NovelToon NovelToon
After 41 Days Marriage

After 41 Days Marriage

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Komedi / Detektif / Trauma masa lalu / Keluarga & Kasih Sayang / Mata-mata/Agen / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:15.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Tris rahmawati

(21+ Harap bijak dalam memilih bacaan)
Tidak pernah terbayangkan oleh Dilvina keputusan nya untuk pergi ke negara lain meninggalkan pernikahan yang di anggap nya telah gagal dan penuh rasa sakit malah menyambut masalah lain yang lebih parah.

Sebuah kisah kekelaman masa lalu keluarga nya hadir kembali, para pembunuh ayah nya penghancur masa depan keluarga nya saling melingkar berkesinambungan hadir Bersama masa lalu sang suami JULIAN ANDERSON yang merupakan seorang agen rahasia di sebuah organisasi dulu, kini Jullian hadir kembali berusaha untuk memperbaiki pernikahan mereka yang berawal dari keterpaksaan dan perjodohan itu, akankan semua masalah terselesaikan? apakah mereka akan kembali bersama?

“Aku menjadi tahu kenapa Mama memilih Jullian sebagai menantu nya, ya tidak lain mama pasti tahu semua ini akan terjadi!”



“Dan sekarang kau datang? untuk apa lagi Jullian!”


💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tris rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 27

Felix mengeluarkan dua buah Revolver milik nya dari sebalik jaket sekaligus , tidak menunggu sejurus kemudian ia melepaskan peluru nya secara bersamaan.

Dorrr..

Dorrr..

Suara Revolver itu santer terdengar di telinga Dilvina dan mungkin orang-orang lain di sana, namun Jullian benar-benar mengambil alih Dilvi bahkan wanita itu tidak sempat melihat orang-orang yang datang menyerang Felix dan jatuh lebih dulu sebelum menyerang.

“Jull-lian!”tolak Dilvina tubuh lelaki itu, “Apa yang kau lakukan, kenapa kau mencium ku!! katakan pada ku suara apa itu tadi! Siapa yang tertembak, KATAKAN! ” Dilvina menatap sengit benar-benar mendobrak kewarasan nya.

“Ssssssst!”tahan Jullian bibir Dilvi dengan jemari nya seketika.

Ting

Dentingan kubikel memberi tanda berhenti, kini lelaki itu memasukan Dilvina ke dalam lengan membekap mulut Dilvi dengan tangan nya, segera melangkah keluar dari lift, Dilvi tidak bisa bergerak tangan lelaki itu mengunci terlihat seperti seorang yang di mabuk asmara sedang memeluk kekasih bukan seperti orang yang sedang membekap seseorang.

Felix membuat tiga lelaki di atas tergeletak seketika, tidak memberi celah sedetik pun, tatapan nya setenang mungkin kepada dua orang yang masih kuat bersiap-siap melarikan diri.

“I will beat the shit out of you!!! sarkas Felix kembali melayangkan revolver nya.

Seorang house keeping mengintip di ujung kamar, ia panik segera menekan tombol darurat, sial nya membuat semua penghuni appartement di sana keluar sebelum ia selesai, Fellix secepat mungkin menyalipkan lagi Revolver nya, mengalihkan diri ikut berlari di antara ke ramaian dan menghilang ke dalam lift.

Felix memukul dinding besi tidak bisa menyelesaikan pekerjaan nya, segera meraih ponsel menempelkan di telinga.“Hilangkan cctv di koridor lantai 11..!” intruksi nya pada seseorang di panggilan nya.

Jullian membawa Dilvi sampai basement tempat mobil nya berada, membuka pintu di samping kemudi segera memasukan nya kedalam sana, Dilvi membanting diri pada sandaran, “Ada apa sih ini? Kenapa kau menutup mulut ku!” sentuh Dilvi bibir nya lelaki ini juga bahkan mencium nya.

Jullian masuk ke dalam mobil, segera menutup pintu, “Tidak ada apa-apa, semua baik-baik saja” lelaki itu setenang mungkin bersikap seperti tidak ada apa-apa bersiap melaju pergi.

“Tidak, aku tidak percaya!”sarkas nya mengela nafas “Appartemen ini tidak aman, bagaimana bisa ada penembakan di sana, bagaimana bisa orang-orang itu lolos masuk, bagaimana pelayanan nya!”

