Mendadak Sakti

Mendadak Sakti

Eps 1. Kakek misterius

KAMILA ANDiNA ADIATMA gadis berusia 18 tahun

Mila sekarang sudah lulus sekolah menengah Atas

Gadis ini berwajah manis berkulit sawo matang

Kamila Gadis yang riang,ramah dan sopan kepada semua orang yang lebih tua darinya maupun seusia nya bahkan pada adik-adiknya

Kamila memiliki 3 orang adik

Adik pertamanya bernama Kemal Adiatma berusia 16 tahun beda dua tahun dengan Kamila

Kemal masih duduk di kelas 11 sekolah menengah atas

Adik kedua Kamila bernama Kemala Dewi Adiatma usia Kemala berusia 15 tahun hanya beda setahun dengan kakaknya kemal Kemala yang kerap di panggil Mala itu juga duduk di kelas 11 sama seperti kemal jadi mereka berdua sering di katakan anak kembar karena wajah mereka sangat mirip hanya beda gender saja

Adik ketiga atau si bungsu bernama Khoirul Anam Adiatma dan kerap di panggil Hairul yang berusia masih berusia 3 tahun

kehidupan keluarganya termasuk keluarga tidak mampu,ayah mila bekerja sebagai buruh tani kadang juga ikut tetangga yang sedang ada pekerjaan lain biasanya menjadi buruh panggul atau buruh bangunan

Ayah Kamila mengerjakan apa saja yang bisa menghasilkan uang untuk keluarganya

Ayah Mila bernama ADIATMA sedangkan ibunya bernama AYU ANDINI ibu Mila juga buruh tani

 Nenek Mila bernama Sutini orang-orang memanggilnya Nek Tini

Nek tini punya kebun kecil di belakang rumahnya dan nek Tini menanam berbagai macam sayuran sehingga mereka tidak lagi repot membeli sayur untuk mereka jadikan lauk terkadang jika hasil kebun mereka banyak Kemal dan Mila sering membawanya kepasar untuk di jual

suatu hari setelah pekerjaan rumahnya selesai kamila yang sering di panggil Mila oleh orang-orang masuk kehutan mencari kayu bakar untuk di pakai untuk memasak karena persediaan kayu bakar sudah habis

Keluarga mereka masih memakai tungku untuk memasak karena mereka belum mampu membeli kompor gas seperti orang lain

Entah mengapa hari itu Mila nekat pergi ke hutan sendirian

Biasanya Mila ke hutan mencari kayu bakar bersama adiknya kemal tapi entah mengapa sudah jam Dua lebih kemal.tak kunjung pulang sedangkan mala sudah ada di rumah

"Mala abang kamu kok belum pulang!?" tanya Mila pada adiknya mala

"nggak tau kak,tadi bang kemal nggak bilang sama aku mau pergi" jawab Mala

"Ya sudah kamu jaga irul ya, kakak mau cari kayu bakar soalnya kayu bakar sudah habis takutnya sore nanti hujan"ucap Mila pada Adiknya

"iya kak" jawab Mala

"oh iya tanya abang kamu kalau sudah pulang dan sudah makan suruh susul kakak kehutan ya" ucap Mila pada adiknya itu

"iya kak nanti mala tanya bang Kemal " jawab mala

"ya sudah kakak pergi dulu ya" pamit Mila

"iya kak hati-hati " jawab Mala

"iya assalamualaikum " ucap mila sebelum pergi

"Waalaikumsalam "jawab mala

Mila pun keluar dari dalam rumah lewat pintu belakang

Sehingga mila memutuskan untuk masuk kehutan sendirian karena jika mereka tidak memiliki kayu

Untuk di pakai masak

Hutan itu ada di belakang rumah sang Nenek

tanpa sengaja Kamila Bertemu dengan seorang Kakek tua yang sedang terluka

KAMILA mendekati sang kakek, Kamila sedikit ragu-ragu karena takut Kakek itu melakukan hal yang tidak di inginkan

" assalamualaikum,kek" ucap Kamila

"waalaikumsalam salam nak" jawab sang kakek

" kakek kenapa?!" tanya Kamila yang kini sudah berjongkok di samping sang kakek

" kaki kakek tidak.sengaja menginjak duri " ucap sang kakek

" ya Allah kek, dirinya tertusuk Sangat Dalam" ucap Kamila dengan mata berkaca-kaca perasaannya yang lembur sangat mudah menaruh iba pada kesakitan orang lain

