Kala cinta bersemi diantara aku dan dia, tak kan ada yang mampu memisahkan cinta kasih yang telah kami padu selama beberapa tahun belakangan ini. Suka dan duka kami lewati bersama, segala rasa yang ada dalam hubungan ini kami satukan dalam satu ikatan cinta yang abadi dihati masing masing dan tak semudah yang dibayangkan untuk terus mempertahankan rasa ini. Banyak hal cobaan dan rintangan yang harus kami lalui, suka duka tawa canda kepercayaan bahkan penghianatan yang terkadang muncul dalam sebuah keadaan. Jarak dan waktu bahkan tak mampu memisahkan cinta kita berdua. Saling menyakiti tapi selalu saling memaafkan satu sama lain, kami saling melengkapi kekurangan masing masing pasangan. Hujan badai yang kita lalui bersama akan kah tak ada artinya bagimu ? Ahhhh baguku berat untuk bisa melepaskanmu apalagi terlalu berat bagiku untuk melupakan semua kenangan dan kisah yanv telah terjadi di antara kita berdua.
Namun semua sirna, harapan itu mulai hilang dan memudar ketika dia sebagai orang ketiga datang dan meminta cinta kasihmu..mengemis cinta dan mengharapkan perhatianmu. Bahkan rela melakukan segala cara unyuk merebut dirimu dari sisiku.
“Ahh” sudahlah mingkin dirimu khilaf sayang
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 28
Beberapa saat kemudian, sampailah di tujuan yaitu rumahnya Aruni.
Seperti biasa Aruni tak langsung memarkirkan mobilnya di garasi rumah melainkan diluar halaman rumah.
Aruni bergegas turun dari mobilnya dan berdiri di pinggiran jalan menunggu sang kekasih, karena begitu kebiasaan Aruni bila Alan mengantarkannya pulang pasti berpamitan terlebih dahulu.
Tak perlu menunggu waktu yang lama, sosok lelaki yang mampu meluluhkan hati Aruni pun terlihat semakin lama semakin mendekat dengan mengendarai motor miliknya sendiri.
Alan pun begitu, seketika mematikan mesin motornya dan langsung menghampiri sang kekasih yang amat di cintai nya.
"Kenapa kamu masih di sini?" Tanya Alan dengan mencubit pipi Aruni dengan kelembutan yang dimilikinya.
"Ya kan nungguin kamu dulu sayang," kata Aruni dengan nada manjanya pada sang pujaan.
"Sayang, aku mohon kamu jangan seperti itu. Kamu tahu gak, kalau kamu terus-terusan begini aku semakin gak bisa mengendalikan diri aku sayang." Ucap Alan yang langsung memeluk Aruni.
"Kenapa begitu ?" Tanya Aruni dengan polosnya yang tidak mengerti apa maksud perkataan dari Alan.
"Gak apa-apa, aku mencintaimu sayang." Ucap Alan sembari mengecup kening Aruni.
"Aku juga sangat mencinta kamu," jawab Aruni yang semakin memeluk Alan dengan sangat erat dan membenamkan wajahnya ke dada bidang yang Alan miliki.
"Ya sudah, kamu masuk ya." Kata Alan dan melepaskan pelukannya.
"Masuk kemana ?" Tanya Aruni yang sengaja mengulur-ulur waktu.
"Kedalam rumah lah, memang kemana lagi?" Tanya Alan dengan mengerutkan keningnya.
"Oh aku kira tadi masuk ke dalam hatimu," jawab Aruni yang berniat merayu sang kekasih agar bisa berlama-lama dengannya.
"Kan sudah sayang, kamu sudah ada di dalam sini dan gak akan bisa keluar lagi," jelas Alan sambil menunjuk bagian hati yang ada di dalam tubuhnya.
"Kenapa gak bisa ?" Tanya Aruni lagi.
"Karena kamu sudah aku kunciin di dalam hatiku untuk selamanya." Ucap Alan.
"Ah kamu biasa saja ya merayuku, manis di bibir saja kali ah." Kata Aruni.
"Ya sudah sana masuk, sekalian aku juga mau balik. Takut Ibu ngomel soalnya kalau baliknya kemalaman."
"Iya deh, kamu hati-hati ya baliknya. Terus jangan keluyuran kemana-mana dulu, langsung pulang." Kata Aruni yang mengingatkan Alan agar tidak mampir kemana-mana.
"Oke Nyonya Alan." Kata Alan.
"Haha Nyonya Alan ya ?" Kata Aruni seperti orang yang sedang berpikir keras saja.
"Iya, kenapa memangnya ? Gak suka ? Ya sudah kalau begitu," kata Alan.
"Ah kamu ini cowok apa cewek sih kok sukanya ngambek, iya deh Tuan Alan kalau begitu Nyonya Alan masuk ke rumah dulu ya. Dan Tuan Alan jangan lupa pulangnya hati-hati." Ucap Aruni sambil melebarkan senyumnya dan segera beranjak pergi.
"Oke, kalau gitu aku juga balik duluan. Sepertinya sebentar lagi mau hujan deh." Kata Alan yang sambil melihat ke langit luas yang sepertinya memang akan turun hujan.