“Kenapa kau tidak bertanya bagaimana Felix bisa lolos, dan bagaimana dia bisa mendaratkan helicopter nya di atas gedung!” Jullian mengalihkan Dilvina.

Dilvi diam sejenak mencerna ucapan Jullian, “Hemmm, entah lah! Ku rasa kita salah pilih appartemen!”

“Ada banyak pintu untuk masuk gedung, tapi tidak untuk masuk ke unit nya, ku pastikan kau akan aman di sini, mereka sudah menggunakan system terbaru untuk keamanan akses masuk unit!”

Dilvi sudah menyandar malas, ia menjadi kembali merasakan hari-hari yang tidak nyaman berhubungan dengan segala macam kekisruhan “Aku lelah, aku hanya ingin hidup normal!” desah nya menatap luar dengan mobil yang sudah melaju pergi.

“Kita bisa pindah dari negara ini, lalu pergi memulai semua nya di tempat baru! Jika kau mau?”tawar Jullian menatap sekilas pada Dilvina.

“Sophia? Ric— Dilvina menghentikan kalimat nya, ia merasa masih tersangkut di antara mereka.

“Kau memikirkan kekasih mu? Di depan suami mu?” sindir Jullian mendadak datar tetap saja Dilvi melibatkan Richard pada hidup nya.

“Bukan itu maksud ku!”

Jullian sudah tidak mengindahkan lagi, terserah apapun itu, mereka baru saja menembus jalanan keluar dari basement, terdengar jelas tepat dia atas sana sebuah helicopter mengudara rendah bersiap pergi.

Jullian mengulas senyum. “Dia berhasil!”

“Itu Felix?” tanya Dilvi menoleh ke kanan, “Apa nya yang berhasil!”

“Berhasil terbang, kau fikir apa lagi?”

“Entahlah!”Dilvi mendesah pasrah dia tidak terlalu bodoh untuk tidak mengerti yang baru saja terjadi, namun mungkin memang semesta sudah menggaris bawahi kehidupan nya akan di kelilingi orang-orang seperti mereka.

“Istirahatkan diri mu!”mobil Jullian hampir sampai di depan apotek dan siap memarkirkan mobil pada slot kosong di depan toko, “Tetap lah di sini!”

Divi tidak menjawab, juga tidak memberi respon, menatap pada punggung Jullian yang keluar, kembali mengulang ketika Jullian menempelkan bibir nya, Dilvina merasa waktu seakan berhenti berputar, helaan itu masih terasa hangat di wajah nya begitupun aroma lelaki itu benar berkali-kali Jullian seakan menghipnotis diri nya.

Beberapa menit berselang Jullian tampak berjalan keluar dari apotek sudah membawa bungkusan obat, Dilvina kembali mengalihkan pandangan nya melihat tempat lain.

“Minum sekarang!” Jullian perlahan duduk di tempat, meletakkan di dashboard bungkusan beserta air mineral yang baru di beli nya kemudian menutup pintu mobil.

Dilvi melirik pada bungkusan-bungkusan itu, “Aku sudah biasa sakit! Tanpa di obati akan sembuh!”

Jullian tidak Ingin mendengar itu, ia mengambil bungkus obat-obataan itu membuka nya satu persatu, Dilvi terus saja memberontak mengalihkan perhatian nya, “Aku bilang tidak ya tidak, Jullian!”kesal Dilvi.

Jullian bersikap setenang mungkin dengan obat yang sudah di pegang nya, sedetik kemudian Jullian mendekat kan jarak nya, menatap Dilvi lamat-lamat, “Kau harus meminum nya!” bisik Jullian membuat Dilvi bergidik ngeri, wajah Jullian tepat di hadapan nya, tatapan nya mendamba, manik nya tak bekedip, bibir tipis merah muda nya tepat di hadapan Dilvi.

“Kau mau apa? jangan cium aku lagi?” naikan Dilvi wajah nya mengelak.

Jullian tetap diam tak bergerak, tatapan nya semakin dalam, membuat Dilvina menggigit bibir nya sendiri, lelaki itu pun kini mulai mnyentuh bibir Dilvi menyentuh lembut membangkitkan gejolak, sial nya Dilvi memebelah bibir nya melepaskan gigitan nya.

“Hap… “masukan Jullian tiga butir obat tadi kala Dilvina terlena, dan mengarahkan minuman pada Dilvina

Dilvina mengutukki diri nya, “Sial, Dilvinaaa kau rendah sekali!” mau tidak mau ia menegak minuman yang di julurkan Jullian itu, konyol sekali setua ini bisa kalah dengan hal-hal seperti tadi.

