NovelToon NovelToon
Perjodohan Yang Tak Terduga

Perjodohan Yang Tak Terduga

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Poligami / Aliansi Pernikahan
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Falco Kaiseradler

Bercerita tentang seorang pemuda yang bekerja di sebuah kantor dan dijodohkan oleh bos pemilik perusahaan dengan putri dari bos tersebut. Tapi.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Falco Kaiseradler, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keseharian Baru

Pada pagi harinya, Fadli terbangun bukan karena alarm, melainkan karena sensasi basah dan hangat yang menyelimuti penisnya. Saat dia membuka mata dan melihat ke bawah, dia mendapati pemandangan mengejutkan: Visha sedang asyik mengulum penisnya dengan penuh semangat dan dedikasi.

"Pagi Vi, kamu ngapain pagi-pagi begini?" tanya Fadli dengan suara parau sambil tersenyum melihat aktivitas istrinya.

"Mmmh.... nghn... Mmm..." jawab Visha gumam karena mulutnya masih penuh menghisap batang suaminya itu, sehingga Fadli sama sekali tidak paham apa yang dia maksudkan.

"Ha? Kamu bilang apa?" tanya Fadli lagi, mencoba memahami gumaman istrinya.

"Maaf Mas, Visha penasaran bagaimana rasanya melayani Mas menggunakan mulut Visha. Visha harap Mas tidak keberatan dengan inisiatif Visha ini," jawab Visha setelah menarik mulutnya sebentar untuk bernapas sebelum kembali mengulum milik suaminya.

"Aku tidak keberatan sama sekali sih, malah enak. Tapi lain kali lakukan itu waktu aku sudah bangun oke? Biar aku enggak kaget," jawab Fadli sambil mengelus rambut Visha.

Visha hanya memberi acungan jempol ke arah Fadli sebagai tanda setuju sambil terus menggerakkan kepalanya naik turun mengulumnya.

"Vi... Aku udah mau keluar nih, siap-siap," kata Fadli memberi peringatan saat kenikmatan memuncak.

Visha mengangguk paham dan mempercepat gerakan kepalanya, menghisap lebih kuat hingga Fadli menyemburkan cairannya di dalam mulutnya, dan Visha menelan semuanya tanpa sisa.

"Benar kata Tasha sama Sasha, peju Mas rasanya enak sekali," kata Visha sambil memperlihatkan mulutnya yang bersih ke arah Fadli dengan bangga.

Setelah mandi dan bersiap-siap, mereka berdua langsung turun ke ruang makan di mana Tasha, Misha, Masha, dan Sasha sudah duduk manis menunggu mereka untuk sarapan.

"Pagi semuanya," Fadli dan Visha menyapa mereka dengan ceria, dan keempat adiknya membalas sapaan mereka dengan senyuman lebar.

Tasha, yang matanya jeli, menyadari ada sisa noda cairan sperma yang mengering di pinggir pipi Visha, jadi dia segera memberitahu kakaknya itu.

"Mbak, ada sisa tuh," Tasha menunjuk ke arah sudut bibir Visha, dan Visha yang sadar langsung mengusap mulutnya dengan wajah yang sedikit memerah karena malu ketahuan.

"Kalian ini ya, masih pagi-pagi udah main aja," goda Sasha sambil menyeringai nakal.

"Biarin, kalian juga selalu main kan kalau pas giliran kalian tidur sama Mas Fadli? Jangan munafik deh," jawab Visha membela diri kepada adik-adiknya yang langsung dibalas dengan wajah memerah mereka karena tersipu.

Karena kebetulan hari ini sedang hari Minggu, jadi mereka semua memutuskan menghabiskan waktu untuk bersantai di rumah tanpa gangguan pekerjaan atau sekolah.

Saat Fadli sedang duduk santai bermain ponsel di sofa ruang keluarga, seperti kebiasaannya, Sasha tiba-tiba muncul tanpa suara dan memeluk lehernya dengan manja dari belakang.

