“Ternyata Meisya tidak pernah menikah lagi setelah kami bercerai!” Sebuah informasi yang Kenzo dengar hari itu menimbulkan semangat baru di dalam diri Kenzo setelah tiga tahun lamanya terpuruk dalam luka yag begitu dalam karena berpikir mantan istrinya sudah menikah lagi.
Mengetahui hal tersebut, lantas saja membuat Kenzo berencana untuk merebut cinta mantan istri yang masih ia cintai sampai saat ini.
Ya, meski sudah dua tahun berpisah dengan Meisya, besar cinta Kenzo pada Meisya masih saja tetap sama. Bahkan, setelah mendengar Meisya berencana menikah dengan pria lain, Kenzo masih saja sulit untuk melupakan rasa cintanya pada Meisya.
“Aku akan mendapatkan kamu kembali bagaimanapun caranya, Mei!” Kenzo ~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SHy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TCMI 27 - Cuek-cuek Perhatian
Selama berada di lokasi acara, perasaan Meisya sungguh tidak tenang. Pun dengan pandangan matanya yang terus saja tertuju pada sosok Kenzo yang terlihat acuh pada dirinya. Ingin sekali Meisya mengabaikan pria itu. Namun, entah mengapa sulit sekali bagi dirinya melakukannya. Seolah ada magnet yang menarik dirinya untuk terus tertuju pada Kenzo.
“Mei, keluarga Kenzo dan wanita itu kelihatan cukup dekat. Apa wanita itu kekasih Kenzo sekarang?” Mbak Elva tiba-tiba saja memberikan pertanyaan yang rasanya ingin sekali Meisya abaikan.
Kedua pundak meisya terangkat ke atas. “Aku gak tau, mbak. Lagian bukan urusanku juga.”
Mbak Elva mengangguk. Jawaban Meisya barusan cukup bisa ia maklumi. Toh yang dikatakan Meisya ada benarnya. “Kalau memang benar, sayang sekali. Mbak pikir Kenzo masih bisa mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari wanita itu.”
Dahi meisya mengkerut dalam. Dia bingung kenapa mbak Elva berbicara seperti itu.
“Mbak hanya merasa wanita itu kurang cocok sama Kenzo. Hanya itu saja.” Kata mbak Elva memberikan penjelasan.
Meisya diam. Dia heran kenapa mbak Elva memperdulikan masalah asmara Kenzo. Karena biasanya, mbak Elva tidak pernah peduli dengan urusan orang lain.
Merasa semakin kurang nyaman berada di sana, Meisya memilih untuk mengajak mbak Elva pulang. Toh tugasnya di sana sudah selesai. Sampai ia pergi meninggalkan hotel, tidak ada tanda-tanda Kenzo ingin mengajak dirinya berinteraksi. Padahal tadi Meisya sempat melihat kalau pria itu menatap dirinya.
“Apa benar wanita tadi kekasih Kenzo?” Meisya jadi kepikiran. Bukan hanya memikirkan itu saja, Meisya juga kepikiran dengan perkataan Kenzo padanya beberapa waktu lalu. Di mana Kenzo mengatakan cinta pada dirinya.
“Semua laki-laki sama saja.” Meisya langsung mengambil kesimpulan.
Bukannya sibuk memikirkan acara pernikahannya dan Rendy yang sudah berada di depan mata, Meisya justru sibuk memikirkan kebersamaan Kenzo dan wanita lain. Membuatnya kembali berpikir ada apa dengan dirinya sehingga membuatnya jadi seperti itu.
“Gak seharusnya aku mikirin dia. Dia hanya masa laluku. Yang harus aku pikirin sekarang seharusnya adalah kak Rendy yang sebentar lagi akan menjadi suamiku.”
Setibanya di apartemen, Meisya mendapatkan panggilan telfon dari Rendy. Karena enggan membuat Rendy mengkhawatirkan dirinya, membuat Meisya segera mengangkat panggilan telefon dari pria itu.
“Sayang, kenapa kamu gak bilang kalau tadi manggung di acara ulang tahun perusahaan keluarganya Kenzo?” Baru saja panggilan terhubung, Rendy langsung saja memberikan pertanyaan pada Meisya.
Meisya sedikit kaget mendengarnya. “Kenapa kak Rendy bisa tau?” Tanya Meisya dalam hati.
“Tadi kakak lihat postingan salah satu vendor acaranya.” Kata Rendy seolah memberikan penjelasan pada Meisya.
Meisya menghela nafas. Ia akhirnya mendapatkan jawaban atas pertanyaannya. “Aku sama sekali gak tau kalau Kenzo adalah bagian dari pemilik perusahaan. Aku juga baru mengetahuinya tadi.” Jelas Meisya.
Rendy diam. Seolah tidak percaya begitu saja. “Apa ini rencananya Kenzo undang kamu ke acara ulang tahun perusahaannya? Dia sengaja undang kamu untuk memperlihatkan betapa berkuasanya dirinya sekarang?” Tanya Rendy.
“Kenapa kakak berpikir seperti itu?” Meisya merasa sedikit kurang nyaman dengan tuduhan Rendy pada Kenzo. Karena ia pikir tidak seharusnya Rendy berpikiran macam-macam pada Kenzo.
