Takdir seakan mempermaikan kehidupan Syakira Anastasia. Kehidupannya yang bergelimang harta, terlahir dari keluarga mapan, gak pernah sekali pun membuatnya menangis karena derita.
Namun takdir membawanya pada seorang pria beruban, dengan fisik bak pria matang.
Membawanya pada hubungan yang gak pernah ia bayangkan. Mampu kah Syakira menjalani perannya sebagai seorang istri di usia labilnya? Atau berakhir menderita seperti yang di inginkan Jims Prayoga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mahlina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27 Biarkan aku mati...
"Naik, Syakira Anastasia!” titah Jims, dengan tangan melambai pada Syakira.
Syakira tetap diam, duduk menyandar pada daun pintu kamar yang tertutup rapat. Dengan ke dua kaki yang ia peluk.
Syakira menggeleng dengan tatapan penuh kebencian, “Gak, aku gak sudi satu ranjang dengan mu, kau pria jahat, pria kejam! Biarkan aku pergi, Jims!” ucap Syakira dengan terisak.
Jims tersenyum sinis, “Dalam mimpi pun, aku tidak akan membiarkan boneka ranjang ku pergi, Kira!”
“Dasar manusia jahat! Aku membenci mu! Kau monster gak punya hati!” umpat Syakira.
Jims menarik nafas panjang, pria dingin dengan brewok di wajah itu, gak ada tenaga untuk sekedar berdebat dengan Syakira.
‘Kalo bukan kegadisan nya yang ku renggggut, ku pastikan ini malam terakhir untuk mu, Kira. Tapi karena aku orang pertama yang berhasil menjelajahi rawa mu, maka gak ada alasan untuk ku melenyapkan mu dari hati ku. Kau akan menjadi milik ku selamanya.’ batin Jims dengan senyum mengembang.
“Jangan tersenyum, monster tua! Senyum mu sangat jelek!” Syakira ngegas.
“Terserah kau saja lah, malam ini ku biarkan kau tidak menurut pada ku! Tapi tidak lain kali. Satu hal yang perlu kau ingat, Kira! Aku tidak suka kau sebut nama pria lain, meski bocah tengik itu sudah mati!” ucap Jims dengan mata terpejam.
Syakira mengerutkan keningnya, menatap penuh tanya Jims, “Apa maksudnya? Kapan aku menyebut nama pria lain di depannya?”
Malam itu Jims dapat terlelap dengan nyenyak di atas tempat tidur yang empuk.
Sementara Syakira, harus melewati malam terburuk. Malam yang gak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Air mata Syakira luluh lantah, dengan kamar megah yang menjadi saksi bisu, bagaimana Jims merenggutnya dengan paksssa. Bahkan dengan tega, Jims melakukan nya berkali kali dengan cara yang kasar. Hingga menyisakan luka yang membekas di hati Syakira.
‘Dasar monster, gak cukup kah kau buat mama ku tiada, lalu kau buat papa ku berbaring gak berdaya di rumah sakit!’ Syakira mencengkram kakinya sendiri dengan erat.
‘Kau renggut nyawa sahabat sahabat ku, sekarang kau renggut juga kesuuucian ku! Sekarang apa lagi yang bisa aku bangga kan dari diri ku!’ Syakira menghapus air matanya dengan kasar.
Syakira menyembunyikan wajahnya pada ke dua lututnya, ‘Bagaimana dengan kehidupan ku selanjutnya! Ujian apa lagi yang harus aku jalani, Tuhan!’ Syakira dengan terisak.
Seakan bumi ikut menangis dengan apa yang di alami Syakira saat itu. Dengan angin malam yang berhembus kencang, malam itu langit tampak begitu gelap tanpa adanya bintang yang menerangi. Tanpa ada petir, tiba tiba hujan turun dengan deras. Membasahi tanah yang semula kering.
Jims bangun lebih dulu, netranya terfokus pada Syakira. Ia beranjak dengan bertelannnnjang dada, melangkah menghampiri Syakira.
“Dasar keras kepala, sekeras apa pun kau menolak. Ini lah kenyataan, Kira! Kau milik ku! Jalani hidup mu yang gak akan ku biarkan kau menjalaninya dengan mudah! Akan ada air mata di setiap langkah mu, Kira!” gumam Jims dengan sinis.
Jims menggendong Syakira, membawa Syakira melewati tempat tidur. Langkah lebarnya membawanya pada kamar mandi yang megah dan mewah, dengan bak mandi besar yang berada di sudut ruang.
Byuuuur.
Jims menjatuhkan tubuh Syakira, tanpa rasa bersalah ke dalam bak mandi yang berisikan air dingin.
Ke dua tangan Syakira mengembak, wanita itu langsung membuka mata dengan wajah panik, dengan rasa dingin yang langsung ia rasakan pada tubuhnya.
Netra Syakira langsung tertuju pada Jims, pria yang ada di hadapannya tengah berdiri, menatap Syakira dengan wajah datar.
“Jims! Kenapa kamu gak biarkan aku mati aja hah! Gak cukup kah kau renggut kesuuucian ku semalam!” teriak Syakira dengan penuh amarah.
Bersambung…