"Mas, mau ngentot di kolam gak?" ajak Sasha berbisik nakal tepat ke telinga suaminya dengan napas yang hangat.

Fadli langsung merinding sekujur tubuh saat mendengar bisikan menggoda Sasha pada telinganya, kemudian dia tersenyum dan mengangguk setuju.

"Ayo, boleh juga," jawab Fadli singkat.

"Yay! Ayo Mas!" seru Sasha yang langsung menarik tangan Fadli dengan semangat ke arah kolam renang di belakang rumah.

Sesampainya di tepi kolam, Sasha langsung melepaskan seluruh pakaiannya dan membantu melucuti pakaian Fadli, kemudian dia melompat ke dalam air kolam yang segar.

"Ayo Mas! Cepat masuk, pakai mainan seks kecilmu ini sepuas hati," ajak Sasha dengan perkataan yang sangat mesum dan pose yang menantang di dalam air.

Fadli hanya tersenyum menggelengkan kepala saat dia ikut melompat ke dalam kolam, mendekap tubuh mungil itu dan memasukkan penisnya ke dalam lubang Sasha yang sudah menganga siap menerimanya.

"Ahhh..." Desah Sasha panjang dengan nikmat saat merasakan batang hangat dari suaminya mengisi liangnya di tengah dinginnya air kolam.

Pada siang harinya, Visha yang sedang membaca buku mendengar suara desahan Sasha yang keras dari arah kolam, jadi dia langsung mendatangi sumber suara itu. Dia melihat Fadli dan Sasha masih sedang asyik bercinta di dalam kolam, dengan Sasha yang mendesah dengan kalimat-kalimat sangat kotor seperti biasanya.

Visha juga melihat tumpukan pakaian mereka berdua yang tergeletak berantakan di pinggir kolam. Visha hanya tersenyum, lalu mengambil serta merapikan pakaian mereka berdua agar tidak basah.

"Mas, Sasha, mau ikut makan siang sekarang atau nanti? Makanannya sudah siap lho," tanya Visha dengan suara lantang kepada mereka berdua yang masih asyik bermain air dan tubuh.

"Ah... Ugh... Iya Mbak.... Mmh... Sekarang aja.... Ahh.. Laper..." Jawab Sasha terbata-bata di sela-sela desahan nikmatnya.

"Oke, aku tunggu di meja makan," Visha menunggu sejenak, mengira mereka akan menyelesaikan permainan mereka dan keluar dari kolam untuk berpakaian.

Namun bukannya menyelesaikan permainan mereka dan berpisah, mereka berdua keluar dari kolam dengan posisi Sasha yang masih menempel erat digendong Fadli seperti koala, dan lubangnya masih terisi penuh oleh penis suaminya.

"Kalian yakin mau makan siang dengan posisi menempel seperti itu?" tanya Visha dengan nada sedikit terhibur sekaligus heran melihat kelakuan mereka.

"Sasha yang minta begini, kalau enggak aku turuti kemauannya, dia malah nangis nanti," jawab Fadli pasrah sambil menahan bobot tubuh Sasha.

"Yaudah deh, terserah kalian. Ayo makan," ajak Visha sambil memimpin jalan.

Mereka kemudian berjalan perlahan menuju ruang makan, dan Sasha selalu mendesah nikmat setiap kali Fadli melangkah karena penisnya menusuk rahim Sasha lebih dalam dalam setiap guncangan langkah kaki.

Tasha, Misha, dan Masha sempat sedikit terkejut dan melongo saat melihat Fadli dan Sasha yang datang ke ruang makan dengan penampilan basah kuyup dan posisi menyatu seperti itu, tapi mereka tidak mempermasalahkan hal itu dan lanjut mengambil nasi.

"Ah... Ah... Ah... Enak Master..." Sasha terus saja menggerakkan pinggulnya, menggenjot penis suaminya bahkan saat Fadli dan yang lain sedang berusaha makan siang dengan tenang.

