NovelToon NovelToon
Hanya Bayangan

Hanya Bayangan

Status: tamat
Genre:Angst / Keluarga & Kasih Sayang / Karir / Tamat
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: aytysz_

Kisah ini tetang Siana Aprilly, gadis keras kepala yang masih belum bisa menentukan arah tujuan hidupnya. Siana hanya bisa mengikuti perkataan dari kedua orang tuanya tanpa protes. Karena Siana juga tidak mau menjadi anak durhaka yang mengabaikan setiap kata tercetus dari mulut orang tuanya.

Dan Siana pun juga tidak begitu memiliki banyak teman. Hanya ada beberapa orang yang dekat dengan Siana. Tapi bagi Siana, siapapun yang berusaha untuk berteman dengannya itu pasti memiliki hal tertentu.

Mereka akan pergi menjauh setelah Siana tidak lagi mereka butuhkan. Dan yang paling menyakitkan, saat Siana butuh bantuan mereka. Tidak ada satu pun dari mereka meluangkan waktu untuk mengulurkan tangan mereka pada Siana.

Sampai di titik, di mana Siana memilih untuk menjadi gadis jahat tanpa ampun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aytysz_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

00.026%

Melangkah pelan dengan telinga yang terus mengabaikan setiap kata dari mulut Sellena-- berjalan di sisi kanannya. Dan Siana kini melah tertarik akan beberapa orang yang berada di lokasi kejadian di mana Cindy ditemukan tidak berdaya. Saat itu salah satu pria dewasa yang meliarkan pandangan tidak sengaja melihat ke arah Siana dengan pandangan biasa. Karena tidak memiliki kecurigaan sedikit pun terhadap seluruh murid-murid di sekolah itu.

"Apa yang kau lihat?" Tanya Sellena yang mengikuti arah pandang Siana. Tertuju pada orang-orang dewasa itu. "Mereka tidak akan menemukan pelakunya."

Seketika Siana menoleh untuk menatap wajah Sellena, yang perlahan membalas tatapan dari Siana. "Maksud ku__ bukti itu tidak ada. Kepala sekolah juga tidak bisa dituduh begitu saja-- rekaman CCTV yang ada pun juga tidak menunjukkan kecurigaan terhadap kepala sekolah."

"Banyak yang bilang, jika Cindy memang melakukannya sendiri. Karena__ beberapa teman sekolah sering sekali melihat Cindy ketakutan saat ibunya menjemput Cindy ke sekolah. Mungkin bisa jadi-- tekanan dari orang tua itu membuat Cindy kehilangan akal sehatnya. Dan dia memilih untuk mengakhiri hidupnya." Jelas Sellena sangat rendah. Dengan kepala mengangguk kecil. Sellena pun juga merasa prihatin dengan Cindy, dan merasa bangga pada dirinya sendiri yang masih bisa bertahan sampai saat ini-- setelah mendapat tekanan dari kedua orang tuanya, terutama wanita yang telah melahirkan Sellena.

Sebenarnya Siana ingin membuka suara untuk memberi balasan. Hanya saja, mulutnya tidak terbuka sama sekali. Itu membuat Sellena kembali melontarkan perkataannya. "Jika sikap Cindy sedikit lebih baik lagi. Mungkin aku bisa berteman dengannya. Tapi sayangnya__ gadis itu senang sekali mencela siapapun yang dia anggap jauh lebih rendah darinya."

"Mungkin karena itu juga__ tidak banyak orang yang merasa kehilangan Cindy di sekolah ini. Mereka hanya tidak percaya, bukan merasa kurang." Sambung Sellena apa adanya. Karena sejak tadi pagi, Sellena masih saja melihat banyak orang lebih mengutamakan belajar, dari pada meratapi penyesalan karena telah kehilangan teman sekolah mereka.

"Jika kasus ini kembali di tutup seperti__ yang terjadi pada Sebastian, bukankah hal itu akan semakin membuat pelaku merasa senang?" Kalimat yang terlontar dari mulut Sellena itu sangat hati-hati, karena satu nama yang begitu sensitif di pendengaran Siana berhasil Sellena cetuskan.

