Ribeena (Bee), 26 tahun awalnya gadis cupu yang selalu mendapatkan bullyan di kampusnya akhirnya bertransformasi menjadi model dingin tidak tersentuh dan populer setelah beranjak dewasa. Ia harus menjalani hidup mandiri yang tidak tau siapa orangtua kandungnya. Berkat dari atasannya lah Bee menjadi model terkenal. Bee gadis cupu bersama sahabatnya mendirikan agency model, Bee mampu membuktikan dirinya bisa bangkit dari kerasnya kehidupan.
Sean, 28 tahun lelaki tampan kakak angkat Bee yang selalu melindungi dan diam-diam mencintai Bee, mereka berpisah karena Sean harus melanjutkan S2 nya di luar negeri. Bee sendiri semenjak berpisah dari Sean tidak ingin di ganggu dan di hubungi oleh Sean, Bee ingin fokus mencari jati dirinya.
Bagaimanakah kisah Bee dan Sean selanjutnya, apakah Bee akan bertemu dengan kedua orangtuanya, apakah perjalanan hidup nya masih akan mendapatkan ujian? Yuukk.. mampir dan ikuti perjalanan Ribeena (Bee)..
Salam author,
ariista
ig: aritanti
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ariista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Abimanyu Renggana
Seorang lelaki paruh baya menghisap gerutunya dalam-dalam menatap ke luar dari jendela di ruang kerja di rumah nya ia menunggu anggota yang di perintahkannya untuk mengawasi rumah pengacara Dewandaru.
Pintu diketuk.
"Masuk," perintahnya.
Seorang lelaki berewokan dengan rambut keriting di ikat satu masuk.
"Selamat Tuan besar,"
"Hmm, apa yang akan kau laporkan?!" tanya lelaki paruh baya itu tanpa mengubah posisinya tetap menatap keluar jendela.
"Kemarin sore saya sudah mengawasi di rumah pengacara Dewandaru Tuan, ada rombongan tiga mobil yang datang dan ada pengawal yang menunggu di pagar luar rumah, hampir saja saya ketahuan kemarin, Tuan,"
"A-pa! Dasar bodoh! kenapa sampai bisa ketahuan?"
Lelaki itu terdiam, ia tidak menjawab.
"Aku akan memecatmu kalau sampai ketahuan, apalagi yang kau dapat info dari sana?!"
"Rombongan yang datang ada 5 orang Tuan, yang masuk ke dalam rumah ada 3 orang, yang satunya berjaga di pagar sedangkan satunya lagi sopir lelaki tua, ada seorang wanita cantik yang datang bersama seorang lelaki yang sepertinya mereka suami istri Tuan,"
"Heemm, baiklah, kau awasi terus pergerakan di rumah itu dan kabari jika orang tua dalam rumah itu keluar rumah,"
"Baik Tuan,"
"Kau boleh pergi sekarang,"
"Saya permisi Tuan,"
Lelaki itu keluar dari ruangan tuannya.
Lelaki paruh baya masih menikmati cerutu panjangnya. Ia masih memikirkan sesuatu yang mengusik hatinya. Selama puluhan tahun ia merasa tenang dengan kehidupannya yang di dapatnya dengan cara yang licik.
Ya lelaki itu Abimanyu Renggana, pria paruh baya yang ambisius rela melakukan apa saja demi mendapatkan keinginannya.
Abimanyu adik angkat Luky Renggana yang melakukan trik kejam dengan mencelakakan kakak angkat nya sendiri.
Kecelakaan tragis yang membuat Luky dan istrinya kecelakaan mobilnya masuk ke jurang. Dikiranya kakak angkat dan istrinya sudah meninggal, begitu juga dengan anaknya yang meninggal pada saat di lahirkan info yang di dengarnya.
Abimanyu memikiki seorang anak lelaki yang sekarang memimpin perusahan mereka, Rully Permana Renggana lelaki 28 tahun, belum menikah, tetapi ia memiliki karakter yang berbeda dengan papanya.
Abimanyu memiliki istri muda, istri pertamanya sudah meninggal karena sakit. Istri mudanya lebih muda 2 tahun dengan Rully anaknya.
Istri muda Abimanyu seorang model yang jarang ada di rumah kerjanya selalu saja menghabiskan uang suaminya dan bersenang-senang.
Abimanyu sendiri masih memimpin perusahaan tambang yang seharusnya milik Luky Renggana.
Karena ketamakannya Abimanyu lah yang membuat kakek Kana meninggal dunia, ia sengaja memberikan minuman ke ayah angkat nya yang menyebabkan beliau meninggal.
Abimanyu tidak setengah-setengah dalam bertindak baginya siapa saja yang menghalangi niatnya akan disingkirkannya.
Abimanyu yang serakah tidak pernah tau bahwa saudara angkatnya dan anaknya masih ada.
***
Di kantor besar seorang lelaki muda sedang menerima telpon dari papanya.
"Iya Pa, Rully tau Pa, ini Rully sedang sibuk, papa jangan desak terus Rully akan menikah dengan gadis yang Rully cintai, jangan paksa Rully menikah dengan anak teman papa,"
Lelaki itu melemparkan ponselnya ke mejanya. Emosi nya terpancing, papanya selalu saja mendesak dirinya untuk menikah. Bukannya dia tidak mau menikah dia sedang menunggu seseorang yang sudah mencuri perhatiannya.
