NovelToon NovelToon
Cinta Kembarku

Cinta Kembarku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintamanis / Badboy / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sanny Rama

Sequel DUREN MANIS...

Si kembar Rava dan Reva sudah beranjak dewasa. Mereka mulai mengenal cinta.

Reva yang lebih supel dan nakal jatuh cinta pada Flora, gadis cantik dan judes yang bekerja di rumahnya. Tapi Flora sudah terlanjur kesal pada sikap cuek Reva yang tidak sengaja mengotori seragam Flora.

Bagaimana Reva berjuang menaklukkan hati gadis pujaannya?

Sedangkan Rava yang serius dan tenang mulai tertarik pada Diva, gadis manis yang pintar memasak. Diusia yang masih muda, Diva sudah memiliki sebuah restaurant yang selalu ramai pembeli. Diva yang selalu tersenyum mengalihkan dunia Rava yang sepi karena takut kehilangan cinta pertamanya.

Sanggupkah Rava menyatakan perasaannya pada Diva? Apalagi dengan adanya Akbar yang lebih dulu hadir menaut hati Diva.

Akankah nasib mereka sama dengan Alex dan Rio atau justru kutukan itu sudah berakhir saat Rio mendapatkan kebahagiaannya bersama Gadis?

Kisah ini adalah sequel Duren Manis yang menceritakan cinta si kembar Ravando dan Revaldo.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sanny Rama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 27

Sekali lagi Widya menggelengkan kepalanya. “Widya,

kamu sudah gila. Jangan bilang kalau kamu suka dia. Eh, aku bisa telat training

nich.” Widya segera mengganti pakaiannya, ia hampir terlambat kembali ke hotel.

Diva yang sudah menyiapkan sarapan, memasukkan

sarapan Widya ke dalam kotak bekal. Ia mencegat adiknya itu lalu memberikan

kotak bekal untuk Widya. “Kak, nanti aku pulang training, kakak harus cerita

ya. Semuanya, detail.”pinta Widya. Diva hanya mengangguk.

*****

Di rumah Alex, pagi yang sejuk dan tenang harus

berakhir saat Rara datang ke rumah itu. Ia langsung menggedor pintu kamar adik kembarnya.

Keduanya membuka pintu dalam keadaan sama-sama cuma pake boxer, termasuk

Reynold yang muncul di belakang Rava.

“Mama! Ngapain kesini?!”tanya Reynold menggaruk

ketiaknya yang gatal. Ia mencium jarinya setelah itu. Rava bergidik jijik

melihat kelakuan Reynold. Ketika Reynold menatap Rara lagi, ia hampir jatuh

mendapati Renata sudah ada di samping Rara.

“Pagi, kak Rara. Pagi kak Rava, kak Reva, kak

Rey.”sapa Renata sambil tersenyum manis. Renata sudah siap dengan seragam

SMP-nya. Rambutnya dikuncir satu keatas mirip ekor kuda.

Reynold yang terpana melihat Renata, menggeser

tempat Rava. Ia lupa kalau belum memakai pakaian lengkap saat balas menyapa

Renata.

“Hai, aunty. Mau sekolah ya? Aku anterin ya.”kata

Reynold menatap Renata.

Gadis manis itu tersenyum malu melihat penampilan

Reynold dan rambutnya yang acak-acakan. Tapi jangan salah, meskipun cuma pake

boker dan rambutnya acak-acakan, Reynold tetep ganteng maksimal.

Rara yang merasa dicuekin, menjewer telinga

Reynold. Ia kesal sekali karena baru beberapa hari Reynold pulang, Rara

menerima notifikasi pemesanan tiket kembali ke luar negeri untuk besok malam

atas nama Reynold.

“Mah, ampun mah!!”jerit Reynold kesakitan.

“Kamu ya, baru pulang. Bukannya nemenin mama, kamu

malah tinggal disini. Sekarang udah mau balik lagi kesana? Ngapain kamu kesana

lagi? Hah?!”cerocos Rara emosi.