Kamila celingak-celinguk mencari sesuatu yang bisa membantu mengeluarkan duri yang menancap di kaki sang kakek

Setelah menemukan dedaunan yang bisa di pakainya untuk mengobati kaki sang kakek mila segera mencabut duri dari kaki sang kakek dengan hati-hati karena Mila tidak mau sang kakek merasakan sakit

Setelah duri itu keluar Mila menempelkan daun yang sudah di gosok di telapak tangannya agar lumat agar tidak banyak darah yang keluar lalu Mila membalut kaki kakek tersebut Dengan kain yang kakek itu berikan entah dari mana sang kakek mendapatkan kain itu

"Alhamdulillah, durinya sudah keluar kek " ucap mila tersenyum tulus pada sang kakek

"terima kasih banyak ya nak,kamu sudah mau menolong Kakek,jika kamu tidak ada mungkin kaki kakek tidak bisa di bawa jalan untuk pulang kerumah kakek" ucap sang kakek

"iya kek sama-sama,lain kali kakek harus hati-hati ya apa lagi kakek tidak memakai alas kaki jadi rentang tertusuk duri " ucap Mila mengingatkan

"iya nak,kakek akan selalu ingat nasihat kamu" jawab sang kakek

"kakek istirahat saja dulu disini ya,nanti kakek pulang setelah kaki kakek terasa lebih baik". ucap mila begitu tulus

"iya nak kakek akan disini dulu" jawab sang kakek

"oh iya kek ini mila tadi bawa bekal dari rumah,ini untuk kakek aja "ucap mila menyerahkan tempat bekalnya juga sebotol air minum pada sang kakek

"nggak usah nak ini pasti untuk kamu makan " jawab sang kakek menolak pemberian Mila

"tidak apa-apa kek,mila masih ada satu lagi kok !

Ini sudah jadi rezeki kakek yang tidak sengaja Mila siapkan" ucap Mila

"kamu benar-benar anak yang baik nak" ucap sang kakek

"ya sudah mila mau cari kayu bakar dulu ya kek Takut nanti kesorean dan hujan turun " pamit Mila

"iya nak,tapi tunggu dulu kakek tidak punya apa apa untuk kakek berikan sama kamu tapi kakek punya kalung dan cincin ini". ucap sang kakek mengeluarkan sebuah bungkusan dari sapu tangan

Disana ada kalung perak berpermata biru dan cincin perak berpermata merah

"ini untuk kamu nak, sebagai ucapan terimakasih kasih kakek karena kamu sudah menolong kakek" ucap sang Kakek

"tidak kek mila ikhlas menolong kakek "jawab mila menolak pemberian sang kakek

"terima ya nak,kakek akan merasa sedih jika kamu menolaknya" ucap sang kekek terlihat sendu

"tapi kek ini pasti sangat berharga untuk kakek" jawab mila

"ini punya mendiang putri kakek dan kakek akan merasa bahagia jika kamu mau memakainya karena kakek akan merasa jika putri kakek yang memakainya " ucap sang kekek

Mila pun akhirnya mengambil kalung dan Cicin perak itu lalu mengenakan di leher dan jari manisnya

Ada rasa dingin yang merasuk ke dalam tubuh mila saat kalung itu menyentuh kulitnya

" rasanya sejuk banget ya kek cuaca sekarang mungkin karena mau hujan" ucap mila tiba-tiba sang kakek yang mendengar ucapan mila tersenyum pada mila

"akhirnya kalung itu menemukan pemilik barunya " ucap sang kakek dalam hati

"mila pamit ya kek, semoga kita bertemu lagi kek" pamit mila dan sang Kakek mengangguk

Mila mulai menjauh dari sang kakek dan mulai mengumpulkan ranting pohon yang kering untuk di jadikan kayu bakar

Sedangkan sang kakek menatap punggung Mila yang mulai menjauh

"aku akan selalu mengjagamu cucuku" ucap sang kakek pelan masih menatap punggung mila yang terlihat sibuk memungut ranting kering sesekali mila berjongkok untuk mengikat ranting yang di dapatnya jika sudah banyak lalu memasukkan kedalam keranjang besar yang di bawanya

Terpopuler

Comments

Leni Ani

Leni Ani

aku mampir thor,semoga sampai tamat ya thor👍💪☺️

2026-05-13

0

Amoy Ima

Amoy Ima

up sampai tamat thoorr

2026-03-18

0

Dania

Dania

semangat tor

2026-02-20

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!