NovelToon NovelToon
Gagal Miskin Karena Sistem

Gagal Miskin Karena Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Bagi orang lain, mendapat warisan adalah jalur cepat menjadi kaya. Namun, berbeda dengan Budiman. Warisan yang ia dapat, malah membuat hidupnya nelangsa karena mendapat warisan toko kelontong yang mau bangkrut karena hutang warga yang tak kunjung dibayar.

Lelah menagih dan kesal setiap hari ditipu janji manis, Budiman justru berharap warung itu bangkrut saja. Ia ingin menutupnya dan bekerja sebagai karyawan biasa, hidup tanpa pusing memikirkan hutang orang lain.

Namun, takdir berkata lain.

Saat ia benar-benar mencoba menghancurkan warung peninggalan orang tuanya dengan menjual murah semua, menolak pembeli, bahkan membiarkan stok habis, sebuah suara aneh tiba-tiba muncul di kepalanya:

[ Sistem Kompensasi Finansial 'Makin Bangkrut Makin Kaya' Resmi Diaktifkan! ]



Bagaimanakah kisah Budiman yang berusaha bangkrut tetapi tak kunjung sukses? Ikuti alur cerita ini yah ....

#kehidupandidesa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6. Logika Jamet Terbalik

Tiga hari setelah kontrak politik di atas meja kasir disepakati, Budiman berdiri di sudut Budiman Mart yang terasa semakin estetik. Sisa saldo operasional toko yang Rp25 juta, membuat dia tersenyum lebar sepanjang malam.

Bayangkan, dengan ratusan konten kreator yang terus berdatangan dari luar kota, stok kuliner ekstremnya, mulai dari mi cokelat mentol sampai kopi cabai hijau, kini telah mulai menipis.

‘Barang telah habis, modal pun begitu tipis, mau kulakan lagi ke Koko Alung pun uangnya ndak bakal cukup untuk kapasitas swalayan modern!’ batin Budiman bersenang-senang dalam hati.

Namun, fokus utama Budiman hari ini bukan toko, melainkan laporan dari agen penghancur finansial nomor satu pilihannya, yang tak lain calon adik ipar, si Anto.

Tepat pukul dua siang, pintu kaca otomatis terbuka. Anto masuk dengan gaya yang jauh berbeda dari sebelumnya. Tidak ada lagi kaus oblong pudar bertuliskan EVOS.

Hari ini dia memakai kemeja batik sultan, tetapi ukurannya kebesaran, lengkap dengan kacamata hitam yang disangkutkan di katong baju.

Di belakangnya, Elimar mengekor sambil sibuk mencatat sesuatu di buku tulis sekolah.

"Bagaimana, Nto? Uang dua ratus lima puluh juta kemarin, aman kan?" tanya Budiman antusias, langsung menarik Anto ke sudut dekat kulkas minuman.

Anto memperbaiki letak kacamatanya dengan wajah jumawa, hidung terlihat kembang kempes setelah menjadi sultan dadakan.

"Aman, Da! Sesuai perintah Uda kemarin, Ambo tak pakai nawar. Ambo langsung datangi vendor pelaminan paling elite di kota Padang. Mereka minta seratus juta untuk dekorasi pelaminan emas tingkat tujuh plus baju anak daro bertabur swarovski. Langsung Ambo bayar tunai tanpa kembalian!"

Budiman hampir saja kelepasan bersorak “Alhamdulillah." Seratus juta ludes untuk dekorasi yang cuma dipajang dua hari? Bagus! Sungguh pemborosan yang hakiki.

"Lalu? Katering bagaimana?" tagih Budiman lagi, matanya berbinar penuh harap.

"Nah, ini dia, Da," Elimar ikut menimpali sambil menyodorkan buku catatannya.

"Bang Anto jenius sekali, Da! Dia ndak mau pesan katering rumahan. Dia langsung kontrak koki dari hotel berbintang buat masak rendang premium sama gulai tunjang di lapangan bola depan rumah kita, nantinya. Biayanya delapan puluh juta!"

Budiman membekap mulutnya sendiri, berpura-pura syok padahal jantungnya berdisko kegirangan. ‘Tinggal sisa tujuh puluh juta! Sempurna! Anto, kau memang aset terbaikku!’

"Tapi, Da ..." Anto tiba-tiba menggaruk kepalanya yang tidak gatal, wajahnya mendadak gelisah.