"Mungkin pelaku itu tidak sama__ Sebastian ditemukan di jalan raya. Sedangkan Cindy di lingkungan sekolah." Sangat dingin, Siana memberi balasan. Kini tersenyum manis, sebentar menatap Sellena-- sebelum melangkah lebih dulu dari tempat itu.

Dan Sellena hanya bisa membuang napas berat, niatnya yang ingin mengikuti Siana-- tapi kedua matanya tidak sengaja bertemu dengan milik sosok pemuda yang entah sejak kapan memantau keberadaan Siana. Itu benar-benar membuat Sellena tersenyum tipis. Karena merasa terganggu akan sikap Astra yang sungguh terlihat sangat obses terhadap Siana.

Bukannya pergi kini Sellena malah berjalan mendekati keberadaan Astra dengan keberanian yang ada didalam dirinya. Dan tidak membuat Astra goyah untuk menghindar dari Sellena.

"Kenapa kau selalu memantaunya? Itu akan membuatnya merasa tidak nyaman." Cetus Sellena begitu saja. Bukannya tidak suka, hanya saja Sellena tidak mau Astra melakukan hal gila pada Siana. Karena Astra dikenal sebagai pemuda kejam tanpa ampun, dan dia juga bisa membunuh siapapun tanpa menyentuh.

"Aku hanya ingin memastikan jika dia baik-baik saja. Apa itu salah?" Dengan nada yang sangat dingin, hingga menusuk relung sukma sang lawan. Astra menatap Sellan tanpa ekspresi.

"Apa Siana semakin parah? Hingga kau mengkhawatirkannya." Entah kenapa kalimat itu keluar dari mulut Sellena, yang terlihat sangat kesal sendiri kepada Astra.

"Aku hanya menjalankan permintaan dari om Evan. Jadi kau tidak perlu memikirkan hal yang tidak-tidak. Oh ya__" hampir saja Astra lupa. Pemuda itu mengurungkan niatnya untuk entah dari hadapan Sellena.

"Jika kau bersama Siana, jangan pernah kau menyangkut pautkan Sebastian dengan kepergian Cindy. Karena pelaku itu tidak sama. Bukan Siana yang melakukannya. Dan__" diam sejenak, Astra mengangguk kecil.

"Jangan membuat Siana untuk mengingat kejadian malam itu. Biar Siana yang mengingatnya sendiri. Jika sampai kau bertindak sejauh itu__ aku tidak akan melepaskan mu." Sambung Astra yang penuh peringatan, agar Sellena tidak sembarang melontarkan perkataannya saat bersama Siana. Karena entah kenapa, Astra memiliki firasat buruk akan Sellena yang terus berada di samping Siana.

"Sepertinya aku harus menyingkirkannya." Ucap Astra dalam hati, sembari melangkah pergi untuk mencari keberadaan Siana. Tanpa peduli akan raut wajah kesal dari Sellena yang tanpa sadar menghentakan kakinya.

Ternyata hal itu tidak luput dari penglihatan dari wali kelas mereka Candra, bersama seorang pria dewasa yang tadi sempat melihat keberadaan Siana dan Sellena. Dia Bayu-- seorang pria yang memiliki profesi untuk menangkap para penjahat di kota tinggalnya.

"Jika kau tahu kebenarannya__ kau harus mengatakannya padaku. Karena berada di pihak pelaku itu akan semakin menyiksamu." Timpal Bayu yang kini melihat kepergian Sellena dari tempat gadis itu berdiri.

"Kenapa aku sulit sekali melihat masa depan mereka suram?" Sangat rendah, Candra melontarkannya.

"Jika pun pelaku itu salah satu murid didik mu, kau harus mengakuinya. Karena jika di biarkan__ itu akan mendatangkan banyak korban." Batu membasahi bibirnya sekilas, sembari mendekatkan tubuhnya pada Candra-- setelah melihat ke belakang tepat di mana rekan kerjanya berada.