Hanya beberapa detik saja ketika Alan baru saja berkata seperti itu, hujan pun turun dengan derasnya secara tiba-tiba.
Aruni yang sedang memarkirkan mobil pun menyadari kalau hujan sudah turun dan melihat ke arah jalanan dimana Alan masih berdiri berteduh di bawah pohon di depan rumahnya.
"Hei kamu ngapain di sana, sudah bisa ya berdiri di sela-sela hujan ?" Teriak Aruni dari teras rumahnya.
"Hujannya deras sayang," saut Alan.
"Ya aku tahu, terus mau sampai kapan kamu berdiri di situ ? Sini buruan bawa motornya ke dalam dan kamu juga sekalian." Teriak Aruni dengan kerasnya karena kalau dengan suara pelan pasti tidak akan kedengaran saat hujan begini.
"Iya," kata Alan sembari mendorong motornya masuk ke dalam garasi rumah Aruni dan dia pun segera menghampiri Aruni dengan sekujur badannya yang sudah basah kuyup.
"Kamu ini ya, banyak gaya sih jadinya basah begini kan semuanya," kata Aruni.
"Ya tadinya aku kira hujannya datang sendiri-sendiri eh taunya malah main keroyokan. Ya jelas lah aku kalah jumlah." Ucap Alan dengan segala kata-kata konyol nya.
"Kamu ini ya masih saja bisa ngeles dan becanda. Kalau begini kamu bisa masuk angin nanti," kata Aruni yang tiba-tiba memukul kepala kekasihnya itu.
"Gak bakalan masuk angin lah, aku kan kuat." Kata Alan membela diri.
"Ah sudahlah kamu ini gak bisa di ajak ngomong serius, dan kamu jangan kemana-mana diam saja di sini. Gak pakai protes oke, sebentar." Kata Aruni sembari memerintah Alan untuk mematuhi perintahnya.
Tanpa sempat menjawab kata dan perintah Aruni sedikitpun , Aruni pergi masuk ke dalam rumahnya dan meninggalkan Alan yang dengan keadaan basah kuyup begitu saja di teras depan rumah.
Aruni segera mencari handuk dan memberikannya pada Alan yang pastinya sedang kedinginan di luar sana di tambah dengan udara malam.
Dan tak lupa Aruni minta pada Bi Ijah untuk membuatkan segelas teh hangat untuk Alan dan segelas susu coklat hangat untuk dirinya sendiri.
Setelah itu Aruni kembali melangkah keluar rumah menghampiri kekasihnya yang tengah kedinginan dan basah.
"Ini keringkan dulu dengan handuk," perintah Aruni yang memberikan sehelai handuk kering pada kekasihnya itu.
"Iya, terima kasih sayangku," jawab Alan yang langsung mengambil handuk itu dari tangan Aruni dan mengeringkan rambut dan mengelap wajahnya.
"Hei kenapa cuma wajah dan rambutmu saja ? Badan mu juga sekalian." Saut Aruni.
"Ya gak mungkin kering lah sayang, ini kan basah semua dan luar biasa. lagian kalau aku keringkan terus pakai ini lagi ya tetap basah lah," kata Alan.
"Ya aku juga tahu, kamu kira aku gak bisa mikir apa ? Maksud aku, biar agak lebih lembab dulu. Habis itu kita masuk ke dalam buat ngeringin pakaianmu, nanti biar di bantu sama Bu Ijah." Jelas Aruni.
"Oh seperti itu, bilang dong. Tapi kalau Bi Ijah yang bantu ngeringin pakaian aku, terus aku bisa telanjang dong gak pakai apa-apa. Ah apa kamu mau aku seperti itu sayang? Kamu sengaja ya ngambil kesempatan dalam kesempitan." Ucap Alan dengan kata-kata jahilnya.
"Ya enggak lah, kan bisa pakai dulu pakaian yang ada. Kamu ini otaknya mesum terus !" Jawab Aruni.
"Oh kirain," jawab Alan yang lanjut mengusap-usap pakaiannya agar sedikit lebih lembab.
"Tapi dengan kata-kata dia tadi aku jadi kepingin deh ngerjain dia, sesekali gak apa lah ya. Sepertinya lucu juga kalau dia aku isengin, hahaha lihat saja kamu ya Alan." Ucap Aruni di dalam hati dengan pikirannya yang sudah merencanakan sesuatu untuk mengerjai Alan sambil tersenyum jahat.
"Eh sayang kamu ngapain senyum-senyum sendiri ? Kamu lagi mikirin apa sih ?" Tanya Alan.
"Gak ada, sudah apa belum ? Ayo buruan nanti kamu masuk angin loh." Kata Aruni yang sengaja jutek agar Alan tak mencurigainya.
"Apa kamu lagi mikirin sesuatu dan mengambil keuntungan dari aku ya ?" Tanya Alan yang merasa curiga ketika melihat Aruni tersenyum seperti merencanakan sesuatu.
"Ah otakmu ya, sudah buruan masuk." Perintah Aruni dan melangkah masuk ke dalam rumah.
"Iya," jawab Alan yang juga mengukuti langkah kaki Aruni dan masuk ke dalam rumah mewah itu.
mkin seru..???
😊😊
aku slalu setia menunggu😊😊