emelli adalah gadis tomboy yang cantik karna perjodohan yang di lakukan orang tua nya ia harus menikah dengan seorang mafia,sebenar nya mafia tersebut di suruh untuk memilih antara emelli dan amella sang kembaran nya tapi mafia itu memilih emelli,amella marah karna yang di pilih bukan dia melain kan emelli kembaran nya ia sangat mengidolakan mafia itu ia juga ingin menikah dengan nya karna cemburu dan iri ia balas dendam dengan trik trik yang menghancur kan hubungan emelli dan rian(mafia).
emelli berubah drastis alasan nya karna ia sudah jatuh cinta kepada rian tapi hati nya hancur kala mendengar dari cinta pertama rian kalo dia sedang mengandung anak rian.
benar benar hancur ia merasa cinta nya bertepuk sebelah tangan dan orang yang mengaku hamil anak rian itu meminta nya untuk meninggal kan rian demi anak nya dan rian. emelli yang tidak bisa berfikir jernih lagi dan juga ia tidak bisa egois demi bayi yang belum lahir dalam kandungan wanita itu. ia dengan sedih dan hati yang hancur pergi sejauh jauh nya tanpa sepengetahuan rian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hantari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 27
6 tahun kemudian
kota london
"mama lihat kakak dia tidak mau bermain dengan ku dia terus saja membaca"ucap bocah yang berusia 6 tahun itu.
"varon tidak boleh bermain terus varon harus lebih banyak baca kayak kakak veron tuh"tunjuk ucap seorang ibu itu yang berumur 28 tahun pada seorang anak yang sedang serius membaca di meja makan yang mempunyai wajah yang sama dengan seorang anak yang sekarang berada di depan nya.
"gk mau varon mau nya main kemaren varon udah baca 5 halaman"ucap bocah itu sambil menunjukan 5 jari nya.
"itu mah belum cukup sayang tapi kalo varon mau nya main oke mama yang temenin main deh"ucap seorang ibu yang masih seperti gadis itu.
"yeeee mama yang terbaik emuah"bocah itu mencium kening mama nya.
"kakak veron ngeselin"bocah itu kesal dengan kembaran nya yang bersifat dingin itu.
tapi kakak nya tidak peduli ia terus membaca buku yang di tangan nya.
"gk boleh gitu sama kakak nya oke"ucap gadis itu pada bocah imut itu.bocah itu mengangguk kan kepala nya "ia ma"
********
"tuan bisnis yang berada di london sedikit bermasalah"ucap lio menyerah kan sebuah dokumen.
rian memberikan isyarat bahwa ia yang akan turun tangan sendiri lio sudah bisa mengerti arti dari isayarat sahabat nya itu lalu keluar
6 tahun terakhir ini rian jarang bicara dan semakin dingin dan sangat tidak suka bicara baik pada lio sekali pun bahkan kepada orang tua nya ia lebih suka sendiri.
sedangkan amella sekarang sudah menikah dengan seorang pembisnis juga 5 tahun lalu rian membebas kan jesi dan dia karna di saat itu rian sadar kalau meski pun ia membunuh mereka emelli tidak akan kembali lagi.
begitupun dengan jesi ia juga sudah menikah bahkan juga sudah mempunyai dua anak sebenar nya sebelum menikah ia sudah hamil duluan.
sedangkan lio belum menikah sampai sekarang ia tidak ingin menikah karna ia ingin menemani tuan nya yang kesepian.
******
"kita makan siang di restoran vevo yang kata nya makanan nya enak banget tuan"ucap lio yang ikut dengan rian ke london sekarang mereka berada dalam mobil menunju restoran vevo.
"terserah"ucap rian dingin.
"tuan jangan terpuruk terus dalam kesedihan ini sudah 6 tahun berlalu tuan tapi tuan masih saja seperti ini apa tuan tidak mau melihat wanita wanita di london ini yang kata nya cantik cantik lho"goda rian meski ketakutan.
"hei bagaimana dengan kamu sendiri apa kau sudah mempunyai wanita"gertak rian yang membuat lio ketakutan.
lio yang di tanya seperti itu diam jika di tanya tentang seperti itu memang dia memilih untuk mengalah.
"tuan kita sudah sampai"ucap lio buru buru turun.
"dasar liozing"gumam rian menyungging kan senyum nya kecil.
mereka masuk ke dalam restoran itu awal yang bisa di lihat adalah kemewahan dan keramaian restoran itu.
wanita wanita yang di sana begitu terpesona dengan ketampanan ke dua pria yang memang sangat tampan itu.
saat makanan di hidang kan rian mengamati makanan itu terlebih dahulu dan memasukan ke dalam mulut nya.
"masakan ini"batin rian.
"kenapa tuan apa makanan nya terlalu enak di mulut tuan"canda lio rian meninggal kan lio dan berjalan menuju dapur restoran.
"hei tuan kau mau kemana"ucap lio.
rian masuk ke dapur restoran dan menatap setiap koki koki dengan tatapan mengintimidasi.koki koki yang di sana heran dan ketakutan dengan tatapan rian.
"apa hanya ini koki kalian"tanya rian kepada orang orang yang berada di sana.
"benar tuan hany ini"ucap seorang koki laki laki.
baik lah lanjut kan rian pergi meninggal kan dapur restoran itu.
"kenapa aku masih saja berharap rasa nya aku belum percaya kau pergi"batin rian sedih.
"tuan kau kemana saja"tanya lio pada rian yang baru saja datang.
"bukan urusan mu"ucap rian dan meninggal kan restoran itu dan di kejar oleh lio.
saat ingin keluar seorang bocah imut menghalangi jalan nya"hei paman boleh kau rapikan pakaian ku soal nya kalau aku tidak rapi saat pulang sekolah mama akan marah nanti"anak itu memohon pada rian.
"anak ini benar benar sangat mirip dengan rian saat masih kecil dan sekarang mereka juga masih kelihatan sangat mirip"batin lio melihat bocah di depan nya.
rian berjongkok menyetarakan tubuh nya dan bocah itu"baik lah akan paman perbaiki mendekat lah"ucap rian tersenyum lebar melihat bocah itu seperti melihat diri nya saat kecil tapi ia dulu sangat dingin kepada siapa saja.
ia mulai merapikan pakaian bocah kecil itu
"hei anak nakal kau kemana saja"ucap seorang bocah yang mempunyai wajah sama.
rian dan lio menatap kedua bocah itu terkejut karna mereka sangat mirip sekali dan sangat imut lucu dan tampan.
"aku di sini bersama paman tampan ini"ucap bocah yang satu nya lalu memeluk rian
rian terkejut tapi itu sangat nyaman dan ia seperti tidak ingin melepas kan nya.
"maaf merepot kan anda karna ulah adik saya ini"ucap bocah yang dingin itu dengan sangat tenang dan ucapan yang sangat dingin.
lio sangat takjub dengan kedua bocah itu yang satu bersikap dingin sama seperti rian saat kecil dan yang satu bersikap ceria.
"hei bocah imut kenapa kalian ada di sini di mana mama kalian"tanya rian lembut.
"mama kerja di sini dan kami selalu kesini saat pulang sekolah paman"ucap bocah yang ceria itu sedang kan bocah dingin itu hanya diam melipat ke dua tangan nya di depan dada.