Hembusan nafas rendy terdengar kasar di seberang sana. “Maaf kalau perkataan kakak membuat kamu gak nyaman. Jujur aja kakak kurang suka dengan cara Kenzo yang seperti sedang mendekati kamu lagi.”
Meisya terdiam beberapa saat. Dia bingung kenapa Rendy jadi bersikap seperti itu. Pasalnya, biasanya Rendy tidak pernah posesif seperti itu pada dirinya.
“Untuk ke depannya kakak harap kamu bisa lebih teliti menerima job dari siapapun itu. Karena bisa aja job yang ditawarkan sama kamu berasal dari Kenzo.”
“Kenapa kak Rendy seperti sedang mengaturku?” Tanya Meisya dalam hati. Karena energinya terasa terkuras membuat malas untuk menjawab perkataan Rendy. Lebih baik ia diam saja dan membiarkan Rendy terus memberikan pesan pada dirinya.
Beberap saat berlalu, akhirnya panggilan telefon keduanya terputus. Meisya akhirnya bisa menghela nafas karena sudah tak lagi berurusan dengan Rendy.
“Apa kak Rendy udah gak bisa percaya kepadaku sampai dia bersikap seperti itu?’ Tanya Meisya. Jujur saja ia sangat tidak nyaman dengan sikap Rendy saat ini.
Malas memikirkan sikap posesif Rendy pada dirinya, Meisya memilih membuka akun media sosialnya. Baru saja beranda media sosialnya terbuka, sudah terlihat wajah Kenzo dan wanita yang tadi dilihatnya di sana.
“Jadi wanita tadi adalah sekretarisnya Kenzo. Tapi kenapa sikapnya bukan seperti seorang sekretaris dengan bosnya. Justru seperti seorang kekasih.” Tanya Meisya. Dia jadi teringat bagaimana manisnya senyum yang diberikan wanita tadi pada Kenzo.
Beberapa hari berlalu, Meisya masih saja dibuat kepikiran dengan kedekatan Kenzo dan Shintya. Belum hilang kebersamaan mereka saat itu di benak Meisya, kini Meisya sudah kembali dihadapkan dengan Kenzo dan Shintya. Di mana siang itu mereka tidak sengaja bertemu di salah satu supermarket yang tidak berada jauh dari gedung perusahaan Kenzo berada.
“Kamu sendirian aja?” Tanya Kenzo. Meski tidak lagi tersenyum manis pada Meisya seperti biasanya, tapi Kenzo masih mau bertanya pada Meisya.
Meisya mengangguk pelan. Shintya yang berdiri di sebelah Kenzo terlihat sekali sangat tidak senang melihat interaksi Kenzo dengan Meisya.
“Tuan, waktu kita di sini gak banyak. Kita harus segera berangkat menemui Tuan Martin!” Kata Shintya dengan ekspresi wajah yang terlihat sangat serius.
Kenzo mengangguk pelan. Kemudian berpamitan pada Meisya untuk pergi. Sebelum berlalu dari hadapan Meisya, Shintya memperlihatkan raut wajah tak suka lebih dulu.
“Kenapa dia bersikap begitu. Seperti seorang wanita yang sedang cemburu saja.” Gumam Meisya. Sebagai seorang wanita, sekiranya Meisya cukup mengerti dengan arti ekspresi yang ditunjukkan oleh Shintya tadi.
Karena menurutnya tidak terlalu penting memikirkan sikap Shintya kepadanya, Meisya sudah tidak lagi memikirkannya. Kini yang dipikirkan oleh Meisya adalah sikap Kenzo kepadanya.
“Seharusnya aku senang dia bersikap biasa saja kepadaku. Tapi kenapa hatiku merasa tidak senang setelah melihat sikapnya yang seperti itu?” Tanya Meisya. Dia jadi bingung sendiri.
Bukan hanya bersika sedikit acuh pada Meisya, Kenzo juga sudah tak pernah lagi menghubungi Meisya. Membuat Meisya berpikir jika gosip yang beredar jika Kenzo menjalin hubungan dengan Shintya adalah benar.
Sayang, baru beberapa hari Meisya merasa yakin dengan gosip tersebut, Kenzo sudah memperlihatkan sikap manisnya kembali pada Meisya. Terlihat sore itu Kenzo dengan sengaja mendatangi Meisya dan mengajaknya pulang bersama.
“Kenapa kamu bisa di sini?” Bukannya menerima tawaran dari Kenzo, Meisya justru bertanya. Bagaimana bisa Kenzo berada di sekitar tempat ia baru saja manggung.
“Di mana pun kamu berada, aku selalu tau, Mei.” Balas Kenzo dengan wajah tersenyum.
Meisya baru saja ingin bersuara kembali. Namun, suara bariton yang berasal tak jauh dari dirinya dan Kenzo berada berhasil mengalihkan perhatiannya.
“Sayang!”
tapi terimakasih untuk karyanya.. semoga sukses 💪🏻
ditunggu launching novel terbarunya
kak shy jangan lama-lama ya, sehat selalu dan samangat selalu kakak....