NovelToon NovelToon
The King

The King

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:115.7k
Nilai: 5
Nama Author: Elena Prasetyo

Aku adalah rajamu
Kau harus menuruti segala yang ku perintahkan
Jadilah wanitaku dan hidupmu akan bahagia

Layla tertawa mendengar semua kata-kata rayuan kuno yang sedang ditampilkan di sebuah drama kolosal. Bagaimana bisa manusia jahat dan selalu merendahkannya itu memerankan raja yang karismatik dan romantis dalam drama.

Tapi ... terpaksa Layla harus selalu menundukkan kepala pada Raja itu. Karena Layla adalah pembantunya.

"Sial ... kenapa dia tidak bisa sedikit mencontoh sikap perannya di drama?" keluh Raya sambil tterus membersihkan kamar Tuannya.

"Kau bisa jatuh cinta paddaku kalau aku melakukan itu"
Layla melihat Tuannya yang sedang bertelanjang dada dan tersenyum padanya. Debaran jantung yang tiba-tiba meningkat menandakan bahwa Layla memang sedang jatuh cinta padanya.

Bisakah Layla keluar dari pesona sang Raja atau semakin tenggelam di dalamnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elena Prasetyo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 27

Layla sedang membereskan makan malam saat menyadari tatapan yang mengarah kepadanya. Bukan hanya saat ini, tapi sejak siang tadi kelihatannya pak Zahid terus melihat ke arahnya. Apa Layla hanya terlalu banyak berpikir dan kelelahan? Lalu membayangkan sesuau yang berlebihan? Sepertinya tidak. Sekarang saja, mata laki-laki itu mengarah ke tubuhnya, dari atas ke bawah. Dan lagi, wajah yang melihatnya itu sungguh membuat Layla tidak nyaman.

"Apa ada sesuatu di baju saya, Pak?" taya Layla karena tidak tahan lagi.

Laki-laki itu tersenyum dan bangun dari kursinya. Mendekat ke arah Layla dan berbisik di telinganya.

"Kau cantik sekali, memakai gaun seperti itu"

Jujur, bulu di leher belakang Layla segera berdiri saat mendengar komentar seperti itu. Sungguh menggelikan. Pak Zahid tidak meninggalkan Layla dan duduk tepat menghadapnya di meja makan.

"Apa ada sesuatu lagi, Pak?"

Ingin sekali Layla pergi ke dapur tapi sebuah lengan telah melingkar di pinggangnya.

"Tidak ada. Aku hanya ingin melihatmu lebih jelas saja"

Wajah Layla memanas dan badannya menjadi dingin. Kenapa dengan laki-laki ini?

"Maaf, Pak. Saya harus ke dapur" kata Layla mencoba melepaskan diri.

"Aku hanya penasaran dengan sesuatu"

Layla menghentikan aksi melarikan dirinya,

"Apa itu, Pak?"

"Bagaimana kau bisa begitu muda dan cantik?"

Layla memang senang dengan interaksi nya dengan majikannya, tapi ini terlalu berlebihan. Kini, laki-laki itu menyentuh rambut dan pipinya, seperti menikmati setiap kali jarinya membuat Layla mencoba menghindar.

"Maaf, Pak. Saya harus ke kamar mandi"

Dengan dorongan kuat, Layla berhasil melepaskan diri dan pergi ke kamarnya. Meninggalkan laki-laki yang berubah hanya dalam waktu beberapa jam itu.

Di dalam kamar, Layla meletakkan tangannya di dada dan merasakan detak jantung yang kencang. Apa sebenarnya yang laki-laki itu lakukan? Kenapa pak Zahid menjadi seperti itu? Disaat Layla mulai merasa tenang, terdengar suara dalam yang sangat dekat, mungkin tepat dibalik pintu kamarnya.

"Layla, katanya kau ingin ke kamar mandi. Kenapa malah ke kamar?"

Detak jantung Layla kembali meningkat karena takut. Kenapa pak Zahid jadi menakutkan seperti itu? Bagaimana dia harus menghadapinya?

