NovelToon NovelToon
Bosku Perawan Tua

Bosku Perawan Tua

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Kantor / Wanita Karir / Romansa / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: dtyas

Sarah dan Arya, pernah kecewa akan cinta lalu dipersatukan sebagai Direktur dan asisten pribadi. Sifat Sarah yang tegas dan perfeksionis bertentangan dengan Arya yang cengengesan dan masih kinyis-kinyis alias berondong.

Disebabkan oleh kondisi, Arya pun hanya pasrah ketika Sarah memanfaatkannya. Bukan hanya diakui sebagai asisten priadi, Arya dikenalkan sebagai kekasihnya.

===

“Mana mungkin aku suka dengan bocah polos begitu.” -- Sarah Alesha --

“Cinta itu buta bahkan kadang juga tuli, seperti aku yang klepek-klepek padamu seakan tidak mendengar ocehan mulutmu yang memekakkan telinga.” -- Arya Bimantara --

Follow IG : dtyas_dtyas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 27 ~ Keyakinan Sarah

Felix terkejut ada Sarah dan Arya, bahkan langsung melepaskan pelukan dari tubuh Ajeng. Arya hanya tersenyum sinis, sudah bisa menyimpulkan kalau mantan kekasihnya itu bukan yang terbaik. Beruntung saat itu ada ganjalan membuat hubungan mereka renggang. Menyadari Sarah adalah wanita yang paling berharga, Arya mengusap tangan yang sedang memeluk lengannya.

“Sarah.”

“Hai, Felix. Tidak menyangka kita bisa bertemu di sini. Sekalian saja aku ingin menyampaikan kabar baik untukmu, kami akan segera menikah,” tutur Sarah sambil tersenyum lalu saling menatap dengan Arya.

“Aku tidak tahu akan mengundangmu atau tidak, karena pernikahan kami akan dihadiri kerabat dan keluarga dekat saja. Kamu tahu sendiri Arya masih muda, aku khawatir penggemarnya atau bahkan masa lalunya mengacaukan acara kami.”

“Kamu serius Sar?” tanya Felix.

“Tentu saja. Kami permisi, silahkan lanjutkan dengan ….” Tangan Sarah menunjuk Ajeng lalu mengedikan bahunya dan berlalu bersama Arya.

Salah seorang petugas butik membawakan beberapa paper bag dan meletakan di bagasi. Mobil pun perlahan meninggalkan butik, keduanya masih bungkam dan tidak ada yang bersuara. Sepertinya tidak menyangka dengan kejadian barusan.

Jika Arya tidak menyangka Ajeng ada main bahkan dengan Felix, berbeda dengan Sarah. Wanita itu tidak peduli bertemu dengan Felix bahkan memeluk wanita lain. Semakin jelas kalau pria itu … buaya. Namun, yang membuatnya kesal adalah wanita bernama Ajeng itu pasti masa lalu Arya. Terlihat dari wajah yang masih mendamba calon suaminya.

“Mau makan di mana Bu?”

Sarah bergeming, enggan menjawab pertanyaan Arya membuat pria itu menolak dan mendapati wajah Sarah yang cemberut.

“Ehm, suka mancing-mancing. Nie saya serius nanya ya bu, kita mau makan di mana? Kalau sampai nggak dijawab, bisa-bisa Ibu yang saya makan.”

Sarah berdecak dan menyebutkan nama cafe yang tidak jauh dari posisi mereka. Arya membelokan mobil menuju tempat yang diinginkan Sarah. Sampai di dalam, Arya sengaja memilih area yang agak sudut. Sepertinya ada yang harus mereka bicarakan, mungkin saja Sarah salah paham dengan kejadian tadi.

“Pesan apa Bu?” tanya Arya.

Sarah membuka buku menu dan menyebutkan pesanannya, begitupun Arya. Setelah pelayan pergi Arya berpindah duduk di samping Sarah yang kebetulan kursinya berbentuk sofa jadi memungkinkan pria itu berdekatan dengan Sarah.

