Putra mahkota Li Chen Yi ternyata sudah dijodohkan dengan Chen Xiao Ran sejak kecil.
"Saya adalah permaisuri putra mahkota!?" Bagaimana mungkin?!" Chen Xiao Ran tidak percaya dengan perkataan Kaisar Li. "Giok phoenixmu sepasang dengan giok nagaku. itu buktinya." kata Li Chen Yi.
Menjadi istri putra mahkota, dibenci oleh Ratu Chang dan teman masa kecil Li Chen Yi mengklaim status permaisuri putra mahkota adalah miliknya.??!
"Wajahmu mirip dengan ibundaku." " Sewaktu kecil saya pernah bertemu ibunda Li Chen Yi yang mirip sekali dengan wajah ibuku!!! Apakah itu penyebab Li Chen Yi bersikeras menjadikannya permaisuri putra mahkota?? Kenapa Kaisar Li membenci Li Chen Yi dan membiarkan ibu Li Chen Yi meninggal di istana buangan? Ibu Chen Xiao Ran ada hubungan dengan Kaisar Li???!!!
"Kamu sudah berjanji akan menjadi istriku. Kenapa sekarang menjadi permaisuri putra mahkota???
Apakah antara Chen Xiao Ran dan Li Chen Yi akan ada cinta sejati??? Jangan lupa ikuti ceritanya . Thank you
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LYTIE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25. Titah Kaisar Li
"Saya tadi sangat khawatir kepadamu. Saya kira Yang Mulia Ratu akan mendengar perkataan para selir untuk menghukummu." kata Zhao Ching Ching ke Chen Xiao Ran.
"Bukannya kamu yang paling senang kalau saya di hukum mati?" kata hati Chen Xiao Ran.
"Yang Mulia Ratu adalah orang yang bijaksana. Tidak mungkin akan sembarangan memberi hukuman. Lagipula saya ke istana atas perintah Kaisar Li dan belum bertemu dengan Kaisar Li, " kata Chen Xiao Ran ke Zhao Ching Ching sambil tersenyum.
Zhao Ching Ching menatap sinis ke Chen Xiao Ran dan berjalan meninggalkannya. Zhao Ching Ching tidak lagi berpura-pura di depan Chen Xiao Ran.
Chen Xiao Ran pun berjalan mengikuti rombongan Ratu ke istana Kaisar Li.
Rombongan Ratu tiba di istana Kaisar Li. Terdengar suara kasim memberi pengumuman. "Yang Mulia Ratu telah tiba!" kata kasim itu.
Pejabat kerajaan yang ada di dalam ruangan semuanya memberi hormat ke Ratu Chang.
"Semuanya berdirilah!" kata Ratu Chang ke para pejabat.
Selir Bai Ping Ting berjalan menghampiri Ratu Chang.
" Ping Ting memberi hormat ke Yang Mulia Ratu ," kata Selir Bai Ping Ting ke Ratu Chang.
"Berdirilah ," kata Ratu Chang sambil memegang tangan Selir Bai Ping Ting.
"Hari ini adalah perayaan hari kelahiranmu. Saya ingin melihat perayaan yang meriah," kata Ratu Chang.
"Terima kasih Yang Mulia Ratu berkenan hadir di perayaan ini. Ping Ting sangat senang ," kata Selir Bai Ping Ting.
Ratu Chang suka dengan sikap Selir Bai Ping Ting yang penurut. Lagipula Selir Bai Ping Ting hanyalah gadis biasa yang tidak ada dukungan kekuatan sehingga Ratu Chang membiarkan Selir Bai Ping Ting masih hidup walaupun Selir Bai Ping Ting sekarang adalah selir kesayangan Kaisar Li.
Kebanyakan selir selir Kaisar Li adalah putri dari pejabat kerajaan sehingga mereka ada dukungan kekuatan dari keluarganya.
Kaisar Li mempunyai banyak selir.
Ratu Chang tahu pasti Selir Bai Ping Ting sekarang mungkin adalah selir kesayangan Kaisar Li. Tetapi tidak ada yang bisa menjamin, mungkin saja besok Kaisar Li akan menyayangi selir yang lain.
Selama dua puluh dua tahun sebagai ratu di Kerajaan Li, Ratu Chang sudah mengetahui pasti sifat Kaisar Li. Terbukti Selir Hua Rong Le yang sangat di cintai Kaisar Li juga akhirnya di masukkan ke istana buangan.
Jadi Ratu Chang tidak merasa terancam kedudukannya sekarang walaupun Selir Bai Ping Ting adalah selir kesayangan Kaisar Li saat ini.
Chen Xiao Ran melihat kedekatan Ratu Chang dengan Selir Bai Ping Ting.
" Perempuan di dalam istana sangatlah pintar berakting. Ratu Chang memiliki kekuasaan karena ada dukungan dari keluarganya. Saya harus hati-hati terhadap Ratu Chang ," kata hati Chen Xiao Ran.
