengusir Rendi selama beberapa hari bahkan bulan.
Rendi pun tak canggung – canggung memperkenalkan Alika kepada orang tuanya dan ia mulai semakin merasa senang karna orang tuanya merestuinya.
Tak lama kemudian tiba – tiba orang tua Alika sampai kerumah Rendi dan langsung memeluk putrinya dengan penuh kerinduan karna sudah lama tidak bertemu.
Mereka dapat menemukan Alika karna beberapa menit yang lalu sebelum mereka berangkat polisi sudah lebih dulu menghubungi orang tua korban.
Setelah memeluk putrinya, Rendi mulai menyampaikan hajatnya pada orang tua Alika hingga mereka jadi berkata hal yang sama seperti yang telah dikatakan pada orang tua Rendi.
Orang tua Alika sama sekali tidak keberatan, bahkan mereka sangat merestui atau ridho jika mereka langsung menikah hingga kedua pasangan tersebut jadi merasa senang.
Akhirnya tugasku selesai lalu berniat untuk segera pamit. Sebelum itu aku berpelukan terlebih dahulu dengan Aira dan Alika setelah menyalami orang tua mereka.
Mereka pun tak lupa memberi nomor ponsel mereka kepadaku agar aku masih bisa menghubungi dan berteman dengan mereka.
Kini aku mulai berjalan ketempat sepi, setelah memastikan tidak ada orang aku pun langsung berubah menjadi seekor burung dan pulang kerumah orang tua angkatku.
"Aisyah menjadi burung ini saat berubah untuk kembali pulang."
Perasaanku sangat bahagia karna aku dapat membantu orang lain, ya walau pun kasus pertamanya masalah percintaan yang tidak terlalu aku mengerti dan alami sebelumnya.
Sesampainya aku dirumah, aku sangat terkejut ketika melihat kondisi rumahku. Pepohonan yang awalnya rindang, kini telah layu semua karna menjadi kering kerontang.
"Seperti inilah perbedaannya." 🤠
kolam ikan yang awalnya airnya penuh disamping rumahku, kini tiba – tiba saja surut. Ikan – ikan yang ada didalamnya sibuk melompat – lompat mencari air untuk mereka bernafas.
"Ini gambar kolam ikan dirumah Aisyah, 😊 bayangin aja kalau misalnya airnya surut." 😅
Halaman rumah yang awalnya bersih kini jadi berantakan dengan dedaunan kering yang berserakan dimana - mana.
“Ada apa ini?“ bisikku dalam hati.
Hingga akhirnya ketika aku melihat seisi rumah aku sangat terkejut karna kondisi rumah sangat berantakan, dan saat aku ke Istana tiruan yang ada dilubang itu tiba – tiba saja semuanya hancur tanpa bekas, yang ada hanya kegelapan.
"Beginilah kehancurannya, 😥 siapa yang gak terkejut coba." 😫
Kini cuma ada satu pintu yang masih bersinar terang yaitu kamarku, entah kenapa hanya kamarku yang isinya masih utuh! para penjahat masih saja tak bisa untuk memusnahkan kamar tiruanku dan karna lelah mereka memutuskan menyerah hingga membiarkannya agar tetap utuh.
Ketika aku membuka pintu kamarku, aku langsung berbaring diatas kasur dan tanpa terasa mataku seperti ingin sekali memuntahkan apa yang ada didalamnya.
Tiba – tiba saja cincinku bersinar dan khadijah pun keluar dari dalam.
“Aisyah! jangan bersedih, gara - gara kamu berniat tolongin aku, kamu jadi terlibat masalah orang hingga harus pulang terlambat.“ ucapnya sambil berkaca – kaca.
Setelah meminta maaf Khadijah langsung menangis deras sambil menutup wajahnya, aku pun bangkit untuk duduk diatas kasur dan memberikan Khadijah sedikit pelukan.
“Tidak apa - apa Khadijah! ini bukan salahmu, ini sudah takdir. Seandainya kita masih ada dirumah kita pasti sudah tertangkap juga, jadi bersyukurlah khadijah.“ ucapku mencoba menenangkan walau diriku sebenarnya juga perlu ditenangkan.
“Tapi bagaimana nasib ibunda dan ayahanda?“ tanyanya kepadaku.
“Aku juga tidak tau Khadijah, kita berdoa aja yok! oh iya! tak lama lagi azan Dzuhur ayo kita mandi dulu abis itu kita berwudhu karna aku ingin sekali membaca Al-Qur'an. Ya sudah aku mandi dulu yah! abis aku baru kamu,“ ucapku.
“Tapi anu Aisyah,“ ucapnya sambil mengelus – elus pegelangan tangannya.
