KAMILA ANDiNA gadis berusia 18 tahun berwajah manis berkulit sawo matang
kehidupan keluarganya termasuk keluarga kurang mampu
suatu hari setelah semua pekerjaan rumah selesai kamila atau sering di panggil Mila oleh orang-orang masuk kehutan mencari kayu bakar untuk di pakai untuk memasak
Hutan itu berada tidak jauh dari belakang rumah mereka hanya terhalang beberapa sawah
saat berada di hutan tanpa sengaja Kamila Bertemu dengan seorang Kakek tua yang sedang terluka
KAMILA mendekati sang kakek, Kamila sedikit ragu-ragu karena takut Kakek itu melakukan hal yang tidak di inginkan
" assalamualaikum,kek" ucap Kamila
"waalaikumsalam salam nak" jawab sang kakek
" kakek kenapa?!" tanya Kamila yang kini sudah berjongkok di samping sang kakek
" kaki kakek tidak.sengaja menginjak duri " ucap sang kakek
" ya Allah kek, dirinya tertusuk Sangat Dalam" ucap Kamila
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummy phuji, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 27 salah cari lawan
Dua orang yang sedari tadi memperhatikan mereka pun ikut keluar dari toko dan mengikuti ketiganya
ternyata mereka bukan hanya berdua tapi mereka satu komplotan dari arah toko emas yang satunya ada dua orang pria berbadan besar ikut memperhatikan kamila juga ayah tama
Mereka saling memberikan kode yang mengatakan "mereka adalah mangsa baru kita "
Bukannya mila tidak menyadari jika dia sedang di ikuti tapi lebih tepatnya mila pura-pura tidak tahu
Mila juga sudah menganti sipasi semuanya
Mila memasukkan uang hasil penjualan koin emasnya kedalam ruang penyimpanan dirinya
Tanpa siapapun yang tau tentang itu semua
Mila berjalan santai di samping bayah Tama
Dan saat berada di lorong toko yang menjadi pintu masuk kedalam pasar di mana ayah tama meninggalkan motor dan alat dagangnya tadi
Tiba-tiba saja ada yang menarik tas milik Kamila
Kamila pura-pura terkejut dan berteriak sekali
"hei apa yang kamu lakukan, ini tasku" teriak Kamila
Pria bertato itu terus menarik tas Selempang yang sudah terlihat lusuh milik kamila
Kamila mengeluarkan sedikit tenaga dalamnya sehingga pria itu seperti sedang menarik sesuatu yang teramat sangat berat
peluh sudah membasahi keningnya namum dia tak dapat mengambil tas milik kamila
Ayah Tama tidak tinggal diam dan langsung menendang perut pria itu cukup kencang
Sehingga pria bertato itu melepaskan genggamannya dari tali tas milik kamila karena perutnya terasa sakit
tubuh pria itu terpelanting kebelakang
"apa yang kamu lakukan hah?!" bentak ayah tama
Kamila menatap pria itu dengan tatapan tajamnya
Teman-teman pria itu datang membantu pria itu
"kamu kenapa gor?!" tanya salah satu teman pria itu
"dia sudah berani melawan ku" ucap pria yang bernama tigor itu
"cih lemah kamu,masa melawan pria tua dan kurus seperti itu kamu tidak bisa" ucap teman Tigor
teman Tigor maju dan ingin menghajar ayah Tama yang masih menggendong Khairul
Namun sebelum tinju besar teman tigor Sampai pada wajah ayah tama sebuah tangan yang terasa sangat keras dan kuat mencengkram tinju besar pria itu
Ya siapa lagi pelakunya jika bukan kamila
Walaupun tangan dan tubuh kamila lebih kecil dari tubuh pria itu namun kekuatan kamila lebih kuat dan besar dari teman Tigor
"berani kamu menyentuh ayahku saya pastikan detik itu juga tanganmu ini akan terpisah dari kakimu" ucap kamila mengancam pria itu
"cih gadis lemah seperti kamu tidak akan pernah bisa melawan kami yang bertubuh besar dan kuat " ucap teman Tigor meremehkan kamila
Kamila hanya tersenyum miring sambil merapikan hijab instannya yang sedikit miring
"oh ya !!? Kita lihat saja nanti" balas kamila
"mil biar ayah yang menghadapi mereka nak" ucap ayah Tama
"tidak apa-apa yah,biar kamila saja
Ayah bawa adik pergi dari sini mila tidak ingin adik lihat sebuah kekerasan " jawab Kamila
"tapi nak , ayah tidak ingin meninggalkan kamu nanti kamu bisa terluka" ucap ayah Tama dengan raut wajah penuh kecemasan dan kekhawatiran
"insya Allah mila bisa menghadapi mereka yah,ayah tidak usah khawatir cukup ayah bawa adik pergi dari sini karena mila tidak ingin adik melihat mila memberikan mereka pelajaran berharga " jawab kamila
ayah tama tidak lagi membantah kata-kata anaknya itu
"baiklah nak tapi kamu harus hati-hati ya" akhirnya ayah tama pergi menjauh membawa Khairul
"ayah tot tata lila di tindal?!" tanya Kairul saat ayah tama menjauh dari
kamila
