NovelToon NovelToon
JUST KILL ME

JUST KILL ME

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Kriminal / Horor / Militer / Misteri / Cintapertama / Tunangan Sejak Bayi / Cinta Seiring Waktu / Mata-mata/Agen / Tamat
Popularitas:933.6k
Nilai: 5
Nama Author: Seul Ye

Aku sudah menggilainya sejak tingginya baru sepinggangku. Bahkan setelah lima belas tahun berlalu pun, aku masih tergila-gila padanya, pada gadis kecil berisik itu, Miya.

Tapi tiba-tiba Miya menghilang, tanpa jejak, tanpa alasan, dan tanpa pamit. Aku yang tak sudi hidup tanpanya, bertekad untuk mencarinya meski harus memorak-porandakan surga dan neraka.

Dan ketika akhirnya aku menemukannya, ia berbisik lirih padaku. "Apa yang akan kau lakukan jika Ibuku dan Ayahmu saling mencintai, Kingston?"

.
.
.

HALO, INI SEUL YE.
MOHON DUKUNGANNYA YA UNTUK KARYA RESMI PERDANA SAYA.
MOHON DIMAKLUMI JUGA JIKA BANYAK KESALAHAN PENULISAN DALAM KARYA INI.
SAYA MASIH BELAJAR DAN AKAN TERUS BELAJAR.
TERIMA KASIH. SELAMAT MEMBACA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seul Ye, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 26

why do birds suddenly appear..

every time you are near..

just like me..

they long to be..

close to you..

why do stars fall down from the sky..

every time you walk by..

just like me..

they long to be..

close to you..

Sebuah lagu didendangkan dengan volume sedang di dalam sebuah mobil convertible. Terlihat Besse menyetir sambil menekuk wajahnya, sementara Miya tampak kegirangan menikmati semilir angin sambil mengikuti alunan lagu itu. Hari ini mereka hendak mengunjungi Siam Niramit Show untuk menonton pertunjukan kehidupan masyarakat Thailand tempo dulu.

"Hei, harusnya kita membawa bekal agar tidak kelaparan saat menonton nanti."

"Mereka menyediakan paket makan," balas Besse pada Miya.

"Baguslah kalau begitu."

Besse berdeham, "daripada itu, bagaimana kau bisa membuat pengawal-pengawalmu yang seperti yeti itu tidak mengikuti kita?"

Miya tertawa mendengar apa yang baru saja dikatakan Besse, membuat Besse semakin bersemangat menekuk wajahnya. Perlahan Miya menceritakan kejadian pagi tadi, ketika dirinya berdebat sengit dengan Hideyoshi. Miya berkata jika sampai saat ini pun ia masih tidak percaya jika Hideyoshi mengizinkannya pergi seorang diri bersama Besse.

"Aku hanya bilang ingin bermain dengan tunangannya Kingston. Tentu saja Hideyoshi tak langsung mengiyakan, tapi aku terus berusaha sampai akhirnya dia setuju," terang Miya.

"Dia setuju semudah itu? Bukankah aneh? Kurasa dia akan tetap mengawasi kita entah dari mana," jawab Besse sambil melirik ke kaca spion luar mobil.

Miya bergumam dalam hati, "ya, Hideyoshi memang menjadi aneh setelah tiba di sini."

that is why all the girls in town..

follow you all around..

just like me..

they long to be..

close to you..

...***...

Saat memasuki Siam Niramit Show, Miya langsung berlari kegirangan ke sana ke mari melihat kemegahan bagian dalam Siam Niramit Show itu. Besse tertegun memandangi Miya yang berdiri cukup jauh di depannya. Tampak Miya sangat tidak sabar untuk segera menonton pertunjukan dan tanpa sadar memanggil Besse dengan panggilan yang sama sekali tak diduga keduanya.

Miya berteriak, "Kakak, cepat ke sini."

DEG! DEG!

"Jika tidak cepat aku akan meninggalkanmu." teriak Miya lagi.