“Kenapa pindah ke sini?”

“Mau dekat sama calon istri, masa nggak boleh.”

“Calon istri, tapi aku nggak tahu masa lalu kamu keluarga kamu. Semuanya tentang kamu aku nggak tahu.”

Arya menggaruk kepalanya, Sarah benar kalau semua tentang dirinya memang seperti rahasia dan ada yang ditutupi. Sepertinya pertemuan dengan Ares harus dipercepat, Arya ingin berdiskusi tentang hal ini karena ia sungguh serius dengan Sarah Alesha.

“Masa lalu saya tidak menarik.”

“Perempuan tadi, pasti mantan kamu.”

“Nah, tuh tahu.”

Sarah memukul tangan Arya, bisa-bisanya pria itu bersikap biasa saja. Sedangkan dirinya hampir gundah gulana. Bagaimanapun Sarah tetap merasa rendah diri kalau harus bersaing dengan wanita yang lebih muda atau seumuran dengan Arya.

“Kalian sudah selesai belum sih?”

“Sudah Sarah, saya sudah putus dengan Ajeng. Mau tahu nggak kenapa bubaran dengan Ajeng?”

Sarah menggelengkan kepalanya, meskipun penasaran. Kebetulan pelayan kembali membawakan pesanan membuat fokus mereka tertuju pada makan siang yang sempat tertunda.

“Kapan aku dikenalkan dengan orangtuamu?” tanya Sarah, Arya bahkan sampai tersedak mendengar pertanyaan tersebut.

“Sabar dong Bu, tenang saja. Alon alon pasti kelakon.”

“Menghadapi kamu, aku nggak bisa sabar.”

Arya terkekeh meskipun hatinya kebat kebit, khawatir ide gilanya minta orangtua Doni menjadi orang tua pengganti bisa saja gagal. Sepertinya ia harus meminta masukan dari Ares, fix nanti malam ia akan datang menemui Ares.

***

Jam kerja sudah berakhir dan Arya masih menunggu Sarah yang sedang berdiskusi dengan Edric. Melan pun sudah siap pulang, tinggal menunggu Sarah dan Edric keluar dari ruangan. Sambil menunggu, Arya sudah mengirimkan pesan dan menanyakan di mana posisi sang kakak.

Sedangkan di dalam ruangan, Edric bukan membicarakan masalah pekerjaan melainkan hubungan Sarah dan Arya.

“Kamu malah membuat aku ragu. Padahal kami sudah memutuskan dan Papa Mama juga sudah tahu, WO juga sudah aku hubungi.”

“Sar, gue bukan mau buat lo ragu. Hanya memastikan kalau lo udah yakin, siapapun Arya akan lo terima? Dia hanya asisten lo, gajinya pun lo tahu berapa.”

“Aku sudah pikirkan tentang ini, Arya bisa buka usaha sesuai dengan yang dia kuasai. Yang jelas aku sudah pikirkan kalau untuk urusan profesi Arya.”

“Bukan, bukan itu saja Sar. Gue yakin kalau pun Arya tidak bekerja, anak cucu kalian masih bisa hidup enak.”

“Lalu?”

“Bagaimana kalau Arya ternyata ada masa lalu yang … entahlah. Suram, mungkin.”

Sarah menatap Edric, hal ini memang masih dia tunggu dari Arya. Penjelasan dan informasi tentang keluarganya juga pertemuan dengan orangtua Arya.

“Arya sudah cerita?”

Sarah menggelengkan kepalanya.

“Arya bilang agar aku sabar, yang jelas dia akan temukan aku dengan keluarganya.”

Tidak lama perbincangan pun berakhir, Sarah dan Edric keluar dari ruangan di sambut oleh Arya dan Melan. Edric masih menyampaikan nasihatnya sebagai kerabat dan sepupu wanita itu.

“Terima kasih, kamu yang paling mengerti aku,” ujar Sarah lalu memeluk Edric.

“Ehh, jangan lama-lama,” ujar Arya membuat Edric mendengus kesal dan segera mengurai pelukan Sarah.

