NovelToon NovelToon
Dia Menjadikanku Selir Ketika Dia Menjadi Kaisar

Dia Menjadikanku Selir Ketika Dia Menjadi Kaisar

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Wanita / Harem
Popularitas:11.6k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Masih dalam masa berkabung karena ayah dan semua saudara laki-lakinya gugur di medan perang. Bai Ningyuan, putri sulung jenderal Bai harus menerima kenyataan pahit yang sangat menyakitkan.

Putra mahkota, suaminya telah diangkat menjadi kaisar. Tapi titah pertama yang kaisar itu tulis adalah menurunkan pangkat Bai Ningyuan menjadi selir.

Tangan Bai Ningyuan gemetar, suaminya telah menjadikannya selir. Karena harus mengangkat putri perdana menteri Su menjadi permaisuri.

"Nyonya, silahkan berkemas. Dan pindah dari istana timur ini menuju istana Hanzi!" seru Kasim Wang.

"Nyonya..." pelayan di sisi Bai Ningyuan tampak sedih, matanya sudah berkaca-kaca.

"Lin'er, bereskan barang. Yang mulia ingin aku menjadi selir... " Bai Ningyuan terkekeh lirih, "maka aku akan menjadi selirnya!"

'Xuan Pingyan! jangan menyesali keputusanmu ini!' geram Bai Ningyuan dalam hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

"Titah Kaisar tiba!"

Di aula utama kediaman keluarga Bai yang masih dipenuhi kain duka berwarna putih, suasana hening menyelimuti setiap sudut.

Asap dupa mengepul perlahan di depan altar arwah Jenderal Bai dan para putra keluarga Bai yang gugur di medan perang demi mempertahankan Kerajaan Sanghyang.

Tangis lirih para pelayan dan kerabat terdengar sesekali, menambah pilu suasana berkabung.

Di tengah kesunyian itu, Kasim Wang melangkah masuk bersama rombongan pengawal istana. Wajahnya datar ketika membuka gulungan titah kekaisaran.

Semua orang yang ada di aula itu berbalik, dan segera berlutut menerima titah dari kaisar yang baru menjabat 3 hari yang lalu.

Pria yang berwajah tirus dan elegan itu mulai membuka gulungan titah berwarna kuning dengan tapi bordir hitam di setiap tepinya. Para wanita yang tengah berduka itu bahkan mengernyitkan kening mereka. Itu bukan titah yang akan memberi mereka kabar baik.

"Dengan titah Yang Mulia Kaisar. Bai Ningyuan, putri keluarga Bai, mulai hari ini diturunkan dari kedudukannya sebagai permaisuri putri mahkota menjadi Selir Ning. Mengingat Perdana Menteri Su telah berjasa besar bagi kerajaan, maka putrinya, Su Qingyue diangkat sebagai Permaisuri Kerajaan Huaming. Semua pihak wajib mematuhi titah ini. Barang siapa melanggar, akan dianggap menentang kehendak kaisar."

Setelah kata-kata itu selesai dibacakan, seluruh aula terdiam.

Bai Ningyuan berdiri membeku. Wajahnya yang pucat karena berkabung kini semakin kehilangan warna. Tatapannya perlahan beralih ke altar arwah ayah dan saudara-saudaranya. Air matanya jatuh tanpa suara.

Ayahnya, Jenderal Bai, bersama seluruh pria keluarga Bai telah mengorbankan nyawa di garis depan demi mempertahankan negeri dan takhta yang kini diduduki sang kaisar.

Darahh mereka masih belum kering di medan perang, namun bahkan sebelum masa berkabung berakhir, keluarga Bai justru menerima penghinaan sebesar ini.

Sebaliknya, Perdana Menteri Su yang selama perang tetap berada dengan nyaman di ibu kota menikmati keamanan di balik tembok istana, makan dengan tenang, dan tidur tanpa mendengar suara dentuman perang, justru dipuji sebagai penyumbang jasa terbesar bagi kerajaan. Putrinya bahkan dianugerahi mahkota permaisuri.

Beberapa pelayan keluarga Bai menggertakkan gigi menahan amarah. Mata mereka memerah, tetapi tak seorang pun berani bersuara. Mereka tahu, melawan titah kekaisaran sama artinya dengan mencari kematian.

