NovelToon NovelToon
Aku, Kamu, Dan Setan

Aku, Kamu, Dan Setan

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Nikahmuda / Mata Batin / Dendam Kesumat / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Reina aka dian

Setan itu banyak bentuknya. Tak kasat mata. Mengalir dalam setiap aliran darah manusia-manusia yang penuh dengan amarah, benci dan dendam. Dan inilah yang dialami oleh Marni. Pernikahan yang membuat kehidupannya hancur dan terjun ke dalam lubang penderitaan. Bukan hanya karena kemiskinan yang tak berkesudahan namun perlakuan suami yang tidak beradab. Akankah Marni tetap bertahan ataukah lari mencari kebahagiaan yang lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reina aka dian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Perewangan?

"Lalu bagaimana?"

"Sebenarnya meninggalnya bukan karena kejangnya, namun karena kepalanya terbentur saat dia berusaha menyerang petugas kami,"

"Bagaimana kami bisa mempercayai itu?"

"Ada banyak saksi mata,"

"Siapa?"

"Pasien di IGD, yang terpaksa harus kami selamtakan dari ruangan," ucap si dokter.

"Baik,"

Setelah dokter menjelaskan dan memberikan surat keterangan kematian Bu Konasih, Marni berjalan di lorong dengan perasaan gamang.

"Jika ingin menangis menangis saja. Jika ingin marah juga tidak apa-apa, atau ingin meluapkan perasaanmu juga aku bisa menerima, aku bisa meluapkannya sekarang..." kata Jagat.

Namun Marni  tidak tahu apa yang terjadi dengannya. Dia hanya bingung, karena tidak ada rasa senang atau sedih. Semuanya datar saja.

"Apakah Mas Joko juga akan mati hari ini?" tanya Marni.

"Jika Tuhan berkehendak, kita tidak bisa apa? Tapi aku yakin kalau dokter akan berusaha, aku juga tidak ingin dia membuatmu dalam masalah besar jika dia mati sekarang..." kata Jagat.

'Ijinkan aku menolong dirimu, Mar...' batin Jagat.

Marni mendongak

Angin berhembus di dalam lorong rumah sakit yang  disana ada sebagian ruang terbuka sehingga dia bisa melihat beberapa ekor burung terbang di atas langit sore ini.

Marni melihat lagi surat kematian yang ada di tangannya.

"Kita menunggu di depan ruang oeprasi!" Jagat dengan sigap menggandeng satu tangan Marni, namun tangan itu muncul kembali. kali ini ujung kukunya menyentuh rambut Marni yang bergelombang. Sementara Marni terus bergerak mengikuti langkah Jagat, sosok itu diam terpaku di tempatnya, tidak mengejar.

Mereka kemudian duduk di bangku kursi depan ruang tempat dimana Joko sedang berjuang antara hidup dan mati.

"Kematian bukan sesuatu yang pantas dirayakan, tapi jika kematian menumbuhkan kehidupan baru untuk seseorang, tidak apa jika itu menimbulkan rasa lega..." Jagat bersuara.

"Aku mungkin tidak tahu persis tentang kehidupanmu, Marni. Tapi sekilas yang aku lihat ketidakadilan orang terhadapmu. Mungkin itu yang membuatmu sulit percaya dengan seseorang bahkan ketika seseorang itu ingin membantumu. Aku bisa mengerti itu," kata Jagat lagi.

"Malam itu, aku tidak benar-benar bermimpi. Ternyata semua itu nyata, saat aku melihat diriku menusuk mas Joko, aku juga bisa melihat wajah ketakutan sekaligus putus asanya..." Marni tiba-tiba bicara.

"Bagaimana caranya aku bergerak disaat aku tidak benar-benar ada di tubuh itu,"

"Sulit untuk dijelaskan. Tapi yang jelas, sesuatu tidak akan masuk jika tidak benar-benar diijinkan..."

Marni memandang Joko, pikiran dan emosinya masih mengambang.

"Tidak tahu seberapa dalam luka yang diberikan Joko padamu, yang jelas tubuh dan pikiranmu merespon semua emosi itu diluar kendali. Badan masih hidup namun pikiranmu sepertinya lelah, sehingga semua menjadi tidak seimbang. Dan akhirnya secara tidak sadar pikiranmu sering kosong, dan hal itu dimanfaatkan oleh makhluk lain untuk masuk dan mengendalikan tubuhmu. Dan disini yang masuk ke dalam tubuhmu itu adalah mendiang istri suamimu,"

"Ya,"

Marni mengangguk, dia mengingat sekilas wajah wanita itu. Wajahnya dan wanita itu terkadang berganti-ganti dalam wujud tubuh yang sama. Dan ini sangat membingungkan.

