Retno punya semua yang diinginkan oleh gadis seusianya, kedua orang tua sempurna, harta dan kehormatan. Hidupnya sangat bahagia dan disiplin, ayah bilang disiplin membedakan manusia dengan binatang. Sejak kelas dua sekolah dasar saat bangun tidur Retno tidak boleh keluar dari kamarnya sebelum membereskan tempat tidurnya, kelas tiga ayah memeriksa kerapihan tempat tidurnya.
"Kerapihan tempat tidur akan mengubah duniamu dan menentukan siapa dirimu" pesan ayah selalu.
Saat kedua orang tuanya meninggal Retno tak tahu apa yang harus dilakukan sampai dirinya bertemu dengan Keanu Hartono
"Retno....maukah kau ikut denganku.?" Keanu menghembuskan nafas panjang, antara yakin dan tidak dengan ucapannya namun kata ajakan itu sudah meluncur dari bibirnya.
Retno menatap wajah didepannya, tak ada senyum disana kecuali sepasang mata yang menatapnya serius. Retno menimbang kesungguhan dalam tatapan itu, Retno hanya bertemu Keanu beberapa kali itupun tanpa komunikasi karena biasanya ia datang menemui ayah. Retno hanya tersenyum dan mengangguk jika bertemu sebagai tanda penghormatan pada tamu ayahnya. Sekarang laki-kaki ini mengajaknya tinggal dirumahnya.
Keanu Hartono adalah seorang CEO NSP Bank yang terpaksa turun lapangan untuk mengatasi Kredit Macet seorang pengusaha daerah yang telah meninggal dunia bernama Bintoro Aldi ayah Retno. Keanu tahu betul apa yang terjadi dengan keluarga tersebut termasuk menyaksikan bagaimana ekonomi keluarga tersebut pelan-pelan hancur. Keanu juga menjadi saksi gadis yang dulunya ceria itu pelan-pelan kehilangan senyumnya. Gadis ABG yang membuat dunianya jungkir balik!
Bagaimana nasib membawa Retno dan adiknya, ikuti kisah ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anjani Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part-27 Kebebasan Retno
Assalamualaikum,
Dear reader, saya sudah mulai upload per part-nya rutin ya tapi kok minim comment. Ayo semangat comment karyaku agar saya juga semangat upload-nya. Terima kasih ya atensinya, semoga menjadi amal baik.
Salam semuanya
Anjani Putri
Retno, Fadly dan managemen tengah berada di Yogyakarta di kota Bantul. Tepatnya daerah pengembangan wisata anggur di dusun Plumbungan desa Sumbermulyo kecamatan Bambanglipuro. Meliput kisah perjuangan seorang mantan guru yang mendirikan Kampung Anggur dengan televisi swasta nasional. Wawancara dilakukan jam 14:00 WIB dengan bapak Rio Aditya yang mampu menggerakkan desanya menjadi daerah pariwisata. Berawal dari menanam buah anggur sebagai peneduh halaman rumah, Rio Aditya membuat sebagian besar warga Dusun Plumbungan-Bantul tergerak menanam buah anggur mengikuti jejaknya. Bahkan, saat ini Dusun tersebut terkenal dengan sebutan kampung anggur.
"Assalamualaikum Pak" Retno dan Aldi membuka wawancara.
"Waalaikumssalam" jawab pak Rio Aditya dengan senyum cerah.
"Bisa bapak ceritakan bagaimana awalnya disini bisa menjadi kampung anggur seperti sekarang?" pertanyaan Retno.
"Berawal dari menanam buah anggur sebagai peneduh halaman rumah saya mendapatkan manfaat bisa untuk konsumsi buah keluarga dan menghemat pengeluaran, dimana harga anggur yang lumayan mahal untuk kantong kami" urai Rio Aditya.
"Bapak luar biasa, bagaimana hingga sebagian warga desa mengikuti jejak yang bapak lakukan?" giliran Fadly memberi pertanyaan.
"Perjuangan mas, awalnya saya diketawain dan dicibir bahwa anggur yang saya tanam tidak bisa berbuah sempurna" pak Aditya menghela nafas panjang, terbayang cibiran para tetangga pada waktu itu.
"Kiat yang bapak lakukan untuk tetap bersemangat mewujudkan mimpi bapak?" pertanyaan Retno.
