NovelToon NovelToon
LOVE IS IN YOUR HEART

LOVE IS IN YOUR HEART

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:463.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Memei Melita

Tasya seorang wanita tegar dan baik hati yang hidup sebatang kara di kota besar, membuatnya harus hidup sendiri. tasya hanya memiliki seorang sahabat yang bernama monica, monica yang selalu membantu tasya jika mengalami kesulitan.

dan tasya hanya seorang pegawai toko roti, sudah satu tahun tasya bekerja sebagai pelayan toko. banyak pekerjaan paruh waktu yang di ambil oleh tasya, dia tidak mengenal lelah sedikitpun. yang ia tahu hanya dengan bekerja dia bisa bertahan hidup.

dulu tasya pernah kuliah disalah satu universitas ternama, karena masalah biaya tasya memutuskan untuk berhenti kuliah dan mulai fokus bekerja.

pada suatu hari tanpa disengaja tasya bertemu hans dan membuat hidupnya berubah cepat kilat. bahkan statusnya berubah menjadi seorang istri pengusaha terkaya di ibu kota.

pertemuan yang singkat dengan pria asing, bahkan tasya tidak mengenalnya. dan pria itu mengajak tasya menikah dan menjadikan tasya istrinya hanya untuk membuat mantan pacar pria itu meninggalkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Memei Melita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 26

"sayang, kenapa belum tidur".

mama hans mendekati tasya yang sedang duduk menonton TV.

"sebentar ma".

mama hans menarik tubuh tasya agar segera masuk kekamarnya.

"ayo sayang, sudah larut malam".

"iya mama". tasya menuruti permintaan mertuanya.

"selamat malam sayang, selamat malam juga cucu nenek". mama hans mengelus perut tasya.

tasya tersenyum atas perlakuan mertuanya yang begitu hangat padanya, sebelum tidur tasya mengambil baju hans yang tergantung disebelah lemari baju.

"hmm masih terasa Wangi hans, aku merindukannya". tasya tidur dengan memeluk baju hans.

setelah memeluk baju hans,  tasya merasa nyaman dan tidur nyenyak tapi setelah beberapa jam tasya terbangun dan merasakan nyeri pada perutnya.

"aghhh".

tasya merintih kesakitan dan merasa ingin kekamar mandi.

tasya berjalan kekamar mandi untuk buang air kecil, tapi dia terkejut melihat ada bercak darah dicelananya.

"apa ini?  kenapa ada darah". tasya berjalan kembali ke tempat tidurnya.

"kenapa semakin sakit, aduhhh".

tasya ingin membangunkan mertuanya tapi dia tidak sanggup untuk berjalan, dia semakin merasakan sakit.

"mama, tolong aku". tasya berusaha memanggil mertuanya.

tasya mencari Handphonenya tapi tidak menemukannya juga.

"kemana Handphoneku, aku sudah tidak tahan". tasya terduduk dilantai kamar.

"hans... hans... hans... ". tasya terus memanggil nama suaminya.

dengan tidak sengaja tasya menyenggol gelas yang ada di sampingnya dan terjatuh ke lantai.

prakkkkk

terdengar suara pecahan gelas yang berserak dan membuat mama hans terbangun.

"pa, papa.  apa papa dengar suara seperti ada yang pecah". mama hans terbangun dan mengingat apa yang dia dengar.

"ahh mama, mungkin mama cuma mimpi saja. papa tidak dengar apa-apa". papa hans kembali tidur.

"ihh papa tidurnya seperti kebo saja gak dengar apa-apa". mama hans berjalan keluar kamar.

setelah menghidupkan lampu ruang tamu, mama hans melihat sekeliling ruang tamu dan dapur tapi tidak menemukan apapun yang pecah.

"tidak ada apa-apa, apa aku yang salah dengar. tapi suara itu memang seperti nyata". mama hans berjalan pelan-pelan mengamati sekitar.

"mama.. mama... ". terdengar suara samar-samar memanggil.

"tasya... ". mama hans berlari kekamar tasya.

setelah membuka pintu, mama hans mendapatkan tasya duduk dilantai dengan wajah pucat dan berkeringat.

"ya ampun tasya....". mendekat ke arah tasya.

"sakit sekali ma". tasya menggenggam erat tangan mertuanya.

"pa... papa... tolong tasya pa". mama hans berteriak memanggil papa hans yang masih tidur.

teriakan mama hans membuat papa  hans terbangun dan berlari menuju kamar tasya.

