Namaku Sheila,Aku bekerja di perusahaan Andre.Dan Aku menjabat sebagai sekretaris di sana.
Dengan niat untuk membalas dendam kepada Bos Ku.
Karena hampir setiap hari, Aku selalu di marahi tanpa alasan yang jelas.
Dengan ambisi Ku itu,Aku menaruh, obat perangsang di dalam minuman nya, dengan niat memberikan pelajaran kepada Bos ku.
tapi ternyata hal yang tidak terduga pun terjadi.
Bagaimana kisah nya... Cokodot lah.😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riski iki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 28
Kedua saudara kembar itupun kembali melihat wajah sang Bunda dengan tatapan sendu. Hingga akhirnya mereka pun tertidur pulas di samping Sheila.
****
Sheila yang merasakan ada sesuatu di atas perutnya mulai terbangun.
Dan mendapati kalau saat ini tangan anaknya Andy sedang berada di atasnya.
Iapun mulai menyandarkan punggungnya di pinggir Ranjang, sambil menyingkirkan tangan anaknya secara perlahan.
Kemudian ia mengarahkan pandangannya kearah Jam dingin, yang ternyata saat ini Jarum Jam sudah menunjukkan pukul lima dini hari.
" Apakah aku se lelah itu, sehingga makan malam pun terlewatkan begitu saja."
" Dan ini juga, Andy dan Andrea kenapa bisa tidur di dalam kamarku, apakah mereka juga kelelahan seperti yang aku rasakan."
" Hoam," ucap Sheila sambil berdiri dari tempat tidur, kemudian Ia berjalan menuju kamar mandi, dan berniat untuk membersihkan diri.
Setelah beberapa menit akhirnya Sheila pun keluar dari dalam kamar mandi, dan melihat anak-anaknya saat ini masih tertidur pulas di atas ranjang.
Iapun memandangi wajah kedua anak kembarnya silih berganti, seolah ada rasa bahagia yang timbul didalam benaknya.
" Aku akan melakukan apapun demi bisa selalu bersama dengan kalian, walaupun itu nanti akan menyakiti hati dan perasaanku sendiri," batin Sheila.
Kemudian Ia bergegas menuju dapur untuk menyiapkan sarapan pagi untuk anak kembarnya.
Di Dapur
Sheila pun bertemu dengan Bibi, yang saat ini sedang mencuci beberapa peralatan dapur, sebelum Ia mulai memasak.
" Bibi," sapa Sheila.
" Eh...! Non Sheila sudah bangun."
" Iya Bi, sepertinya aku terlalu cepat tidur, jadi Jam segini aku sudah terbangun."
" Oh...! iya, semalam Bibi sempat datang ke kamar, untuk membangunkan Non Sheila, tetapi tidak ada sahutan sama sekali."
" Maaf Bi, mungkin kami terlalu lelah dan letih, dengan apa yang terjadi kemarin."
" Iya, nggak apa-apa Non Sheila."
Kemudian Sheila berjalan menuju lemari pendingin, dan memeriksa beberapa sayuran yang tersedia. Dan hanya menemukan Buncis dan wortel saja.
" Apa yang harus aku lakukan dengan kedua sayuran ini," kemudian Ia berpikir sejenak.
" AHA....! Aku akan memasak nasi goreng sayuran saja," batin Sheila.
Kemudian Iapun memotong sayuran itu dengan beberapa bagian, dan mencampurkan bahan-bahan lainnya, sehingga nasi goreng buatannya mengeluarkan aroma yang sangat harum.
Setelah selesai memasak, Iapun kembali masuk kedalam kamarnya, dan bersiap untuk pergi ke kantor, sebab ini adalah hari pertamanya masuk kerja di perusahaan Andre Nugroho.
" Seharusnya aku tidak menuruti permintaan Andre sialan itu, tapi mau bagaimana lagi, saat ini diriku tidak bisa berbuat apa-apa selain menyetujui apa yang dikatakan olehnya," batin Sheila.
Setelah selesai menyiapkan segala keperluannya, Iapun melangkahkan kakinya menuju kamar anak kembarnya.
" Wah...! Anak-anak Bunda ternyata sudah rapi ya," ucap Sheila.
" Tentu saja Bunda, kami berdua kan anak Pintar, iya nggak Kak," sahut Andrea.
" Iya," jawab Andy singkat.
Kemudian, Sheila pun langsung menghampiri kedua anak kembarnya, dan mengajaknya untuk sarapan pagi.
Setelah selesai sarapan barulah ia mengantarkan anak-anaknya ke sekolah, dengan menggunakan Mobil pribadinya.
Di Dalam Mobil
" Sayang hari ini Bunda sudah mulai masuk kerja, mungkin akan sedikit sibuk, tapi kalian berdua tidak perlu khawatir, sebisa mungkin Bunda akan meluangkan waktu untuk kalian berdua."
