NovelToon NovelToon
A Fickle Heart

A Fickle Heart

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / One Night Stand / Percintaan Konglomerat / Identitas Tersembunyi / Harem / Tamat
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Dina official

Kisah cinta Reihan dan Sakinah yang menuai berbagai konflik dan masalah. Memicu sang nenek Hilda Pratama untuk melakukan balas dendam melalui Sakinah yang dianggap cucu dari musuh bebuyutannya yang juga orang yang paling dicintai Hilda yaitu Jamie Wirayuda.

Reihan yang merupakan cucu kesayangan Hilda dikendalikan oleh Hilda untuk misi balas dendamnya pada Jamie. Siapa sangka permusuhan dua keluarga itu menyingkap tabir bahwa Haris Wirayuda yang merupakan anak Jamie Wirayuda yang selama ini diincar oleh Hilda dan dianggap penyebab kematian putra dan menantu Hilda yang merupakan orang tua Reihan adalah anak kandungnya.

Ketika Hilda mengetahui Haris adalah anaknya yang saat itu sedang berada diambang kematian karena perbuatan Hilda, Hilda menyelamatkannya. Dirinya sangat menyesal dan berdosa karena hampir saja membunuh putra kandungnya sendiri. Disitu pula terkuak bahwa Sakinah bukanlah anak kandung Haris

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina official, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyesal

Reyhan membawa Sakinah ke arah taman bunga yang berada dihalaman mansion. Halaman itu cukup luas dihiasi dengan bermacam-macam bunga hias. Mulai dari bunga merambat yang berwarna pink yang bertengger disekitaran dinding hingga bunga-bunga berwarna-warni yang ditanam diareal rerumputan yang telah tertata rapi. Cukup cantik dan sangat terawat. Membuat mata orang-orang yang memandangnya tidak akan pernah bosan.

Begitu juga dengan Sakinah, sedikit merasa tenang dan nyaman. Hatinya yang tadinya terluka oleh sikap Reyhan, mulai terasa lebih baik dari sebelumnya.

"Sakinah, apa kau suka dengan tempat ini?" Tanya lelaki itu yang sedari tadi memperhatikan Sakinah.

"Hm, aku suka sekali. Taman ini terlihat sangat indah. Apakah ada yang merawat bunga-bunga ini?"

"Iya, ibu Sarah yang suka merawat tanaman-tanaman yang ada disini." Jelas Reyhan padanya.

Sakinah menganggukkan kepala sembari melihat ke arah bunga mawar yang terletak didekat tempat itu juga.

Reyhan memperhatikan Sakinah yang begitu menyukai bunga, membiarkan gadis itu tetap mengitari taman itu dengan penuh kebahagiaan.

"Sakinah, maaf ya kalau sikapku agak sedikit membuatmu tidak nyaman."

Dirinya menghampiri Sakinah dan berdiri dibelakang wanita itu.

Mendengar ucapan Reyhan, Sakinah membalikkan tubuhnya. Kini mereka saling berhadap-hadapan, netra kecoklatan merekapun saling bertemu.

"Tidak apa-apa Reyhan. Aku tidak mempermasalahkan itu." Tukas wanita cantik itu padanya.

"Apa kau marah dengan perlakuanku padamu?" Tanya Reyhan menyelidiki hati wanita itu.

"Aku tidak marah, hanya saja merasa heran dengan sikapmu yang tiba-tiba menjadi dingin padaku. Padahal sebelumnya kita baik-baik saja."

Sakinah duduk di dekat kolam yang diiringi oleh Reyhan. Suasana alam disekitaran taman itu membuat kedua orang itu merasa nyaman dan tentram.

"Ada hal yang belum bisa aku ceritakan padamu. Aku belum bisa menjelaskan apa yang menjadi permasalahan didalam hatiku." Tukas Reyhan pada wanita itu.

"Jika memang begitu, baiklah aku tidak akan menpermasalahkannya. Namun, kalau kau tidak keberatan berbagilah denganku. Mungkin saja aki bisa membantumu."

Wanita muda itu mencoba membuka diri pada Reyhan. Reyhan hanya tersenyum memandanginya.

Pada dasarnya Reyhan sangat mencintai gadis itu, namun saat dia mengetahui bahwa ayah Sakinah yang telah melenyapkan ayah dan ibunya, hatinya menjadi begitu sakkt. Namun, sampai saat ini dirinya belum mempercayai sepenuhnya mengenai hal itu. Reyhan masih mencari tahu cerita sebenarnya.

***

Diperjalanan pulang, Jeslyn dan Farouk tidak sengaja melihat ada mobil yang mengikuti mobil mereka semenjak dari mereka keluar dari parkiran rumah sakit.

"Kakak, apa kakak merasa ada orang yang sedang membuntuti kita?" Tanya Jeslyn memandangi ke arah belakang mobil.

Meskipun banyak kendaraan yang berlalu lalang saat itu, tapi mobil yang membuntuti mereka itu terlihat tidak jauh dari mobil mereka.

Farouk melihat ke arah spion mobilnya, dirinya merasakan hal yang sama.

"Ya, aku merasakan hal yang sama sepertimu. Nampaknya ada yang sedang mengikuti kita. Aku akan mengalihkan perhatian mereka."

Ketika diperempatan lampu merah, Farouk tidak mengarah lurus pada lampu merah, tetapi malah berputar balik untuk mencari jalan lain ke arah rumah mereka.