"Dan kau sendiri yang akan rugi. Karena mareka pasti akan melupakan mu sebagai gurunya, di saat mereka lulus dari sekolah ini. Pikirkan lagi__ jika kau terus menyembunyikan hal yang kau tahu, kau juga akan mendapat hukumannya." Bayu mengimbuhkan perkataannya dengan sangat pelan. Agar siapapun tidak dapat mendengarnya, kecuali Candra.

"Jujur__ kali ini aku tidak tahu siapa. CCTV juga tidak menunjukkan pelakunya. Kecuali, di mana Cindy berjalan sendiri ke arah atap sekolah. Tidak ada yang mengikutinya ataupun memaksa gadis itu. Jadi aku tidak menutupi apapun dari mu." Sedikit menjaga jarak dengan Bayu. Karena Candra juga tidak mau di pandang sebagai pria yang tidak normal.

"Benar__" napas gusar keluar begitu saja dari mulut Bayu, sembari melipat kedua tangannya. Pandangan melihat ke sembarang arah. "Tidak ada yang mencurigakan di dalam CCTV itu."

Menoleh ke belakang tepat di mana seorang gadis, berdiam diri di tempat yang tidak jauh dari keberadaannya. "Jika tidak ada yang mencurigakan, dan tidak mendapat bukti sama sekali. Atasan pasti menutupnya tanpa peduli jika orang tuanya terus mendesak untuk menyelidiki."

Beralih pada Candra yang sedikit tersentak, karena Bayu dengan tiba-tiba menatapnya tanpa isyarat. "Kau yakin__ tidak ada satu pun murid di sini yang dekat dengan korban. Tidak mungkin jika korban tidak punya teman."

"Sikapnya yang kasar, dan senang menyudutkan siapapun. Membuat mereka tidak mau berteman dengan Cindy. Gadis itu juga memiliki catatan yang paling banyak sebagai perundung. Bukannya aku ingin menjelekkan murid ku sendiri. Tapi itu memang faktanya." Candra memberi sahutan apa adanya.

1
helena
😍😍
Ibu_kata
semangat ya kak 💪💪
Ibu_kata
😍
its'4yiyin🍃
terimakasih buat kaknya udh mampir dan semangat juga buat kakanya🤍✨
Delia_Sherlyn
andai q knl siana lebih cpt.. 🤣🤣
HFJ021018
makasih ya kak udah mampir 🙏 aku juga masih perlu banyak belajar nih 💪
makasih ya kak semangat jugaa untuk kakak yang mungkin udah mulai di kejar deadline 🤣
Raihan
langsung di beri ceramah ya🙏
Ella
semangat ya kakkk/Heart//Heart/
aytysz: semangat juga yaa buat kamuu
total 1 replies
Aya Carita
Baru buka bab pertama udah dapet siraman rohani 😌🙏
Alya Senja
bagus kak karyanya mampir juga ya kak di novel yang aku buat kontrak nikah boss Dody : Demi Nafas Nonik ceritanya seru
Rani Andong
bagusss😇☺️
ASASTA
semangat kakak💪
aytysz: semangat juga yaa buat kamuu
total 1 replies
Tivadar
semangat kakk😍😍💪💪
aytysz: kamu juga semangat yaa
total 1 replies
yuyunnnitaaawww
semangattt 😍😍
aytysz: semangat juga yaa buat kamu😉
total 1 replies
꧁𖣔⃟⃝⃞𒈙᭄404᭄𒈙⃞⃝𖣔꧂
super/Hunger/
aytysz: hehe😉
total 1 replies
Nur Rohimah
keren kak, ttp semangat kk💪😍
aytysz: semangat juga yaa buat kamuu
total 1 replies
Nur Rohimah
keren kak, ttp semangat nulisnya kak 🥰💪
N.V
Halo kak, aku baru mampir ehehe…
aku suka banget sama writing style-nya, dan alur ceritanya juga smooth banget padahal ini aku baru baca chapter 1 loh 🤭🤭.
Yumi altarra: kenapa aku merasa siana adalah aku .
sangat relate dengan kehidupan aku kak 🤭
total 2 replies
zoedrazit212
udah mampir nih, seru crta nya bagus semangat
Justmeen
kunjungan balik, terimakasih sudah berkunjung 🤝🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!