"Uang kita masih sisa tujuh puluh juta lagi. Ambo bingung mau dihabiskan buat apa. Organ tunggal paling mahal di daerah kita aja, harganya cuma sepuluh juta, itu pun sudah bonus biduan tiga orang dari kota."

Budiman mengernyitkan dahi. Ndak boleh! Uang itu harus minus, ndak boleh ada sisa sepeser pun sebelum hari-H pernikahan, kalau tidak, kompensasi 100 kali lipat dari Sistem bisa gagal cair.

"Bodoh!" gertak Budiman memasang wajah galak.

"Masa begitu saja bingung? Siapa bilang cuma sewa organ tunggal kampung? Dengar ya, Anto!"

"Adikku ini cuma menikah sekali seumur hidup! Sisa tujuh puluh juta itu bisa kau pakai buat menyewa videografer profesional yang pakai kamera sinematik terbang-terbang itu ... apa namanya? Drone!"

"D-drone, Da?" Anto melongo.

"Iya! Sewa tiga sekalian biar merekam dari barat, timur, sama atas langit! Lalu, sisa uangnya lagi, kau beli sound system yang paling besar! Kalahin Sound Horeg yang viral itu!"

"Yang itu loh, kalau musik minang diputar, kaca rumah tetangga radius dua kilometer langsung bergetar dan retak! Kau paham?!" hasut Budiman berapi-api.

Anto meneguk ludah, matanya berkedip-kedip menatap kegilaan abang iparnya. Namun, sebagai seorang jamet pos ronda yang jiwanya penuh dengan ambisi pamer, ide sound system yang meretakkan kaca tetangga itu terdengar seperti impian masa kecil yang akan menjadi nyata.

"Ondeh ... Uda ... itu ... ITU JENIUS BANGET, DA! Biar orang sekampung tahu kalau Anto sudah sukses!" pekik Anto dengan mata menyala-nyala.

"Siap, Da! Sore ini juga Ambo habiskan sisa uangnya sampai ke rupiah terakhir!"

Budiman menepuk-nepuk bahu Anto dengan penuh kasih sayang.

"Bagus. Pergi sana. Laksanakan tugasmu, habiskan dananya sampai bersih tak bersisa!"

Begitu Anto dan Imar keluar dengan langkah terburu-buru untuk menghabiskan uang, Budiman langsung bersandar di rak jualan sambil tertawa cekikikan seperti Tom yang baru selesai mengerjai Jerry.

‘Pesta dua ratus lima puluh juta ... Tanpa kotak amplop ... Semuanya murni jadi beban pengeluaran! Begitu hari-H selesai, aku akan mengalami kerugian besar! Hahaha, Sistem, kali ini kau tidak akan bisa berkutik!’

Namun, tawa jahat Budiman mendadak terhenti ketika layar hologram biru di depannya tiba-tiba berkedip-kedip merah, mengeluarkan bunyi peringatan yang sangat nyaring di telinganya.

[ Peringatan! Stok produk inti 'Budiman Mart' (Mi Cokelat Mentol & Kopi Cabai Hijau) telah mencapai angka 0! ]

[ Permintaan pasar luar jaringan (Offline) terus memuncak. Terdeteksi antrean sepanjang 50 meter di luar toko. ]

[ Sistem mendeteksi bahwa Pengguna sengaja membiarkan toko kosong demi memicu kebangkrutan operasional. Tindakan ini memicu protokol 'Darurat Stok Retail'! ]

"Hah? Darurat stok apa?!" Budiman panik.

[ Ding! ]

[ Untuk menjaga reputasi dagang Pengguna, Sistem telah mengaktifkan fitur 'Kemitraan Otomatis Tanpa Batas'. Sistem secara otomatis menarik sisa saldo Rp25.000.000 milik Pengguna, ditambah dana talangan sistem sebesar Rp100.000.000 untuk melakukan pemesanan instan skala besar ke Grosir Koko Alung! ]

"Tunggu, tunggu! Ndak usah ditalangin! Ambo ndak mau berutang!" jerit Budiman histeris.

[ Pemesanan Berhasil! Truk kontainer dari Grosir Koko Alung akan tiba dalam waktu 10 menit dengan membawa 500 dus varian rasa baru yang jauh lebih ekstrem! ]

[ Pengguna diwajibkan menjual habis seluruh stok baru ini sebelum pesta pernikahan Elimar yang akan diadakan satu tiga hari lagi. ]

[ Jika tidak, saldo kompensasi misi sampingan pernikahan akan ditahan! ]

Budiman langsung terduduk lemas di lantai swalayannya yang putih bersih. Jantungnya serasa merosot sampai ke jempol kaki.

