NovelToon NovelToon
Hamka Putra Arwah Hidup

Hamka Putra Arwah Hidup

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Mata Batin / Mengubah Takdir
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ridwan01

Sebuah kejadian membuat Haris yang merupakan seorang pemimpi perusahaan besar langsung hancur.
Dia kehilangan segalanya dalam satu hari dan memilih untuk mengakhiri hidupnya tapi setelah mati, dia justru menemukan kenyataan kalau orang yang selama ini dia sembunyikan mengandung anaknya.
Hamka Haris Stuart, seorang anak buta warna yang lahir dari rahim adik angkat Haris yang terus di sakiti karena hanya seorang anak dari istri kedua.
Bagaimanakah Hamka bisa menemukan warna dalam hidupnya setelah dia tahu kalau ayah yang selama ini dia panggil Daddy bukanlah ayah kandungnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah kisah

‎Sampai di rumah, dia memandikan anjing itu, mengeringkan bulunya dan memberi dia makan, Lucas juga menempatkan anjing itu di paviliun rumahnya yang kosong agar dia tidak berada di dalam rumah, setelahnya dia membasuh tangannya dengan tanah sebelum mencucinya dan mandi di dalam rumahnya dengan bersih, pakaian yang dia pakai juga akan dia buang saja agar tidak bernajis karena dia tidak tahu cara membersihkannya.

‎"Semoga kamu tidak kesepian di tempat itu, aku tadinya ingin membawamu ke dalam rumah, tapi aku tidak bisa, kamu akan tetap disana sampai pemilikmu membawamu" gumam Lucas

"Lucas, apa kamu begitu mencintai pemilikmu?" gumam Lucas kembali mengingat saat saat dia dan Dini kekasihnya hampir membunuh Yudhistira yang merupakan keponakanya.

Flashback On.

‎"Kamu akan mati di tanganku sekarang anak muda, dan tujuanku akan tercapai" seringai tipis terlihat di sudut bibir Lucas yang sekarang berubah jadi Luca, iblis yang dia sembah untuk membunuh keluarga Adiwinata.

‎"Hhkkkk... Kamu tidak akan.. bi.. hhkkk.. bisa membunuhku iblis!" Ucap Yudhistira ikut mencekik leher iblis itu

‎"Hahaha... Tenagamu ini tidak ada apa apanya anak manusia!" Ejek Luca tertawa

‎"Yudhistira.. panggil nama om kamu supaya dia bisa sadar dari pengaruh iblis itu" teriak Khalid yang sudah masuk bersama Hendra dan Safira.

‎"Jangan harap!" Luca semakin mencengkram leher Yudhistira, bahkan Sagara dan Vandra yang berusaha melepas cekikan itu sama sekali tidak berpengaruh pada cengkram Luca.

‎"O.. Om.. Om Lucas.. Om Lucas, ini Yudhistira Om, putra dari mama Lena" lirih Yudhistira memegang pipi Lucas.

‎"Tidak! Jangan goyah! Ingat tujuan kita!" Bentak Luca saat Lucas mulai muncul.

‎"Om....to.. tolong Yudhis Om, mama sangat sayang pada Om" ucap Yudhistira yang kesulitan bernafas

‎Bruk.

Tubuh Yudhistira terlepas saat Lucas kembali tersadar dari pengaruh Luca, Lucas bahkan menangis melihat Yudhistira sudah tergeletak dengan tubuh lemah karena ulah Lucas dan Iblis yang dia sembah.

‎"Yudhistira, kamu tidak apa apa? Maafkan om, om tidak bermaksud menyakitimu" ucap Lucas yang Sadar karena melihat Yudhistira hampir kehabisan nafas.

