Menceritakan kisah gadis desa bernama Aida Saputri yang merantau ke Ibukota dan pada akhirnya menjadi seorang bodyguard dari Raisa Aditama putri pengusaha terkenal Wira Aditama dan Lisa Aditama. Saat dirasa telah mampu memegang perusahaan, Raisa diangkat menjadi CEO di perusahaan orangtuanya. Yang akhirnya mempertemukannya dengan CEO perusahaan lain bernama Arman Raharja.
Kisah cinta di mulai, terjadilah cinta segitiga. Raisa mencintai Arman, sedangkan Arman malah mencintai Aida. Sementara Aida sudah memiliki calon suami yang ia cintai. Lantas apa Arman akan berpindah ke Raisa yang jelas-jelas mencintainya. Atau bertahan dengan cintanya yang tak terbalas.
Selain Arman sang CEO ada sosok Aji yang berprofesi sebagai Bodyguard yang juga mencintai Aida. Di saat menanti hari H pernikahan calon suami Aida kecelakaan dan akhirnya meninggal dunia. Di akhir kisahnya siapa yang akan menjadi pendamping hidup Aida?
* Arman sang CEO yang angkuh,dingin, serta melakukan segala hal demi merebut hati Aida
Ataukah
*Aji sang bodyguard yang tulus mencintai tanpa pamrih justru rela mengorbankan nyawanya demi orang tercinta
Ikuti kisah Aida hingga berakhir indah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurjanah Sity, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27. Nyonya ketagihan
Sudah seminggu ini majikan Cici selalu ikut makan jajanan kue pasar yang di jajakan mbak Tari. Bahkan hari ini ia minta Cici untuk membeli lima kantong kresek kue dengan berbagai jenis. Padahal Cici biasanya hanya beli 5 buah kue. Itupun dia bagi dengan majikannya itu. Nyonya bilang kue nya enak banget. Sampai tak mau berhenti makan. Katanya kue nya jauh lebih enak dari toko kue langganannya. Toko yang sudah terkenal dan harganya pun mahal. Biasanya ia beli di toko hanya dapat sebuah cake ukuran sedang. Sedangkan di penjual keliling ini ia bisa dapat 5 kantung keresek ukuran tanggung. Dan dengan berbagai jenis kue. Ada martabak mini, donat, brownis cup, piscok, dadar gulung, bakpao mini, kue lapis, kue putu dan banyak lagi yang selalu berganti jenis tiap harinya.
Dengan adanya majikan Cici yang memborong kue, membuat mbak Tari lebih semangat mengantarkan kue kesana. Ia sekarang melebihkan jumlah kue yang ia bawa. Karena selain majikan Cici, pak Satpam depan komplek pun sering menyetopnya untuk memborong sisa kue. Hingga akhirnya minta bonus dikasih nomor ponsel.
Mbak Tari pun mengiyakan permintaan sang satpam. Tak apalah modal nomor ponsel asalkan sisa kue selalu dia borong baik sedikit maupun banyak. Toh ia dengar dari Cici pak satpam Duda, jadi ia pikir tak ada salahnya berteman dengannya. Terlebih ia sendiri juga janda tak ada yang akan mempermasalahkan pertemanan mereka.
Di rumah majikan Cici.
"Kok lama banget kue nya Ci",
"Sabar Nya, biasanya jam segini juga dateng", ucap Cici menenangkan majikannya.
Terdengar bunyi motor matic berhenti di depan gerbang rumah.
"Itu dateng Nyah. Saya ke depan dulu ya",
"Tunggu Ci. Kamu lanjutin aja ngepelnya biar Saya aja yang kesana",
"Baik Nya", jawabnya lalu segera menyelesaikan tugasnya.
Majikannya segera keluar dari rumah untuk membeli kue. Biasanya sang Nyonya jam segini akan pergi ke kantor menemani Tuan Besar bekerja. Tapi karena kurang enak badan ia lebih memilih di rumah. Dan Cici di mintanya untuk memijit kakinya, alhasil ia belum menyelesaikan tugasnya mengepel. Biasanya di saat jam segini tugasnya beres tinggal menunggu jemuran kering dan menyetrikanya. Dia pun bisa ngemil kue sambil bergosip dengan sesama ART.
"Pagi Nyonya Rani", sapa ART rekan Cici.
"Pagi semuanya. Beli kue juga ya", jawab Majikan Cici.
"Nyonya kok mau sih beli kayak kita-kita. Majikan saya aja gak mau beli yang gak di jual toko elite katanya", tanya mereka.
"Selama itu enak, higienis apalagi murah.Kan katanya yang jual temen Cici. Saya sih mau aja. Lagian kan sama-sama kue kenapa harus beli di toko elite kalo yang tiap hari kerumah aja enak gini. Toh yang mahal belum tentu enak juga",
"Iya Nya betul itu. Saya pernah di kasih sisa kue yang katanya dari toko elite itu ternyata gak enak. Bau nya amis terus eneg rasanya",
" Betul... betul... ada juga yang rasanya manisnya sampe gigi sakit.", timpal yang lain.
"Nyonya hebat ya. Udah kaya gak sombong. Masih mau jajan makanan keliling kayak gini",
"Ah... kalian bisa aja mujinya",
"Kami permisi Nya. Udahan belinya", pamit mereka.
"Gak main dulu sama Cici. Itu udah mau selesai ngepelnya", ujar Majikan cici menawari.
"Besok lagi aja Nya. Di rumah belum selesai", jawab mereka sopan.
Mereka pun berlalu sambil berbisik-bisik. Karena gara-gara ada majikan Cici mereka jadi batal ngegosip di depan rumah itu. Meski Nyonya Rani baik bahkan menyuruh mereka ngobrol dengan Cici. Tapi justru meraeka yang akan sungkan dan tak leluasa bergosip.
"Yang bikin kue ini katanya temen kamu ya mbak",
"Iya Nyonya",
"Jangan Nyonya. Tante aja. Ngomong-ngomong yang bikin ini umurnya berapa? Saya kok penasaran dan pengen ketemu",
"Kayaknya sekitar 23 tahunan Nya. Eh.. Tan. Kebetulan orangnya cantik, ramah, baik dan sholehah. Masih muda udah bisa buka usaha",
"Hebat ya. Katanya udah buka toko. Dimana ya itu?",
"Oh itu lumayan jauh Tan dari sini. Nanti saya kirim alamatnya ke Cici. Siapa tahu Tante ada di dekat sana bisa mampir",
"Ok... ok... nanti biar saya minta alamatnya ke Cici.Saya pasti kesana soalnya saya suka banget kuenya. Gak bisa berhenti makan",
"Wah Nyonya ketagihan tuh",
***
kasihan aida gara-gara metode PDKT Arman yg wow!!
\(°o°)/
bersikap galak dan sering ngebentak......😂😂😂
OB KERUDUNG BIRU