"Naura kamu itu ngapain aja sih dari pagi, kenapa belum ada makanan, ibu sudah lapar nih" ucap seorang wanita bertubuh gemuk yang marah marah kepada menantu nya
"iya bu ini Naura baru mau masak, tadi Naura cuci baju dulu makanya belum sempat masak" ucap Naura berlari menghampiri mertua nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kyranachia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 27
Setelah beberapa jam bagas pun sampai di kota jakarta, bagas langsung menuju ke rumah sakit tempat arini di rawat
sesampainya di sana dia langsung ke ruangan arini di rawat dan ternyata semua anak anak nya sedang berkumpul, tetapi aneh nya mereka semua sedang menangis
"papah... papah dari mana saja pah!! adik hilang dan nenek... nenek" ucap Rafa dengan tangis yang keras
"ada apa Rafa? kenapa nenek? " ucap bagas dengan suara keras
"nenek meninggal pah, nenek kena serangan jantung" ucap Rafa dan semua orang di sana pun pecah tangis nya
bagas sangat terkejut dengan ucapan Rafa dia hampir terjatuh ke belakang mendengar sang ibu meninggal
dengan air mata yang mengalir bagas memarahi anak pertama nya itu "jangan bohong kamu rafa!! kenapa kamu bicara seperti itu tentang nenek mu... " bentak bagas kepada rafa
"abang Rafa tidak bohong pah, nenek ada di ruangan melati , ayo Laura temani papah ke sana kalau papah tidak percaya , mumpung nenek belum di pindahkan ke ruang jenazah" ucap Laura kesal dengan ayah nya yang memarahi abang nya begitu saja
bagas hanya bisa menangis, seluruh tubuh nya terasa lemas, dia baru saja kehilangan bayi nya saat sampai rumah sakit ternyata dia telah di tinggal kan ibu nya untuk selama lamanya
dia menatap sang istri yang sedang menangis memeluk Naura, dia menghampiri arini dan memeluk arini dengan tangis yang sangat kencang
"sayang kenapa? kenapa ini harus terjadi, ya allah kenapa... " ucap bagas menangis dengan keras
arini hanya membalas pelukan bagas dengan tatapan kosong dia sudah tidak tau lagi harus bagaimana
"siapa yang tega menculik anakku??... aku tau itu semua pasti ulah Tomi " ucap bagas langsung ingin pergi
"pah... papah mau ke mana lagi, mamah saat ini butuh papah, dan apa papah tidak ingin melihat nenek lagi? " ucap Laura berteriak
bagas pun menengok ke belakang dan menghampiri sang putri "papah harus mengambil adik kamu lagi sayang, dan papah harus balas kan dendam papah ke pada Tomi" ucap bagas memegang kepala Laura dengan kedua tangan nya
"mau berapa orang lagi korban nya pah? tidak bisa kah papah menyuruh anak buah papah saja, kasian mamah kalau papah tinggal lagi, papah liat lah kondisi mamah sekarang" ucap Laura kesal
bagas yang sedang emosi bercampur sedih tidak dapat berfikir jernih, dia pun berfikir bahwa omongan sang putri ada benar nya , bagas menelfon anak buah nya lagi untuk mengurus Tomi
bagas saat ini akan mengurus jenazah sang ibu terlebih dahulu dan akan mengurus istri nya setelah itu “bawa Tomi dan keluarga nya ke markas kita, kerah kan semua tim kita, dia sudah kelewatan ”ucap bagas kepada anak buah nya
bagas dan Rafa pun mengurus jenazah nenek Naura, sedangkan Naura dan Laura menjaga arini yang masih saja menangis dengan tatapan kosong
"mah... jangan seperti ini aku yakin pasti adik bayi ketemu " ucap Laura yang saat ini masih berumur sepuluh tahun
arini hanya menengok sebentar ke arah Laura, dan dia lanjut menangis lagi tetapi kali ini tatapan nya tidak kosong seperti tadi
beberapa jam kemudian setelah bagas selesai mengurus pemakaman nenek Naura dan menyiapkan pengajian untuk malam itu tiba tiba saja anak buah bagas menelfon
"baiklah kalian jaga dia dengan ketat, pasti kan jangan sampai dia lolos, saya tau dia sangat licik, setelah pengajian almh ibu saya, saya akan ke sana " ucap bagas kepada anak buah nya di telp
Beberapa saat kemudian acara pengajian pun selesai, bagas menyuruh Rafa pergi duluan ke rumah sakit dengan supir
bagas bersiap untuk ke markas rahasia nya , dia sangat tau semua ini pasti ulah Tomi karena selama ini musuh dia hanya Tomi saja
tak butuh waktu lama bagas sampai di markas, dia pun turun dari mobil, dan pergi ke ruangan di mana Tomi dan keluarga nya di tahan oleh anak buah nya
bagas dengan tatapan dingin masuk ke dalam ruangan Tomi, tetapi Tomi malah tersenyum melihat bagas datang
"di mana kau sembunyikan anak ku!!... " teriak bagas kepada Tomi
"wah... ternyata pak bagas ini cepat sekali ya datang nya" ucap Tomi sambil bertepuk tangan
"kamu sudah keterlaluan Tomi, sekali lagi aku tanya di mana anak ku, atau aku lukai juga anak dan istri mu " ucap bagas tersenyum
Tomi yang tidak tau bahwa keluarga nya juga di bawa ke tempat itu pun sangat terkejut
bagas pun menyuruh anak buah nya membawa istri dan kedua anak Tomi yang sudah di ikat
Tomi yang sempat berfikir bagas hanya mengancam saja pun merasa panik, sedangkan istri Tomi sudah menangis nangis meminta di lepaskan"apa lagi yang kau lakukan mas, sampai sampai aku dan anak mu kena juga "teriak istri Tomi kepada Tomi
" jangan kau apa apa kan anak dan istri ku bagas! "ucap Tomi berteriak kencang
" kenapa Tomi? kau bisa membunuh ibu ku dan kau menculik anak ku yang baru saja istri ku lahir kan, kenapa sekarang kau ketakutan akan kehilangan keluarga mu? "ucap bagas dengan senyum meledek
" aku tidak tau anak mu di mana, dia sudah ku buang entah ke mana "ucap Tomi ketakutan
" apa katamu!!.... berani sekali kamu Tomi, kamu benar benar keterlaluan "bentak bagas dia pun memanggil anak buah nya untuk menyiksa istri Tomi di depan mata nya
sedangkan anak Tomi di bawa ke ruangan berbeda, karena bagas tidak ingin anak kecil melihat hal itu
anak buah bagas mendekat, istri Tomi ke takutan " tega kamu mas!!... lihat lah karena pembuatan mu aku pun kena mas"teriak istri Tomi yang saat ini di ikat di besi
"mau kau apakan istri ku bagas!! jangan macam macam kamu... " ucap Tomi panik saat melihat sang istri di ikat di sebuah besi
beberapa jam sebelum nya , suster palsu yang membawa anak Tomi sampai di rumah Tomi
"baiklah kamu melaksanakan tugas mu dengan sangat baik, ini jatah mu, kamu buang bayi itu kemana saja terserah kamu" ucap Tomi melemparkan uang kepada suster palsu itu
"Terimakasih tuan " ucap suster palsu itu yang memang sedang butuh uang untuk pengobatan suami nya
suster palsu itu pun pergi dari rumah Tomi, dia bingung hendak di buang ke mana bayi itu, dia merasa kasian dengan bayi masih merah itu
suster palsu itu pun membawa bayi itu pulang ke kampung nya, dia mengggendong dengan rasa takut
apa.bedanya rani dan tifani?