“Aooww.... Ampun, mah ini beneran sakit.”keluh

Reynold memegangi telinganya.

Renata menarik tangan Rara, ia tidak tega melihat

Reynold kesakitan seperti itu. “Kak, coba tanya dulu. Pasti ada alasannya

Reynold melakukan itu.”kata Renata lembut.

Tiba-tiba Reynold merasa merinding, suara lembut

Renata menyebut namanya barusan langsung membawanya terbang mengkhayal yang

tidak-tidak bersama Renata. Reynold menelan salivanya, ia harus segera ke kamar

mandi atau suasana akan langsung ambyar ketika mereka menyadari apa yang akan

terjadi pada Reynold.

“Mah, aku kebelet. Lepasin bentar ya.”pinta Reynold

menutupi boxernya.

Wajah Renata merona, ia geleng-geleng kepala sambil

berlalu dari hadapan mereka. “Aunty, aku beneran mau nganterin. Mau nanya

sesuatu!”pinta Reynold melongok dari pintu kamar Rava. Melihat Renata

mengangguk, Reynold langsung mengacungkan tinjunya ke bawah.

“Yes! Ntar ya mah. Hari ini mama mau kemana, aku

anterin. Bentar aku mandi dulu.”kata Reynold langsung masuk ke kamar mandi

Rava.

Rara beralih menatap Rava yang merasakan firasat

buruk. Blam! Pintu kamar Reva sudah tertutup dan terkunci dengan sempurna.

“Kak, aku juga mau mandi ya.”kata Rava cepat-cepat sambil menutup pintu

kamarnya. ”Fiuh, hampir saja kena omelan kak Rara. Kalo dikasi ngomel bisa

sejam baru kelar.”

Klek! Pintu kamar mandi terbuka, Reynold keluar

dari sana nggak pakai apa-apa. “Woi!! Setan, lo ngapain keluar nggak pake

kolor?! Mata gue kelilipan!”teriak Rava geli.

“Sory, gue buru-buru. Ntar aunty Renata nunggu

kelamaan. Lo juga tau mama bisa ngomel kalo gue telat.”balas Reynold cuek.

Rava baru akan bicara lagi tapi Reynold sudah

menyumpal mulutnya dengan tangannya. Ia memberi tanda agar Rava jangan berisik,

Rava mau saja nurut untuk diam saja. Lalu... dut! Reynold menunjukkan ekspresi

lega habis mengeluarkan gas beracun dari perutnya.

Rava refleks menutup hidungnya, dengan mulut di

bekap Reynold dan hidung ia sendiri yang menutupnya membuat Rava kesulitan

bernafas. Ketika ia melepaskan tangannya dari hidungnya, aroma semerbak

sisa-sisa gas beracun Reynold langsung hinggap di hidungnya.

“Kutu kupret!! Anak setan!!”teriak Rava keracunan.

“Wah, lo ngatain kakak lo setan dong. Gue aduin ke

mama nich.”ancam Reynold tapi nggak mempan untuk Rava. Ia segera menendang ponakannya

itu keluar dari kamarnya.

Reva yang baru keluar dari kamarnya, hanya melewati

Reynold yang tersungkur di lantai tanpa berniat menolongnya. Pria itu buru-buru

turun untuk sarapan atau ia akan terlambat mengantar Flora ke sekolah.

Benar saja, Flora sudah bersiap di dekat meja

makan. Gadis itu terlihat manis dengan seragam SMA-nya. Reva tersenyum menyapa

Flora, “Pagi, Flo. Udah sarapan?”tanya Reva mesra di depan Alex dan Mia.

Wajah Flora merona merah, ia tidak menjawab

pertanyaan Reva dan berpura-pura tidak mendengar pria itu. “Ibu Mia, tuan Alex,

saya berangkat sekolah.”pamit Flora.

“Flo! Tunggu!”panggil Reva cepat-cepat memasukkan

potongan sosis dari piring Renata ke dalam mulutnya. Ia juga menyambar gelas

air milik Renata dan menghabiskan isinya. Renata hanya bengong melihat piring

dan gelasnya kosong gara-gara kakaknya terburu-buru mengejar Flora.

