Mengandung adegan dewasa, jadi mohon bijaklah dalam membaca ya ...!
Menceritakan tentang ketidak percayaan diri mengundang pernikahan yang tanpa diduga, pernikahan paksa dengan CEO Tampan yang posesif bernama, Xander.
Xander merasa sudah jatuh hati kepada seorang wanita cantik bernama, Sasya. Tetapi, akibat ketidak jujuran sang kakak, Sasya menjadi terjebak dalam ikatan yang tidak diinginkannya, sebab yang harus menikah dengan Xander adalah kakaknya yang bernama Rasya, bukan dengan dirinya.
Naas-nya, Sasya terpaksa menjalani pernikahan dengan Xander dan harus memutuskan hubungan dengan kekasihnya, akibat adanya ancaman.
Bagaimanakah cerita selanjutnya dari Sasya dan Xander?
Ikuti terus alur cerita selanjutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Menik Kumalasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 26 (Banyak Ancaman)
Semenjak Xander melamar Sasya, ia sangat posesif sekali terhadapnya. Ia mengutus beberapa pengawal untuk mematai Sasya dan melindunginya. Mengirim sopir pribadi untuk mengantarnya kemanapun Sasya pergi. Mengirim juru masak untuk membuatkan makanan lezat dan bergizi untuk Sasya dan keluarganya. Serta menjadikan perusahaan milik keluarga Sasya menjadi lebih baik dan semakin meningkat.
Sasya yang di paksa menerima lamaran dari Xander, yang biasanya ia ceria menjadi sedikit pendiam kepada keluarganya.
Rasya juga merasa bersalah kepada Sasya, sekaligus sakit hati juga. Karena lelaki yang telah di perjuangkan selama ini tidak bisa menjadi miliknya sepenuhnya.
"Nak, mulai sekarang kemanapun kamu pergi akan di antar oleh sopir utusan dari nak Xander," ucap Sita ketika di meja makan.
"Tidak perlu, biar aku menyuruh temanku untuk menjemputku saja," ucap Sasya tanpa ekspresi.
"Itu malah sangat merepotkan temanmu, Nak!" ucap Sita kembali.
"Tidak Ma, aku lebih suka di jemput oleh temanku dari pada menggunakan sopir lelaki itu!" seru Sasya.
"Sasya!! Tidak sepantasnya kamu mengatakan seperti itu. Seharusnya kamu berterimakasih terhadapnya. Kemanapun kamu pergi harus bersama sopir itu!" tegas Surya.
"Iya!" Jawab cuek Sasya, yang malas debat dengan Papanya.
"Begitu lebih bai,." senyum Surya. "Perusahaan kita saat ini jauh lebih baik dari sebelumnya. Papa bangga kepadamu , Nak. Terimakasih!!" seru Surya sangat senang mendengar kabar perusahaannya semakin baik.
"Aku tidak melakukan apapun, jadi tidak perlu berterimakasih kepadaku. Itukan juga berkat papa sendiri, yang menjual anaknya kepada orang lain," ucap Sasya enteng.
"Sasya!!" Ujar marah Surya kepada Sasya, dan menggebrak meja, seketika Sita yang melihatnya langsung menenangkan suaminya itu.
"Sepertinya aku sudah kenyang. Aku berangkat dulu," ucap Sasya langsung bangkit dan pergi dari meja makan. Padahal ia masih memakan makanannya sesuap saja. Sasya berangkat dengan sopir yang di utus oleh Xander untuknya.
"Rasya, kamu jangan seperti adikmu itu!" seru Surya kepada Rasya ketika Sasya sudah pergi. Dan Rasya hanya diam saja.
Sasya sangat banyak masalah akhir akhir ini, sampai membuatnya bingung dan merasa pusing.
Sesampainya di kampus, Sasya merasa tidak bersemangat sama sekali.
"Sya loe kenapa kok diam saja?" tanya Belva.
"Ah, tidak ada!" ucap Sasya sembari sedikit tersenyum.
"Kalau loe ada masalah, langsung cerita saja. Kita akan selalu mendukung dan membantu loe, Sya!" ucap Ceysa.
"Tidak perlu, ini bukan apa-apa kok," ucap Sasya yang memaksakan tersenyum.
"Benarkah? Apa loe baik-baik saja?" ucap Ani memastikan.
"Aku baik-baik saja guys. Santai, aku hanya sedikit pusing saja," ucap Sasya tersenyum.
"Baiklah kalau begitu," ucap Ani.
Kemudian ketika istirahat, seperti biasa ia akan berpisah dengan sahabatnya. Sasya akan memakan bekal yang ia bawa ke atas gedung sendiri.
Ketika sudah di atas gedung, ia merasa tidak nafsu untuk makan. Ia hanya duduk disana, sambil memikirkan bagaimana cara menyelesaikan semua masalahnya.
"Bagaimana ini? Awalnya aku akan menjauhi Sadam untuk sementara waktu, tetapi kenapa masalahku malah bertambah? Sehingga aku harus mengakhiri hubunganku dengan Sadam sepenuhnya!" gumam Sasya sendiri.
"Aakkhh... Kenapa harus seperti ini!! Kalau aku tidak memutuskan Sadam secepatnya, Yama pasti akan mencelakai semua sahabatku. Di tambah lagi jika aku tidak segera memutuskan Sadam, Papa pasti mengancamku lagi dengan mencelakai Sadam!! Apa lagi perusahaan Papa juga akan hancur oleh papanya Xander, jika aku tidak mau bersamanya!!" gumam Sasya lagi, bergelut dengan pikirannya sendiri. Tiga ancaman berturut turut menghampirinya, yang membuat Sasya sangat pusing.
"Apakah aku memang harus memutuskan Sadam? Tetapi aku sangat menyayanginya. Kenapa aku menerima banyak ancaman sih!! Dan kenapa semua orang yang ku sayang malah akan celaka gara gara aku!!" kesal Sasya yang langsung menunduk menangis.
"Baiklah, aku akan benar benar memutuskan Sadam secepatnya! Aku tidak bisa membiarkan semua orang yang ku sayang celaka karna aku!" ucap Sasya mengambil keputusan, dengan berlinang air mata.
Sasya pun mengelap air matanya, lalu bergegas ke kelasnya mengambil tas untuk langsung pulang. Tak lupa ia meminta izin pulang lebih cepat terlebih dahulu, mengatakan kalau ia merasa pusing dan tidak enak badan.
smoga seru.
Vote Done.
Semangat