[Proses Revisi]
On IG: @ry_riuu
Ini kisah tentang seorang gadis yang mengorbankan perasaan demi sahabatnya, tanpa memikirkan kebahagiaan dirinya sendiri.
Karena pengorbanan yang dilakukannya, dia dipertemukan dengan seorang pria tampan yang selalu mengisi hari-harinya.
Hingga pada akhirnya dia pun harus mengorbankan lagi perasaannya, mengikhlaskan pria yang selalu mengisi hari-harinya itu untuk sahabatnya lagi,
Akankah pria tersebut bisa menerima sahabatnya itu? atau malah sebaliknya? atau bahkan tetap menetap pada gadis yang terus saja mengorbankan perasaannya?
-Lakukan selama itu membuatmu bahagia, tanpa pernah bertanya tentang hatiku kenapa, pertanyaan itu malah membuat hatiku semakin sesak.- Iris Anastashia.
-Jangan pernah hidup dalam kepura-puraan, jika dia menghilang kau jangan menyesali kepergiannya.- Zhein Anggara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RETAK [26]
Happy Reading🥀
Rate
Like
Comment
Vote
...Jika memang ini jalan hidupku, maka aku akan menerimanya, mengikhlaskan apa yang sudah bukan jalan takdir ku....
...-Iris Anastashia....
Setelah kejadian waktu itu, Iris sudah tidak bertemu lagi dengan Sherin, bahkan ini sudah lewat satu minggu Sherin tidak masuk sekolah, banyak guru-guru yang bertanya tentang kondisi Sherin kepada dirinya.
Iris hanya menjawab tidak tahu, karena memang itu adalah kenyataannya, bahkan Celine saja tidak mengetahui bagaimana kondisi Sherin saat ini.
"Ris, ini udah hampir 1 minggu lebih, Sherin kemana ya?" tanya Celine.
"Gak tau, nomer Sherin aja gak aktif," jawab Iris yang sedang berada di tempat duduk Sherin.
Saat ini Iris sedang berada di kelasnya, menunggu bel masuk.
"Udah datang ke rumahnya?" tanya Celine.
"Udah, tapi kata Mang dedi Sherin lagi gak ada di rumah," jawab Iris.
"Mang dedi?" tanya Celine bingung.
"Iya Mang dedi, satpam rumah Sherin," jawab Iris.
"Oh iya gue lupa Mang dedi kan satpam di rumah sherin," ucap Celine sambil cengengesan.
"Lo lagi ada masalah ya sama Sherin?" tanya Celine tiba-tiba, Iris yang mendapat pertanyaan seperti itu langsung menyembunyikan keterkejutan nya.
Jujur saja, Iris belum menceritakan semuanya kepada Celine, tentang kesalahpahaman antara Sherin, Iris dan Haiden yang mungkin membuat hubungan pertemanannya renggang sampai saat ini.
Mungkin karena itu juga Sherin tidak masuk sekolah, karena kesalahpahaman saat kejadian waktu itu, Sherin menyimpulkan bahwa Iris sudah mengambil Haiden darinya.
Iris tidak menceritakan semua ini karena dia belum percaya sepenuhnya kepada Celine yang baru datang di kehidupannya, Iris bukan tidak mau berbagi tapi dia hanya ingin menutupi keburukan Sherin.
"Lo lagi nyembunyiin sesuatu?" tanya Celine saat melihat Iris sedang melamun.
Gue harus jawab apa? tanya Iris dalam hati.
"Ris.. " panggil Celine sambil menepuk pelan bahu Iris.
Ini udah satu minggu lebih, siapa tau aja kalau Celine yang datang ke rumah Sherin, dia pasti keluar. ucap Iris sambil menatap kearah Celine.
"Em, iya, sebenernya ada yang mau gue ceritain ke elo," sahut Iris.
"Cerita aja, gue bakalan jaga kok gimana keburukan kalian, percaya sama gue," ucap Celine sambil tersenyum ke arah Iris.
Iris hanya diam mendengarkan penuturan Celine, dia bagaikan cenayang mampu membaca isi hati dan pikiran Iris.
"Kenapa lagi sih ris?" tanya Celine yang melihat Iris kembali melamun sambil menatapnya.
"Eh,gak apa-apa, Nanti lo nginep aja di rumah gue," jawab Iris.
"Gak ah, gue malu sama nyokap bokap lo," ucap Celine.
"Orang tua gue bakalan berangkat keluar negeri kok nanti sore," ujar Iris.
"Terus lo dirumah sendiri dong?" tanya Celine.
"Iya, jadi gue ajak lo nginep di rumah gue, kan bisa bebas curhat sana sini," jawab Iris.
"Yaudah deh nanti malam gue ke rumah lo sama ken," ucap Celine.
"Ken mau nginep juga?" tanya Iris.
"Engga lah, Ken cuman nganter sampai depan gang aja," jawab Celine sambil tertawa.
"Syukur deh kalau Ken gak nginep, gue berasa udah berat banget nanggung semuanya sendirian, rasanya pengen ngeluarin curhatan yang gue pendem selama ini," ucap Iris.
"Gue bakalan siap dengerin curhatan lo yang panjang lebar itu," ujar Celine yang kini sudah menghentikan tawanya.
"Makasih ya lin," ucap Iris sambil tersenyum ke arah Celine.
"Gak perlu bilang makasih Ris, gue lakuin semua ini demi kebahagian lo, gue juga pernah kok di posisi kayak lo dan gak punya siapa-siapa buat jadi tempat curhat, itu sakit banget," ujar Celine sambil tersenyum miris.
"Gue percaya bahwa gak lama lagi kehidupan lo bakalan jauh lebih bahagia dari hari ini ataupun hari-hari sebelumnya," ucap Iris.
Kring.. Kring..
Suara bel berbunyi menandakan semua murid harus masuk ke dalam kelasnya masing-masing untuk memulai pelajaran.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jam istirahat sudah berbunyi, selama kurang lebih 3 jam berkutat dengan 2 pelajaran sekaligus di tambah lagi dengan soal-soal yang datang secara serempak tanpa aba-aba.
"Pusing banget kepala gue, rasanya pengen meledak," ucap Celine sambil memegang kepalanya yang sudah tidak kuat memikirkan soal-soal tadi.
"Semuanya udah beres kan? jadi, gak usah di pikirin lagi," ujar Iris.
"Iya juga sih, yaudah kita ke kantin aja yu," ajak Celine.
Iris menganggukkan kepalanya sambil melangkahkan kakinya keluar dari kelas tersebut bersama dengan Celine yang berada di sampingnya.
semangat terus bikin karya2 nya kak💪🏻🤗