NovelToon NovelToon
Happiness

Happiness

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Percintaan Konglomerat / Persahabatan / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Romansa / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mommy_Ar

Pernikahan bukanlah akhir dari kebahagiaan. Tapi pernikahan, adalah awal dari kehidupan yang sesungguhnya.
Cinta tak selamanya indah, ketika apa yang di pertahankan dan di pertaruhkan kini menjadi alasan untuk di tinggalkan.
Bagaimana kisah kelanjutan pasangan muda mantan aktor ternama dengan seorang gadis yang selalu di manja oleh keluarganya.
Mampukah mereka menghadapi lika liku perjalanan rumah tangga yang sesungguhnya?

Ikuti terus kisah Batara dan Zefanya...
jangan lupa follow akun Noveltoon Mommy ya...
IG : Mommy_Ar29
Tiktok : Mommy_Ar95

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

...~Happy Reading~...

“Jadi yang mau kalian dengar apa dulu? Tentang pembunuh Inez atau—“

“Semuanya!” jawab Batara dengan cepat, “Terserah lo mau cerita dan jelasin yang mana dulu, asalkan jelas dan detail, sampai buat gue dan Alvin paham!”

Ben menarik napas nya cukup panjang, baru saja ia hendak berkata tiba tiba... 

“Tungguuuu!” pekik seorang perempuan dari arah dapur yang kini berjalan cepat e arah ruang keluarga, membuat ketiga laki laki itu seketika langsung mengerutkan dahi nya, “Gak cocok kalau cerita gak pake minum dan cemilan. Ini aku buatin cemilan istimewa,” imbuh perempuan itu dengan wajah ceria nya sambil meletakkan nampan yang ia bawa di atas meja.

“Sayang ini apa?” tanya Batara mengerutkan dahi saat melihat makanan yang di buat oleh istrinya kini tersaji di atas meja.

“Oh apa ya namanya tadi aku lupa, hehehe,” jawab Zefanya tersenyum sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal, berusaha mengingat nama makanan yang ia buat tapi  naas ia tidak menemukan jawaban nya.

“Churros bukan sih?” tanya Alvin sambil terus menatap makanan di depan nya, “Kamu pakai coklat Zef?

“Enggak dong! Coklat nya lagi habis, eh lupa beli maksud nya,” jawab zefanya terkekeh.

“Kok warna nya gini?” tanya Ben ikut mengerutkan dahi nya.

“Oh itu sedikit kematangan goreng nya, tapi gapapa kok masih enak. Dan kalian harus tahu, makanan ini aku buat rendah gula, jadi aman. Aku sengaja gak pakai gula banyak, biar gak bikin gendut. Dan juga—“

“Sebentar!” Batara memotong perkataan istrinya, “Kamu pakai gula merah, mungkin?”

“Ngaco kamu Bat! Mana ada buat rucos pakai gula merah!”

“Churros!” ralat ketiga laki laki di ruangan itu bersamaan kala mendengar Zefanya salah menyebut nama.

“Ya itulah, beda tipis ini doang! Intinya aku udah ikuti resep yang ada, jadi silahkan menikmati!” pekik Zefanya bertepuk tangan sendiri.

Glek!

Kompak, ketiga laki laki itu menelan saliva nya kala menatap makanan dan juga pembuat makanan di depan nya. Antara rela dan tidak rela untuk nya akan mencicipi makanan tersebut. Terlebih Batara, ia seperti makan buah simalakama, ia makan pasti rasanya sungguh nikmat. Tak ia makan, justru amukan istrinya akan jauh ebih nikmat, di antara dilema dan kebingungan nya, ia pun hanya bisa pasrah.

“Kalian cobain dulu! Buatan istri gue pasti enak kok,” kata Batara menyuruh kedua sahabat nya.

“Lo itu suami nya, sebagai bentu apresiasi kepada istri, harusnya lo dulu yang makan. Silahkan!” ujar Ben membuat Batara seketika langsung membulatkan matanya dengan sempurna.

“Nah aku setuju sama Ben, buruan Bat makan!” imbuh Alvin berusaha menahan tawa nya melihat wajah Batara yang semakin pias.

“Ayo makan aku gak sabar pengen tahu rasanya, pengen lihat reaksi kalian, buruan ih. Gak usah rebutan untuk siapa dulu, lebih baik kalian barengan! Ayo,” Zefanya menyodorkan piring berisi cemilan yang ia buat kepada tiga laki laki tersebut.

“Gak sabar pengen tahu rasanya, kan kamu yang buat Zef! Jadi kamu pasti udah tahu gimana rasanya churros gosong ini!” celetuk Alvin sedikit memanyunkan bibir sambil memegang sebuah churros di tangan nya.

“Enak aja gosong! Ini tuh bukan gosong ya, Cuma sedikit over aja. Inget ya hanya sedikit kematengan!” ralat Zefanya penuh penekanan, “Dan juga, for you information, aku belum mencicipi nya. Jadi ini perdana kalian yang harus mencicipi sebagai bentuk penghormatan dari aku!” imbuh Zefanya masih dengan senyuman mengembang di wajah nya.

Gubraakkk!

Seketika itu juga, tiga lelaki di depan zefanya langsung menatap tajam ke arah wanita tersebut. Bagaimana bisa, mereka di jadikan kelinci percobaan. Jika yang memasak saja enggan memakan makanan nya sendiri, lantas mengapa ketiga laki laki itu seolah di paksa harus memakan makanan gosong, batin nya sangat ingin mengumpat.

“Bat, kalau gue habis makan ini terus gue kenapa kenapa, jangan salahin gue kalau gak jadi cerita!” ucap Ben sebelum akhirnya memberanikan diri untuk memasukkan makanan itu ke dalam mulut nya.

...~To be continue .... ...

Penampakan masakan Zefanya, yg sedikit kematangan.... Ingat ya hanya kematangan, bukan karena coklat apalagi gosong.

1
Borahe 🍉🧡
Udah konflik aja di bab pertama
lia hahahihi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
lia hahahihi
pecicilan si zef 😀
lia hahahihi
🥺🥺🥺🥺
lia hahahihi
jadi sedih
lia hahahihi
astaga 🫣
lia hahahihi
ternyata churros dikecapin wkwkwk 🤣🤣
lia hahahihi
gosonggg😂😂😂
lia hahahihi
ya ampun Ben ternyata kisah masa lalu mu sangat menyedihkan
lia hahahihi
waduh dasar bocah 😛😛
lia hahahihi
ya ampun zafenya mikirnya kejauhan
Weni Kasandra
bagus
Reni Setia
makasih author
C a l l i s t o ®
Untung kagak ngidam martabak San Fransisco nanti belinya di San Fransisco 😭
C a l l i s t o ®
Kukira kue Bandung, ternyata martabak Bangka 😭
Nur Wahyuni
selalu penasaran ya sama kisah2 sahabat yg menjadi keluarga..
Shee_👚
oma zara kayanya ini
Shee_👚
Lumayan
Shee_👚
kisah Ben lebih bikin penasaran kayanya
,/Grin//Grin/
Shee_👚
aldo ini pasti
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!