Genre: Dark Romance / Reverse Harem / Thriller Psikologis.
Premis Utama: Althea, seorang gadis yatim piatu yang bekerja sebagai pengarsip dokumen kuno, terjebak di dalam "Septem Foundation"sebuah yayasan elit rahasia di bawah kendali tujuh pria berkuasa dan manipulatif yang terinspirasi dari pesona member BTS.
Kehadiran Althea di mansion tersebut ternyata bukan kebetulan, melainkan sebuah jaring laba-laba yang sudah disiapkan sejak lama. Ketujuh pria ini memiliki masa lalu kelam yang terikat dengan Althea, dan kini mereka bersaing secara dingin sekaligus obsesif untuk saling memperebutkan hak "memiliki" dirinya. Cinta mereka yang awalnya terasa seperti perlindungan mewah perlahan berubah menjadi sangkar emas yang posesif, berbahaya, dan mematikan.
Ketegangan psikologis saat Althea mencoba mengungkap misteri ingatan masa lalunya yang hilang, sembari bertahan hidup di antara dominasi, manipulasi, dan cinta gila dari tujuh pria
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aera_yong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Racun di Dalam Cangkir Jin
Deklarasi perang global yang ditandatangani oleh Althea pada hari Minggu segera memicu guncangan hebat di pasar gelap internasional. Tekanan ekonomi dan politik yang dilancarkan oleh Kim Namjoon membuat Acheron Group tersudut di sudut ring.
Namun, tikus yang terpojok selalu menjadi yang paling berbahaya. Ketika mereka tidak lagi bisa menembus pertahanan siber Suga atau menembus barikade militer Jungkook, mereka beralih ke taktik kuno yang paling pengecutnpembunuhan terselubung dari dalam.
Senin pagi kembali bergulir. Hari milik Kim Jin.
Matahari baru saja naik, memancarkan cahaya keemasan yang menembus jendela kamar utama Althea. Di dapur utama mansion, Jin sedang mempersiapkan sup jamur truffle hitam kegemaran Althea.
Sebagai seorang dokter, ia mengontrol setiap gram nutrisi yang masuk ke tubuh sang Ratu dengan ketelitian yang hampir gila.
Namun pagi ini, ada sesuatu yang berbeda. Salah seorang pelayan senior yang biasanya mengurus logistik bahan makanan tampak gugup saat menyerahkan mangkuk sup porselen ke atas nampan perak milik Jin.
Jin tidak mengatakan apa-apa. Sepasang mata indahnya yang tajam hanya melirik sekilas ke arah jemari sang pelayan yang sedikit bergetar, lalu beralih ke permukaan sup.
Secara kasat mata, sup itu terlihat sempurna. Namun, indra penciuman Jin yang terlatih mendeteksi aroma samar yang sangat tipis seperti bau almond pahit yang hampir tak berwujud. Risin. Zat racun mematikan yang diekstrak dari biji jarak, mampu menghentikan sintesis protein sel dalam hitungan jam tanpa meninggalkan jejak medis yang mudah dideteksi.
Rahang Jin seketika mengencang, aura hangatnya menguap digantikan oleh dinginnya pisau bedah. Tanpa peringatan, Jin meraih pisau pemotong daging di atas meja dan menghantamkannya ke atas jemari pelayan tersebut dengan kecepatan kilat.
*JLEB!
"AAAKHHH!" Pelayan itu menjerit histeris saat darah segar menciprat ke lantai marmer dapur, sementara tubuhnya langsung jatuh berlutut di bawah tatapan kejam Jin.
"Siapa yang membayar mu?" desis Jin, suaranya begitu rendah dan tajam hingga membuat bulu kuduk berdiri.
"Acheron? Berani-beraninya kau mencoba memasukkan zat kotor ini ke dalam tubuh mahakaryaku."
Beberapa menit kemudian, pintu kamar Althea terbuka. Jin melangkah masuk dengan nampan peraknya, namun penampilannya tidak lagi rapi. Kemeja putihnya ternoda oleh beberapa cipratan darah pelayan tadi, dan ekspresi wajahnya memancarkan kegilaan protektif yang berada di ambang batas kewarasan.
Althea yang sedang duduk di tepi ranjang menatap Jin dengan tenang, matanya melirik ke arah nampan.
"Ada apa, Tuan Jin?"
Jin meletakkan nampan itu di atas meja dengan bunyi denting yang keras. Ia berlutut di hadapan Althea, meraih mangkuk sup tersebut, lalu dengan gerakan mengejutkan, Jin meminum setengah dari sup tersebut di depan mata Althea.
"Tuan Jin?!" Althea menaikkan sebelah alisnya, sedikit terkejut dengan tindakan impulsif pria itu.
Jin menelan sup itu, lalu menyeka sudut bibirnya dengan punggung tangan yang berlumuran darah. Ia mendongak, menatap Althea dengan binar mata seorang fanatik yang siap mati demi sesembahannya.
"Pelayan di dapur mencoba memasukkan risin, Althea. Tapi aku sudah memeriksa dosisnya. Setengah mangkuk yang tersisa ini murni dan tidak beracun, aku sudah memisahkannya," bisik Jin, napasnya memburu oleh adrenalin.
"Aku meminumnya terlebih dahulu untuk membuktikan padamu... bahwa tidak ada satu pun zat kimia di dunia ini yang boleh merusak tubuhmu selama aku masih bernapas. Jika ada racun yang ingin membunuhmu, ia harus melewati tubuhku terlebih dahulu."
Althea menatap Jin yang kini mencengkeram jemarinya dengan erat, memohon validasi atas kesetiaannya yang ekstrem. Senyuman dingin Althea kembali terukir di bibirnya.
Manipulasi psikologis yang ia tanam sejak hari Senin di musim lalu kini telah merusak logika medis Seokjin, mengubah sang dokter genius menjadi tameng hidup yang bersedia meminum racun demi menjaga takhta sang Ratu.
---
Bersambung~