"Setelah diketawain itu saya berusaha dan ingin membuktikan saja kalau anggur yang saya tanam ini bisa berbuah. Setelah 4 tahun belajar mengenai menanam anggur itu saya tahu kuncinya dan akhirnya bisa berbuah dengan sempurna," ucap pak Aditya tersenyum.
"Salut, bapak adalah pejuang sejati. Tidak setiap orang memiliki jiwa pantang menyerah, 4 tahun bukan waktu pendek untuk belajar kalau bapak kuliah sudah mendapat gelar S1 dengan nilai cumlaude. Bapak bukan hanya bekajar teori tapi sekaligus membuktikannya" puji Retno dengan sepasang bola mata berbinar saking kagumnya. Selalu ada perjuangan pantang menyerah dibalik keberhasilan setiap orang.
"Terima kasih pujiannya tapi sebetulnya saya tak sehebat itu" pak Aditya merendah.
"Bagaimana program bapak kedepan?" tanya Fadly.
"Saat ini saya fokus mengajari warga Dusun Plumbungan terkait cara menanam, merawat hingga memanen anggur. Seiring berjalannya waktu 80 persen warga disini mulai menanam anggur di depan rumahnya masing-masing. Lumayan untuk tambah penghasilan karena harga 1kg anggur dipatok antara Rp. 100.000 - 125.000 dengan memetik sendiri" urai pak Aditya bangga.
"Anggur jenis varietas apa yang banyak ditanam disini pak?"
"Anggur Ninel yang berasal dari Negara Ukraina."
"Apa kelebihan anggur Ninel dibanding varietas lainnya pak?"
"Anggur Ninel tidak mengenal musim dan rasanya lebih manis dibanding anggur lainnya. Selain itu perawatannya tidak rumit."
"Bagaimana dengan jumlah kunjungan kesini pak?"
"Saat akhir pekan banyak rombongan yang terdiri dari 30 hingga 100 orang mengunjungi kampung anggur. Rombongan itu datang untuk menikmati kampung anggur sembari membeli anggur dengan cara memetik langsung."
"Alhandulillah Ya pak, saya juga sudah gemes ingin memetik anggur sendiri" ungkap Retno yang tidak sabar ingin memetik anggur yang tampak tergantung ranum, pasti manis rasanya.
"Tentu saja dengan senang hati, nanti bisa dibantu sama pegawai saya" tawar pak Aditya.
"Jangan pak, saya ingin memetik sendiri jadi gak usah dibantuin" jawab Retno yang membuat beberapa orang tertawa karena ketidaksabarannya.
Setelah wawancara usai Retno sibuk memetik buah anggur Ninel dengan dibantu Yanti, Sardi dan Fadly. Mereka menikmati buah anggur dengan suka cita, 5kg anggur cukup untuk dimakan dihotel. Setelah itu rombongan berkunjung dengan melihat tanaman anggur dirumah yang lain. Benar saja, 80 persen dusun ini menanam anggur hampir disetiap depan rumahnya. Namun begitu pak Rio Aditya enggan menyebut kampung Plumbungan ini disebut sebagai kampung wisata dengan alasan karena lokasi kampung anggur belum tertata layaknya tempat wisata. Semoga dengan banyaknya tayangan di televisi dan medsos menggerakkan pemerintah daerah untuk mengembangkan kampung Plumbungan menjadi lebih baik.
.......
Hari kedua di Yogyakarta, kota wisata budaya ini membuat suasana berbeda. Wangi tanah basah, desir angin dan bunyi lembut dedaunan yang saling bergesek adalah nyanyian alam. Debu, lumpur, pasir dan tangan kotor adalah dunia Retno. Rasanya lama sekali ia tak merasakan ini semua, hatinya serasa berbunga-bunga bisa merasakan ini semua. Inginnya Retno berlari dan merasakan semua kebebasan dan meninggalkan mahkota dikepala dan stiletto di kaki yang biasa mewarnai hari-harinya selama memenangkan kontes Putri Pariwisata. Retno juga merindukan Keanu, ingin rasanya berlari berdua dan menikmati alam bebas disini. Saat keinginan tercapai dan impian terwujud maka kebebasan adalah harga paling mahal.