Reva menarik tangan Flora yang keluar duluan dari

rumah. Ia menarik gadis itu ke garasi mobil, tersembunyi dari pandangan semua

orang.

“Kamu kenapa, Flo? Kok ninggalin aku? Kamu

marah?”tanya Reva menyudutkan Flora ke dinding.

Flora mendorong Reva yang terlalu dekat dengannya. Ia

hanya merasa tidak enak menjawab pertanyaan Reva tadi. Biar bagaimanapun

hubungan mereka belum diketahui Alex. Flora takut kalau Alex tahu, majikannya

itu akan kecewa padanya.

“Bilang, Flo. Aku ada salah?”tanya Reva sambil

menakup kedua pipi Flora.

Gadis itu menatap Reva, keduanya saling pandang

penuh cinta. Sedikit lagi, mereka akan berciuman untuk pertama kalinya. Tapi

lagi-lagi tangan Reva gemetar hebat, Flora menangkap kedua tangan Reva. “Kamu

kenapa?”tanya Flora menangkupkan tangan Reva ke pipinya.

“Aku sangat ingin menciummu, tapi aku takut....”bisik

Reva.

Flora menatap Reva bingung, “Kenapa?” Reva mengecup

kedua tangan Flora. Tindakan pria itu membuat Flora merona. Reva belum menjawab

pertanyaan Flora, ia ingin mengantar Flora ke sekolah dulu. “Habis makan malam

nanti, tunggu aku di gazebo ya. Aku akan jawab pertanyaanmu.”sambung Reva.

“Semuanya?”tanya Flora menahan tangan Reva.

Reva mengangguk. Ia akan menjawab semua pertanyaan

gadis itu nanti malam. Saat keduanya mendekati motor Reva, Reynold keluar dari

rumah bersama Renata. Reynold membukakan pintu mobil Rara untuk Renata.

“Kak Rey, kita cuma berangkat berdua? Si kembar

gimana?”tanya Renata mengingatkan Rey tentang sepupu kembarnya, Reymond dan

Reyna.

“Mereka bisa berangkat sama supir kan. Aku perlu

bicara berdua sama ka... aunty.”kata Reynold hampir keceplosan memanggil Renata

tanpa embel-embel aunty. Renata segera masuk ke mobil yang langsung di kendarai

Reynold keluar dari halaman rumah Alex.

Reva dan Flora saling pandang melihat kejadian itu.

Mereka juga segera pergi dari sana menaiki motor Reva.

*****

Makasih udah mampir, jangan lupa tinggalkan jejakmu

rate bintang 5, like, komen, dan yang paling penting vote, vote, vote. Ty.

Visual Flora

1
Eka Sari Agustina
👍👍👍👍👍
G
lanjut
Mella Soplantila Tentua Mella
dasar Reva mesuuum... ha ha hahaaa ketangkap basah sm ibu negara
Martini
di tunggu kelanjutannya Thor kan flora hamil
Martini
wah dapat mantu Sekai 2 mama jelita god
Martini
anaknya mami jelita gresek semua
Martini
bakal kena semprot tu jeny
Martini
gawangnya udah gol ya reva
Martini
selalu seru aja Thor karyamu
Martini
hahaha camer sama menantu klop geseknya
Martini
pembantu ganjen di pecat aja Thor bisng kerok itu
Martini
iya Reva itu kan bucin
Martini
jangan bikin aq baper donk Thor kasihan ravanya
Martini
aq sampai ikut nangis Thor kasihan rava perjuanganya tidak ada artinya di depan diva
Martini
diva kok sadis tadi aja berharap sekarang malah bikin rava hanjur
Martini
semoga Frank ya thor
Martini
aq setuju kalau Roger sama jeny
Martini
mungkin lagi berhai hai Thor Reva sama flo
Martini
kayaknya dapat lampu hijau dech Juan Ama devina 👍👍👍
Martini
Devina kok hadi gadis bar bar sich
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!