Bai Ningyuan menarik napas panjang. Dengan kedua tangan yang gemetar, ia menerima gulungan titah itu. Bibirnya membentuk senyum tipis yang lebih menyakitkan daripada tangisan.

"Jadi... beginilah balasan kerajaan kepada keluarga Bai." lirihnya.

Dia tidak lagi memikirkan pria yang dia cintai dan dia dukung selama tiga tahun ini telah mengkhianatinya. Perasaannya tak lagi penting, tapi keluarganya? apakah mereka layak mendapatkan penghinaan seperti ini?

"Keluarga Bai menyerahkan seluruh putranya untuk gugur di medan perang. Sebagai balasannya, anakku kehilangan posisinya, kehormatannya sebagai permaisuri? sementara putri seorang menteri yang tak pernah mencium bau darahh di medan perang justru mengenakan mahkota permaisuri." lirih Lin Qingxue, ibu Bai Ningyuan. Janda Jenderal Bai Chengfeng.

Aula kembali tenggelam dalam kesunyian. Para pelayan menangis sedih. Para menantu hanya bisa mengepalkan tangan mereka dalam tangis.

Bahkan Kasim Wang menundukkan kepala sejenak, seolah tak sanggup menatap altar para pahlawan yang gugur ketika membacakan titah yang terasa begitu kejam.

"Nyonya, terimalah titah Kaisar!" kata Kasim Wang yang memang mau ikut berduka juga tidak bisa melakukan apa-apa.

Tangan Bai Ningyuan gemetar ketika terangkat untuk menerima titah itu. Suaminya telah menjadikannya selir setelah semua yang dia korbankan selama tiga tahun ini.

"Aku Bai Ningyuan, menerima titah Kaisar!" katanya yang membuat tatapan Lin Qingxue menjadi penuh kebencian melihat gulungan titah itu.

"Nyonya, silahkan berkemas. Mulai sekarang nyonya harus meninggalkan istana Timur dan pindah ke istana Hanzi!" kata Kasim Wang yang segera berbalik dan pergi.

Dia benar-benar tak sanggup, melihat semua tatapan wanita-wanita yang ditinggalkan oleh suami mereka yang gugur di medan perang. Juga tatapan Bai Ningyuan, yang telah menemani suka dan duka putra mahkota sampai jadi Kaisar. Tapi, ketika putra mahkota sudah menjadi seorang Kaisar, dia malah menurunkan posisi istrinya.

"Nyonya..." lirih Lin'er pelayan setia Bai Ningyuan dengan mata yang sudah basah.

"Lin'er, cepat berkemas. Suamiku memintaku menjadi selir, maka aku akan menjadi selir!"

"Ning'er..." lirih Lin Qingxue.

"Kaisar benar-benar kejam, bagaimana bisa dia melakukan semua ini pada Ning'er kita!" kakak ipar Bai Ningyuan sampai emosi.

"Orang-orang istana memang sangat licik!"

Bai Ningyuan menatap papan nama ayahnya di atas aula itu. Tangannya terkepal. Ayahnya, semua saudaranya gugur demi tahta itu. Tapi apa balasan kaisar, pria itu menginjak-injak kehormatan keluarga Bai.

'Xuan Pingyan! aku harap kamu tidak akan pernah menyesali keputusan mu ini. Aku Bai Ningyuan, akan membalas kalian semua yang tertawa di atas darahh dan semua mayatt keluarga Bai ku!' batin Bai Ningyuan dengan tangan terkepal.

Kereta kuda sudah menunggu di depan istana timur. Tak ada banyak barang yang dibawa oleh Bai Ningyuan. Bahkan tak sampai dua peti. Pelayan pun, hanya Lin'er yang merupakan pelayan bawaan saat Bai Ningyuan masuk ke istana timur yang boleh ikut bersama Bai Ningyuan.

"Nyonya, barang nyonya semuanya sudah di bawa ke kereta!" kata Wu mama, kepala pelayan di istana timur.

"Terima kasih Wu mama!" kata Bai Ningyuan sopan.

Mata wanita tua itu berkaca-kaca.

"Jika saja saya boleh ikut dengan nyonya..."