"Sasha, kamu juga makan dong, jangan genjot-genjotan terus, nanti kamu masuk angin," kata Fadli mencoba menyuapi istrinya, tapi Sasha menggelengkan kepala menolak sendok itu.

"Sasha adalah mainan seks Master, boneka tidak butuh makan, Sasha hanya butuh kontol sama peju Master saja," jawab Sasha dengan sangat mesum dan tatapan kosong penuh gairah saat yang lainnya sedang makan.

"Sasha! Paling tidak, jaga kata-kata kamu sedikit, kami lagi makan di sini, jangan terlalu vulgar," ujar Tasha menegur adiknya.

"Ahh... Maaf Mbak.. Kelepasan..." jawab Sasha sambil terkikik kecil.

"Sasha, habis makan siang nanti gantian bentar boleh enggak? Kamu udah lama banget sama Mas Fadli," tanya Misha yang sudah sangat terangsang melihat pemandangan itu.

"Iya Sasha, kami jadi kepengen juga gara-gara lihat kamu desah-desah kayak gitu dari tadi," lanjut Masha mendukung kembarannya.

"Boleh kok, tapi habis Sasha diisi penuh sama peju Master dulu ya, baru boleh gantian," jawab Sasha memberikan syarat.

Setelah mereka selesai makan siang, seperti yang dia katakan, Sasha akhirnya melepas penis suaminya dari lubang miliknya dengan suara plop basah setelah Fadli menumpahkan spermanya di dalam rahim Sasha.

Sementara itu Misha dan Masha langsung melakukan suit jepang dengan cepat untuk menentukan siapa yang berhak bercinta dengan Fadli terlebih dulu.

"Yey! Aku duluan!" seru Masha yang menang suit, dia langsung melepaskan pakaiannya dan membungkuk di sofa ruang tamu, menunjukkan lubang basahnya yang siap dibuahi ke arah Fadli.

"Ahhh... Mas..." Masha langsung mendesah panjang saat Fadli memasukinya dari belakang.

"Ahhh....hmmm....ngghhh..." Fadli memasuki lubang milik Masha dan Misha secara bergantian, memakai mereka berdua di ruang tamu sementara Sasha duduk di lantai melakukan masturbasi di dekat mereka sambil menonton pertunjukan itu dengan mata berbinar.

Sementara mereka berempat sedang asyik berpesta seks di ruang tamu, Visha dan Tasha sedang sibuk di dapur mencuci piring bekas makan siang mereka tadi seolah tidak terjadi apa-apa.

"Kamu enggak mau ikut main sama mereka di depan, Tasha?" tanya Visha santai kepada adiknya di sela suara desahan yang terdengar.

"Enggak deh Mbak, nanti malam aja biar lebih privat," jawab Tasha sambil membilas piring.

"Iya juga ya, nanti malem kan Mas Fadli emang giliran tidur di kamarmu, jadi kamu bisa puas-puasin," kata Visha setuju.

Mereka berdua terus fokus mencuci piring dan membereskan dapur tanpa memperdulikan suara desahan dan lenguhan nikmat yang semakin keras dari istrinya yang lain di ruang tamu.

Pada malam harinya, ketika Fadli masuk ke dalam kamar Tasha dengan tubuh yang sudah segar kembali, dia melihat Tasha sudah telanjang bulat di atas kasur dengan kedua kakinya menganga lebar, siap melayani suaminya sepenuh hati.

"Kalau Mas enggak capek habis main seharian, silakan pakai lubang Tasha juga sepuasnya Mas," ajak Tasha dengan senyum menggoda.

Fadli hanya tersenyum hangat dan langsung menindih tubuh istrinya, memasuki lubang Tasha dengan penuh nafsu yang seolah tak pernah habis.

"Ahhhh... Shhh.... Mmmhhh..." Desahan nikmat Tasha memenuhi kamar saat dia akhirnya mendapat giliran eksklusif untuk melayani dan dilayani oleh suaminya malam itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!