"Saya hanya ingin melihat ponsel sebelum ke kamar mandi, Pak"

"Benarkah? Kenapa aku merasa kau menghindariku?"

Layla sekarang benar-benar merasa takut. Apa yang akan dilakukan majikannya itu saat dia keluar dari kamar? Apa Layla perlu menghubungi polisi atau pak Boni?

"Tidak, Pak. Sayaa hanya ... benar-benar ingin melihat ponsel"

Dengan beberapa langkah cepat, Layla meraih kunci kamar dan memutarnya. Tepat sebelum kenop pintu kamarnya bergerak.

"Kau mengunci pintu kamarmu? Pintar sekali"

Layla diam dan mendengar suara langkah menjauh dari kamarnya. Dia bernapas dengan lega lalu merebahkan badannya di ranjangnya yang sempit. Apa yang dilakukannya setelah ini? Mungkin saja kelakuan majikannya yang absurd ini hanya terjadi sekarang. Besok pasti laki-laki itu berubah lagi menjadi normal.

Dan harapan Layla tidak terjadi. Esok harinya saat Layla sedang membersihkan dapur dan ingin membuat sarapan.

"Aku suka roti panggang"

Suara yang ada di dekat telinganya itu mengejutkan Layla. Dia hampir saja melayangkan wajan panas ke arah laki-laki yang melakukannya.

"Pak, selamat pagi"

"Pagi. Kau terlihat cantik juga hari ini"

Layla mengambil beberapa peralatan masak, sekedar untuk membuatnya tenang. Tapi dia tidak sadar kausnya berada di atas kompor dan mulai terbakar sedikit.

"Awas!!" Majikannya menarik tubuh Layla dan memukul-mukul pantatnya. Apa ini? Kenapa orang ini melakukan hal ini?

Layla yang kesal melayangkan tangan ke pipi majikannya.

"Apa yang pak Zahid lakukan? Ini pelecehan!!" teriaknya kesal.

Laki-laki di depannya seperti terkejut karena tamparan Layla.

"Aku hanya ... "

"Saya tahu kalau pak Zahid melakukan semua ini hanya untuk menghibur diri. Tapi ini tidak lucu!!! Bagaimana bisa pak Zahid melakukan semua ini?"

"Layla "

"Saya lebih baik berhenti kalau seperti ini!" Layla terus berteriak tidak memberi laki-laki di depannya menjelaskan. Dia sudah sangat kesal dengan kelakuan aneh majikannya. Dan setelah berteriak, layla menjadi tenang.

"Aku hanya ingin menyelamatkanmu dari api. Dasar perempuan bodoh"

Pak Zahid memukul dahi Layla lalu mematikan kompor di belakangnya. Layla melihat ke arah pantatnya dan segera menyadari kesalahan besar yang dibuatnya. Ada bekas hitam di ujung kaus putih yang dipakainya.

"Sial" katanya pada dirinya sendiri lau melihat laki-laki yang tadi ditamparnya pergi ke taman belakang. Tidak tahu harus berbuat apa, Layla menyelesaikan pekerjaannya membuat sarapan. Setelah itu, dia pergi ke taman belakang dan menemukan majikannya berdiri menatap matahari pagi.

"Pak, sarapan sudah siap" kata Layla segan.

Tanpa menjawab, majikannya berbalik dan berjalan ke dalam rumah. Ada perasaan tidak nyaman di dalam hatinya.

"Apa kau sudah makan?"

"Belum"

"Kalau begitu makanlah disini"

"Tidak, Pak. Saya akan makan nanti saja"

"Apa sekarang kau memandangku rendah karena sudah menamparku?"

Layla semakin merasa tidak nyaman karena perkataan majikannya.

"Tidak, Pak. Saya ... saya minta maaf karena sudah berani menampar dan menuduh Pak zahid tadi"

Ada keheningan selama beberapa menit lalu terdengar desahan kuat dari pak Zahid.

"Saya akan membuat makanan yang Pak Zahid suka atau mungkin ada sesuatu yang harus saya lakukan sekarang?"