Seorang gadis cantik yang di lihat nya di peragaan busana di kota A, saat itu ia menghadiri undangan salah satu koleganya yang memakai bahan kain dari perusahaannya.
Ya Rully melihat gadis cantik dengan mata sedikit sipit dan berwajah lembut. Ia melihat gadis yang memperagakan busana itu berwajah datar dan misterius.
Gadis cantik itu juga sama-sama dengan ibu tirinya yang masih muda tampil pada malam itu.
Rully bersandar di kursi kebesarannya ia akan mencari tau dari koleganya yang mengambil bahan baku kain di perusahaan nya mereka sudah bekerjasama belum lama ini.
Rully lelaki tampan itu bukan tidak mau berpacaran atau tidak pernah berpacaran. Ia pernah berpacaran dengan teman satu kampus nya tetapi wanita itu berhianat dengan temannya.
Sejak saat itu Rully tidak tertarik menjalin kisah cinta dengan seorang wanita manapun.
Tetapi begitu melihat gadis cantik di atas catwalk yang berjalan dengan elegan membuat hatinya kepincut.
Rully tersenyum sendiri di ruangannya. Ia akan menghubungi segera kolega bisnis nya menanyakan model itu.
***
Di sebuah lobby hotel seorang lelaki paruh baya sedang menunggu sepasang lelaki dan wanita yang akan berangkat bersama-sama menuju ke suatu tempat yang sangat rahasia.
Dewandaru lelaki paruh baya itu sudah menunggu 10 menit di lobby. Tak lama kemudian datang sepasang lelaki dan wanita tersebut ke arahnya.
"Selamat pagi pak Daru, maaf menunggu lama,"
"Pagi, nak Sean nak Bee, kita pergi sekarang?"
"Ayo Pak," Sean mengajak Pak Daru keluar lobby hotel.
Mereka bertiga berjalan menuju mobil, kali ini hanya menggunakan satu mobil saja. Devan lah yang akan mengemudikan mobilnya. Pak Daru duduk di depan sedangkan Sean dan Bee duduk di bangku penumpang di belakang.
Devan dengan auranya yang dingin dan penampilannya yang mempesona tidak mau kalah dengan penampilan kekasih nonanya, Ya dua orang lelaki tampan keturunan bule yang ada di dalam mobil sama-sama memiliki aura yang sebelas duabelas, dingin dan tampan.
Devan memasang menulis alamat di handphonenya yang langsung terkoneksi dengan layar kecil yang ada di tengah dashboard.
Setelah itu ia menggas mobilnya pelan mesin mobil sudah di hidupkannya dari tadi.
Mobil berjalan pelan, mata Devan selalu awas dari ekor matanya ia mampu melihat pergerakan-pergerakan yang mencurigakan. Mungkin karena dirinya lama bekerja sebagai agen rahasia Devan menjadi lebih peka dengan sekelilingnya.
Sama seperti Sean ia juga mengawasi jika ada mobil atau seseorang yang mencurigakan.
Mobil terus berjalan mengikuti GPS yang tertera di layar.
Perjalanan hampir sampai, Devan melihat dari spion kacanya ada sebuah mobil yang mengikuti mereka dengan jarak lumayan jauh.
Devan yang sudah terbiasa dengan situasi seperti ini, terlihat santai. Ia akan mencoba mengecoh mobil itu.
Mobil mereka memasuki jalan ramai, Devan segera menggas kencang, Sean dan Bee yang duduk di belakang kaget.
"Semua pegangan, kita di ikuti," ucapnya.
"A-pa?!" teriak Bee.
"Sean melihat ke belakang ada sebuah mobil hitam yang juga berjalan kencang.
Devan terus menyalip mobil di depannya. Ia sudah seperti pembalap profesional saja.
Dewadaru memegang kuat pegangan yang ada di samping atas pintu. Devan membawa mobilnya dengan ngebut. Ia akan mencoba mengalihkan jalur yang berbeda agar tidak terus di ikuti.
Setelah berpacu dengan laju mobil di jalan, Devan memelankan laju mobilnya.
"Siapa kira-kira yang mengikuti kita Pak?" tanya Sean ke Pak Daru.
"Saya juga kurang tau, Nak, sepertinya ini masih cerita lama juga, mereka masih tidak tinggal diam,"
"Mereka siapa Pak," tanya Bee dengan dada yang masih berdetak kencang.
"Nanti kita akan bahas di rumah orang tua mu ya,"
Bee menatap Sean, Sean menenangkan Bee dengan mengusap tangan Bee.
"Tenang, semua akan baik-baik saja,"
Bee tersenyum samar. Devan masih dengan kewaspadaannya. Dia tidak akan lengah.
Berarti Nonanya ini akan sering mendapatkan teror, bisa jadi sekarang ini Tuan Dewandaru yang di incar tetapi ini pasti ada hubungannya dengan nona Bee juga, Devan bermonolog sendiri dalam hatinya.
tp jgn cuek in Sean donk
kok gk diangkat Bee....
btw Sean pergi nyatain perasaannya gk y🤔🤔