Jullian menyimpul senyum, ia bersikap biasa saja, “Cepat sembuh istriku!” usap nya pada rambut Dilvina lembut, mobil pun siap melaju pergi.

Tidak bisa terkalahkan pesona lelaki ini di tambah sikap-sikap manis nya pada akhirnya bisa melunturkan sikit demi sedikit benteng yang di buat Dilvi, kali ini Dilvi malu sendiri, memijat-mijat pelipis nya.

Tidak terlalu jauh jarak Appartemen je café , mereka pun sudah sampai di café Dilvi, Jullian tampak memutar bola mata nya jengah, menggeram pada stir mobil nya, mungkin Dilvi melihat hal yang sama, kelaki bernama Richard sudah menunggu Dilvi di depan sana berdiri di mobil milik nya, rahang Jullian setengah menegak, menarik nafas nya berat.

“Jangan kemana pun! kau dengar! tetap di café, aku tidak mengizinkan mu kemana pun hari ini!” kecam Jullian menegaskan kalimat nya.

Dilvi menoleh, “Siapa yang akan pergi!” tatap nya mencebik.

“Dilvina kau dengar, jangan keluar dari café ! berhati-hati apapun yang mencurigakan kabari aku!”

“Aku bisa sendiri!” sengit Dilvina perlahan keluar menutup pintu dan berjalan ke arah café.

Netra Jullian masih setajam elang mengawasi ke dua orang di depan nya, dengan Richard yang melambai memberi sapaan kepada Dilvi, dan di sambuti senyuman oleh wanita itu.

Kini Jullian tersenyum miring, entah gelenyar apa yang menjalari nya, ia menjadi lebih optimis saat ini. “Bermainlah, tetap aku pemenang nya!” Jullian bersidekap dada memegang kerah nya untuk bersiap pergi.

.

.

.

To be continue

1
Nayy
lihat peta...lihat peta...🤣🤣
Nayy
beg*
Nayy
ku baca lagi dan lagi
"fase paling tinggi mencintai adalah mengikhlaskan" tapi aq ora isok thor 😭😭
dian rahma
udh kelewat bgt ya Allah.. ini udh 2026 dan aku baru tau ada karya Ka Tris yg baru. pdhal lagi maraton reread kisah dr NadilaDimas ampek Jullian Dilvi eh ada yg baru kisah Auriga ternyata. pdhal masih pengen reread Sophie Felix abis ini,,
habis gas Auriga setelah reread semua karya Ka Tris disini... meni kangen sangaatt
dian rahma
reread ini tetap terharu tp bisa senyum juga dgn panggilan Mommy Coco untuk Sophia dr Felix..
dian rahma
ini udh 2026 dah kisah mereka masih seseru ini aku bacanya. lagi reread novel Ka Tris disini satu persatu... sekangen itu sama mereka
siska nirmala
aku baru mampir thor..baca julian setelah baca auriga, jadi penasaran kisah mama papa auriga
Nofta Putri111
semangat thoor/Applaud//Applaud/
Lila Susanti
nancyyyy /Joyful//Joyful//Joyful/
Lia Yulia
astagaaaa😂😂😂
Lia Yulia
Frans pakai jurus seribu alasan🤣🤣🤣
Nurhasanatul Laela
Luar biasa
Merri Dawati
sudah berulang klie mbaca nya saya tidak pernah bosan...benar benar bagus cerita nya
DIAN Riskawati
aku baca lagi kak,,,,kangen di tahun 2021 baca novel ini
Isnay Dewi73
Luar biasa
Herlinawati Ana
🤣🤣🤣 polos nian dikau Dilvina😂😂😂
Titin Suprihatini
ka tris akhirnya balik ke si biru
Bengkalis- Eva Okktafia
Luar biasa
Herlinawati Ana
balik lg ksni smbil nugguin On Going Anaknya biar gak gabut ya bc ksah Mommy n Daddynya aja dlu... star On 29012025 😍
Icha Okta
karyanya kak Tris gak pernah ngebosenin malah bikin kangen😘😘😘👍👍👍
Herlinawati Ana: aq juga bc ulang ni kak🤭
biar gak gabut nugguin On Going anaknya Jullian n Dilvi...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!