Bai Ningyuan seger menepuk bahu Wu mama.

"Jodoh kita mungkin hanya sampai di sini Wu mama. Terima kasih selama sudah menjaga ku dengan baik. Selamat tinggal Wu mama!"

Bai Ningyuan naik ke kereta di bantu oleh Lin'er. Kereta mulai berjalan, jendela kereta itu tersingkap perlahan terkena angin.

Terlihat gerbang istana timur yang selama tiga tahun ini tidak berubah sama sekali. Kenangan melintas begitu saja di kepala Bai Ningyuan. Kala itu, Xuan Pingyan hanyalah pangeran ketiga yang tidak punya kekuatan apapun. Dia bisa menjadi putra mahkota setelah bertunangan dengan putri sulung jenderal Bai, Bai Ningyuan.

Begitu mereka menikah, janji yang pertama kali diucapkan oleh Xuan Pingyan, ketika menjemput tandu pengantin Bai Ningyuan di depan gerbang itu, dengan pakaian merah, dan tangan terulur adalah,

'Selamat datang putri mahkota ku, aku berjanji akan selalu mencintai dan melindungi mu. Tidak akan ada selir, hanya ada aku dan kamu. Suatu saat nanti saat aku menjadi Raja, hanya kamu yang akan menjadi Ratuku. Jika aku ingkar janji, langit akan menghukum ku!'

Air mata Bai Ningyuan menetes begitu saja.

'Kau ingkar janji Xuan Pingyan, kau ingkar janji! jika langit tidak menghukum mu, aku yang akan melakukannya' batin Bai Ningyuan, hatinya yang dulu hanya dipenuhi cinta untuk Xuan Pingyan, kini berubah menjadi dendam yang tak akan pernah terhapuskan.

***

Bersambung...

1
kaylla salsabella
hayooo ada apa
vj'z tri
baja /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ aserehaha rehaha hahahahahha
vj'z tri
pemirsa selanjutan mari kita saksikan bersama sama bagaimana rupa wajah dari permaisuri aaaaaaSu/Facepalm/
vj'z tri
manis di bibir memutar kataaaa malah kau tuduh aku lah segala penyebab nyaaaa oooo siapa terlena pasti nya terpanah bujuk nya rayu nya suara nya yang memikat simpatiii dann harapaa 💃💃💃💃
Kedan Bawel 🍒
Genk Permaisuri & selir² munafik saling menyalahkan & saling membela diri.. 🤭
Kalau Bai Ningyuan mah santuy, untuk apa cari perhatian kaisar lagi..
Toh cinta nya saat ini udah mati..
Yg ada di hati nya hanya balas dendam atas keluarga nya yg telah mati & gak dihargai.. 🤭
Kedan Bawel 🍒: Kadang terlihat santun..
Kadang terlihat baik hati..
Kadang terlihat lugu..
Kadang pula terlihat menarik perhatian bagi yg tak memahami..
Sayang nya banyak tertipu dengan tampilan begini..
Karena mereka tak tahu apa yang ada di otak & hati nya dari manusia tipe begini..
Bisa jadi emang baik, bisa juga ular, atau mungkin saja tipe manusia bunglon yg bisa berubah penampilan sewaktu-waktu untuk bisa mengelabui.. 🤭
total 1 replies
Muft Smoker
selir Bai mulai mengeluarkan taring ny lagii ,,
yula
💪💪💪💪💪thor lanjut
yula
💪💪💪💪💪thor
Dewi Habibah
lagi donk
Noer Row_ling: yok lanjut, semangat
total 1 replies
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
kok kalah ...mang lagiblomba apa k Noer /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Noer Row_ling: kacau balau ya kak, ya ampun hayati lelah kayaknya
total 1 replies
vj'z tri
bapak e sopo meneh Iki lah /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ sakit nya tuh disini di dalam hati ku sakit nya tuh disini tahu kau tak datang
vj'z tri
beredam air dari Mbah dukun /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
aud ????/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
separuh ??? hufh ya ya ya aku mengerti k Noer /Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
tenang ada waktu nya untuk menghina dan membalas mereka /Joyful//Joyful/
vj'z tri
kaisar masa gitu
vj'z tri
situ???? situ dua tiga dkk /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!