My Sweet Husband Season 1 dan 2
Season 2
Tentang Rafa anak dari Zhafran dan Raisya yang memiliki seorang gadis cantik yang dicintainya dari kecil hingga dewasa. Apakah Cinta Rafa dan Shila akan terus berlanjut atau sebaliknya?
Awalnya ini adalah sebuah karya yang berjudul My Little Husband kemudian diganti menjadi My Sweet Husband.
Season 1
Ini adalah kisah tentang Zhafran lelaki yang baru berusia 21tahun yang menikahi Raisya wanita yang berusia 26 tahun hanya karena sebuah alasan yang klise menurut mereka. Tapi Zhafran yang sudah lebih dahulu jatuh cinta pada Raisya tidak menolak alasan tersebut.
Bagai mana kisah mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EgaSri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rasya ternodai
Sebelum pulang dari kantor sekretaris Lina menghampiri Zhafran, ingin mengatakan sesuatu yang sangat penting menurutnya.
Lina mengetuk pintu ruangan Zhafran, dan setelah ada kata masuk ia memutar kenop pintu dan masuk kedalam.
"Ada apa Lina?" Zhafran bertanya to the point menatap Lina yang berjalan ke arahnya.
"Saya ingin mengundurkan diri pak!" Lina menjawab dengan menunduk. Zhafran langsung terkejut mendengarnya.
"Loh kenapa?" tanya Zhafran cepat
"Saya mau menikah pak satu Minggu lagi, dan calon suami saya bekerja di Semarang, jadi saya ikut dia, jadi saya mengundurkan diri sekarang untuk persiapan pernikahan saya," terang Lina takut takut.
"Tapi kenapa mendadak, saya kan belum ada ganti kamu untuk jadi sekretaris saya," Zhafran memicingkan mata pada Lina yang menunduk di depannya.
"Saya punya teman pak, dia sedang mencari pekerjaan dan dia cocok duduk di kursi sekretaris pak," Lina menjelaskan pada Zhafran tentang temannya yang kini sangat memerlukan pekerjaan.
"Apa kamu yakin dia bisa bekerja seprofesional kamu?" tanya Zhafran memastikan.
"Iya, saya yakin pak, dia orang yang cerdas dan bertanggung jawab!" Lina menjawab cepat menjawab dengan yakin.
"Oke, kalau begitu kamu suruh teman kamu itu datang kemari, datang untuk interview besok pagi, jangan telat!" Zhafran menjawab dengan serius, walaupun kini wajahnya di tutupi masker, tapi Lina dapat melihat itu dari sorot matanya.
"Baik pak, kalau begitu saya pamit pulang dulu, ini surat pengunduran diri saya. Dan besok saya suruh teman saya itu ke sini!" Lina menjawab bersemangat.
"Siapa nama teman kamu itu?"
"Gye Erlina pak!"
"Baik lah, kamu boleh pulang!"
Lina langsung berlalu dari sana, tiba di luar ia langsung menghubungi teman nya itu.
~halo gye.
(.....)
~*Besok Lo datang ke Kusuma grup, gue udah bilang sama pak bos buat Lo jadi sekretaris pengganti gue, Lo besok mau di interview.
(.....)
~Iya gue serius markonah.
(....)
~Iya besok pagi, Lo Dateng aja jangan sampai telat.
(....)
~oke sama sama, bye
Tut...Tut.
*****
Zhafran masuk ke dalam apartemennya dengan langkah gontai. Tubuhnya sangat lelah hari ini. sudah mual mual, periksa ke dokter, beli gulali, dan kini sekretarisnya mengundurkan diri.
Raisya sudah pulang terlebih dahulu tadi karena Zhafran menyuruhnya untuk pulang cepat, ia takut nanti istrinya itu kecapean.
Ia berjalan menuju kamarnya dan melihat Raisya baru keluar dari kamar mandi dan duduk dimeja rias.
"Kamu kenapa?" tanya Raisya yang melihat Zhafran seperti orang yang banyak pikiran.
"Lina mengundurkan diri!" Zhafran menjawab dengan singkat.
"Loh kenapa?" Raisya terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Zhafran.
"Dia kata /nya mau nikah!"
"Oh iya, kan waktu itu dia pernah bilang!" Raisya langsung mengiyakan.