Kebebasan fisik itu seperti orang yang berlari dipadang rumput luas atau terbang seperti burung elang diangkasa raya atau bisa melakukan apapun yang kita suka tapi sesungguhnya kebebasan itu adalah tentang jiwa yang tenang, kebebasan dari hawa nafsu yang membelenggu. Kebebasan menurut Ali bin Abi Thalib
"Jangan pernah mau diperbudak oleh siapa pun karena Allah menciptakanmu bebas dan merdeka," kemampuan seseorang melakukan atau tidak melakukan sesuatu atas dasar kehendak dan pilihan (bebas)-nya sendiri.
Penjara tidak menghalangi manusia untuk berkarya, membuktikan bahwa kebebasan bukan hanya tentang fisik.
Penjara boleh jadi mengurung tubuh tapi tidak dengan pikiran, seperti yang ditunjukkan oleh tokoh-tokoh ini. Meskipun tubuhnya dikurung oleh jeruji besi tapi tidak menghalangi pikirannya berkelana dan menghasilkan karya luar biasa. Berikut ini karya-karya yang lahir di penjara ;
Tafsir Al-Azhar salah satu mahakarya dari Buya Hamka yang ia kerjakan di dalam penjara. Karya tersebut dihargai dengan gelar profesor dari Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir. Tafsir 30 juz isi Alquran dengan bahasa yang ringan sehingga mudah dipahami. Sangat Menakjubkan!
Travel" karya Marco Polo
Sang penjelajah dunia ini ternyata melahirkan karya perjalanannya di penjara. Setelah selama 24 tahun mengeksplorasi Asia, Marco Polo kemudian ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara karena memimpin pertarungan melawan orang Genoa kala itu. Selama mendekam di balik sel, dia menceritakan kisahnya berkelana di Benua Asia termasuk masa-masa dirinya mengabdi pada Kubilai Khan. Kisah tersebut akhirnya dituliskan bersama Rusthicello of Pisa yang kemudian diterbitkan menjadi buku berjudul Description of the World yang lebih dikenal sebagai Travel. Bravo Marco Polo! Dan banyak lagi, apakah Anda masih mengira bahwa kebebasan itu hanya penjara fisik?
Fadly menatap Retno yang berlari, berputar di padang rumput seperti seorang anak kecil yang baru menemukan mainannya yang hilang. Fadly menggigit bibir bawahnya sambil berpikir, "kenapa Allah mempertemukan dirinya dan Retno setelah gadis itu menemukan Keanu?" Fadly sangat cemburu dan iri pada laki-laki itu. Entah apa yang dilakukannya hingga membuat Retno tak berpaling, Keanu sangat beruntung. Andai kehidupan bisa ditukar, ingin rasanya Fadly menggantikan posisi Keanu! Sesuatu yang tak mungkin tapi Fadly tak akan berhenti berusaha, waktunya bersama Retno lebih banyak dibanding waktu Retno bersama Keanu. Dalam satu tahun ini keduanya akan selalu berada ditempat sama dan menghadiri acara yang sama. Fadly akan membuat Retno terpikat padanya. "Apa yang kurang dariku?" batin Fadly.
Retno berteriak kecil sambil memegangi sebelah matanya, reflek Fadly berlari menghampiri. Terlihat gadis itu sibuk mengedip-ngedipkan mata kanannya yang merah namun tak berhasil menghilangkan kotoran yang memasuki matanya. Fadly memegang lengan Retno dan mulai meniup mata kanan Retno yang memerah untuk menghilangkan debu yang menempel di mata itu. Begitu konsentrasi untuk mengeluarkan debu dari mata Retno hingga keduanya tak menyadari sepasang mata yang tengah mengawasi dengan rahang mengeras dan kedua tangan mengepal, Keanu! Tak ada yang diucapkannya, Keanu begitu saja berbalik. Sia-sia kedatangannya untuk memberi surprise buat Retno. Sampai terdengar suara memanggilnya, suara yang begitu dirindukan sekaligus menyakitinya!
"Kakaaaak" Retno setengah berteriak memanggil Keanu sambil berlari kecil namun Keanu tak berhenti, langkahnya lebar untuk mencapai mobil yang terparkir sementara Yanti, Sardi dan beberapa orang yang kebetulan melihat mengerutkan keningnya. Hati Fadly ngilu melihat Retno berlari mendapatkan Keanu tapi tak ada yang bisa dilakukannya.
