Kelahiran kembali seorang Dewa maha tahu. Yang mana, ia mengetahui segala macam pengetahuan dan hal hal lainnya. Namun, kehidupannya bukanlah sebagaimana ia adalah Dewa.
Dia terus menerus harus menuruti semua permintaan Tuhan pencipta. Dalam perkataan Tuhan pencipta, ''Ini adalah tugas terakhirmu, selamatkan Planet bumi dari Invasi Ras Galgara.''
Namun Sang Dewa Maha Tahu, mengetahui itu hanyalah omong kosong belaka.
haaaahhhhhh.
Menghela nafas berat Sang Dewa Maha Tahu. Akhirnya, ia dikirim menuju Planet Bumi dan berusaha menumpas habis semua Galgara yang ada.
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷.
Novel tak ada sangkut pautnya dengan keagamaan ataupun tradisi lainnya. kemungkinan, banyak yang sama dan hal sebagainya.
Novel juga, lebih ke Romantisan dan ngak begitu banyak actionnya.
tetap Kalm dan selalu
Coment
Like
Subscribe
vote juga ngak papa.
Untuk Update. Author janjikan up nya hari minggu dan senin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mad Kojer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch.26 Lemes.
Tertegun Divania dengan pernyataan cinta terang terangan yang dilakukan oleh Azra. Namun, letehunan tersebut menghilang digantikan dengan senyuman manis menawan yang bahkan, membuat lelaki pada mati akibat kehabisan darah.
Secara tiba tiba, Divania berdiri disamping Azra dan mendekatkan wajahnya ditelinganya.
"Kalo begitu, buatlah kau layak berada di sampingku ... " Suara, napas, dan harumnya aroma tubuh Divania benar benar terasa memabukkan bagi Azra.
Dengan wajah merona malu di balik topeng. Azra mrngangguk kecil.
"Hhihi." Cekikik kecil Divania dan setelah itu dirinya menghilang begitu saja tanpa tau kemana dia.
Azra langsung saja lemas badannya dan bersandar di tembok. Napas agak memburu yang entah kenapa bisa jadi seperti ini.
"Bukankah ini terbalik?. Harusnya bukankah si wanita yang merasakan lemas setelah digoda hingga di belai berlebihan. Lalu, kenapa tubuhku menjadi begitu lemas ketika berhadapan dan menyatakan dengan jelas kepadanya?." Tersenyum lemas Azra menngingat kejadian yang. Baru saja terjadi.
Dengan tubuh lemas lelah mental. Azra berjalan menuju kamar miliknya karena dia ingin tidur setelah ini dan bermimpi sedang bulan madu dengan Divania.
Wajah berseri seri dan senyuman manis di balik topeng, Azra benar benar merasakan sebuah kegembiraan yang merasa adalah pencapaian terbesarnya.
"Yah ... Sebelum bergembira, bagaimana dengan hidupku nanti bila masih dalam genggaman sang pencipta?. Sama saja aku tak menikmati hidup."
Seketika, entah bagaimana rasa lemas lelah mental menghilang begitu saja digantikan sebuah rasa campur aduk.
Dimana rasa senang dan kesal diwaktu bersamaan. Senang Azra karena bila tidak menjadi bawahan dipaksa setia oleh Sang pencipta. Maka dirinya tidak dapat ditemukan oleh orang orang terdekatnya.
Sedangkan kesal akibat dia haruslah menanggung beban teramat besar. Yaitu, memilih meninggalkan orang orang terdekatnya demi mencari kekuatan untuk memutus kontrak?. Atau tetap menikmati hidup singkat bersama mereka dan selalu menaati setiap perintah dari Sang Pencipta.
"Haaaaahhh. Merepotkan."
---'---
Sesampainya Azra di kamar. Tercium bau harum parfum wanita di hidungnya. Sangatlah tidak asing bagi Azra ketika mencium ini.
"Jadi, Rine sudah selesai beres beresnya, ya. Kurasa, minta dia mijatin ngak masalah."
Cekleek.
Suara pintu terbuka dan semerbuk harum mawar tercium dan sedikit vanila. Kesan memabukkan jelas jelas Azra rasakan.
Braaaak.
Pintu langsung tiba tiba tertutup dengan kasar.