‎"Aakkhhh.. hentikan! Aku tidak mau menyakiti satu satunya keluarga ku!" Teriak Lucas ketika Luca ingin mengambil alih tubuhnya lagi

‎"Lawan Om, lihat ini, ini gelang yang Om berikan pada mama Lena dulu kan? Mama Lena memberikan ini pada Yudhistira sekarang, dia berpesan agar om menyayangi Yudhistira juga sama seperti sayang Om pada mama Lena, beliau juga menyampaikan rasa sayangnya pada Om" bujuk Yudhistira memberikan gelang silver kecil, dengan dua buah hiasan kerincing bulat di setiap sisi, yang jika bergerak akan berbunyi

‎"Lena adikku" ucap Lucas mengambil gelang itu

‎"Om.. lepaskan mama, dan kembali dengan Yudhis, kita hidup dengan baik dan Om harus berubah, Om hanya punya Yudhis kan sekarang, ayo Yudhis akan bantu Om untuk menerima kepergian mama" bujuk Yudhistira lagi

‎"Lena pergi, tidak Yudhistira, dia bisa hidup lagi karena hanya perlu satu darah wangi dari Aurora saja dan dia akan hidup lagi" ucap Lucas

‎"Bohong Lucas! Luca tidak akan menghidupkan Lena, dia akan menghidupkan kekasihnya yang sudah terpenjara lama, dia butuh darah wangi dan wadah raga juga agar dia bisa bebas dari kurungan itu!" Teriak Dini

‎Sleb.

‎Aakhhh

‎"Percaya padaku... Lu.. Lucas... Ib.. iblis itu menipumu" lirih Dini menutup matanya

‎Leher dini langsung bersimbah darah, saat satu pisau dapur terbang ke arahnya dan menusuk tepat di lehernya.

‎"Dini... Akkhh lepaskan aku! Kamu mengkhianati perjanjian, dan sekarang kamu malah melenyapkan kekasihku! Aku tidak akan biarkan jasad adikku kamu kuasai dan kamu isi dengan iblis sepertimu!' bentak Lucas menjambak rambutnya sendiri karena Luca berusaha untuk mengambil alih kesadarannya.

‎"Berusahalah.... Aku juga tidak akan semudah itu lepas darimu begitupun sebaliknya" geram Luca terus berusaha mengambil alih

‎"Bagaimana cara melepaskan dia?" Tanya Sagara

‎"Tunggu.. bukankah perjanjian itu agar si iblis bisa menghidupkan kembali mama Lena, dan si iblis ingkar, berarti perjanjian itu sudah batal kan?" Tanya Gafi

‎"Iya kamu benar, itu sebabnya iblis itu tidak bisa sepenuhnya menguasai Om Lucas" jawab Khalid

‎"Om.. lawan om, ayo kita jalan jalan, kita ziarah ke makam mama kalau mama sudah di makamkan dengan layak, kita habiskan waktu bersama, waktu Om yang hilang dengan mama akan Yudhis ganti dengan Yudhis Om" bujuk Yudhistira.

"‎Aaakkkhhhh!"

‎Lucas mengambil pisau yang ada di leher dini dan dia memotong urat nadinya dengan cepat, darah hitam keluar dengan deras dari tangannya, membuat semua orang panik ingin menolong tapi Lucas menolaknya.

‎"Itu darah iblis itu, tunggu sampai darah Om Lucas berwarna merah, itu artinya perjanjiannya sudah batal" ungkap Altair yang tadinya di minta sembunyi oleh Langit, tapi keluar setelah mendengar suara Khalid dan Gafi

‎"Tapi bagaimana kalau dia kenapa napa?" Tanya Vandra khawatir karena Dini juga mengeluarkan darah berwarna hitam dan berbau busuk

‎"Rrrrggghhhh... Hentikan ulahmu Lucas! Atau jasad adikmu hancur saat ini juga!" Ancam Luca

‎"Jangan dengarkan Om, jasad mama aman di tempatnya, dan di jaga oleh Opa Adrian" sahut Khalid

‎"Manusia keparat! Akan aku buat jantungmu yang sudah lemah itu berhenti berdetak!" Teriak Luca

‎"Cobalah kalau kamu bisa" balas Langit mencekik Lucas dan mengangkat tubuhnya dengan satu tangan saja

‎"Om jangan, nanti Om Yudhis meninggal" pinta Yudhistira dan itu bisa di dengar Lucas

‎"Biarkan sampai darahku habis, jika om masih di beri kesempatan oleh Tuhan, maka kita masih bisa bertemu di dunia ini Yudhistira, maafkan Om, Om pikir dengan membawa ibumu kembali, Om bisa hidup bersamanya lagi, Om lupa kalau semua iblis itu adalah penipu dan tempatnya ingkar" ungkap Lucas yang sudah mulai terlihat pucat.