"Utang seratus juta ... barangnya ditambah lima ratus dus ... rasa baru yang lebih ekstrem? Semuanya harus ludes dalam waktu tiga hari," gumam Budiman dengan tatapan kosong, sementara dari kejauhan, suara klakson truk kontainer raksasa sudah terdengar meraung-raung menuju tokonya.

CRAAAASSHHH!

Truk kontainer roda sepuluh berlogo 'Grosir Abadi Koko Alung' itu mengerem mendadak tepat di halaman parkir Budiman Mart, menimbulkan bunyi decitan ban yang memekakkan telinga.

Budiman dengan langkah gontai berjalan ke pintu kaca. Begitu pintu belakang kontainer dibuka oleh para kuli angkut, mata Budiman langsung menangkap tulisan di ribuan dus baru tersebut:

[ MI INSTAN RASA GULAI JENGKOL MATANG & ES KOPI SUSU CAMPUR PETAI MUDA ]

Budiman hampir muntah membayangkan aromanya. Tapi penderitaannya belum selesai.

Dari pintu kemudi truk, sesosok pria bermata sipit dengan kaos kutang dan celana pendek melompat turun sambil tertawa lebar. Itu Koko Alung! Dan dia tidak datang sendiri. Di belakangnya, turun tiga orang bapak-bapak parlente yang memakai kemeja safari dan membawa map tebal.

"Hahaha! Budiman, Ambo punya kejutan besar buat kau!" seru Koko Alung dengan logat Minang-Tionghoa-nya yang khas, langsung merangkul pundak Budiman yang sudah kaku seperti mayat.

"Koko ... ngapain ke sini bawa orang dinas?" tanya Budiman dengan suara bergetar.

"Ondeh, kau ini selalu saja merendah! Padahal, berkat keviralan mi cokelat mentolmu kemarin, Koko langsung hubungi teman-teman di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi! Mereka kagum sekali sama UMKM milikmu ini!" Koko Alung menepuk-nepuk map tebal yang dibawa bapak-bapak di belakangnya.

Salah satu orang dinas itu maju, menjabat tangan Budiman dengan sangat erat dan penuh rasa hormat. "Selamat, Pak Budiman! Atas inovasi kuliner ekstrem Anda yang memajukan pariwisata daerah, Pemprov resmi menunjuk 'Budiman Mart' sebagai:

Pusat Oleh-Oleh Resmi Destinasi Wisata Sumbar!

[ Ding! Sistem mendeteksi lonjakan reputasi sosial luar biasa dari pihak Pemerintah Daerah! ]

[ BERSAMBUNG ]

1
arielskys
senangnya ngprank ya sistemnya
arielskys
episode ini ngakak bgt loh?
arielskys
ada ambulance 🤭
arielskys
wahahaha🤣
arielskys
nah tuh, akal2anmu budiman, bener2 gak bisa dihubungi jadinya kan
Syahril Maiza
lanjut up dong thor. kok cuma 1 bab
Syahril Maiza
nikahin aja sanah
Syahril Maiza
bukti cinta diam2 ya
Syahril Maiza
harusnya jiwa kaya raya yg ditingkat kan man
Safira Aurora
greget bgt, org senang kalau kaya, ini pengen bgt miskin
Safira Aurora
santui syekali
Safira Aurora
ga ada pembeli = ga ada yang mengusik
Aku Rajin Membaca
jiwa miskinnya kmbali bngkit 😂
Aku Rajin Membaca
tiba2 bhgia
Syahril Maiza: kebahagiaan terselubung
total 1 replies
Aku Rajin Membaca
niatnya buat bntu mkin rugi, trnyta malah mkin pinter ya
arielskys: belajar secara otodidak
total 1 replies
Aku Rajin Membaca
bgus roni 🙏 nanti kalau gempa, ttp lanjutkan tugasmu
Aku Rajin Membaca
berarti bertugas dengan baik 😂
MomyWa: sesuai yang diharapkan
total 1 replies
Aku Rajin Membaca
hmmm, gimana nih? kok bisa?
arielskys: bisa2 aja
total 1 replies
Syahril Maiza
makin seru aja dan bikin penasaran dgn reaksi budiman 😭
arielskys
kok sekarang pelit up nya thor?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!