DEG! DEG! DEG!

"Perasaan aneh ini lagi. Apa-apaan, kenapa aku sangat senang mendengarnya memanggilku begitu," gumam Besse.

Miya dan Besse terlihat sangat menikmati pertunjukan di Siam Niramit Show itu. Mereka lalu melanjutkan agenda jalan-jalannya ke Bangkok Dinner Cruises. Waktu terus bergulir, dan perasaan aneh di antara mereka pun terus mengalir. Tanpa mereka sadari, mereka menjadi terlewat akrab dan melupakan tentang persaingan memperebutkan Kingston.

"Aku di adopsi dari panti asuhan saat umurku empat tahun." Besse menghela napasnya. "Tentang siapa orang tuaku yang sebenarnya, aku sama sekali tak ingat, dan tak ingin ingat. Giliranmu, apa rahasiamu?"

"Ibuku dan Paman Aldrich adalah mantan kekasih. Ibu bilang dulu ia sangat mencintai Paman Aldrich."

"Wah, itu rahasia yang berbahaya untuk diketahui oleh orang sepertiku," balas Besse pada Miya.

Miya tersenyum. "Aku juga berpikir begitu. Tapi entah kenapa aku merasa lega setelah membocorkannya padamu."

Mereka saling bertatapan. Air mata Miya yang tiba-tiba menetes, membuat Besse tanpa sadar menggerakkan tangannya untuk segera menghapus air mata itu. Besse tak mengatakan apapun, hanya terus memandangi Miya sembari merasakan perasaan sedih yang tiba-tiba saja datang entah dari mana.

"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?"

"Mungkin. Karena aku merasa sudah sangat dekat denganmu," jawab Miya pada Besse.

"Aku juga merasakan itu, perasaan aneh seperti deja vu. Bahkan saat ini pun aku ikut merasa sedih, padahal seharusnya aku merasa senang, bukan?"

Miya kembali tersenyum. "Benar, ini benar-benar seperti deja vu."

...***...

Sudah dua minggu berlalu sejak aku, Jeff dan yang lain menjalankan misi untuk meringkus para pedagang senjata gelap di Thailand. Aku menyusun rencana peringkusan yang cukup berisiko demi segera bertemu Miya. Meski Hideyoshi dan orang-orangku mengabarkan jika semuanya aman terkendali, aku lebih memercayai ketidaktenangan hatiku. Dan benar saja.

"Kau sudah sinting rupanya," ujar Jeff.

"Dan memiliki 100 buah nyawa," timpal Paul.

Hideyoshi membungkukkan badannya. "Sekali lagi saya meminta maaf pada anda, Tuan Kingston."

Aku tidak berbicara sepatah kata pun sejak Hideyoshi memberi tahuku jika dia ingin mengundurkan diri dari pekerjaannya saat ini karena telah berani jatuh cinta pada Miya. Aku masih tak bisa memercayai kata-kata yang keluar dari mulut Hideyoshi, orang kedua yang sangat kupercayai setelah Jeff.

"Saya khawatir jika tetap melanjutkan pekerjaan ini, saya akan terbunuh atau mungkin membunuh."

"Hei, hati-hati dengan kata terakhir yang baru saja kau ucapkan itu," sahut Jess pada Hideyoshi.

Eli menyenggol Jess sambil berbisik. "Tutup mulutmu."

Aku masih mengunci bibirku, namun tak melepas tatapanku dari Hideyoshi yang sedari tadi berdiri tepat di depanku. Atmosfer di ruang keluarga penginapan mewah ini mendadak seram, karena tidak ada yang berani bersuara lagi. Aku beranjak menghampiri Hideyoshi sembari berpikir dengan keras tentang kematian apa yang pantas untuk kuberikan pada orang kepercayaanku.

Aku membenarkan dasi Hideyoshi. "Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan padamu. Jadi, coba usulkan se--"

"Kau sudah kembali? Kenapa tidak langsung menemuiku?" tanya Miya.