"Kakak" Retno memegang lengan Keanu dengan susah payah dan nafas tersengal.
"Kenapa Kakak gak bilang jika akan kesini?" Retno menatap Keanu yang mengalihkan tatapannya ketempat lain.
"Aku sedang ada tugas di NSP Bank Yogyakarta jadi sekalian mampir ketempat liputanmu" jawab Keanu datar.
"Kakak maafkan, aku hanya..."
"Ya, harusnya aku tahu jika kamu selalu tak punya pilihan untuk bersamanya" Keanu menghembuskan nafas berat, api cemburu telah membakarnya!
"Tadi....tidak seperti yang Kakak lihat, Fadly hanya membantu untuk mengeluarkan debu dari mataku" jelas Retno.
"Ya, aku tahu. Tapi aku tak sanggup melihatnya. Dia memegang tanganmu dan wajahnya begitu dekat denganmu" Keanu menghembuskan nafas kesal sambil menyenderkan badannya dibelakang body mobil.
"Aku...." Retno kesulitan merangkai kata, Keanu bukan type lelaki yang mudah menerima alasan.
"Aku selalu melihatmu dekat dengannya dimanapun berada."
"Itu hanya hubungan pekerjaan."
"Kau tahu, orang bisa bosan dengan alasan yang sama" Keanu senyum menyeringai.
Retno melihat api kecemburuan pada mata Keanu, harusnya Retno bangga dicemburui tapi api kemarahan itu seakan siap membakarnya! Retno hanya menunduk dengan dada bergetar, ini kemarahan Keanu yang kedua, sifat penyayang dan melindungi seakan hilang dari wajahnya. Gerahamnya mengeras dengan tatapan asing, Retno tak mengenali tatapan itu.
Ia masih berdiri ditempatnya, tak bergeming dan tak tahu apa yang harus dilakukannya untuk meredakan amarah Keanu.
"Kakak jangan menuduhku..." Retno serba salah.
"Tidak, aku hanya tak sanggup terus seperti ini sayang. Sebaiknya kita jalan sendiri-sendiri dulu....." Keanu menghembuskan nafas berat.
"Maksud Kakak?" dada Retno berdebar.
"Aku melepasmu, mungkin akan lebih baik untuk kita saling instrospeksi diri" lanjut Keanu tanpa menatap Retno, sakit rasanya harus mengatakan ini tapi ia harus memutuskan!
"Aku tak percaya Kakak mengatakan ini" air mata Retno mulai menggantung disudut matanya, bagaimanapun ia harus menahan perasaannya. Retno tak mau menangis didepan orang banyak meski ia sangat ingin melakukannya.
"Mulai hari ini kamu harus mempercayainya, jaga dirimu" Keanu menunduk, menyembunyikan perasaannya.
"Kakak...." suara Retno tersekat, tak
mampu melanjutkan kata-katanya.
"Selamat tinggal Retno, semoga Alah selalu melindungimu" Keanu meninggalkannya dengan rahang mengeras.
"Kakaaak...." teriak Retno tapi Keanu tak lagi melihat kebelakang, posturnya yang gagah telah masuk kedalam mobil, seorang sopir menyalakan mesin mobilnya.
Sebelum mobil berangkat Keanu menurunkan kaca mobilnya, sedetik keduanya bertatapan. Melihat air mata Retno geraham Keanu terkatup, ada perih dihatinya tapi Retno juga harus belajar menghargai perasaannya.
"Jalan pak" perintah Keanu pada sopir.
Asap putih mengepul, meninggalkan Retno seorang diri ditempatnya. Semua yang terjadi seperti mimpi, Keanu telah melepasnya. Kini antara dirinya dan Keanu tak ada hubungan apa-apa lagi, Retno sungguh sedih menyadari ini. Tanah yang dipijaknya seperti bergetar dan siap menenggelamkannya dalam sesaat! Retno bersandar pada sebuah pohon untuk menopang tubuhnya agar tak jatuh, ia tak punya siapa-siapa kini. Yanti dan Sardi menghampirinya sementara Fadly hanya diam menunggu.
"Apa yang terjadi denganmu say?" tanya Yanti hati-hati. Retno tak mengatakan apapun, hanya air matanya tak berhenti berderai.
"Retno...?" Sardi menatapnya prihatin.