Orang-orang yang membuntuti mereka sempat melihat keberadaan Farouk dan Jeslyn, tapi tiba-tiba kehilangan jejak mereka karena Farouk mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

"Sial!!!" Umpat si pengemudi mobil sambil memukul stir mobilnya.

"Kenapa? Apa kita kehilangan jejak mereka?" Tanya seorang temannya pada lelaki itu.

"Ternyata polisi itu pintar, dia tahu kita sedang membuntutinya. Oleh sebab itu dia memutar arah mobilnya untuk mengelabui kita." Tukas orang itu pada temannya.

"Kau tahu alamat rumah lelaki itu?"

"Tidak, aku hanya menerima fotonya dari bos. Nanti akan kuselidiki kembali tentang polisi itu."

Ujar lelaki itu sambil memutar balik mobilnya.

***

Setelah merasa aman, Farouk mencoba keluar dari persembunyiannya.

"Bagaimana kak, apa orang-orang itu telah pergi?"

Tanya Jeslyn sambil memperhatikan sekeliling jalan.

"Hm, sepertinya mereka sudah pergi."

"Untunglah, aku takut sekali jika orang-orang itu sampai menemukan kita." Ujar Jeslyn sambil mengusap pelan dadanya.

Rasanya dibuntuti oleh orang tak dikenal itu, seperti orang yang sedang berlari dipagi hari, sangat memacu adrenalin.

"Sepertinya, kabar mengenai keberadaan tuan Haykal sudah tercium oleh pihak luar." Tukas lelaki itu sambil melirik ke arah pria paruh baya yang sedang tertidur domobilnya.

Mungkin karena masih belum terlalu pulih, ditambah dengan usianya yang tidak muda lagi, membuat lelaki itu cukup lelah dalam perjalanan. Sehingga dirinyapun tertidur di kursi belakang mobil.

"Iya, aku juga berpikir seperti itu. Tapi bagaimana bisa ada orang yang mengetahui keberadaannya? Bukankah selama ini orang-orang mengetahui dia sudah tiada?"

"Aku juga tidak tahu. Mungkin saja ada yang menyelidiki kembali tentang keberadaannya." Jelas Farouk sambil mengemudikan mobilnya kembali.

***

Ditempat lain, seorang pria paruh baya dengan mengenakan jas hitam sambil menghisap cerutunya duduk disebuah gazebo. Lelaki itu tampak menikmati pagi itu dengan nyaman.

Datanglah seorang pria muda menghampirinya.

"Selamat pagi tuan." Sapa pria itu padanya dengan penuh hormat.

"Pagi Doan, apa ada kabar baik yang akan kau sampaikan padaku?" Tanya lelaki itu sambil menyeruput kopi hangatnya.

"Tuan, tadi kami baru saja mendapatkan informasi mengenai keberadaan Barak Haykal, ternyata lelaki tua itu masih hidup." Jelas lelaki yang dipanggil dengan nama Doan itu.

"Uhuk... uhuk..." Tiba-tiba saja lelaki itu tersedak mendengar nama Barak Haykal.

Orang yang telah dianggap lenyap selama sepuluh tahun belakangan ini, ternyata masih hidup.

"Apa kau bilang? Barak Haykal?" Tanya lelaki itu memastikan kembali.

"Iya tuan, beberapa hari lalu media mengungkapkan bahwa seseorang yang bernama Barak Haykal itu selamat dari kecelakaan pesawat."

"Bagaimana bisa itu terjadi? Bukankah waktu itu kita telah menyuruh pilot pesawat itu merekayasa kecelakaan pesawat yang akan membawa Barak Haykal ke Belgia? Dan sudah dipastikan semua penumpang didalam pesawat tidak ada yang selamat."

Lelaki tua itu berpikir dan mengingat kejadian itu kembali.

Memang saat itu dia telah memastikan bahwa Barak Haykal tidak akan selamat agar kasusnya benar-benar ditutup, karena akan sangat membahayakan dirinya dan reputasinya jika kasus yang telah terkubur sepuluh tahun yang lalu itu dibuka kembali.

"Iya tuan. Benar yang anda katakan, tapi saat kecelakaan itu terjadi Barak Haykal diselamatkan oleh seorang jurnalis dan dia dinyatakan masih hidup."

Jelas orang itu kembali pada tuannya.

"Ini tidak bisa dibiarkan. Kau harus cari tahu keberadaan orang itu dan segera habisi dia." Titah lelaki itu dengan nada tinggi.

"Baik tuan. Akan kami laksanakan, hanya saja disini kami akan sedikit mengalami kesulitan, karena lelaki tua itu dilindungi oleh seorang komandan polisi."

"Benarkah itu?" Lelaki tua itu sedikit heran dengan pernyataan anak buahnya itu.

"Iya tuan. Gadis yang menyelamatkan Barak Haykal itu memiliki kakak seorang polisi dan saat ini, kakaknya yang bernama Farouk itu sedang membuka kembali kasus itu." Jelas Doan kepada bosnya.

1
Itha Fitra
crita ny kok muter" sih thor? td nm ny nyonya amira,skrng brubah jd nyonya hilda?
Dina official: coba baca baik2 kak, Amira itu ibunya si Jamie, Hilda itu bukan si Amira yang nantinya ada kaitan dengan masa lalunya si Jamie Wirayuda
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!