“Semoga dia nggak akan cemburu dengan kedekatan kita,” ujar Edric. “Melan, mau pulang ‘kan. Ayo bareng gue,” ajak Edric.

Melan ragu-ragu untuk menjawab, dia menoleh pada Sarah.

“Kamu sudah boleh pulang, tidak masalah kalau kamu ikut Edric.”

“Permisi Bu.” Melan bergegas mengejar langkah Edric.

Tinggalalh Arya dan Sarah yang masih saling tatap, sepertinya ada yang Arya ingin sampaikan tapi menunggu Melan dan Edric menjauh dan tidak bisa mendengar apa yang akan dikatakannya.

“Ayo pulang,” ajak Sarah.

“Malam ini saya harus bertemu orang, Bu Sarah saya antar ke apartemen terus ….”

“Orangnya siapa? Aku nggak boleh tahu?”

“Hm, bukan nggak boleh. Saya mau bertemu dengan keluarga saya Bu. Urusannya rumit, jadi saya akan kenalkan di waktu yang tepat.”

“Beneran keluarga kamu, bukan … mantan.”

“Bukan, masa nggak percaya sama saya sih.” Arya mendekat dan terlihat gerakannya ingin mencium, Sarah menahan dada pria itu.

“Ini di kantor, kamu jangan aneh-aneh.”

“Oh, iya. Di kantor nggak boleh, tapi kalau di mobil atau di apartemen boleh ya? Ayolah.”

Setelah mengantarkan Sarah, Arya langsung menghubungi Doni yang sudah menunggu di lobi apartemen Sarah.

“Sejak kapan lo di sini?”

“Hm, sebelum Mas Arya lewat saya sudah di sini. Ayo Mas, Pak Ares sudah menunggu.”

“Besok gimana, orangtua lo siap ‘kan kalau gue datang sama Sarah?” tanya Arya dan Doni menghela nafasnya. Hal inilah yang akan dibicarakan oleh Ares pada Arya, masalah orangtua pengganti yang diminta oleh Arya.

“Mas, kita bicarakan dengan Pak Ares ya. Ini masalah serius, bukan hanya berdampak pada saya tapi juga keluarga calon istri Mas Arya. Bagaimana kalau mereka tahu, orang tua saya bukan orang tua Mas Arya.”

“Iya juga ya. Sarah bisa mutasi gue ke planet Jupiter dah.”

 

1
Vivi Zenidar
imin oooooohhh imin... selalu jadi alasan
Kezia ayumi
sempet2 nya Arya ngomong gitu /Awkward//Awkward//Awkward//Awkward//Awkward/
Kezia ayumi
geblek Arya 🙉🙉🙉
Kezia ayumi
dug jedag jedug jedag jedug /Kiss//Kiss//Kiss//Kiss//Kiss/
Kezia ayumi
wkwkwk,....
pantesan dapet menantu Rama sama kelakuannya 🙉🙉🙉
R Melda
terima nasib mu doni🤭🤭🤭
bunda DF 💞
bikin ketawaa,, asiik ceritanya
R Melda
dasar otak mesum😅😅😅
R Melda
boro² bangunin sarah🤣🤣🤣🤣
Relimawati Sihombing
terimakasih bagus ceritanya sukses lh
Camera Gaming
ya Alloh Arya gesrek bgt 😄😄😄
Camera Gaming
baru tau kalo tonggeret semacam ulat bulu🤣🤣🤣
Camera Gaming
aku malah baru baca ,ug ke 2 si yg pertama malah baca kisah anaknya yg bungsu🤭 maaf y thor aku baru nemu karyamu thor🙏
Ridwani
👍👍👍
Rahmawati
bagus bgt
gina altira
nah kan bener, Arya anak Orang kaya
gina altira
jd mikir klo sebenernya Arya itu anak orang kaya juga
gina altira
Lanjut aktingnya
gina altira
Aryaaa yang sabar yaaa
Mefazha ghania
ada bab yg mengrh kalo nela tau siapa arya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!