"tidak apa-apa nak,kita doakan kak mila baik-baik saja ya" jawab ayah Tama pada putra bungsunya itu
Khairul yang tidak mengerti apa-apa hanya mengangguk sebagai tanda jika dia adalah anak yang patuh
Setelah melihat ayah dan adiknya sudah menjauh kamila pun memasang kuda-kuda untuk melawan ketiga preman berbadan besar itu
Banyak orang yang memperhatikan mereka dari jarak jauh karena mereka takut untuk mendekati mereka karena mereka tau siapa ketiga pria itu
Mereka adalah preman pasar yang cukup di ditakuti di pasar itu karena kompolotan mereka bukan hanya terkenal sebagai preman yang sering memalak para pedagang di pasar itu mereka juga terkenal sebagai para pencopet yang terkenal kejam
Mereka sering mencopet dan menjarah orang-orang yang datang ke pasar dengan cara mengancam mereka dengan Sajam (senjata tajam )
Mereka juga tidak segan-segan melukai korbannya
"ayo maju kalian,ayo sini kalian mau isi tasku ini kan!?" tantang kamila
Ketiga pria itu saling pandang lalu tersenyum menyeringai meremehkan tubuh kecil kamila yang terlihat lemah
Mereka tidak tau saja jika tubuh kecil itu sudah di tempa sedemikian rupa sehingga membuat tubuh kecil itu sangat kuat
Togar maju terlebih dahulu melayangkan tinjunya pada wajah Kamila
Dengan santai kamila menghindari setiap serangan Togar sehingga Togar merasa lelah sendiri
Kamila tersenyum melihat lawannya sudah kelelahan
Kamila melayangkan pukulan ke arah perut Togar dan membuat pria bertato dan bertubuh besar itu terhuyung kebelakang
Teman Togar yang bernama Bahar ikut maju menyerang Kamila
Kembali kamila menghindari setiap serangan Bahar
Bonar yang melihat itu ikut maju menyerang kamila karena merasa kamila sedang mempermainkan mereka
perkelahian mereka membuat orang-orang yang ada di sana tertarik untuk menontonnya seperti mereka sedang menyaksikan sebuah atraksi
Bahkan banyak yang mengangkat ponsel mereka untuk merekam itu semua dan menyebarkannya di sosial media mereka
Kamila kini di keroyok oleh tiga pria berbadan besar namun ketiganya sudah salah memilih lawan karena walaupun tubuh kamila lebih kecil dari mereka bertiga namun kekuatan kamila setara pukulan sepuluh pria
Kamila melayangkan tinjunya ke arah wajah Bahar sehingga wajah bahar tertoleh keras kesamping dan mulutnya menyemburkan cairan merah
Beberapa biji gigi Bahar rontok dan meninggal gusinya
"cuih,kurang ajar kamu" ucap bahar meludahkan cairan merah dari mulutnya
Togar dan Bonar yang melihat itu kembali menyerang kamila namun dengan gesit dan lincah kamila melayangkan tendangan memutar pada wajah mereka
Nasib keduanya sama seperti Bahar mereka kehilangan gigi mereka
Ketiga pria itu tidak menyerah karena merasa harga dirinya sudah di injak injak oleh gadis belia yang terlihat kecil dan lemah
"cuih...ternyata dia sangat kuat,saya salah sudah meremehkannya" ucap Bonar kembali meludahkan cairan merah dari mulutnya
"kamu benar bang kita terlalu meremehkan gadis kecil itu" ucap Togar
"kita serang dia bersama-sama dan kita tidak boleh kalah lagi dengannya " ucap Bahar dan di jawab Anggukkan kepala oleh ke-dua rekannya itu
Bonar mengambil pisau lipat dari belakang bajunya dan menggenggamnya erat
Bahar dan Togar pun melakukan hal yang sama
Kini ketiga preman pasar itu menggenggam pisau lipat andalan mereka
"ayo serang sekarang " teriak Bahar dan mereka bertiga pun kembali menyerang kamila bersama-sama namun saat mereka menyerang kamila
Kamila dengan lincahnya memukul dada Bonar dan Togar menggunakan telapak tangannya yang sudah di aliri oleh ilmu tenaga dalam miliknya dan hal itu membuat Bonar dan Togar merasakan dadanya terasa sesak
Nafas keduanya tersengal-sengal hingga mereka memuntahkan darah segar dari mulut mereka
keduanya jatuh berlutut sambil memegang dadanya yang terasa sesak
Mata Bahar membola melihat kejadian itu namun tetap saja dia menyerang kamila
Keduanya pun kembali terlibat perkelahian karena diantara ketiga preman itu Bahar yang lebih kuat
kraktek
Suara tulang yang patah begitu keras terdengar membuat siapa saja yang ada di sana merasa ngilu di tulang-tulang mereka
Ya Kamila mematahkan kedua tangan Bahar
"akhhhhh" bahar berteriak sangat kencang saat merasakan tulang tangan nya patah
...****************...
Hai semua para pembaca setia mak othor
Mak othor Udah pulang nih dari kampung halaman
maaf ya mak othor nggak bawa oleh-oleh hanya karya receh yg bisa mak persembahkan untuk kalian semua
Lope lope semuanya 😍🥰🥰🥰