"Apa kau akan melakukan yang kuperintahkan?"

"Tentu saja. Saya adalah asisten rumah disini. Saya harus menaati perintah dan larangan dari pemilik rumah"

Pak Zahid tersenyum dan Layla merasa ada yang salah dengan perkataannya.

"Kau sangat pandai. Aku sangat kagum dengan cara otakmu berpikir dengan cepat"

Layla terkesan ... tidak ... tersentuh dengan pujian majikannya yang mengatakan kalau dia pandai. Selain ibunya, baru pak Zahid yang bisa mengatakan hal itu secara tulus kepadanya.

"Tidak, Pak. Saya merasa sangat bersalah sudah menuduh Anda melakukan pelecehan. Mohon, maafkan saya" kata Layla dengan penuh kesadaran.

"Baiklah. Aku akan menerima permintaan maafmu kalau sekarang kita bisa makan bersama"

"Apa?"

"Bawa makananmu kemari. Kita makan bersama"

"Tapi, Pak. Itu tidak pantas"

"Kalau begitu, aku tidak akan makan"

"Baik, Pa. Saya akan membawa makanan saya kemari" sahut Layla dengan segera saat melihat majikannya berdiri. pak Boni telah berpesan untuk mengawasi makan pak Zahid selama satu minggu. Pekerjaan itu adalah yang utama. Layla meletakkan piring berisi roti dan telur tepat dihadapan majikannya dan mulai makan.

"Pelan-pelan. Aku tidak ingin kau tersedak" ujar pak Zahid lalu membersihkan remah roti di bibir Layla.

Layla harus menahan semua ini. Perlakuan pak Zahid bukanlah pelecehan, hanya perhatian kepada asisten rumahnya. Dengan berpikir seperti itu, dia menjalani sarapan tanpa beban dan menyahuti pertanyaan majikannya tentang apa yang terjadi di rumah akhir-akhir ini.

1
wiji rahayu
digantung.. wkwkwk. author .. ga ada cita2 bikin end.. happy ending Layla n Zahid kah?/Casual/
Alwie Yahya: top.. bikin penasaran laylavszahid❤❤
total 1 replies
Miyagi Mitsui
cerita gantung kat thorr..
suka author nya buat cerita seru tapi kok digantung .kesian kami para readers
.
T A M A T

😂😂😂
Lela
kok jd mia? bingung aku
Dewi💕
ko ini ga d lanjut thor
Be A M
Author kmn????
lama tak update.... Semoga author sehat selalu. up lagi y Author 🌹💖💖
Be A M
😘😘😘🤗
Be A M
Semangat Author

kangen Layla
Khotika Khotika
muter2...
Ikanovita Wati
berbelit-belit ceritanya
Nur meini
Lanjut thor
Meilie Yin Yi Paramitha
Zahid hanya melindungi Layla tp yg di lindungi tak menyadari nya 🤔🤔🤔🤧🤧🤧
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
Numero Uno kk 👍👍👍
lanjutkeun, cemungut author ☺️💪💪👍
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693: sekian purnama ku tunggu kabar kau Zahid, kenapa belum muncul juga 🤨😝😝🤔🤔🤔
ayo dong up lagi kk otor, cemungut 💪😍
total 1 replies
Ririn Santi
sepertinya selama ini Zahid hny mengalihkan perhatian musuh tanpa bs mematikan langkah musuh, sungguh sia2, Krn klu layla naik, mrk pun akan muncul.
sepertinya pemikiran mrk berdua yg hrs di perbaiki
Ririn Santi
up LG dong thor
Ririn Santi
hormon bumil LG naik turun
yong he Lin
ini kok bolak balik salah tulis tokoh ya...layla jadi mia berulang kali
Meilie Yin Yi Paramitha
🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔👏
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
kapan dong akurnya yaa, bikin gregetan, malah makin ruwet... cepat dong selesaikan thor... pusing neh pala Barbie beb... 🤦🤦🤦
Nur meini
Zahid kenapa sih kamu nggk tahu istrimu hamil😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!