"Kapan?" tanya Zhafran
"Waktu kita pulang bareng itu loh!" Raisya mencoba untuk mengingat kan Zhafran. Zhafran terlihat seperti berfikir sebentar, lalu mengangguk.
"Oh iya, aku lupa!" ujar Zhafran pada akhirnya.
"Terus udah dapet pengganti nya?" tanya Raisya, karena mencari sekretaris saat ini sangat susah.
"Dia rekomendasiin temannya sih, aku suruh aja untuk langsung interview besok!" Zhafran menjelaskan, Raisya hanya manggut-manggut saja.
"Kamu langsung mandi aja!" suruh Raisya akhirnya, karena melihat Zhafran yang sangat lelah. Mungkin dengan mandi ia bisa lebih segar.
"Iya!" tanpa banyak bicara Zhafran langsung berlalu ke kamar mandi setelah melepas sepatunya. Ia menyambar handuk dan Raisya langsung menyiapkan baju ganti untuk Zhafran.
Setelah selesai Raisya keluar kamar menuju ke dapur. Ia berencana untuk menolong bi Lastri untuk memasak hari ini.
****
Zhafran yang sudah selesai mandi dan berpakaian langsung menyusul Raisya ke dapur, tidak lupa ia untuk memakai masker supaya tidak mual mencium bau makanan yang ada di dapur.
Ia melihat Raisya yang sedang fokus menggoreng ikan gurame saat ini. Tanpa ingin mengganggu ia duduk di kursi meja makan dan mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Rasya.
~*Halo Sya
*Apaan lagi? .Rasya menjawab ketus di seberang sana, belum hilang kesalnya karena Zhafran kemarin.
~Lo dimana?
Di rumah, ada apaan?
~Lo ke apartemen gue ya!
Ngapain
~Pokok nya Lo kesini aja.
Mau ngerjain gue lagi Lo ya?
~Enggak, cepetan kesini, gue ada perlu, PENTING!
Iya, tungguin, gue ke sana sekarang.
~Oke.
Tut....Tut...
"Ngapain kamu suruh Rasya ke sini Zhaf?" tanya Raisya yang sedari tadi mendengar obrolan Zhafran dan Rasya di telpon.
"Ada perlu sesuatu aja sama dia." saut Zhafran singkat, Raisya hanya mengangguk dan melanjutkan acara memasak nya.
****
Zhafran berjalan ke depan untuk membuka pintu apartemen yang belnya berbunyi sedari tadi. Ia melihat Rasya ada di sana.
Mereka langsung berjalan masuk menghampiri Raisya yang sudah selesai memasak.
Rasya duduk di salah satu kursi meja makan di sana begitu pula dengan Zhafran.
"Ada apaan Lo nyuruh gue ke sini?" Rasya langsung bertanya to the point.
"Boleh gak gue meluk Lo?" Zhafran bertanya pelan, tapi Rasya masih bisa mendengarnya.
"Apaan, kagak kagak!" Rasya langsung menyilangkan tangan di depan dadanya.
"Rasya pliiisss," Zhafran memohon dengan mata yang memelas membuat Rasya yang melihat nya bergidik ngeri.
Sedangkan Raisya tidak tahan untuk tidak tertawa. Ternyata ini yang sesuatu yang di maksud oleh Zhafran tadi. Pasti ngidam lagi.
"Kagak!" Rasya langsung berdiri dan beranjak dari sana.
"Gue gak bengkok ya Zhaf, itu ada kak Raisya yang bisa lu peluk noh!" Zhafran langsung berdiri dan berlari mengejar Rasya yang terlebih dahulu berlari tanpa menjawab perkataan nya.
Raisya dan bi Lastri yang melihat Zhafran dan Rasya berkejaran kejaran tidak dapat menahan tawa mereka. Ya bi Lastri sudah tau bahwa Raisya saat ini sedang hamil dan Zhafran lah yang menjadi korban ngidamnya.
"ZHAFRAN, berenti gak Lo!" Rasya berteriak dengan nafasnya yang tersengal-sengal. Zhafran tidak juga berhenti mengejarnya.
Rasya berlari ke arah Raisya dan langsung memeluk kakak nya itu dengan erat.