" Tidak masalah! Justru kami berdua sangat senang melihat Bunda bekerja lagi, benar begitu Kakak ku yang tampan," ucap Andrea tersenyum geli dengan ucapannya sendiri.
" Hum," ucap Andy datar.
" Perasaan sedari tadi, kakakku ini kalau di tanya, jawabannya singkat mulu, Apakah Ia sedang marah padaku ya, tapi kalau di pikir-pikir aku tidak membuat kesalahan sama sekali," batin Andrea.
Ckiiit, tiba-tiba terdengar suara Rem Mobil berhenti, dan itu tandanya mereka berdua sudah sampai di sekolah Elit mereka.
Kedua saudara kembar itupun langsung turun dari dalam Mobil, kemudian mereka menghampiri sang Bunda, untuk mencium tangannya.
" Sampai nanti Bunda, hati-hati di jalan," ucap Andy dan Andrea secara bersamaan.
" Baik Sayang, yang rajin belajarnya."
" Tentu Bunda," ucap keduanya.
Kemudian Sheila pun memutar kembali Mobilnya, menuju kantor tempat Ia bekerja.
Dalam perjalanan menuju kantornya, Iapun mulai merasa sedikit gelisah, sebab Ia akan mengingat kembali masa lalunya yang sangat begitu kelam.
" Akankah aku kuat menjalani ujian ini," batin Sheila.
Kemudian Iapun menarik nafasnya dalam-dalam, berharap hari pertamanya masuk kerja, akan baik-baik saja.
Lima menit kemudian akhirnya iapun sampai di depan kantor Andre, dan hendak memarkirkan Mobilnya.
Tapi tiba-tiba salah satu karyawan wanita yang bernama Dewi mendekatinya dan menyapanya.
" Bukankah anda Nona Sheila, yang waktu tujuh tahun lalu bekerja di kantor ini, dan kita waktu itu satu ruangan," ucap Dewi yang langsung mengenali Sheila.
" D...Dewi, benarkah itu kamu."
" ya, tentu saja ini aku, apakah kamu sudah tidak mengenali wajahku yang imut ini," ucapnya sambil memperlihatkan deretan gigi putihnya.
" Mana mungkin aku melupakan, salah satu Sahabat terbaikku," jawab Sheila.
" Tapi ngomong-ngomong selama ini kamu menghilang kemana, soalnya setelah Sahabat terbaikku ini pergi, Bos kita sangat frustasi, dan aku sempat mendengar kabar, kalau Ia sampai menyuruh seluruh anak buahnya untuk mencarimu keseluruhan penjuru dunia, tetapi Ia tidak menemukan mu sama sekali, kau begitu hebat bisa bersembunyi darinya selama bertahun-tahun." ucap Dewi sembari menepuk pundak Sahabatnya dengan perlahan.
" Apaan sih," ucap Sheila sedikit cemberut mendengar ocehan Sahabatnya barusan.
Sheila pun mengarahkan pandangannya ke depan, dan melihat Bos arogan mereka sedang berdiri dengan sangat gagahnya, menatap kearah Sheila dan Dewi.
" Pelankan sedikit suaramu," ucap Sheila sambil berbisik di telinga Sahabatnya.
" Emangnya kenapa? Oh...tidak! Jangan bilang, Bos arogan itu sedang memperhatikan kita saat ini," ucap Dewi pelan.
" Hum...! Itu yang aku maksud, bahkan saat ini Ia sedang menatap kearah kita dengan mata elangnya."
" Oh.. tidak! Bagaimana ini Sheila?"
" Tenangkan dirimu, dan tarik nafas secara perlahan, kemudian keluarkan dari mulut."
" Apaan sih, emangnya aku mau melahirkan," ucap Dewi sambil terkekeh.
" Kau ini malah mengajakku bercanda, diamlah," ucap Sheila dengan serius.
Kemudian mereka berdua pun melangkahkan kakinya dengan perlahan, menuju tempat Andre berdiri saat ini.
" Pagi Pak," ucap mereka serempak.
Sementara yang di tanya, tidak menjawab sama sekali, melainkan Ia hanya memandangi kepergian kedua wanita itu.
Tapi tiba-tiba terdengar suara seseorang memanggil nama Sheila.
" Sheila," panggil Andre.
Yang membuat langkah kedua wanita, yang sedang berjalan itu menghentikan langkah mereka secara bersamaan.
" Kau dipanggil Bos arogan kita, segeralah menghampirinya, dan aku akan menunggumu nanti di ruangan ku," ucap Dewi berbisik, kemudian Iapun meninggalkan Sheila sendiri di lobby itu.
di sumbersari
Syukurlah, semua berakhir dengan bahagia. Aku lega tidak ada yang jadi korban keras kepalanya si Sintia. Selamat untuk Andre dan Sheila! Semoga, kebahagiaan selalu memayungi keluarga kalian, ya! Aamiin ...!
salam dari Hati Terbelah Di Ujung Senja 😊