"Dan sepertinya wanita itu sangat membenci laki-laki, dan saat pertama kali kita bertemu, wanita itulah yang masuk ke dalam tubuhmu sampai dia melukaiku juga. Beruntung aku tidak berakhir seperti Joko,"

"Lalu bagaimana makhluk itu bisa keluar masuk,"

"Polanya sepertinya sama. Dia datang saat petang dan pergi saat pagi, mungkin itu terpengaruh pada perasaanmu juga. Sampai mana kamu melihat kejadian semalam?"

"Sampai kamu mendekati sosok itu dan .. Aku tidak tahu lagi,"

"Aku mengusirnya,"

"Kamu mengusirnya? Caranya?"

"Sulit untuk dijelaskan,"

"Kenapa tidak kamu usir sejak pertama kali, aku menyerangmu?"

"Apakah aku harus membuka bajuku agar kamu lihat luka sayatan itu? Seberapa sulit aku melawannya?"

Jagat sesaat mengingat sewaktu dia mengantar Marni untuk pulang ke rumahnya setelah mereka berhasil keluar dari hutan. Dia melihat sekilas bayangan wanita, yang juga mengikuti langkah Marni.

Jagat pulang ke rumah untuk mengambil ponselnya dan menelepon seseorang.

'Aku boleh menggunakannya?' tanya Jagat pada wanita itu.

'Ada apa?'

'Ada sesuatu yang menggangguku disini,'

'Kenapa kamu berubah pikiran?'

'Aku ingin menolong seseorang,'

'Seberapa berharganya wanita itu?'

'Boleh atau tidak?' Jagat tidak ingin basa-basi.

'Gunakan saja,'

'Bagaimana caranya?'

'Tubuh dan pikiranmu yang akan mengendalikannya. Tapi ingat setelah itu kamu akan kehilangan daya yang sangat luar biasa,' ucap wanita itu.

'Jangan bercanda. Aku sedang situasi yang sulit!'

'Aku tidak bercanda. Hanya kamu yang tau bagaimana berkomunikasi dengannya, dan berdoalah semoga yang kamu temui itu energinya tidak lebih besar,'

'Setelah urusan ku disini selesai, aku tidak ingin dia ada disini,'

'Tidak bisa. Itu sudah turun temurun keluarga kita, mau tidak mau suka tidak suka, dia akan mengikutimu,'

Jagat menceritakan semua itu pada Marni. dan wanita itu pun mengernyitkan keningnya.

"Aku tidak mengerti,"

"Tidak perlu dimengerti. Yang jelas ada sesuatu dalam diriku yang ingin aku hilangkan, namun sangat sulit..." Jagat tidak ingin Marni berpikir yang tidak tidak.

"Apa maksudmu, kamu memiliki perewangan?" Marni kemudian menatap wajah

Jagat menatap dua bola mata yang sangat indah, namun dibalik tatapan itu ada sebuah pertanyaan yang sangat sulit untuk dijawab.

"Sebenarnya---"

Namun belum sempat Jagat menyelesaikan ucapannya, pintu ruang operasi terbuka.

Jagat dan Marni sontak berdiri, lalu Jagat segera bertanya pada orang itu, "Bagaimana keadaannya?"

1
Ayuk Witanto
masa udah tamat thor
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿: nggk ada pembaca kak
total 1 replies
Ayuk Witanto
marni salah paham
Ayuk Witanto
siapa tuh
Ayuk Witanto
apa juragan Rara itu si jagat ya
Ayuk Witanto
apa kira2 si Rara bisa di percaya
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿: semoga ya...
total 1 replies
Ayuk Witanto
kukira jenar
Ayuk Witanto
apa ini Jenar...pasti nikah sama joko
Ayuk Witanto
lanjut
Ayuk Witanto
emang minta di musnahkan
Ayuk Witanto
lanjut
Ayuk Witanto
ya gak semudah itu jagat
Ayuk Witanto
jangan bukain
Ayuk Witanto
ada apa nih
Ayuk Witanto
salah bawa nih
Ayuk Witanto
ngenes si marni
Ayuk Witanto
pantesan gak mau minum
Ayuk Witanto
kok jagat buru2
Ayuk Witanto
lanjut
Ayuk Witanto
ternyata jahat punya perawangan/khodam
Ayuk Witanto
berarti pantangan untuk Bu konasih itu jarum...jadi susuknya malah menyelakainya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!