"Keanu salah paham, dia meninggalkanku hanya karena melihat Fadly membantu meniup debu dimataku..." air mata Retno kembali meleleh.
"Ya Allah Say, aku turut sedih atas apa yang telah menimpamu tapi kita sedang acara. Lupakan dulu ya masalah pribadimu, pasti nanti akan ada jalan keluarnya" Yanti bingung harus melakukan apa.
"Yanti aku ingin pulang ke Jakarta, tak mau melanjutkan acara ini" Retno sesengukan.
"Astagfirullah Say, kuatkan hatimu. Semua akan baik-baik saja. Kita masih dua hari lagi di kota Yogja ini, jangan menyerah ya" pinta Sardi.
"Bagaimana caranya?" Retno balik bertanya dengan tubuh seperti patung, diam dengan tatapan kosong.
"Ingat ya say, apapun yang terjadi hidup ini terus berjalan. Tak banyak orang bisa mencapai diposisimu sekarang. Lupakan Keanu, jodoh itu seperti gravitasi. Dilempar kemana saja ia akan jatuh tepat didepanmu. Keanu sangat mencintaimu untuk itu dia marah, Keanu akan kembali padamu pada saat yang tepat, bersabarlah" nasehat Yanti
Melihat wajah Retno rasanya hati Yanti ikut ngilu, selama enam bulan ini mereka selalu bersama-sama dan melewati suka dan duka. Bekerja sama dan menjalin persahabatan, meski rumit mereka berhasil melewatinya.
Sudah tiga kali Yanti menyapu wajah Retno dengan foundation tapi wajah itu masih sembab, Yanti ngeri jika ibu Lula sampai datang dan melihat penampilan Retno seperti ini.
"Hidupmu tak kurang satu apapun, satu kesedihan lebih baik dari pada akan kehilangan yang lainnya" lanjut Sardi.
"Apa sih maksud perkataan Lu...?" Yanti mengernyitkan keningnya tak mengerti.
"Maksudku, Retno sudah kehilangan Keanu jangan juga kehilangan pekerjaan ini..." jelas Sardi.
Retno hanya diam, nasehat Yanti dan Sardi masuk telinga kiri dan keluar telinga kanan. Retno tak ingin apa-apa lagi, ia hanya mau Keanu kembali! Retno sudah bersalah, selama ini mengabaikannya, membuatnya menunggu, padahal siapa sih dirinya..? Ia hanya seorang gadis yang dipungut karena tidak memiliki tempat tinggal. Keanu mengajak kerumahnya, merawat dengan baik tanpa menyentuhnya. Membiayai pendidikan dia dan adiknya tapi apa yang sudah diberikan Retno padanya? Menunggu, ya menunggu! Keanu laki-laki baik, ia tak pernah memaksakan kehendaknya sekalipun itu bisa dilakukan. Dia menunggunya dengan sabar hingga hari ini, Keanu sudah tak memiliki kesabaran lagi untuk menunggunya. Ia melepaskan Retno dan memberikan kebebasan padanya untuk memilih lelaki manapun yang Retno suka untuk menjadi kekasihnya. Rasanya sakit sekali, jika kematian bisa menyembuhkan rasa sakit ini Retno ingin mati saja!
"Say, jangan diam saja. Ini acara penting lo, ayo tersenyumlah agar penderitaanmu berkurang" bujuk Yanti tapi Retno hanya diam, Yanti dan Sardi menghela nafas panjang.
Saat karirnya berada dipuncak Retno kehilangan sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya. Akankah manusia baru menganggap kehidupannya sempurna jika memiliki segala sesuatu yang sesuai keinginannya...?
Untuk memahami kesempurnaan hidup kamu harus menghitung berapa kali tarikan nafasmu dalam satu menit, satu jam dan satu hari, agar mengerti bahwa disetiap tarikan nafas itu ada anugrah tak terhingga dari yang Maha Hidup. Apakah kamu pernah berpikir bahwa hal sederhana yang setiap hari kamu lakukan adalah sesuatu yang sangat berharga...? Kamu akan tahu betapa beruntungnya bisa berjalan kaki setelah kamu tak memiliki kaki.
.......
Kunjungi Anjani Putri fb.
Terima kasih atensinya.
Salam
Semoga bisa diterima 🤭