“Anu apa Khadijah?“ tanyaku lembut.
Aku pun langsung menatap matanya dalam – dalam hingga pipi Khadijah jadi terlihat merona karna merasa sangat malu.
“Aku belum bisa sholat dan aku pun belum mengerti sekali tentang Allah swt.“ jawabnya sambil menunduk.
Aku pun langsung mengelus puncak kepalanya dan memberikan kecupan di umbun – umbunnya.
“Khadijah tidak apa – apa, kamu sekarang yang penting mandi dulu. Nanti setelah itu baru aku ajarkan bagaimana cara sholat dan mengaji, kemudian jika kita ada waktu kita pasti akan membahas masalah hukum agar kamu mengerti.“ ucapku sambil tersenyum.
Khadijah pun mengangguk pertanda mengerti. Aku pergi dari hadapannya lalu masuk ke kamar mandi setelah mengambil andukku yang berwarna pink.
Khadijah pun masuk setelah aku keluar, ketika tubuhku sudah mengenakan pakaian aku mulai bersiap - siap mengunakan mukena.
Kini Aku bingung karna Khadijah kan belum memiliki mukena, akhirnya aku pun langsung berjalan kearah majalah yang didalamnya sedang memamerkan berbagai macam model mukena yang sangat indah.
“Khadijah suka warna apa yah?“ pikirku.
Akhirnya aku pun mulai menggunakan kekuatanku untuk mencari mukena yang mana yang disukai Khadijah dan saat aku berkata tunjukkanlah mukena yang disukai Khadijah.
Buku itu pun terbuka dan berhenti dilembaran yang menunjukkan warna mukena hijau muda dengan renda bunga kecil dibawahnya, dan tanpa di minta dari gambar itu langsung keluar mukenanya.
"Seperti inilah gambar mukenanya."
Saat Khadijah keluar ia sangat senang dengan apa yang aku pegang.
“Apakah ini untukku Aisyah?“ tanyanya.
“Kemana sayapmu?“ tanyaku bingung.
“Sayapku telah aku hilangkan untuk sementara, aku memang seorang peri tapi bukan berarti aku harus menggunakan sayapku setiap waktu kan? aku sebagai peri yang sakti pasti bisa menghilangkannya untuk sementara tapi untuk peri biasa pada umumnya tidak bisa untuk dihilangkan." jelasnya.
“Oh! aku mengerti sekarang! ini ada mukena untukmu,“ ucapku.
Tapi mukena ini sangat kebesaran dibadan Khadijah yang hanya berukuran sebesar boneka mainan yang sedang.
Setelah mengecilkan mukenanya dengan kekuatanku, aku mulai membantu Khadijah untuk memakai mukena. Tak lupa aku mengambil dua sejadah dan langsung menggelarkannya satu didepan dan satu dibelakang.
“Karna kamu baru belajar gak papa kamu ikutin gerakan aku aja dulu! nanti ketika kamu sudah bisa baru aku yang bakal jadi imam kamu, dan kalau kamu memang sangat cepat dalam memahami nanti bisa juga kok kamu yang jadi imam.“ ucapku.
Akhirnya kami pun sholat bersama. Setelah sholat aku pun mulai mengajarkan Khadijah membaca Al-Qur'an, tapi sebelum itu aku mengajakannya huruf hijaiyah.
Ternyata dalam sekejap Khadijah mampu menghafalnya dan aku langsung mengajarkannya Iqra, dari jilid satu sampai habis hingga Khadijah benar – benar memahaminya.
"Inilah yang pertama kali Khadijah pelajari dari Aisyah."
Kemudian setelah bisa aku baru mengajarkannya membaca Al-Qur'an, tanpa memerlukan waktu yang lama akhirnya Khadijah mampu juga membacanya.
"Lalu langsung disambung dengan Kitab Al-Qur'an yang suci ini." 😇
Ia sangat senang hingga tak berhenti membacanya sampai habis satu juz, dilanjutkan dengan mengajarkan nya tata cara bersuci, wudhu, tayamum dan tata cara sholat. Aku sangat bangga karna Khadijah mampu memahaminya dengan sangat cepat dan menghafalnya.
Cara membaca Al-Qur'annya saja sangat faseh. Akhirnya aku pun menyuruhnya untuk praktek sholat berserta bacaannya. Aku sangat kagum melihat Khadijah, ternyata ia sudah sangat lancar.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hai Kaka semuanya... 🤗
Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆
Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇
aku banget masuk ke kelas auto tidooor klo gak baca mangatoon wkwkwk
lah si anumah malah maksa coba...
aaaa...kabooor..
Hamra semangat... hiks hiks..
waah kejutan aku kira dor tuh bukan meletus balon , hijau bukan warnanya?