Aku langsung menoleh pada Miya yang tiba-tiba muncul dari balik tangga. Hasrat tiranku yang sudah berkobar sejak Hideyoshi membuka mulutnya, lenyap dengan cepat ketika suara Miya tertangkap oleh telingaku. Dengan segera aku pun ikut menghampiri Miya yang kini sedang berjalan menghampiriku.

Aku mengecup kening Miya. "Hideyoshi bilang kau sudah tidur. Aku hanya tidak ingin membangunkanmu."

"Sudah makan nasi?" tanya Miya lagi.

Aku mengangguk. "Ayo kembali tidur."

"Tuan Kingston, maaf atas permintaan saya yang lancang ini. Tapi izinkan saya menyampaikan sesuatu pada Nona Miya," pinta Hideyoshi ragu.

"Hm? Kenapa hanya menyampaikan sesuatu saja sampai disebut lancang? Memang apa yang ingin kau sampaikan padaku?"

Aku menoleh pada Hideyoshi. Mata kami yang saling bertemu membuat Hideyoshi ketakutan dan langsung kembali menunduk. Lalu tiba-tiba Miya memukul dadaku dan menasihatiku untuk tidak terlalu keras kepada Hideyoshi. Miya lalu menghampiri Hideyoshi dan kembali menanyakan apa yang ingin dia sampaikan padanya.

"Saya telah jatuh cinta pada anda sejak anda mengajak saya berdoa bersama di Four Face Buddha. Terima kasih karena telah membuat saya kembali percaya pada Tuhan."

"Semoga apa yang kau minta pada Tuhan tidak terkabul," balas Miya sambil tertawa. "Istirahatlah. Masih banyak tempat yang harus kita kunjungi besok."

1
Era Simatupang
kali ini AQ akan🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
bunga cinta
jgn jgn sodara sedarah
bunga cinta
dar der dor
bunga cinta
bagus
Era Simatupang
🤣🤣🤣🤣🤣keren Kingston
Era Simatupang
entah yg ke brapa kali ini ku baca
Else Widiawati
kereeenn kata2nya thor....love it...🥰🥰
Else Widiawati
buussyyeettt dahhh.....edan bener2 nih kingston...aduhh jangan ditiru ahh...masa ayahnya sendiri di dorrr😒😒😴
Else Widiawati
aku penasaran berapa umur kingston sekarang?? beda brp tahun dengan miya?
Else Widiawati
beneran ga sih tuh ramalannya??? sampe merinding
Else Widiawati
meleleh aku.....😇😇😇😇
Else Widiawati
kingston emang bener2 gila segitunya sampe rela ditembak....
Else Widiawati
aku baru tau kali bunga lily artinya kebencian.... padahal banyak yg suka bunga lily ketika memberi kado bunga waktu baca novel2🤔🤔
Else Widiawati
dari miya umur 5 tahun sampe miya umur 20 tahun....sedangkan miya sejak umur berapa mulai menyukai kingston?? duuhhhh apa mereka akan bertemu thor....
Else Widiawati
aku masih nyimak ceritanya thor....
Else Widiawati
mampir thor baca cerita pertamamu....kayaknya lebih suka dengan cerita ini yah.... wahh bakalan otw marathon ini
Else Widiawati: bukan , aku masih blm nyimak ceritanya... dan blm sempet buka lagi... pas baca yang ini ko lebih semangat bacanya...ceritanya tentang cinta kan lebih gimana gitu😆😆😅
total 2 replies
USWA ,
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
di platform ini aq ingin cari hiburan..bukan untuk ujaran kebencian.apapun bentuk karya2 author semua adalah hasil karya yg patut utk diapresiasi.sudah berani mencoba itu sudah lebih dari sekedar baik.semangat..semangat..jangan kasih kendor.tetap srmangat dlm berkarya semoga menjadi famous ya..
$uRa
salam .baca ahh ..
Ayoung Lely
mampir kk...😁😁
ay
>•<
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!