Sebuah kenyataan hidup yang sangat pilu dan menyakitkan membuat sebagian orang mengalami kejadian trauma yang sulit dilupakan. Namun, tidak semua orang merasa bahagia menikmati hidupnya yang penuh luka yang membekas di hati mereka.
Kebahagiaan yang diimpikan telah sirna oleh kenyataan pahit yang mereka alami. Disini, akan dibahas dalam sebuah novel LUKAS yang akan menguras emosi dan air mata.
Bagaimana kelanjutan kisah mereka? Jangan lewatkan update terbaru dari perjalanan kehidupan yang penuh pilu ini!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tabir Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27. Kembali
Dimas sampai di bandara dan telah di jemput oleh sopir perusahaan. Dirinya berencana singgah ke kantor sebentar, lalu mampir ke toko untuk membeli oleh-oleh pada Aqila.
Begitu tiba di toko, Dimas membeli beberapa baju yang sesuai umur gadis itu. Dimas pun juga membelikan baju untuk kedua anaknya Clarissa dan Ervin.
Selesai membayar di kasir, Dimas di bantu sopir meletakkan barang tersebut di bagasi mobil. Selama perjalanan, Dimas tak sabar ingin menemui gadis yang telah membuatnya candu.
Sementara di rumah, Bayu dan Davina sedang bermain cinta yang ke tiga kali mereka melakukannya. Bayu sengaja tidak masuk ke kantor hari ini karena ingin membalas kegagalannya menodai Aqila semalam.
"Sayang, ini sudah hampir jam sembilan pagi. Apa kamu tidak lelah?" tanya Davina yang merasa kali ini Bayu sedikit berbeda seperti biasanya.
"Tidak. Aku masih mampu dan kuat. Aku ingin memuaskan segala hasrat yang tertunda sejak kemarin." kata Bayu seraya mencium bibir Davina dengan ganas.
Tentu saja Davina merasa dicintai oleh Bayu. Berkali-kali Bayu selalu bisa membuatnya puas soal di ranjang.
"Aah, Sayang. Kamu memang jago kalau soal di ranjang. Aku sampai tidak berdaya meladeni mu," ucap Davina tersenyum manis dengan mata terpejam merasakan gerakan dari Bayu yang terus membuat dirinya melayang diatas awan.
Sampai akhirnya, pelepasan pun terjadi. Keduanya sama-sama terkapar lemas dengan nafas tersengal.
"Makasih, Sayang."
"Hmmm."
Bayu pun segera menuju kamar mandi untuk mandi dan bergantian dengan Davina. Selesai mandi Bayu keluar kamar meninggalkan Davina yang sedang mandi menuju dapur untuk meminta Bu Dalia membuatkan kopi susu.
Dirinya sebenarnya ingin Aqila yang membuatkannya. Tetapi, gadis itu sekolah sama seperti Clarissa.
Akhirnya, Bayu langsung menuju kamarnya sendiri untuk tidur merebahkan tubuhnya yang lelah akibat melakukan kegiatan panas bersama Davina demi membalaskan dendam hasratnya yang tertunda dengan Aqila semalam.
Di kamar, Davina baru saja selesai mandi yang hampir satu jam itu. Dirinya keluar kamar menggunakan handuk melilit tubuhnya.
Senyumnya langsung hilang, saat tak ada Bayu kekasihnya di kamarnya.
"Kemana lagi lelaki itu? Selalu saja pergi tanpa memberitahu aku dulu? Memangnya aku ini wanita panggilan apa? Main pergi begitu saja!" gerutu Davina mengomel sendiri sambil mengambil baju di lemari.
Ya, Davina belum mengetahui, bahwa Bayu kini telah tergila-gila dengan Aqila sejak pertama kali melihatnya. Walau, Bayu sering menatap ke arah Aqila, tapi Davina mampu menahan Bayu bagaimanapun caranya.
Tetapi, tidak untuk kali ini. Bayu, diam-diam merencanakan sendiri untuk menemui Aqila tanpa bantuan Davina.
"Paling dikamarnya. Lebih baik aku periksa dia." kata Davina setelah selesai menyisir rambutnya yang panjang sebahu.
Dimas baru saja sampai di rumah. Sang sopir pun berpamitan pada Dimas untuk kembali ke kantor dan setelahnya pulang kerumah.
"Saya permisi pulang, Pak Dimas,"
"Baiklah. Hati-hati dijalan, Pak," kata Dimas seraya memberi uang pada sopir yang telah melayaninya selama 15 tahun itu.
Dimas tersenyum menatap pintu rumahnya. Dirinya berdiri sambil membayangkan wajah Aqila yang tersenyum manis saat menatapnya. Dirinya tahu, saat ini Aqila sedang sekolah. Baru pulang nanti siang dan ingin memberinya kejutan lagi pada gadis itu.
Dimas membuka pintu lebar dan berjalan menuju kamarnya. Saat itu juga, Baron lewat di depannya dan terkejut karena Tuannya sudah kembali dari dinas dengan cepat.
"Sssstt!" Dimas dengan cepat menutup mulutnya dengan jari telunjuk ke bibirnya sebagai tanda Baron untuk diam tidak bersuara saat dirinya datang.
"Baik, Tuan."
Baron mengerti arti tanda tersebut. Dan membiarkan Tuan Dimas berjala menuju kamarnya sendiri.
Di dalam kamar Bayu, Davina melihat lelaki itu tertidur pulas setelah melakukan kegiatan panas tadi.
"Dasar ya! Lelaki kalau sehabis main langsung tidur begitu saja. Enak sekali!" gumam Davina merasa kesal dengan Bayu, tetapi dirinya bersyukur karena lelaki itu tidak berbuat ulah lagi sejak terakhir kali dikamar Aqila.
lanjutin aja laaah 😎🤫🥺
heeeemmm mau alasan apalagi neeeh
yaakiiiiin neeeh 🫣🫣🏃🏃
ntar temen arisannya mengira jika Bayu lah suami Davina donk 👉👈
padahal sepasang kekasih itu akan seneng banget jika kekasihnya selalu berada di sampingnya
lha klo kamunya wafat, lalu yang menjaga Aqila siapa donk ???
eeeeiiiiitttssss tapi kamu kan masih terikat dengan pernikahan ya, lalu jaga Aqila gak bisa maksimal deeeh
kamu doa aja supaya Aqila selalu dalam lindungan Allah
aamiin ya rabbal alamiin
ternyata kena prank ama Kak Dina deeeeh
huuuuuuffttttt syukurlah jika itu semua hanya mimpi belaka
semula dirinya yang ingin membunuh Dimas eeeh ini malah dia sendiri yang wafat 👉👈
ada apa ini sebenarnya???
kenapa ada adegan tusuk menusuk seeeh....
Idul Adha kan masih lama tuuuh 🤣🤣🤣🤣🏃🏃🏃🏃
dan Aqila yang sedang dalam posisi membawa pisau 😱😱😱😱
karena percuma aja, ikutan ajang kumpul-kumpul eeeh gak membawa pada kebaikan
kapan ya, Dimas akan mergoki Davina ama Bayu