"ada apa ma?. tasya.... ayo ma kita bawa kerumah sakit". papa hans langsung bergegas membantu tasya.

di perjalanan kerumah sakit, tasya terus merintih kesakitan dan membuat mama hans panik.

"papa sudah menghubungi hans". ucap mama hans.

"sudah ma, tapi tidak ada jawaban dari hans. bahkan raka pun tidak bisa dihubungi". jawab papa hans sambil menyetir mobil.

"bagaimana sih hans, sudah tau istrinya hamil akan melahirkan masih juga pergi keluar negeri". mama hans sedikit emosi.

"sabar ma, hans kan pergi untuk kerja".

"iya pa, mama tau. tapi apa harus sampai tidak bisa dihubungi".

"ini papa coba hubungi lagi ma". papa hans menelpon hans kembali.

beberapa saat kemudian tasya sampai di rumah sakit bersalin.

"suster tolong anak saya, mengeluarkan banyak darah". ucap mama hans.

para suster datang membawa brankar (tempat tidur dorong pasien) dan membawa tasya ke ruang bersalin.

"ibu, bapak maaf. silakan tunggu diluar". ucap suster.

"baik suster". jawab mama hans yang panik.

mama dan papa hans menunggu diluar ruangan, sementara itu tasya berada di dalam untuk diperiksa.

"ma, ayo disini duduk. mama harus tenang". papa hans mencoba membuat mama hans tenang.

"tidak bisa pa, mama khawatir, apa lagi tidak ada hans disini. anak itu benar-benar ya, apa dia tidak teringat dengan istrinya". mama hans terus berbicara panjang lebar mengeluarkan rasa kesalnya.

"sabar ma, mama harus sabar. jangan terlalu panik". papa hans memeluk istrinya yang sangat khawatir.

"mama sangat khawatir dengan tasya pa".

"iya ma, papa tau".

didalam ruang bersalin tasya ditangani oleh dokter spesialis kandungan dan beberapa suster yang ikut membantu.

"bagaimana suster, apa sudah ada kemajuan". ucap dokter.

"sudah dok, sudah masuk pembukaan 3 ".ucap suster.

"baiklah, pasang infus dan pantau kontraksinya".dokter memeriksa keadaan tasya.

tasya yang mengalami kontraksi sesekali menggigit bibir dan mengerutkan dahinya menahan rasa sakit.

"dok, kenapa sakit banget ". tasya penasaran apa yang membuatnya sampai sakit sekali.

"iya ibu, ibu mengalami kontraksi yaitu peregangan pada dinding rahim (organ reproduksi). menyusutnya rahim membuat serviks ( bagian bawah rahim yang terhubung ke ******) terbuka dan mendorong bayi menuju saluran kelahiran". dokter menjelaskan agar tasya tidak perlu merasa khawatir.

"sampai kapan dok, saya akan mersakan sakit".

"sampai rahim ibu sudah memasuki pembukaan ke 10 dan bayi lahir. maka ibu tidak akan mengalami sakit lagi". ucap dokter.

tasya terus menahan sakitnya, berkali-kali tasya merintih jika terasa kontraksi. cairan infus perlahan-lahan terus menetes duntuk menambah energi tasya agar tidak lemas.

"suster apa boleh mama saya masuk dan temani saya". tasya berharap ada yang nemaninya.

"oh tentu saja boleh,baiklah akan saya panggilkan". suster itu bergegas memanggil mama hans.

"apakah ibu mamanya ibu tasya?". tanya suster itu pada mama hans.

"oh iya benar,ada apa? ". jawab mama hans panik.

"tidak apa-apa ibu. ibu tasya menginginkan anda menemaninya".

"oh baiklah". mama hans masuk dan duduk disebelah tasya.

mama hans masuk dengan pelan-pelan, memperhatikan tasya yang sedang terbaring dengan infus terpasang.

"sayang, apa kamu baik-baik saja". mama hans mengelus punggung tasya.

"tidak ma, semua terasa sakit. dan perutku sakit banget ma". tasya menggenggam erat tangan mertuanya itu.

"sabar ya sayang, kamu harus bertahan demi bayi kamu. kamu jangan memikirkan apa pun, papa sedang berusaha menghubungi hans agar segera pulang".

"iyaa ma".

tasya mendapatkan semangatnya lagi sejak ditemani mama mertuanya, tasya merasa mendapatkan dukungan dari seorang ibu.

"ma, mama... ". papa hans masuk dengan tergesa-gesa.