‎"Kenapa masih hitam saja darahnya!" Kesal Gafi

‎"Hahaha .." tawa Luca menggema di ruangan itu dan mencoba mendekati Aurora, tapi Gafi yang sadar akan gerakan darah hitam Luca, mengurung setiap tetesan darah itu dengan energi miliknya, begitupun darah Dini

‎"Keturunan sialan!" Umpat Luca kesal karena tidak bisa menjangkau Aurora

‎Sagara dan Langit membacakan ayat ayat rukiyah pada Lucas yang darahnya mulai menjadi merah, meski iblis itu mengikuti bacaan Sagara dan Langit, tapi mereka berdua tetap konsentrasi terus membacakan ayat ayat itu hingga darah yang keluar dari tangan Lucas berubah merah sepenuhnya, dan Altair bilang semuanya sudah bersih.

‎"Yudhistira bawa Om kamu langsung ke rumah sakit, Vandra temani dia, papa akan telepon James untuk mengurus jasad perempuan ini" perintah Hendra

‎"Iya pa" jawab Vandra segera pergi dan menggendong Lucas bersama Yudhistira

‎"Bagaimana dengan darah ini?" Tanya Gafi

‎"Bakar!" Perintah Langit

‎Aurora dan Gafi memusatkan pandangannya pada darah itu, begitupun Langit yang membacakan sesuatu pada lantai rumahnya, Safira dan Sagara ikut berdo'a, sementara Altair dan Andromeda memastikan iblis itu tetap berada di dalam lingkaran energi Gafi dan Khalid

‎"Aku terbuat dari api! jadi aku tidak takut terbakar api!" Teriak Luca

‎"Kalau begitu, kekallah kamu di dalam api dan kembalilah kamu kedalam nerakaNYA!" Ucap Langit dan Sagara.

‎"Subhanallah Alhamdulillah laa ilaaha illalaah Allaahu Akbar, laa Haula walaa kuwwata Illa billahil a'liyyil adziim" ucap Langit dan Sagara

‎Pyar. Pyar. Pyar.

‎"Aarrggrhh.... Kami tidak akan berhenti menyesatkan kalian!" Teriak Luca menggema di ruangan itu.

‎Lalu darah itu berubah menjadi api yang berkobar di dalam ruang tamu tersebut sampai api itu padam dengan sendirinya ketika darah itu telah habis terbakar

‎"Alhamdulillahirobbil aa'lamiin" ucap semuanya

‎"Kita bersihkan juga Tante itu" bisik Andromeda dan Altair mengangguk

‎Tangan Altair menyentuh kepala Dini, dia mulai memusatkan energinya ke dalam jasad Dini agar tidak bisa di tempati makhluk gaib lain.

‎Blash.

‎Setitik cahaya masuk ke jasad itu, dan jasad yang tadinya menghitam kini berubah jadi putih kembali

‎"Terima kasih karena membantu menyadarkan Om Lucas meski terlambat, Hanya ini yang bisa kami lakukan untuk Tante Dini" ungkap Andromeda

Flashback off

"Dini, andai saja kamu bisa di selamatkan seperti aku, kita pasti masih bersama" ucap Lucas

1
Tri Handayani
ah kasihan sekali izhar😇😇😇
Ridwan01: iya kak kasihan dia 🙏
total 1 replies
Fitriputri
lanjuttt thor
Ridwan01: siap kak terima kasih 🙏
total 1 replies
Fitriputri
lanjuttt💪
Ridwan01: terima kasih kak 🙏
total 1 replies
Ridwan01
Selamat datang di dunia Hamka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!