Dari belakang Azra. Rine memeluk dirinya dan begitu terasa dada besar menempel punggungnya.
"Apa Tuan Muda lelah?. Tuan Muda mau Mandi dulu?, atau mau makan dulu?, atau ... Di-ri-ku?~." Suara Rine benar bear menggoda pikiran Azra yang lelah mental mengurusi setiap kejadian di hari ini.
"Ya aku mau dirimu ... " Tanpa ragu, Azra mengatakan hL tersebut.
Senyuman senang namun mesum terlukis di wajah Rine.
"Tapi tolong pijatin aku."
Seketika. Aura dingin terasa di punggung Azra. Ia menebak, akan terjafi seperti ini. Makanya, Azra mencoba bagaimana reaksi Rine ketika dipermainkan disaat Rine merasa delusinya berlebihan.
'Namun, tak kusangka akan seburuk ini dia marah kepadaku.' Batin Azra dalam hati yang ketakutan dengan apa yang dia rasakan.
"Huuuhh, haaaaahhh, huuuuhh, haaaaahhhh ... "Terdengar tarik napas dan keluarnya dari Rine bersamaaan begitu perlahan rasa marah dan kesal yang dipendam Rine kepada Azra.
"Baiklah, lebih baik Tuan Muda mrmbersihkan diri dahulu. Apa mau saya bant ... "
"Tidak aja, Rin ... "
Boom.
Ledakan aura pekat penuh keputusasaan dan membunuh serta kematian lansung mengarah menuju Azra.
"Lebih baik Tuan Muda membersihkan diri terlebih dahulu. Apa perlu SAYA BANTU?!!."
Whuusss.
Aura yang dikeluarkan Rine semakin besar dan terus membesar ketika di kalimat akhirnya ditekankan olehnya.
"Ri-Rine?." Gugup Azra dengan Rine yang dia bayangkan terdapat Yama sang dewa kematian di belakangnya.
"Apa apa Tuan Muda?." Begiru lembut dan merdu suara Rine terdengar di telinga Azra.
Namun, baginya. Itu nyanyian valhala yang mengantar menuju surga.
"Kau bebas melakukan apapun setelah aku mandi dan kau pijatin."
Seketika. Semua Aura yang dikeluarkan Rine menghilang begitu saja dan sebuah senyuman lembut bak nyamannya surga terlihat di wajah Rine.
"Terima kasih, Tuan Muda." Dengan tulus dan membungkuk, Rine kemudian menyiapkan bak mandi untuk Azra.
Namun, ketika Rine berjalan hampir berdampingan dengan Azra. Topeng yang Azra gunakan dia lepas dan mnamlilkan wajah yang tidak pernah bisa Rine bosankan intuk dilihat.
Absolute Charm mulai mengerjakan pekerjaannya yang menarik semua jenis betina kedalam genggaman Azra.
Rine langsung saja lemas badannya dan hidung mulai mimisan ketika merasakan Charm yang di keluarkan oleh Azra.
Dengan sigap. Ketika tubuh Rine hampir jatuh, Azra menangkapnya berada di dekapan dada kirinya.
"Apa tubuhmu lemas, Rine?." Suara Azra yang menjadi lebih memabukkan karena merdu namun bagi wanita itu semacam alkohol berkadar tinggi.
'Ahhh~, aku ingin memakan Tuan Muda sekarang juga.'
Tanpa Azra sadari. Singa yang tertidur mulai bangkit dan siap menerkan Azra kapanpun di waktu dia mau.
...¥¥¥£££¥¥¥£££¥¥££¥¥£¥£¥£¥£¥£¥£¥£¥£¥£¥£...
...Maaf banget ya jarang update ni. Kayaknya bakal ada perubahan jadwal Up deh....
...Up bakalan tiap hari minggu dan senin ya. Karena kesibukan Author semakin banyak. Jadi, harus benar benar motong banyak waktu buat up....
...Masa covid juga kayaknya didaerah author bakalan mereda. Sekolah pasrinya bakalan dilanjutin....
...Jadi, buat temen temen yang sabar aja. Baja aja nkvel karya author yang ngak pernah lengkap itu. Atau boleh juga baca novel yang di promosiin di karya author ini....
...Dah itu aja yang ingin author sampaikan. ...
...Bye bye....
jadi semangt terus ya