"ada apa sih pa. papa gak lihat tasya sedang kesakitan".

"maaf ma, maafkan papa sayang. hans sedang diperjalanan pulang, sore dia akam segera tiba". ucap papa hans.

"ahhh bener pa. syukurlah". mama hans dengan reflek memeluk tasya.

tasya hanya bisa tersenyum lega sambil menahan sakitnya.

"sayang, bertahan ya. papi akan segera tiba dan kita berkumpul".

tasya meneteskan air mata bahagianya ketika mendengar hans pulang dari perjalanan bisnisnya.

"aghhh sakit banget ma, tolong ma sakit banget". tasya mengerang kesakitan.

mama hans langsung berlari memanggil dokter.

"suster, tolong anak saya. dia kesakitan". dengan suara gelisah mama hans memanggil suster.

suster dan dokter langsung berlari dan memeriksa tasya yang terbaring kesakitan.

"dok, ketubannya sudah pecah dan pembukaannya masih belum ada kemajuan". ucap suster.

"baiklah, kita pantau jika dalam waktu 24 jam tidak ada kemajuan, maka kita akan lakukan operasi caesar". jawab dokter sambil memantau keadaan tasya.

"baik dok".

dokter keluar ruangan dan menemui mama hans yang sedang menunggu.

"gimana dokter keadaan anak saya". mama hans terlihat panik.

"ibu tenang ya,  ketuban ibu tasya sudah pecah tapi pembukaannya masih sama belum ada kemajuan dan kita masih memantau kemajuannya. jika tidak ada kemajuan juga dalam 24 jam maka  kita akan lakukan operasi caesar". ucap dokter

"baik dok, lakukan apapun yang terbaik dokter untuk anak saya".mama hans terlihat khawatir.

"baik ibu".

mama hans masuk dan menemui tasya.

"sayang, kamu harus kuat ya. mama dan papa ada disini bersama kamu".

"iya ma, tasya pasti kuat". tasya tersenyum sembari meneteskan air matanya.

"sayang, kita pasti kuat. walaupun papi tidak ada disini tapi masih ada nenek dan kakek yang temani kita. meskipun mami ingin sekali papi ada disini".

"tasya.. tasya.. jangan melamun sayang".

"ahh iyaa ma, maaf". 

tasya termenung melihat wajah mama mertuanya, kasih sayang yang diberikannya begitu hangat sehingga membuat tasya sangat bahagia.

"ma, hans kapan kembali".

"sabar ya sayang, hans lagi dalam perjalanan. mungkin besok siang dia sudah sampai".

"iya ma".

papa hans masuk dan membawa beberapa  bungkus roti dan air mineral.

"tasya, kamu makan roti dulu ya, biar ada tenaga".

"iya pa". tasya menganggukkan kepalanya.

"pa, sudah hampir jam 4 pagi. sebaiknya papa pulang aja besok papa ada rapat". ucap mama Hans.

"gak apa-apa ma. papa rapat jam 11 siang dan masih ada lagi". jawab papa Hans yang duduk di sofa.

"maafin tasya pa. udah buat papa dan mama repot".

"gak sayang.  jangan bilang begitu, kamu sudah jadi anak mama dan papa juga.  apapun yang terjadi mama dan papa pasti akan selalu ada buat kamu".

mama Hans mengusap lembut kepala tasya.

"iya tasya, papa tidak merasa direpotkan kok". papa Hans tersenyum kepada tasya.

***

jam 10 pagi...

 

terlihat suster dan dokter masuk keruangan tasya dengan tergesa-gesa.

mama Hans yang menunggu juga gelisah dan khawatir.

terlihat dari jauh ada seseorang yang berlari ke arah mama hans.

"mama... ". teriak hans

mama hans terkejut melihat anaknya berada di hadapannya.

"sayang, akhirnya kamu pulang juga".

hans memeluk mamanya dengan sangat erat.

"maafkan aku ma, aku terlambat".

"tidak apa-apa sayang,keadaan tasya baik-baik saja.  dokter dan suster sudah menangani tasya di dalam".

setelah beberapa jam hans dan mama nya menunggu , terdengar suara tangisan bayi dari dalam. tangisan bayinya terdengar sangat jelas sampai mama hans menangis bahagia.

"hans, kamu dengar suara tangisan bayi itu". ucap mama hans.

"iya ma, aku mendengarkannya". hans tersenyum bahagia.

setelah itu, seorang perawat keluar mendorong troli bayi dan berhenti dihadapan hans dan mamanya.