"Kakak, tolongin itu suami nya bengkok kak!" dengan nafas tidak beraturan ia mengadu pada Raisya. Zhafran langsung menarik tangan Rasya tapi ditahan oleh yang punya tangan dengan berpegangan pada Raisya.
"Kakak!" Rasya memelas pada Raisya yang membuat kakaknya itu tidak tega.
"Zhafran stop!" perintah Raisya yang membuat Zhafran berhenti seketika dan merenggut kesal. Rasya langsung bernafas lega, tapi cuma sebentar.
"Rasya, kamu turutin aja ya maunya Zhafran, dia lagi ngidam itu," mohon Raisya pada Rasya yang membuat Zhafran berbinar dan Rasya terkejut.
Hening...
"Apa ! kakak hamil?" tanya Rasya setelah mencerna ucapan Raisya. Dan Raisya hanya mengangguk sebagai jawaban.
Rasya terdiam sejenak, lalu langsung berlari ke arah pintu. Sedangkan Zhafran yang melihat Rasya berlari langsung mengejarnya.
Sebelum sampai di depan pintu Zhafran sudah terlebih dahulu menarik tangan Rasya hingga yang punya langsung terhenti dan Zhafran langsung memeluk Rasya erat.
Rasya mencoba berontak tapi Zhafran membuat nya geli karena Zhafran mengendus aroma di lehernya.
Setelah puas Zhafran langsung melepaskan Rasya dan berjalan menuju Raisya tanpa mempedulikan Rasya yang syok atas perbuatannya.
"ASTAGA, GUE TERNODAI!" pekik Rasya setelah sadar.
****
Pagi ini Zhafran dan Raisya pergi ke kantor bersama. Dan itu atas perintah Zhafran.
Di depan ruang defisi keuangan Zhafran dan Raisya melihat dua orang yang berdebat, salah satunya adalah bawahan Raisya yang baru masuk kerja sebulan yang lalu. Pegawai baru devisi keuangan.
"Ada apa Asoka?" tanya Raisya yang melihat Asoka berdebat dengan seseorang yang tidak di kenalnya. Mungkin orang yang ingin melamar pekerjaan, pikirnya.
"Oh ini Bu, saya gak sengaja tadi nabrak dia," jelas Asoka menatap tajam pada wanita itu.
"Oh iya kamu siapa ya, kok saya belum pernah lihat?" Raisya bertanya kepada wanita itu. sedangkan Zhafran hanya diam saja melihat obrolan di depannya.
"Saya Gye Erlina buk, yang mau melamar pekerjaan sebagai sekretaris di sini atas rekomendasi dari Lina," wanita yang bernama Gye itu menjawab dengan sopan.
Zhafran yang mendengar hal itu pun langsung bersuara.
"Oh jadi kamu yang bernama Gye itum" tanya Zhafran memastikan.
"Iya pak!" Gye mengangguk.
"Ya sudah kalau begitu kamu langsung ke bagian HRD untuk interview kerja," perintah Zhafran, sedangkan Gye Langsung mengangguk.
Zhafran dan Raisya pun berlalu dari sana setelah berbasa-basi terlebih dahulu.
Sebelum Gye menuju pihak HRD gye menatap pria yang bernama Asoka itu terlebih dahulu.
"Awas Lo, urusan kita belum selesai!" tunjuk nya menatap tajam pada pemuda itu.
Sedangkan Asoka menatap tak kalah tajam pada Gye.
"Siapa takut!" tantang nya.
Setelah itu Gye langsung pergi untuk menghadap pada pihak HRD dan Asoka masuk ke dalam ruangan nya bergabung bersama dengan staf divisi keuangan yang lainnya.
.
.
.
.
Budaya kan like dan vote setelah membaca.. 😘😘😘😘
Love❤️❤️❤️ EgaSri
novel kepingcut cwe dewasa
Mampir juga ya kak di karya terbaru ku, ceritanya ringan, fresh banget, dan banyak visualnya juga loh kah.
Terima kasih kak:)
tetap smgt y thor..
ditunggu lo kelanjutannya😁
eh iya bom like semua bab+ rate5 + favo❤ telah mendarat y
Cuss bacaa jan lupa tinglkan jejaakk🤗
tkn prfil q aja yaa😍
vielen danke😘
gila idemu thor😂😂😂