Semua pejabat kerajaan, putri pejabat dan para pangeran menuju ke tempat duduk masing-masing.
Seorang pelayan menghampiri Chen Xiao Ran dan membawanya ke tempat duduk. Chen Xiao Ran duduk di samping sebuah tempat duduk yang kosong. Chen Xiao Ran tahu tempat duduk yang kosong itu adalah tempat duduk Li Chen Yi.
Zhao Ching Ching yang melihat Chen Xiao Ran duduk di sana, menatap Chen Xiao Ran dengan penuh kebencian. Chen Xiao Ran pura-pura tidak mengetahuinya.
Zhao Wen Zuo, abang Zhao Ching Ching juga ada di dalam ruangan. Zhao Wen Zuo melihat Chen Xiao Ran. Chen Xiao Ran terlihat sangat anggun dan berkharisma. Zhao Wen Zuo tahu Chen Xiao Ran bukanlah gadis biasa.
Zhao Wen Zuo melihat adiknya Zhao Ching Ching menatap Chen Xiao Ran dengan penuh kebencian hanya bisa menggeleng kepalanya.
"Yang Mulia Kaisar Li telah tiba." Terdengar suara Kasim Liu.
Semua orang memberi hormat kepada Kaisar Li. Kaisar Li duduk di singgasananya.
"Semuanya silahkan berdiri," kata Kaisar Li.
Semua orang kembali duduk di tempat masing-masing.
Chen Xiao Ran mencium aroma segar dan maskulin berjalan menghampirinya dan duduk di sebelahnya. Chen Xiao Ran tahu itu adalah Li Chen Yi.
Chen Xiao Ran bersikap sopan tidak melihat ke Li Chen Yi. Chen Xiao Ran menyicipi buah anggur yang di hidangkan di atas meja. Chen Xiao Ran mencoba melirik sekilas ke arah Li Chen Yi.
Ternyata Li Chen Yi sedang menatapnya. Karena tertangkap basah dirinya melirik Li Chen Yi, pipi Chen Xiao Ran bersemu merah.
Li Chen Yi merasa Chen Xiao Ran sangatlah imut sehingga Li Chen Yi ketawa kecil dan mencubit gemas hidung Chen Xiao Ran.
Banyak pejabat yang melihat Li Chen Yi ketawa dengan gadis di sampingnya dan menjadi penasaran dengan Chen Xiao Ran.
Zhao Ching Ching yang melihatnya semakin iri. Sapu tangannya sudah di remasnya sampai tidak berbentuk lagi.
Kaisar Li yang sedang berbicara dengan Selir Bai Ping Ting juga sekilas melihat Li Chen Yi ketawa.
Sudah lama Kaisar Li tidak melihat Li Chen Yi ketawa. Kaisar Li juga penasaran dengan gadis di sebelah Li Chen Yi.
Chen Xiao Ran duduk disamping Li Chen Yi dan tertutup oleh badan Li Chen Yi sehingga Kaisar Li tidak melihat jelas wajah Chen Xiao Ran.
Kasim Liu membawa gulungan titah Kaisar Li dan membacanya. "Selir Bai Ping Ting , terimalah titah dari Kaisar Li!" Selir Bai Ping Ting segera bersujud di depan Kaisar Li.
"Selir Bai Ping Ting adalah selir yang lemah lembut dan bijaksana. Dengan ini Kaisar Li memberikan hadiah berupa giok sepasang, seratus uang perak, sepuluh butir mutiara, kain sutra dua puluh set, " kata Kasim Liu yang membaca isi gulungan titah Kaisar Li.
"Terima kasih Yang Mulia ," jawab Selir Bai Ping Ting sambil berdiri dan menerima gulungan titah dari tangan Kasim Liu. Selir Bai Ping Ting duduk kembali di samping Kaisar Li dengan tersenyum ceria.
"Kamu suka dengan hadiahnya?" tanya Kaisar Li ke Selir Bai Ping Ting.
"Ping Ting sangat menyukai pemberian Yang Mulia. Ping Ting sangat berterima kasih atas kasih sayang Yang Mulia ," jawab Selir Bai Ping Ting ke Kaisar Li.
Kaisar Li ketawa senang mendengar jawaban Selir Bai Ping Ting. Ratu Chang yang duduk di samping Kaisar Li hanya tersenyum saja.
Ratu Chang sudah mendampingi Kaisar Li selama dua puluh dua tahun sehingga Ratu Chang sangatlah pintar menyembunyikan emosinya.
Ratu Chang cemburu dengan kasih sayang Kaisar Li ke Selir Bai Ping Ting. Dirinya juga ingin mendapat kasih sayang dari Kaisar Li.
Tetapi Kaisar Li tidaklah pernah menyukainya. Ratu Chang bisa menjadi ratu kerajaan Li karena kekuasaan ayahnya bisa membantu Kaisar Li sehingga Kaisar Li menjadikannya sebagai ratu.
Author : LYTIE
Instagram : lytie777