"selamat pak, anak anda telah lahir dengan selamat dan sempurna dengan jenis kelamin Laki-laki". ucap suster

"terima kasih suster. apa ini anak saya? ". hans memandangi bayi yang berada di troli tersebut.

"iya pak, benar".

"hans, lihatlah. lucu sekelai dan ini seperti waktu kamu masih bayi dulu".

mama hans menggendong bayi hans.

"iya ma, dia terlihat sepertiku". hans juga mencoba menggendong anaknya.

"baiklah pak, bayinya akan saya bawa ke ruangan bayi untuk dibersihkan".

hans meletakkan bayinya kembali ke dalam troli.

"baiklah.  bagaimana keadaan istri saya suster".

"istri bapak dalam keadaan baik-baik saja dan masih dalam penanganan dokter. saya permisi dulu pak".

"sekarang kita duduk hans, kita tunggu kabar tasya dari dokter".

"iyaa ma".

hans duduk disamping mama nya dengan penuh harap ingin segera berjumpa dengan tasya.

"bagaimana keadaan anak saya dokter".

mama hans yang melihat dokter keluar dari ruangan bersalin.

"semuanya baik-baik saja, tadi hanya ada pendarahan sedikit tapi sudah diatasi dengan baik, jadi bapak dab ibuk tidak perlu khawatir".

"iya dok, terima kasih. apa saya boleh menemui istri saya dok".

"oh silakan pak".

"terima kasih dokter". ucap mama hans.

hans dan mamanya masuk keruang bersalin untuk menemui tasya. tasya terlihat lemas dan pucat serta tangannya masih terpasang infus.

"sayang". hans memanggil istrinya yang terbaring lemas.

"ha.. hans, kamu sudah pulang". tasya terkejut sekaligus bahagia.

"iya sayang, aku pulang begitu papa bilang kamu ingin melahirkan".

"maafkan aku, sudah merepotkan kamu sampai harus meninggalkan kerjaan kamu disana".

"hei kenapa kamu bilang begitu, kamu itu istriku, kamu tetap yang utama bagiku".

"iya sayang,jangan bicara seperti itu lagi ya". jawab mama hans.

"iya ma". jawab tasya tersenyum bahagia.

mama hans mendekati tasya dan memegang tangan tasya.

"terima kasih sudah jadi menantu mama dan terima kasih sudah melahirkan cucu yang ganteng buat mama dan papa".

"iya ma sama-sama". jawab tasya

"ooo iya, apa kalian sudah menyiapkan nama untuk cucu mama".

dengan serentak tasya dan hans menjawab pertanyaan mamanya.

"sudah ma".

"siapa namanya?  mama ingin tahu".

"ZAYYAN KEVIN GUNAWAN ma namanya". jawab hans.

"wahhh Bagus banget nama cucu mama, pintar kalian memilih nama".

"itu tasya sendiri yang memilihnya ma". ucap hans yang melirik kearah tasya.

tokk tokk tokk

seorang perawat datang dengan membawa troli bayi.

"permisi ibu bapak, bayinya sudah selesai dibersihkan dan sekarang waktunya memberikan dia ASI".

"owhh lucu sekali dia.  seperti kamu waktu kecil Hans". ucap mama Hans.

"ma, nanti mama gendong lagi ya. biarkan tasya memberikan ASI dulu". jawab hans

"baiklah". mama Hans meletakkan bayinya di lengan tasya agar mempermudah saat memberikan ASI.

tasya tampak bahagia saat memberikan ASI pertamanya. Hans yang mendampingi tasya dan bayinya juga terlihat bahagia.

"Hans, kapan aku bisa pulang". ucap tasya

"kenapa sayang, kamu sudah tidak betah disini ya".

"iya sayang, aku ingin cepat pulang kerumah dan merawat anak kita dengan baik".

"sabar ya sayang, besok kita akan pulang kerumah". ucap Hans sambil memeluk tasya.

Hans yang bahagia dengan kehadiran anak pertamanya, dia terus menggendong anaknya itu.

"wah, cucu kakek sudah keluar ya". papa Hans yang datang menjenguk cucunya.

"papa sudah pulang". ucap Hans.

"papa sengaja pulang cepat saat mama kamu mengabari papa kalau tasya sudah. melahirkan". jawab papa Hans.

"papa kamu begitu semangatnya saat mama bilang kalau anak kamu laki-laki". ucap mama Hans.

"laki atau perempuan sama aja ma. yang penting mereka lahir dengan selamat dan sempurna".

"sini, biar papa coba gendong". ucap papa hans.

"hati-hati pa". mama Hans memberikan zayyan ke pangkuan kakeknya.

papa Hans terlihat senang ketika menggendong zayyan, papa Hans terus mengajak ngobrol cucuc tersayangnya itu.

suasana pada hari itu tampak bahagia, semua orang menyambut kehadiran zayyan.

1
Lennyanwar
ceritanya kadang agak tak nyambung dikit....harus dipoles lebih halus lagi....supaya sambungan ceritanya tidak terasa mendadak berubah gitu....kadang kita bisa komentar....lho kok....maaf
retno sulistiyowati
Hans terlalu lunak sama Nadia, sehingga Nadia makin ngelunjak, terus terang aku geregetan dengan sikap Hans ke Nadia
Denni Siahaan
istrinya gak bisa di bilangin suaminya agak Bolot puas kamu ya thor bikin orang naik darah
Denni Siahaan
suaminya oon istrinya dorong emm bersatudeh
Denni Siahaan
Hans gak pantes jadi suami terlampau pasra
Anggra
bagus cerita ny kak..aq suka ga bosenin n ga lama" ceritany yg penting happy ending 🥰🥰🥰🥰makasih ya 🌹🌹🌹🌹🌹🌹❤️❤️❤️❤️❤️❤️
TongTji Tea
Thoor.ini yang ngotot jadiin Tasya istri kan si Hans.
ko kebalik yang yang berusaha di peenikahan malah Tasya .Aneh banget kalo g kenal sebelumnya langsung mau diajak merit .Aku mah jd Tasya kabuur .
Marulak Siagian
nadya thor 😊😊😊😊😊
Marulak Siagian
nadia thor bukan tasya
Marulak Siagian
nadia thor bukan tasya 😊😊😊😊😊
Fiana Seran
autor bekin patah smngt the bacax.. yg pelaku mna korban mna.. ko jdi kblik she.. boleh nga autor crtax di bekin kegigit sdkt jalurx biar kita smngat bacax
💜bucinnya taehyung💜
buat apa lu ngadu bik klo si hans kaga boleh ngelabrak si nadia... klo cm buat ngobroli.n ke tasya mah apa guna nya ?
💜bucinnya taehyung💜
kurang greget tasya nya kelembekan jadi pwrempuan....
💜bucinnya taehyung💜
mana hasil penyelidikan raka? gbada lapirannya apa g ada tindak lanjut nya lama amat sampe tasya plng dr rs g ada aksi apa²
Fransiska Siba
entahlah disini aku lihat Tasya orgnya egois hanya memikirkan perasaan org lain tidak memikirkan bayi dalam kandungannya.
kemarin nekad naik bus tanpa sadar dia sudha menyakiti anaknya dalam bus, hanya memikirkan perasaannya dan org lain tidak memikirkan bayinya.
masalah datg juga karna kamu Tasya, terlalu naif dan bodoh
Fransiska Siba
bukan kamu yg salah Hans tp Tasya.
dari awal aja sok tegas dan marah, ya itu wajar krn dia tiba2 diajak menikah.
eh setelah menikah kok kelamaan naif dan bodohnya semakin meningkat, mau mau aja di tindak suami dan org lain apalagi mantan nya suaminya.
kemarin katanya mandiri dan tegar ehh krn Hans tidak peduli sama dia malah menyiksa dirinya sendiri, kan sdh diblg kan sama Hans kalau tidak membuka hatinya tp malah Tasya menyiksa dirinya sendiri. katanya mandiri ya urus saja dirimu jadi yg terbaik biar hubungan mu dan Hans mengalir saja yg penting kamu bisa urus diri sendiri dan bisa dibanggakan bukan mengemis perhatian dan cinta.
kok Tasya bego banget dari awal yaa.
Mo chi
istrinya bodoh laki nya bego ....CEO tapi o.on...katanya cinta jaga istri GK becus
re
mulai membaca
Amalina Nurhayati
bukannya tasya yang dipaksa nikah sam Hans,harusnya tasya itu cuek aja gak usah pikirin sikap hans gak usah peduliin ngapain capek di hati doang
Jhonsky Ipul M
Jd males baca, jd cewek kok gampangan, kaya ga punya kemampuan sndr, baru kali ini baca novel ga jelas sm karakter utama nya, hadeh... Bye aja deh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!